Media Dinamika Global

Senin, 01 Juni 2026

Skastika Siru, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bima Raih Finalis top 12 Putri Hijab Fluencare NTB 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Mahasiswi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bima (UMB), Skastika Siru berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Finalis top 12 putri hijab NTB 2026 yang digelar di Mataram, Provinsi Nusa tenggara barat. 

Skastika Siru mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Baginya, momen saat namanya diumumkan sebagai pemenang merupakan puncak dari seluruh proses latihan dan perjuangan panjang yang telah ia jalani. Ia merasa seluruh dedikasinya terbayar dengan cara yang sangat indah.

Keberhasilan ini juga menjadi pengingat bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, seorang muslimah berhijab tetap bisa berprestasi dan tampil percaya diri di dunia fashion serta modeling. 

"Berdiri di antara para finalis hebat dari berbagai daerah di Indonesia termasuk di NTB menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan bagi saya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Nusa tenggara Barat.

Tantangan Akademik dan Kompetisi

Selama mengikuti rangkaian kompetisi di Mataram NTB, tantangan terbesar yang dihadapi Skastika Siru adalah menyeimbangkan peran sebagai peserta sekaligus mahasiswa UM bima. 

"Tanggung jawab akademik yang padat, mulai dari perkuliahan hingga tugas-tugas penelitian, menuntut fokus dan kedisiplinan tinggi," ungkapnya sembari tersenyum manis.

Di sisi lain, karantina HNTM menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima. Ia harus melewati berbagai tantangan intens seperti catwalk in public, magazine photo challenge, hingga mix and match outfit challenge. 

"Sebelum masa karantina, saya juga harus mempersiapkan teknik catwalk, wardrobe, hingga pemahaman konsep fashion dan koreografi," tuturnya menambahkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Skastika Siru Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bima menerapkan manajemen waktu yang terstruktur. Ia menetapkan prioritas agar tanggung jawab pendidikan tetap berjalan beriringan dengan performa terbaik di setiap tantangan kompetisi.

Ekspresi Diri dan Dukungan Mentor

Dari sekian banyak rangkaian acara, sesi photoshoot dan catwalk challenge menjadi momen paling berkesan baginya. Pada sesi tersebut, ia merasa memiliki ruang untuk mengekspresikan karakter pribadinya sebagai muslimah yang elegan. 

Dalam hal ini menurut pandangannya, bahwa modeling bukan sekadar penampilan fisik, melainkan cara menyampaikan identitas diri melalui ekspresi dan gesture.

Keberhasilan Skastika Siru tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain keluarga sebagai kekuatan utama, ia secara khusus mengapresiasi bimbingan dari coach catwalk profesional, bimbingan dari UM bima. 

Arahan mengenai teknik runway dan penguatan karakter modeling menjadi bekal krusial dalam setiap tahapan kompetisi. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para mentor, Director HNTM, serta seluruh support system yang konsisten memberikan semangat.

Misi Menginspirasi Muslimah Muda

Setelah meraih posisi Runner-up 1, Skastika Siru berkomitmen untuk menjadikan pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk terus berkembang. Ia memiliki visi untuk memberikan inspirasi bagi generasi muda muslimah agar berani mengembangkan potensi diri tanpa ragu.

Semoga prestasi ini menjadi langkah menuju kesuksesan dan tercapainya cita-cita.

Ke depannya, ia ingin berkontribusi lebih besar dalam memajukan industri fashion muslimah agar semakin dikenal sebagai representasi keindahan dan identitas perempuan modern yang berkarakter. 

"Melalui penguatan personal branding, saya berharap perjalanan ini dapat membawa pesan positif bahwa muslimah bisa tampil anggun dan berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai religi yang dipegang," tandasnya.(Sekjend MDG)

Peringati Harlah ke-5, Ketua DPW PRIMA NTB Dorong Strategi Transformasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ketua DPW Partai PRIMA NTB, Irfan, S.Sos, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai PRIMA ke-5 di Cafe Cosa Nostra, Kota Mataram, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema "Memahami Strategi Transformasi Pemerintahan Prabowo dalam Perspektif Nasionalisme Kerakyatan."

