Seorang Guru Terpaksa Tidak Ngajar, Diduga Diancam dengan Sajam


Dompu, Media Dinamika Global.id -- Nasib malang yang dirasakan oleh Seorang Guru Mandrasah ittida'yah Negeri ( MIN) Kota Bima, berinisial IY ( 34 ), warga Lingkungan Tolobali, kelurahan Sarae, Kecamatan Rasa Na,e Barat, kota Bima propinsi NTB, Terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya  sebagai seorang Guru Kelas, Lantaran merasa takut dengan ancaman akan dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata tajam,  yang mendatangi kediaman Kos mereka. pada Minggu sore, ( 11/7/21) sekitar pukul 17.10, Wita.

Peristiwa menegangkan tersebut membuat ibu dari dua orang anak itu, Sontak mengemasi Perlengkapan seadanya dan segera mengungsikan diri ke kabupaten Lain, karena khawatir akan kebenaran ancaman kelompok tersebut, sehingga dapat mengancam keselamatan dirinya dan keluarga.

Berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan awak media ini, ditempat mereka Mengungsikan diri, tepatnya di Desa Dorebara,kecamatan Dompu,  kabupaten Dompu, "IY" tengah  bersama dua anaknya, mengungkapkan, dirinya merasa terheran - Heran pasal kedatangan sekolompok orang tersebut," awalnya saya bingung atas apa yang terjadi, saya merasa tidak pernah memiliki Masalah dengan orang-orang itu, Kok, bisa mereka  datang ke kos kami, membawa Sajam dan melontarkan ancaman ingin membunuh kami," ungkap Dia.

Lebih Jauh disampaikan,  mendengar Ancaman itu, Rasa takut menguasai diri nya, Namun setelah beberapa sa,at kemudian, baru saya menyadari duduk masalahnya, setelah Sekelompok orang tersebut, menyinggung Pemuatan Berita yang dilkukan oleh wartawan media online, yang melibatkan nama Ketua Rt Setempat,"  mereka merasa tidak terima atas pernyataan yang disampaikan melalui pemberitaan, yang dianggap bahwa penyebutan Nama RT, sama saja melibatkan nama warga yang ada di Rt setempat," terangnya".

Ditambahkan Pula,  Persoalan Pengancaman yang dilakukan oleh sekelompok orang yang merupakan warga setempat, telah  resmi dilaporkan ke Kepolisian Resort Kota Bima,  guna mendapat Penanganan hukum," Sebelum masalah ini, mendapat kepastian Hukum, maka saya bersama keluarga belum berani untuk pulang  ke rumah. Mengingat nada ancaman yang dilontarkan oleh mereka bersifat percobaan pembunuhan, yakni akan memenggal kepala suami saya serta akan menyerang saya beserta kedua anak saya yang baru berusia 3 dan 6 tahun ini," pungkasnya

Sementara itu, upaya media ini untuk mendapatkan tanggapan dari Kasat Reskrim Polres Bima Kota terkait adanya laporan Pengaduan tersebut, hingga berita ini di publikasikan pihak yang dimaksud belum dapat terkonfirmasi. (Pemred MDG).

Load disqus comments

0 komentar