Media Dinamika Global

Selasa, 02 Juni 2026

Sajian Lezat dan Sehat, SPPG Bima Sape Parangina1 ADIBA Hadirkan Menu Gizi Seimbang


Parangina.Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– SPPG Parangina 1 ADIBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan menghadirkan menu makanan bergizi seimbang pada hari Rabu. Sajian yang disiapkan tidak hanya mengutamakan cita rasa, tetapi juga memperhatikan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat.03/06/2026

Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, sate ayam bumbu kacang yang kaya protein, acar timun dan wortel sebagai pelengkap sayuran, tahu goreng, serta buah salak yang memberikan tambahan vitamin dan serat. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian secara seimbang.

Penyediaan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya SPPG Parangina 1 ADIBA dalam memastikan para penerima manfaat memperoleh asupan makanan yang sehat, aman, dan berkualitas. Selain memberikan energi untuk beraktivitas, menu yang beragam juga diharapkan dapat meningkatkan minat dan selera makan.

Menu hari Rabu mendapat respons positif karena menghadirkan perpaduan rasa yang lezat dan kandungan gizi yang lengkap. Sate ayam dengan bumbu kacang menjadi salah satu sajian favorit yang melengkapi hidangan bersama acar timun dan wortel yang segar.

Pihak SPPG Parangina 1 ADIBA menegaskan akan terus menghadirkan variasi menu setiap harinya guna menjaga kualitas layanan dan memastikan kebutuhan gizi para penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal.

Melalui penyajian makanan yang sehat dan bergizi, SPPG Parangina 1 ADIBA terus berkontribusi dalam mendukung program peningkatan kualitas gizi masyarakat serta mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif. (Team.MDG.03)

60 Jembatan Rampung Dibangun, Polda Riau Hadirkan Harapan Baru di Pelosok


Pekanbaru - Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Tahap II Polda Riau, hingga awal Juni 2026 telah berhasil merampungkan pembangunan 60 jembatan di berbagai wilayah Riau. Rabu (03/06/2026)

Seluruh jembatan tersebut kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat dan menjadi akses vital yang menghubungkan warga dengan sekolah, kebun, tempat ibadah, hingga pusat aktivitas ekonomi desa.

Pembangunan dilakukan oleh personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau sebagai bagian dari implementasi Commander Wish Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan dan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat pembangunan jembatan tersebut langsung dirasakan warga. Di sejumlah daerah, para pelajar yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan rusak kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman.

Salah satu kisah yang paling dirasakan terjadi di Kabupaten Pelalawan. Sebelum jembatan diperbaiki, para siswa terpaksa membuka sepatu ketika air pasang karena lantai jembatan kerap terendam banjir. Kini, setelah dibangun ulang, mereka dapat melintas dengan nyaman tanpa harus khawatir basah atau tergelincir saat menuju sekolah.

Tidak hanya membantu dunia pendidikan, keberadaan jembatan baru juga membuka akses yang lebih baik bagi petani dan nelayan. Mobilitas menuju lahan pertanian, perkebunan, maupun lokasi penangkapan ikan menjadi lebih lancar sehingga mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat desa.

Meski telah menyelesaikan 60 jembatan, Satgas Polda Riau masih terus bekerja menyelesaikan 23 jembatan lainnya yang saat ini berada dalam berbagai tahap pembangunan. Sejumlah proyek bahkan telah menunjukkan progres signifikan dan mendekati tahap penyelesaian.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan bentuk pengabdian Polri untuk membantu masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” kata Kombes Ketut

Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat di lapangan. Menurutnya, berbagai tantangan geografis dan kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat anggota dalam menyelesaikan pembangunan.

“Kami Akan Terus Bekerja Sampai Seluruh Target Pembangunan Tahap Kedua Ini Selesai. Semangat Personel Di Lapangan Sangat Luar Biasa Karena Mereka Tahu Jembatan Yang Dibangun Akan Menjadi Harapan Baru Bagi Masyarakat,” kata Dansat.

Program pembangunan jembatan merah putih presisi ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selain meningkatkan keselamatan dan kemudahan akses transportasi, program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar warga di daerah terpencil yang selama ini terkendala keterbatasan infrastruktur.

Dengan rampungnya puluhan jembatan tersebut, Polda Riau tidak hanya membangun sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, memperkuat perekonomian desa, serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat di pelosok Bumi Lancang Kuning.

Rutan Pekanbaru Gelar Razia Gabungan Bersama APH, Perkuat Keamanan dan Komitmen Berantas Barang Terlarang


PEKANBARU – Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru melaksanakan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Selasa (2/6/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang.


Razia gabungan tersebut melibatkan personel dari Rutan Pekanbaru, Koramil Tenayan Raya, serta Polsek Kulim. Kegiatan dipimpin langsung oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Riau, Muhammad Lukman, didampingi Kabid Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang, serta Kepala Rutan Pekanbaru, Erwin Siregar.


Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti seluruh petugas dan unsur APH yang terlibat. Apel tersebut bertujuan untuk memberikan arahan teknis sekaligus memastikan seluruh personel memahami prosedur pelaksanaan razia agar berjalan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap warga binaan.


Dalam arahannya, Muhammad Lukman menegaskan bahwa kegiatan razia merupakan bagian dari langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran yang dapat mengganggu stabilitas lingkungan pemasyarakatan.


“Razia ini merupakan salah satu bentuk komitmen kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan,” ujarnya.


Usai apel, tim gabungan langsung bergerak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh ke sejumlah blok hunian warga binaan. Petugas menyisir setiap kamar hunian, sudut ruangan, serta lokasi-lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang-barang terlarang.


Pemeriksaan dilakukan secara teliti dan sistematis dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta hak-hak warga binaan. Seluruh penghuni kamar turut diperiksa dan diarahkan untuk mengikuti proses razia secara tertib guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.


Selain memeriksa kamar hunian, petugas juga melakukan sterilisasi area dalam rutan untuk memastikan tidak terdapat benda-benda yang dapat mengganggu keamanan maupun berpotensi disalahgunakan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menciptakan lapas dan rutan yang bersih dari narkoba, telepon genggam ilegal, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.


Kepala Rutan Pekanbaru, Erwin Siregar, menyampaikan bahwa sinergi dengan aparat penegak hukum merupakan faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara Rutan Pekanbaru dengan TNI dan Polri menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.


“Kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya penegakan aturan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergitas antarinstansi dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif,” katanya.


Razia gabungan tersebut berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali. Seluruh petugas yang terlibat menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi bukti keseriusan jajaran Ditjen Pemasyarakatan Riau dalam menjaga integritas serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan di dalam rutan.


Melalui pelaksanaan razia rutin dan sinergi yang kuat bersama aparat penegak hukum, Rutan Pekanbaru terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada pembinaan yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang semakin tertib, sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembinaan warga binaan menuju pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.(*)

Nasi, Sate, hingga Jeruk: Menu Bergizi SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 untuk Anak Indonesia


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Rabu (3 Juni 2026) — SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia dengan menghadirkan menu makanan sehat dan bergizi pada Rabu pagi ini.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana penuh semangat serta kepedulian terhadap pentingnya asupan gizi bagi generasi muda. Pihak SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 juga menyampaikan salam sehat serta harapan agar program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Adapun menu yang disajikan pada kesempatan tersebut terdiri dari nasi putih, sate, acar, perkedel, serta buah jeruk sebagai pelengkap yang kaya vitamin dan menyegarkan.

Melalui penyediaan makanan bergizi ini, diharapkan dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat, aktif, dan bersemangat dalam menjalani aktivitas belajar sehari-hari.(Team.MDG.03)

Nasi, Ayam Semur Bali, hingga Jeruk: Menu Sehat SPPG Bima Sape Sangia 03,Dapur Aji Irwan Hari Ini


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id.Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Sangia 03 kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi para penerima manfaat pada Rabu (3/6/2026). Menu yang disajikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang guna mendukung kesehatan serta aktivitas belajar siswa.

Adapun menu yang disediakan pada hari ini terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama, ayam semur Bali sebagai lauk berprotein, tempe tepung yang kaya akan protein nabati, oseng sayur sebagai sumber vitamin dan serat, serta buah jeruk sebagai pelengkap yang kaya vitamin C.

Pihak SPPG Bima Sape Sangia 03 memastikan bahwa seluruh makanan yang disajikan telah melalui proses pengolahan sesuai dengan standar kebersihan dan keamanan pangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas konsumsi bagi para siswa penerima manfaat.

Program penyediaan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi peserta didik agar tetap sehat, aktif, dan produktif dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Dengan variasi menu yang seimbang tersebut, diharapkan para siswa dapat memperoleh asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.(Team.MDG.03)

Telur Balado dan Jeruk Wogan Jadi Menu MBG Hari Ini di UD.Lilis SPPG Bima Sape Naru


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui UD. Lilis kembali melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik pada Rabu (3/6/2026). Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah guna meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas pembelajaran.

Pada menu hari ini, peserta didik menerima sajian yang terdiri dari nasi putih, telur balado yang disajikan bersama timun, tumis sayur, kerupuk, serta buah jeruk wogan. Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian peserta didik melalui kombinasi sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang seimbang.

Pelaksanaan Program MBG mendapat sambutan positif dari para peserta didik yang menikmati hidangan dengan tertib. Selain memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, program ini juga menjadi sarana edukasi untuk membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebersihan, serta menumbuhkan rasa syukur atas makanan yang diterima.