Peringatan Harlah ke-5 ini menjadi momentum refleksi perjalanan Partai PRIMA sekaligus ruang diskusi untuk membahas arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam bingkai nasionalisme yang berpihak kepada rakyat.

Ketua DPW Partai PRIMA NTB, Irfan, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia lima tahun merupakan fase penting bagi Partai PRIMA untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi dan mempertegas komitmen perjuangan politik kerakyatan.

Menurutnya, Partai PRIMA hadir sebagai kekuatan politik yang mendorong terciptanya keadilan sosial, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai kebijakan pemerintah perlu dipahami secara objektif dengan mengedepankan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama pembangunan nasional.

"Harlah ke-5 ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat. Partai PRIMA harus terus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa," ujar Irfan.

Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan situasi nasional saat ini, di mana berbagai program transformasi pemerintahan membutuhkan dukungan, pengawasan, dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut, Irfan mengajak seluruh kader PRIMA di NTB untuk terus menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas kader, dan memperkuat kerja-kerja politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat kecil.

"Kita ingin memastikan bahwa semangat nasionalisme kerakyatan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat," tegasnya.

Acara peringatan Harlah ke-5 Partai PRIMA tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antar kader, kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran gagasan mengenai peran partai politik dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sejumlah partai politik, para politik, sejumlah Organisasi Kepemudaan, para aktivis se-NTB.

Redaksi |

Rektor dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Bima Mengucapkan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selamat memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2026

"Mari Kokohkan Persatuan, Rawat Keberagaman, dan Bumikan Nilai nilai Luhur Pancasila dalam Setiap langkah demi Indonesia yang maju dan Berdaulat".

Pekanbaru Top Team Raih 2 kemenangan di ROOKIE FIGHT Jakarta

 


Pekanbaru – (1/6/2026/) Pekanbaru Top Team Martial Art yang Menurunkan 3 orang atlet tinju pada kejuaraan tinju terbuka ROOKIE FIGHT di Jakarta pada 31 mei 2026 yang lalu, berhasil meraih 2 kemenangan, dan 1 kalah poin. 

Kejuaraan tinju amatir dan semi pro yang bertajuk Rookie fight ini digelar oleh WSBC yang bekerjasama dengan Pertina dan (holywings Sport Show) HSS, serta berkolaborasi dengan paris fernandes sebagai partner live streaming pertandingan. Kegiatan yang dilaksanakan di live house kemang Jakarta selatan ini dimulai sejak pukul 10.00 wib sampai dengan pukul 23.00 wib, puluhan partai pertandingan digelar dengan berbagai kategori baik amatir maupun semi pro.

Kejuaraan tinju yang diikuti oleh atlet-atlet tinju dari berbagai wilayah, baik jabodetabek, sumatera maupun dari Indonesia bagian timur. Pekanbaru top team merupakan salah satu camp/sasana tinju yang turut berpartisipasi, camp asal kota pekanbaru ini menurunkan 3 orang atlet pada tiga kelas, kategori Youth Alvi Arfaniar Parayata ( 54 Kg), Muhammad Ibra Abdilah (75 kg) dan Alif Alghafari ( 63,5 kg).

Alvi Arfaniar Prayata yang merupakan siswa Kelas 11 SMA Negeri 6 Pekanbaru, harus berhadapan dengan Yosua Dovan dari KPJ bulungan, namun kali ini alvi harus bertanding pada level elite, menghadapi petinju berusia 27 Tahun dan lebih berpengalaman dari dirinya yang mendaftar pada level youth usia 16-18 tahun. Pada ronde pertama dan kedua meski menghadapi petinju yang diatas levelnya, alvi masih bisa mengatasi meski sedikit tertinggal, tapi pada ronde ketiga alvi justru mendominasi pertandingan, dan hanya kalah point tipis (split decision) dari Yosua.

Sementara itu Muhammad Ibra yang menghadapi Andri Junaidi dari KPJ Bulungan Senior, ibra justru berhasil menang dengan TKO pada ronde Pertama, begitu wasit menyatakan pertandingan ibra langsung menyerang dan terus menghujami pukulan kepada andri, sehingga ibra berhasil meraih kemenangan sempurna pada debutnya ini.

 

Begitu juga dengan Alif Alghafari yang turun dalam partai pertandingan ke 40 pada rookie fight ini, berhasil memenangkan dari Howard yang berasal dari House Of Boxing Jakarta, howard merupakan atlet yang sudah sering ikut bertanding dan lebih berpengalaman dari alif, namun Alif berhasil meng KO kan howard pada ronde pertama.

2 kemenangan dan 1 kekalahan yang diperoleh oleh Pekanbaru Top Team cukup memberikan kepuasan bagi tim, apalagi kekalahan alvi hanya kekalahan poin dan sangat tipis, kalau dari segi permaian, semua atlet sudah sangat bagus dan mampu mendominasi, apalagi kemenangan kita TKO dan KO, ungkap Zaki.

Disisi lain, Vicky Natra selaku penyelenggara dan juga coach dari WSBC memberikan apresiasi kepada Pekanbaru Top Team, ia mengungkapkan, bahwa Zaki ini merupakan anak didiknya di WSBC, namun kini sudah bisa membawa atlit dan berprestasi, Vicky berpesan kepada Pekanbaru Top Team agar terus berkembang dan lahirkan bibit bibit berprestasi walaupun Latihan hanya digarasi.

Sementara itu, Alvi memberikan tanggapannya pada event kali ini, dirinya mengungkapkan agak kaget harus menghadapi lawan yang levelnya berada diatasnya, namun dirinya tetap optimis, dan baginya pertandingan kali ini merupakan pengalaman yang besar agar Latihan lebih keras lagi untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi. Muhammad Ibra juga menyampaikan hal yang sama, dirinya akan terus mengupgrade dirinya untuk lebih dari hari ini, meskipun menang, dirinya merasa belum mengeluarkan hasil latihannya selama ini. Berbeda dengan alif yang merasa puas dan bangga dengan hasil yang diperolehnya, persiapan yang dilakukannya selama 2 bulan Bersama tim dengan intensitas lebih dari biasanya berhasil memperoleh kemenangan. 

Selain itu, Kami juga mengucapkan Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensuuport, sehingga kami bisa mengikuti event ini, khususnya GAES, Gen Z, JC 919, RBN Riau, Sasana Mahatidana, Ten Coffee, BONI,Luxury Barbershop,Yanni Management, Asykar Theking, dan seluruh keluarga besar Papua Top Team serta WSBC Jakarta, tutup Zaki.

Keberhasilan para atlet pekanbaru top team ini semakin memperlihatkan bahwa kota pekanbaru memiliki potensi-potensi atlet yang berkualitas, namun tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung keberadaan mereka, dan saat ini olahraga tinju, dan combat sport pada umumnya di kota pekanbaru juga berada pada kondisi sangat baik, sehingga dapat memicu lahirnya keinginan – keinginan generasi muda untuk terjun pada dunia olahraga beladiri khususnnya tinju. (rilis)

Pimpinan Ponpes dan Guru Ponpes di Bima Masih Viral Diduga Kasus Itu Terjadi Sejak 2020 Namun Baru Terkuak 2026


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Puluhan anak dibawah umur diduga keras diperlakukan secara tak wajar oleh oknum Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) berinisial RSL dan oknum guru setempat berinisial SY. Dugaan tindak pidana kejahatan terhadap anak dibawah umur (semuanya laki-laki) ini terjadi di salah satu Ponpes yang berlokasi di salah satu Desa di Kecamatan Belo-Kabupaten Bima.

Hasil Investigasi terkini Media Online www.visionerbima.com mengungkap, RSL dan SY berstatus sebagai “pekerja” di Ponpes itu. Sementara Ponpes itu berstatus dibawah naungan salah satu Yayasan di Kabupaten Bima. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui soal siapa sesungguhnya pemilik Yayasan dimaksud.

Lagi-lagi hasil Investigasi Media ini mengungkap, dugaan peristiwa itu disinyalir terjadi sejak tahun 2020. Namun baru terkuak pada April 2026. Kasus ini terkuak setelah satu persatu korban menceritakan kisah tak lazim yang dialaminya kepada orang tuanya masing-masing.

Para korban mengaku bahwa selama ini tidak bersuara karena alasan takut dan trauma sangat mendalam. Pertanyaan serius sejumlah pihak soal apakah pemilik yayasan sudah mengetahui kasus ini sejak lama atau baru mengetahuinya setelah keluarga korban melaporkan secara resmi kepada Unit PPA Satreskrim Polres Bima hingga masalah serius ini viral di beranda Media Sosial (Medsos), pun sampai detik ini belum diperoleh penjelasanya.

Catatan investigasi Media ini kembali mengungkap, Yayasan tersebut diduga milik salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu Instansi. Masih soal kasus dugaan tindak pidana kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime) tersebut, sejak Sabtu malam (30/6/2026) beranda maya (Medsos) khususnya di Bima “diwarnai” oleh foto kedua terduga pelaku (RSL dan SY).

Pengunggah foto kedua terduga pelaku tersebut di beranda maya, antara lain dilakukan slaah seorang pemilik Akun Facebook (FB) atas nama Rheporter TVmpinga CabangPrindavan dan Cakrawala Budiman dan sejumlah Akun FB lainya. Postingan dimaksud pun mendapat beragam tanggapan dan kecaman dari para Netizen. Tanggapan tegas tersebut terpantau diarahkan kepada RSL dan SY.

Lepas dari itu, kedua terduga pelaku sudah diringkus oleh Aparat Kepolisian Polres Bima. Keduanya dibekuk belum lama ini. Sekanjutnya kedua terduga pelaku dijelaskan dikerangkeng ke dalam sel tahanan Polres Bima.

Gerak Cepat (Gercep) Polisi dalam kaitan itu yakni setelah menerima laporan resmi dari keluarga korban. Kepada penyidik, dijelaskan bahwa kedua terduga pelaku mengakui perbuatanya. Hal itu dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Bima, Iptu Ghufron Subekti melalui Kanit PPA setempat, Aipda Mahfudin.

“Keduanya sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Bima. Kepada Penyidik, kedua terduga pelaku mengakui perbuatanya,” ungkap Kanit PPA yang akrab disapa Ipul ini.

Hingga kini penanganan kasus ini masih dilaksanakan secara serius, profesional, terukur dan bertanggungjawab oleh Penyidik setempat. Dan dalam penanganan kasus ini, Polisi telah mengamankan sejumlah Barang-Bukti (BB).

“Penanganan kasus ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yakni Undang-Undang Perlindunga Perempuan dan Anak (UU PPA). Sementara issue-issue yang beredar bahwa kasus ini diselesaikan secara kekeluargaaan, itu semua tidak benar dan tak memiliki dasar pula,” tegas Ipul.

Masih soal kasus itu, pihak UPT PPA pada DP3A2KB Kabupaten Bima yang dipimpin oleh Muhammad Umar, SH pun bergerak cepat. Sejak awal hingga saat ini, Umar menegaskan melakukan pendampiangan baik secara hukum maupun psikologis terhadap para terduga korbanya.

Umar mendandaskan, hingga detik ini para terduga korban masih mengalami trauma “luar biasa”. Hal itu juga menjadi fokus penanganan oleh pihaknya bersama Peksos kemensos RI Kabupaten Bima yakni Abdurrahman Hidayat.

“Selain melakukan pendampingan hukum, kami dan Peksos Kemensos RI tersebut, sampai kini masih fokus kepada upaya pemulihan psikologis para korban. Upaya itu dimaksud agar para terduga korban agar bisa melupakan masa lalunya dan kasus ini tidak sampai mengancam masa depan mereka,” terang Umar.

Selain itu, Umar meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar menuntaskan penanganan kasus ini hingga mendapat kepastian hukum yang seadil-adilnya dari pihak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Raba-Bima. Dan Umar memastikan, khususnya di dunia Ponpes bahwa dugaan tindak pidana kejahatan tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di Bima.

“Itu sangat miris. Dan tentu saja sangat memprihatinkan bagi kita semua. Jujur saja, sesungguhnya kami tidak menyangka. Namun kita semua kaget setelah peristiwa ini terkuak,” keluhnya.

Umar kembali mengungkap, semua peristiwa ini terkuak setelah sejumlah terduga korban menceritakan kepada orang tua dan keluarganya. Cerita itu pun tersebr secara luas hingga kasus ini dilaporkan secara resmi kepada Polisi.

“Semua hanya dua sampai tidak orang terduga korbanyang bercerita soal kasus ini, Selanjutnya satu persatu korban lainya menceritakan hal yang sama. Dan akhirnya cerita itu beredar luas hingga viral di beranda maya,” tandas Umar.

Kasus dugaan tindak pidana kejahatan “paling memalukan” dan pertama kali terjadi di dunia Ponpes di Bima tersebut pun mendapat tanggapan tegas dari salah seorang Pemerhati, Wahyudin, S.Sos. Selain mendorong aspek penegakan supremasi hukum dan menghukum terduga pelaku dengan seberat-beratnya, Wahyudin mempertanyakan sikap pemilik Yayasan.

“Kasus dugaan tindak pidana kejahatan ini ditengarai terjadi sejak tahun 2020 dan disinyalir berlangsung secara terus menerus. Sementara kasus ini baru terkuak pada April tahun 2026. Sejak tahun 2020 hingga sebelum April tahun 2026, saya mempertanyakan secara serius tentang apa yang dilakukan oleh pihak pemilik Yayasan. Pemilik Yayasan tidak tahu atau ada hal lain sehingga memunculkan kasus ini diduga diendapkan dalam waktu yang lama?,” tanyanya dengan nada serius.

Olehnya demikian Wahyudin mendesak Polisi agar pihak Yayasan juga mutlak dimintai keteranganya oleh Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Bima. Hal itu dinilainya sangat penting dilakukan guna memastikan apakah pihak pemilik Yayasan mengetahuinya sejak awal atau sebaliknya.

“Terkait kasus ini, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima juga tidak boleh tinggal diam. Tetapi mutlak bersikap tegas dan komprehensif. Dugaan tindak pidana kejahatan tersebut, tentu saja memilik dampak nyata. Antara lain, traumatika sekaligus kekhawatiran masyarakat pun tak bisa dihindari. Oleh sebab itu, pihak Kemenag Kabupaten Bima harus segera turun tangan,” imbuhnya.(Team MDG)

Keluarga Besar Civitas Akademika STIT Sunan Giri Bima Mengucapkan


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Memperkokoh ideologi Pancasila, menjaga persatuan, dan merawat kerukunan untuk Indonesia yang lebih baik.

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

STIT Sunan Giri Bima 

 "Pancasila Jiwa pemersatu bangsa Menuju Indonesia Emas 2045"

Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda NTB Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., memimpin
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, (Ist/Surya)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (01/06/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Wakapolda NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, perwira, bintara, serta seluruh ASN Polri di lingkungan Polda NTB.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah tema yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

“Hari ini adalah momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kapolda saat membacakan amanat.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa yang telah teruji oleh berbagai dinamika dan tantangan sejarah. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian serta ancaman perpecahan, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh berkat kuatnya fondasi nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang ketangguhannya telah dibuktikan. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh,” lanjutnya.

Kapolda NTB mengajak seluruh personel Polri dan masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam sikap, perilaku, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan semangat Pancasila, kita wujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia,” tutupnya.

Redaksi |

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Mengucapkan


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.-- Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pemersatu dalam keberagaman, penuntun dalam kehidupan berbangsa, serta fondasi untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera. 

Mari jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah, memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga harmoni demi kemajuan bangsa dan daerah yang kita cintai. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Bukti tak Terbantahkan Kini Telah Muncul Rekaman CCTV dari Dalam Dapur yang di Kelola Oleh H. Azhari dan Keluarganya di Sadia Dua Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- BUKTI CCTV PENGEROYOKAN DI DAPUR SADIA 2 TERBONGKAR: Tangan-Tangan Disusui Uang Negara Pukuli Petugas di Dapur Steril Milik H. Azhari

Bukti tak terbantahkan kini telah muncul. Rekaman CCTV dari dalam dapur yang dikelola oleh H. Azhari dan keluarganya menunjukkan dengan jelas terjadinya tindak pidana pengeroyokan yang brutal. Kejadian ini tidak lagi bisa dibantah atau disederhanakan sebagai kesalahpahaman biasa; ini adalah kejahatan serius yang terjadi di dalam fasilitas yang disewa mahal oleh negara.

Bedah Bukti CCTV: Pengeroyokan Pidana di Ruang Steril

Sebuah gambar diam yang diambil dari rekaman CCTV tersebut menjadi bukti telanjang atas aksi premanisme yang terjadi. Keterangan pada gambar tersebut tidak menyisakan ruang untuk perdebatan:

Latar Depan: Di bagian depan gambar, seorang pekerja perempuan terlihat sedang sibuk bekerja di bak nasi oranye besar. Ia mengenakan berkerudung hitam, kacamata hitam, dan berbaju merah. Pekerja ini adalah saksi bisu yang tampaknya sudah terbiasa dengan iklim kerja yang penuh tekanan dan pelanggaran SOP.

Latar Belakang (Yang Ditunjuk Panah Merah): Inilah fokus utama dari kejahatan yang terjadi. Seorang korban, yang merupakan petugas SPPI yang sedang menjalankan tugas negara, terlihat jelas sedang menjadi sasaran pengeroyokan. Pria berpakaian gelap (kaus hitam/gelap), yang ditunjuk secara spesifik oleh panah merah, sedang dikepung dan dikeroyok oleh beberapa orang sekaligus. Para pelaku pengeroyokan ini, yang terlihat jelas mengelilingi korban, adalah para mitra kerja yang tak lain adalah keluarga dekat dari H. Azhari sendiri.(Sekjend MDG)

Aksi Serentak 2 Juni, Presidium PPS Dompu Desak Prabowo Cabut Moratorium Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa

Ketua Aliansi Presidium PPS Dompu, Ilham Yahyu, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global – Perjuangan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) memasuki babak baru. Aliansi Presidium PPS Kabupaten Dompu memastikan akan menutup total akses jalan di perbatasan Desa O'o dan Desa Mangge Asi Dompu sebagai bentuk tekanan politik kepada pemerintah pusat, Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua Aliansi Presidium PPS Dompu, Ilham Yahyu, menegaskan aksi yang melibatkan lebih dari 500 massa itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

"Kami mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencabut moratorium pemekaran daerah dan memerintahkan Kemendagri mengajukan RPP Desartada ke DPR RI untuk segera dibahas," tegas Ilham dan juga Koordinator Umum Aksi saat Wawancara sejumlah Wartawan. Senin (01/05/26).

Menurutnya, aksi penutupan jalur strategis tersebut merupakan langkah terakhir untuk menunjukkan keseriusan masyarakat Pulau Sumbawa yang hingga kini belum mendapatkan kepastian politik dari pemerintah pusat.

Menariknya, kata dia, gerakan ini mendapat dukungan penuh dari 30 anggota DPRD Dompu lintas fraksi dan partai politik yang telah menyerahkan pernyataan dukungan secara tertulis.

"Pemerintah kabupaten Dompu, Bupati Dompu dan Wakil Bupati Dompu juga harus hadir langsung sebagai amino masyarakat Dompu pada umumnya.

Aliansi PPS menilai pemerintah tidak boleh terus membiarkan aspirasi pemekaran mengendap tanpa kepastian. Jika tuntutan tidak direspons, gelombang aksi dipastikan akan terus meluas di berbagai wilayah Pulau Sumbawa.

Redaksi: Surya Ghempar.