Pihak SPPG Bima Sape Naru berharap program ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, sehingga mereka memiliki energi yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan berbagai aktivitas sekolah lainnya.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis, diharapkan tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sejalan dengan semangat program, “Sehat gizinya, kuat semangatnya, cerah masa depannya.”(Team.MDG.03)

Kunjungi Polres Bima, Kapolda NTB Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Personel


Kabupaten Bima, NTB, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Kalingga Rendra Raharja didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB serta jajaran Pejabat Utama Polda NTB melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Mapolres Bima, Selasa (02/06/2026).

Kunjungan tersebut diisi dengan berbagai agenda pembinaan dan kegiatan sosial sebagai bentuk penguatan organisasi sekaligus upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, Kapolda NTB memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Bima untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bantuan kepada warakawuri dan masyarakat penerima manfaat.

Tak hanya itu, Kapolda bersama rombongan juga melaksanakan gerakan penanaman pohon rindang di lingkungan Mapolres Bima sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah penandatanganan pakta integritas yang menegaskan komitmen personel Polri dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, pelanggaran disiplin, serta pelanggaran kode etik profesi Polri.

Kabid Humas Polda NTB Mohammad Kholid menjelaskan bahwa kunjungan kerja Kapolda merupakan bagian dari fungsi pembinaan pimpinan sekaligus sarana mempererat komunikasi dengan satuan kewilayahan di jajaran Polda NTB.

“Berbagai kegiatan dalam kunjungan kerja ini meliputi bakti sosial, penandatanganan pakta integritas terkait pencegahan narkoba dan kedisiplinan, serta penyampaian arahan strategis untuk meningkatkan kinerja Polri,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Kapolda secara langsung di tengah personel diharapkan mampu memberikan motivasi dan semangat baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja personel Polres Bima sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutupnya.

Redaksi |

Daya Beli Petani NTB Menguat, NTP Tembus 130,44


Mataram, Media Dinamika Global — Daya beli petani Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menguat pada Mei 2026 seiring kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menembus angka 130,44 atau meningkat 1,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan, ekonomi perdesaan, dan kesejahteraan petani di daerah.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., pada Rilis Berita Resmi Statistik di Aula Tambora BPS NTB, Selasa (02/06/26), menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat sebesar 2,38 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,46 persen.

“Keadaan ini menunjukkan posisi tukar petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi semakin baik dibandingkan bulan sebelumnya,” jelas Wahyudin.

Sebagai salah satu indikator kesejahteraan petani, NTP menggambarkan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai usaha pertaniannya. Pada Mei 2026, seluruh subsektor pertanian utama di NTB mencatat NTP di atas angka 100.

Subsektor hortikultura mencatat NTP tertinggi sebesar 240,49, diikuti tanaman pangan 119,50, peternakan 118,31, perikanan 109,53, dan tanaman perkebunan rakyat 100,71.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami peningkatan menjadi 135,28 atau naik 1,28 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan NTUP menunjukkan kemampuan usaha pertanian dalam menghasilkan pendapatan masih berada pada kondisi yang baik dan terus menguat.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, mengatakan bahwa kenaikan NTP menjadi indikator penting menguatnya sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan masyarakat perdesaan.

“Kenaikan NTP menunjukkan daya beli petani NTB semakin baik. Ini menjadi kabar positif karena sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ketika petani semakin sejahtera, ekonomi desa ikut bergerak dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ujar Aka, sapaan akrabnya.

Menurut Aka, capaian tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi NTB yang menempatkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

Karena itu, Pemprov NTB terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, penguatan akses pasar, pengembangan hilirisasi komoditas, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pangan yang berkelanjutan guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani pada Mei 2026 mengalami kenaikan tipis sebesar 0,04 persen, yang dipengaruhi meningkatnya pengeluaran pada sejumlah kelompok kebutuhan rumah tangga seperti perumahan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan penyediaan makanan serta minuman.

Secara keseluruhan, perkembangan NTP dan NTUP pada Mei 2026 menunjukkan sektor pertanian NTB tetap berada dalam kondisi yang kuat dan produktif. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat, mengurangi kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Dengan tren yang terus membaik, sektor pertanian diharapkan semakin kokoh sebagai penopang kesejahteraan masyarakat perdesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan NTB di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Redaksi |

Wisman Melonjak 35,13 Persen, Pariwisata NTB Tunjukkan Tren Positif


Mataram, Media Dinamika Global – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak 35,13 persen pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata NTB tetap bergerak positif, ditandai dengan meningkatnya tingkat hunian hotel dan bertambahnya jumlah tamu yang menginap di berbagai destinasi wisata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Aula Tambora BPS NTB, Selasa (02/06/26).

BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada April 2026 mencapai 8.686 orang atau meningkat 35,13 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 6.428 orang. Secara tahunan, jumlah kunjungan wisman juga tumbuh 11,19 persen dibandingkan April 2025.

Penguatan sektor pariwisata NTB juga tercermin dari meningkatnya aktivitas industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 36,06 persen, naik 4,79 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 26,59 persen atau meningkat 5,75 poin dibandingkan Maret 2026. Pada periode yang sama, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang mencapai 98.077 orang, sedangkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencatat 140.284 tamu.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor pariwisata NTB selama April 2026 mengalami penguatan, terutama dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, tingkat hunian hotel, dan pergerakan wisatawan yang memanfaatkan berbagai fasilitas akomodasi di daerah.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya saing pariwisata NTB sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.

“Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan kepercayaan pasar terhadap pariwisata NTB terus menguat. Didukung keindahan alam, kekayaan budaya, sport tourism, serta berbagai event nasional dan internasional, NTB semakin dikenal sebagai destinasi yang menarik dan kompetitif,” ujar Aka, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kenaikan jumlah wisatawan yang diikuti peningkatan tingkat hunian hotel menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya terlihat dari sisi kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Ketika wisatawan datang dan tinggal lebih lama, manfaatnya dirasakan langsung oleh sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata,” katanya.

Aka menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB akan terus memperkuat kualitas destinasi, pengembangan desa wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi yang lebih terarah untuk menjaga tren positif tersebut.

“Kami optimistis tren ini akan terus berlanjut. Dengan konektivitas yang semakin baik, kualitas destinasi yang terus meningkat, dan dukungan berbagai event unggulan, NTB akan semakin kokoh sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Redaksi |

Di Tengah Disrupsi AI, Pemimpin Harus Hadir Membawa Solusi

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Di tengah disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dan berbagai tantangan global yang semakin kompleks, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa esensi kepemimpinan manusia dalam birokrasi tidak akan pernah tergantikan.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Selasa (2/6). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, dan dihadiri Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Lombok Timur, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB, serta pejabat pemerintah daerah dari kabupaten/kota se-NTB.

Pelatihan tersebut diikuti 61 peserta yang berasal dari Kementerian Desa, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi NTB, serta pemerintah kabupaten/kota se-NTB. Dari jumlah tersebut, 11 peserta berasal dari Pemerintah Provinsi NTB dan 48 peserta dari pemerintah kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai perubahan besar yang berlangsung sangat cepat. Selain perkembangan teknologi dan AI, pemerintah juga dihadapkan pada tantangan geopolitik global, ancaman krisis pangan dan energi, serta perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut birokrasi untuk berubah dan bergerak lebih adaptif. Aparatur pemerintah tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Birokrasi tidak boleh lagi hanya bekerja secara administratif. Pemimpin harus mampu membaca perubahan, membangun inovasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Umi Dinda, sapaan akrab Wakil Gubernur NTB, juga menyoroti semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam tata kelola pemerintahan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, kepemimpinan manusia tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan.

Menurutnya, AI mungkin mampu membantu analisis data, mempercepat pelayanan administrasi, bahkan menggantikan sebagian pekerjaan rutin birokrasi. Akan tetapi, kemampuan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, membangun kepercayaan publik, menyatukan berbagai kepentingan, dan memimpin perubahan tetap membutuhkan sentuhan kepemimpinan manusia.

“AI mungkin dapat menggantikan banyak pekerjaan administratif, tetapi tidak akan pernah menggantikan kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, membangun kepercayaan, dan menyatukan berbagai kepentingan untuk tujuan yang lebih besar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Umi Dinda juga menyampaikan apresiasi atas kembali diselenggarakannya PKN Tingkat II di NTB setelah sempat tidak dilaksanakan selama delapan tahun. Menurutnya, kehadiran kembali pelatihan strategis tersebut menjadi peluang penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para pejabat pemerintah daerah.

Ia mengingatkan para peserta yang sebagian besar telah memiliki pengalaman panjang di birokrasi agar tidak berhenti belajar dan berinovasi.

“Pengalaman adalah modal yang sangat berharga, tetapi tantangan masa depan membutuhkan pemimpin yang terus belajar, beradaptasi, dan berani melakukan terobosan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Umi Dinda juga mendorong peningkatan peran perempuan dalam kepemimpinan birokrasi. Ia berharap peserta perempuan dapat menunjukkan kapasitas terbaiknya dan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di masa depan.

Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kompetensi, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan serta menghadirkan pengaruh positif bagi lingkungan kerja dan masyarakat.

Lebih lanjut Umi Dinda menegaskan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan birokrasi menjadi sangat penting untuk mendukung agenda pembangunan NTB yang saat ini difokuskan pada pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas. Ketiga agenda tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia berharap Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIII mampu melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Yang dibutuhkan hari ini bukan sekedar birokrat yang mampu menjalankan aturan, tetapi pemimpin yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi |