Media Dinamika Global

Sabtu, 23 Mei 2026

Mengukir Prestasi di Kancah Nasional, LAYLI ISTIQOH Putri Asal Bima Raih Juara III Lomba Debat Hukum Antar Kampus



Media Dinamika Global. Manado, 20 Mei 2026 – Kebanggaan besar kembali diukir putri daerah Nusa Tenggara Barat. Laili Istiqomah, mahasiswi Universitas Trisakti yang merupakan putri asli Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, berhasil membawa nama daerah harum di ajang bergengsi Lomba Debat Hukum Antar Kampus Se-Indonesia Tingkat Nasional. Ajang ini diselenggarakan oleh Universitas Sam Ratulangi, Manado, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia.

 Dalam kompetisi yang ketat dan penuh persaingan akademik ini, Laili Istiqomah tampil sebagai ujung tombak dan juru bicara utama dari tim delegasi Universitas Trisakti. Dengan ketajaman analisis, penguasaan materi hukum yang mendalam, serta kemampuan berargumen yang memukau, ia berhasil membuktikan kualitas dirinya hingga akhirnya menyabet gelar Juara III Tingkat Nasional. Prestasi ini semakin istimewa mengingat persaingan yang sangat ketat antar kampus besar di tanah air.

 Keberhasilan Laili Istiqomah ini tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi kedua orang tuanya, Bapak Ilham Akbar, SKM dan Ibu Nurmuliani, S.Pd. Pasangan suami istri yang berdomisili di Desa Tolowata ini mengaku bangga sekaligus terharu mendengarkan langsung penampilan dan mendapati kabar keberhasilan anak gadisnya. Bagi mereka, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan bukti bahwa anak-anak dari daerah, khususnya dari Kabupaten Bima, mampu bersaing dan berprestasi setinggi langit di kancah nasional, di tengah persaingan mahasiswa dari kota-kota besar.

 "Kami sangat terharu dan bangga. Apalagi kami bisa mendengarkan langsung bagaimana Laili berbicara dan mempertahankan argumennya di sana. Perjuangan dan doa kami terbayar sudah," ujar perwakilan keluarga yang hadir, dengan mata berkaca-kaca. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata didikan dan dukungan penuh yang selalu diberikan Bapak Ilham Akbar dan Ibu Nurmuliani kepada putrinya demi meraih cita-cita setinggi-tingginya.

 Pihak Media Dinamika Global (MDG) turut menyampaikan rasa bangga dan haru yang mendalam atas capaian gemilang ini. Prestasi Laili Istiqomah diharapkan dapat menjadi obor semangat dan motivasi bagi seluruh pemuda dan pelajar di Kabupaten Bima, NTB. Semoga kisah sukses ini melahirkan lebih banyak lagi sosok-sosok hebat seperti Laili Istiqomah di masa depan, yang siap membawa nama daerah dan orang tua menuju kejayaan yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional. Red.

 Penanggung Jawab MDG (E H)

SD IT Az-Zauti di Sape Bima Gelar Uji Publik Tahfiz Al-Qur’an untuk Cetak Generasi Rabbani


Sape, Bima.NTB.Media Dinamika Global .id— SD IT Az-Zauti di Sape, Kabupaten Bima, akan menggelar kegiatan Uji Publik Tahfiz Al-Qur’an bagi para siswa dan siswinya pada Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan di lingkungan sekolah mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Uji publik tahfiz tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen SD IT Az-Zauti dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus upaya mencetak generasi rabbani yang berakhlak mulia, cerdas, dan dekat dengan nilai-nilai Islam.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang evaluasi hafalan Al-Qur’an para siswa, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban pendidikan kepada orang tua serta bagian dari syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi anak-anak untuk terus menjaga dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar panitia pelaksana kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, para siswa akan menampilkan kemampuan hafalan Al-Qur’an mereka di hadapan para guru, orang tua, serta tamu undangan yang hadir. Pihak sekolah juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan seluruh sahabat SD IT Az-Zauti, untuk memberikan doa serta dukungan agar kegiatan berjalan lancar.

Melalui kegiatan ini, SD IT Az-Zauti berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan berakhlak mulia.(Team.MDG.03)

Jumat, 22 Mei 2026

Golkar NTB Gagap Kritik? Banjir Pemberitaan Sari Yuliati Dinilai Cermin Kepanikan Politik


Lombok, Media Dinamika Global – Ruang digital Nusa Tenggara Barat mendadak dipenuhi gelombang pemberitaan seragam yang mengangkat klaim capaian Anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok, Sari Yuliati. Alih-alih menuai simpati publik, banjir publikasi yang terkesan terkoordinasi itu justru memantik cibiran dan kritik tajam dari aktivis hingga pengamat politik lokal.

Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar upaya pencitraan biasa, melainkan indikasi kuat adanya kepanikan politik di lingkaran pendukung politisi Partai Golkar tersebut. Kritik kecil yang sebelumnya muncul di ruang publik disebut langsung dibalas dengan “serangan” puluhan berita tandingan, seolah ada kegelisahan besar yang sedang disembunyikan.

Direktur Nasional Politik (NasPol) NTB, Ardiansyah, menilai reaksi berlebihan itu memperlihatkan rapuhnya fondasi sosial dan politik yang menopang eksistensi Sari Yuliati di Pulau Lombok.

Menurutnya, secara sosiologis, kemunculan Sari Yuliati di panggung politik NTB sejak awal tidak dibangun dari kerja politik organik di akar rumput, melainkan lebih banyak bertumpu pada efek nama besar keluarga mantan mertuanya, almarhum Harun Al-Rasyid.

“Ketika figur politik tidak memiliki basis sosial yang benar-benar tumbuh dari bawah, maka kritik sekecil apa pun akan dianggap ancaman serius. Itu sebabnya muncul respons yang sangat reaktif dan terkesan panik,” ujar Ardiansyah.

Ia bahkan menyebut langkah “membanjiri” media dengan berita pembelaan sebagai bentuk nyata gagap politik.

“Kalau kerja politiknya kuat di lapangan, tidak perlu membredel ruang digital dengan propaganda berlebihan. Publik bisa menilai sendiri,” tegasnya.

Sorotan lebih keras datang dari kalangan pemuda. Mahmud, aktivis asal Parampuan, Lombok Barat, menyebut klaim keberhasilan melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir) tidak layak dipuja berlebihan karena memang sudah menjadi hak normatif setiap anggota legislatif.

“Klaim pernah membawa program ke Lombok lewat dana aspirasi itu biasa saja. Itu melekat dengan jabatan. Yang dipertanyakan publik adalah keberanian memperjuangkan isu strategis masyarakat NTB secara nyata,” cetus Mahmud.

Ia mempertanyakan secara terbuka kontribusi konkret Sari Yuliati selama berada di Senayan, terutama saat duduk di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Menurut Mahmud, Lombok sebagai salah satu kantong terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) justru terus dihantui kasus kekerasan, kriminalisasi, hingga pemulangan jenazah pekerja migran tanpa ada langkah perjuangan yang terlihat signifikan.

“PMI NTB terus jadi korban. Banyak kasus hukum dan tragedi kemanusiaan terjadi. Pertanyaannya, apa yang benar-benar diperjuangkan untuk mereka selama di Komisi III?” sindirnya.

Tak berhenti di situ, Mahmud juga menyoroti minimnya keberpihakan terhadap petani dan buruh tembakau di Lombok. Padahal, menurutnya, sebagai kader partai besar dengan akses politik nasional, Sari Yuliati semestinya mampu mendorong kebijakan yang berpihak pada sektor riil masyarakat NTB.

“Lombok ini lumbung tembakau. Tapi mana perjuangan soal harga tembakau? Mana pembelaan terhadap nasib buruh pabrik tembakau? Jangan hanya sibuk membangun citra,” katanya tajam.

Di tengah derasnya kritik tersebut, muncul pula dorongan agar Partai Golkar NTB berhenti bergantung pada figur yang dianggap hanya “menumpang tenar” dari bayang-bayang masa lalu.

Sejumlah tokoh lokal disebut jauh lebih layak tampil sebagai representasi politik masyarakat Lombok, di antaranya Baiq Isvie Rupaeda, Mohan Roliskana, hingga Firadz Pariska.

Ardiansyah menilai Lombok sudah saatnya memiliki representasi politik yang benar-benar tumbuh dari denyut persoalan masyarakat lokal, bukan figur yang hanya mengandalkan nama besar keluarga dan pencitraan media.

“Kita butuh wakil rakyat yang urat nadinya menyatu dengan persoalan daerah. Bukan yang sibuk panik setiap kali dikritik,” tandasnya.

Fenomena ini pun mulai dibandingkan dengan ketegasan politik masyarakat Pulau Sumbawa yang selama ini dikenal keras menjaga marwah keterwakilan daerahnya di Senayan. Publik masih mengingat bagaimana resistensi besar muncul ketika partai mencoba mendorong figur non-organik untuk bertarung di Dapil NTB I.

Sementara, awak media ini terus berupaya mengkonfirmasi Sari Yuliati, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

War on Drugs! Tim Gabungan TNI-Polri Ringkus Pengedar Sabu di Empang, 70 Gram Barang Bukti Diamankan


Empang, Media Dinamika Global - Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan hasil. Tim gabungan TNI-Polri berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu melalui operasi tangkap tangan (OTT) di Kecamatan Empang, Jumat, (22/5/26) malam.

Operasi gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Cba Ruslan bersama personel Koramil 1607-02/Empang dan jajaran Polsek Empang setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di sebuah kamar kos di Dusun Karang Ponong, Desa Empang Atas.

Dalam operasi itu, aparat mengamankan seorang pria berinisial H alias Eros alias Eng (34), warga Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Terduga pelaku diketahui tinggal di sebuah kamar kos di Dusun Karang Ponong RT 001 RW 001 Desa Empang Atas, Kecamatan Empang.

Dari hasil penggerebekan dan penggeledahan, petugas menemukan tiga bungkus klip besar narkotika jenis sabu dengan berat bersih sekitar 70 gram. Selain itu, aparat juga mengamankan uang tunai sebesar Rp2.090.000 yang diduga hasil transaksi narkotika.

Tak hanya itu, sejumlah barang lain turut diamankan sebagai barang bukti, di antaranya satu buah bong, pipa kaca, sumbu, tiga korek gas, dua gunting, dua unit telepon genggam android merek OPPO dan Realme, satu dompet, serta kunci sepeda motor.

Berawal dari Laporan Warga

Pengungkapan kasus ini bermula saat Danramil 1607-02/Empang menerima laporan masyarakat sekitar pukul 19.00 WITA terkait dugaan transaksi sabu di wilayah Dusun Karang Ponong.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan briefing dan menyusun strategi penindakan. Sekitar pukul 22.20 WITA, aparat bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan pribadi dan melakukan pemantauan di sekitar tempat tinggal terduga pelaku.

Sekitar pukul 22.30 WITA, tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan terduga pelaku di dalam kamar kosnya.

Selanjutnya, Wakapolsek Empang, Ipda Yayan Chandra Utama bersama personel Polsek Empang tiba di lokasi dan melakukan penggeledahan bersama anggota Koramil.

Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan tiga paket sabu yang disembunyikan di dalam dasbor sepeda motor milik terduga pelaku yang berada di dalam kamar kos. Aparat juga menemukan uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan narkotika.


Usai diamankan di Polsek Empang, terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Sumbawa guna menjalani proses hukum lebih lanjut serta pengembangan terkait kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lainnya.

Sinergi TNI-Polri dan Dukungan Masyarakat

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Aparat mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Perang melawan narkotika, menurut aparat, merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari bahaya narkoba. (Tim MDG)

Hari Bakti Ke-69 Kodam IX/Udayana, Kodim 1607/Sumbawa Tanam 9.000 Mangrove di Teluk Santong


Sumbawa, NTB. Media Dinamika Global.ud. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Ke-69 Kodam IX/Udayana dengan tema “Bersama Rakyat Menuju Indonesia Maju”, Kodim 1607/Sumbawa menggelar kegiatan Karya Bhakti penanaman mangrove di kawasan UPTD Pelabuhan Perikanan Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Sabtu, (23/5/26).

Kegiatan penanaman mangrove tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dengan melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat setempat. Sebanyak 9.000 bibit mangrove ditanam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan upaya menjaga ekosistem pantai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., Danramil 1607-02/Empang Kapten Cba Ruslan, para pejabat staf Kodim 1607/Sumbawa, Warek III UNSA Muhammad Wildan, M.Pd., Camat Plampang Sudarli, S.Pt., M.Si., Sekcam Plampang Abdul Tholip, SH, Kepala Desa Teluk Santong Masjude, serta berbagai elemen masyarakat.

Peserta penanaman mangrove terdiri dari anggota Kodim 1607/Sumbawa, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1607/Sumbawa, Ikatan Markas Anak Kolong (Imarakol), mahasiswa UNSA, Pramuka SMA Negeri 1 Plampang, hingga siswa SD Teluk Santong.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara bersama-sama di kawasan pesisir pelabuhan perikanan.

Di sela kegiatan, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan karya bhakti tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat besar dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi pantai, serta mendukung keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial Hari Bakti Kodam IX/Udayana, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga alam dan lingkungan. Dengan semangat kebersamaan, kita berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat dan masa depan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir di wilayah Kabupaten Sumbawa. (Kodim 1607/Sumbawa/Tim MDG)

DUGAAN PENGHINAAN DIGITAL DILAPORKAN KE POLDA NTB, H. ABU BAKAR DIDAMPINGI KUASA HUKUM DAN DIVISI BIDANG HUKUM LPK-RI DPD NTB TEMPUH JALUR HUKUM SECARA RESMI


Mataram, Media Dinamika Global  — Dinamika penggunaan media sosial kembali menjadi perhatian publik setelah adanya laporan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik yang kini ditangani Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

H. Abu Bakar secara resmi mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan pengaduan terkait sejumlah postingan dan komentar pada media sosial Facebook yang dinilai telah menyerang kehormatan dan reputasinya di ruang publik digital.

Dalam proses pelaporan tersebut, H. Abu Bakar didampingi oleh tim kuasa hukum dari Kantor Hukum SAHRIL, S.H. & PARTNER, yakni, SAHRIL, S.H dan DIAN SISWADI HALISASWITA, S.H yang juga diketahui tergabung dalam Divisi Bidang Hukum LPK-RI DPD NTB.

Laporan tersebut telah diterima oleh Ditreskrimsus Polda NTB sebagaimana tertuang dalam surat Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor: TBLP/217/V/2026/Ditreskrimsus tertanggal 22 Mei 2026.

Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukan semata-mata untuk memperkeruh keadaan, melainkan sebagai upaya mencari kepastian hukum atas dugaan penyerangan nama baik melalui media sosial.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat sebagai hak setiap warga negara. Namun kebebasan tersebut tetap memiliki batas hukum dan etika, terutama ketika telah menyentuh kehormatan, reputasi, dan hak pribadi seseorang,” ujar kuasa hukum H. Abu Bakar.

Menurut pihak pelapor, sejumlah bukti elektronik telah disampaikan kepada penyidik, meliputi seperti, screenshot postingan, komentar media sosial, dan dokumentasi akun, serta bukti elektronik lainnya yang dianggap relevan dengan perkara.

Kuasa hukum juga meminta agar seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap semua pihak yang terlibat.

“Biarlah proses hukum berjalan secara terbuka dan proporsional. Kami percaya penyidik akan bekerja berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Perkara tersebut dilaporkan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE, khususnya terkait penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Selain itu, laporan juga berkaitan dengan ketentuan penghinaan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Disisi lain, pihak kuasa hukum turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing dalam menyebarkan narasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun fakta.

“Ruang digital harus menjadi ruang edukatif dan sehat, bukan ruang untuk saling menyerang. Karena setiap jejak digital pada akhirnya dapat dimintai pertanggungjawaban hukum,” tutupnya.

Saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penanganan awal oleh penyidik Ditreskrimsus Polda NTB. Team LPK-RI / MDG ( E H ) La.




Sosok Humanis dan Tegas, Brigjen Pol Hari Nugroho Dinilai Layak Pimpin Polda Jatim

Brigjen Pol Hari Nugroho, S.I.K, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global -  Dinamika keamanan dan tantangan sosial di Jawa Timur yang semakin kompleks dinilai membutuhkan sosok pemimpin kepolisian yang tidak hanya memiliki kemampuan operasional, tetapi juga pengalaman strategis, integritas kuat, serta kemampuan membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Di tengah kebutuhan tersebut, nama Brigjen Pol Hari Nugroho, S.I.K., mulai mendapat perhatian luas sebagai salah satu figur perwira tinggi Polri yang dinilai layak mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim).

Penilaian itu disampaikan Aktivis 98, Ridwan Gema Puan, yang menilai Brigjen Pol Hari Nugroho merupakan figur lengkap dengan rekam jejak panjang, prestasi mentereng, serta pengalaman kepemimpinan lintas bidang yang sangat matang di tubuh Polri.

Menurut Ridwan, Jawa Timur bukan sekadar wilayah administratif biasa, melainkan salah satu provinsi paling strategis di Indonesia dengan tingkat mobilitas masyarakat, aktivitas industri, dinamika politik, hingga kerawanan sosial yang sangat tinggi. Karena itu, posisi Kapolda Jatim membutuhkan figur yang benar-benar memahami tantangan keamanan modern sekaligus mampu menjaga stabilitas daerah secara menyeluruh.

“Jawa Timur membutuhkan pemimpin kepolisian yang kuat secara karakter, matang secara pengalaman, dan mampu membangun kepercayaan publik. Brigjen Pol Hari Nugroho adalah figur yang memenuhi kriteria tersebut. Beliau memiliki rekam pengabdian yang lengkap, teruji, dan penuh dedikasi,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Saat ini, Brigjen Pol Hari Nugroho menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB). Namun, perjalanan kariernya di institusi Bhayangkara telah ditempa melalui berbagai penugasan strategis dengan tingkat tantangan yang berbeda-beda.

Lahir di Ambarawa pada 23 Februari 1969, Brigjen Hari Nugroho merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993. Sejak awal kariernya, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, disiplin, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat di lapangan.

Kariernya dimulai dari Korps Brimob Polri, satuan elite yang dikenal memiliki tingkat disiplin dan ketangguhan tinggi. Di korps tersebut, ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Danton I Kompi 594 Sat Brimob Polda Metro Jaya, Wadanki 594 Sat Brimob Polda Metro Jaya, hingga Danki I Yon A Satbrimobda Metro Jaya.

Pengalaman panjang di satuan Brimob membentuk karakter kepemimpinan Brigjen Hari Nugroho menjadi sosok yang tegas, cepat mengambil keputusan, serta mampu menghadapi berbagai situasi dengan pendekatan profesional dan terukur.

Tak berhenti di bidang operasional, perjalanan kariernya kemudian berkembang ke berbagai lini strategis di tubuh Polri. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di bidang pembinaan masyarakat, operasional wilayah, reserse, hingga pengawasan internal.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Kasubbag Dastik Roops Polda Kalimantan Timur, Kabag Binamitra Polres Kutai, Kabag Ops Poltabes Samarinda, Wakapolres Kutai Barat, Koorspripim Polda Kaltim, hingga Kasat I Tipikor Ditreskrim Polda Kaltim.

Pengalaman tersebut menjadikan Brigjen Hari Nugroho sebagai figur yang memahami secara utuh pola penanganan keamanan daerah, penegakan hukum, hingga strategi membangun kedekatan dengan masyarakat.

Tidak hanya dikenal sebagai perwira lapangan, Brigjen Hari Nugroho juga memiliki reputasi kuat dalam bidang pengawasan internal dan pembinaan institusi Polri. Hal ini terlihat dari sejumlah jabatan penting yang pernah dipercayakan kepadanya, seperti Kabag Binkar Ropers Polda Sulteng, Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Kaltim, Kabid Propam Polda Kalimantan Barat, hingga Anjak Madya Bid Paminal Divpropam Polri.

Menurut Ridwan, pengalaman di bidang pengawasan internal menjadi nilai penting karena menunjukkan kapasitas Brigjen Hari Nugroho dalam menjaga profesionalisme, kedisiplinan, serta integritas institusi.

“Beliau memahami bagaimana membangun organisasi yang sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Pengalaman beliau di bidang Propam dan pengawasan internal menjadi bukti bahwa beliau memiliki komitmen kuat terhadap reformasi dan profesionalisme Polri,” katanya.

Karier Brigjen Hari Nugroho terus menunjukkan tren positif ketika dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat Mabes Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kayanma Polri, kemudian dipercaya menjadi Kapusjarah Polri sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Wakapolda NTB.

Di mata banyak kalangan, perjalanan karier tersebut menunjukkan bahwa Brigjen Hari Nugroho merupakan sosok yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan tata kelola organisasi yang sangat baik.

Selain rekam jejak jabatan yang panjang, Brigjen Hari Nugroho juga dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan kapasitas diri dan profesionalisme. Ia tercatat menempuh pendidikan PTIK tahun 2003, Sespim tahun 2008, dan Sespimti tahun 2018.

Tak hanya itu, ia juga mengikuti berbagai pendidikan spesialis dan pengembangan kompetensi seperti Padas Reserse, Daspa Brimob, Dikjab Danki, KIBI, Susjab Kapolres, hingga JCLEC.

Kemampuan khusus yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah tersendiri. Brigjen Hari Nugroho memiliki kemampuan scuba diver, pasukan para dasar, serta menguasai bela diri judo dan karate, yang semakin memperlihatkan kapasitas dan ketangguhannya sebagai seorang perwira tinggi Polri.

Atas dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun di institusi kepolisian, Brigjen Hari Nugroho menerima berbagai penghargaan bergengsi dari negara dan institusi Polri. Penghargaan tersebut antara lain Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, dan 24 Tahun, Satyalancana Dwidya Sistha, Bintang Bhayangkara Nararya, hingga Satyalancana Ksatria Bhayangkara.

Bagi Ridwan, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan representasi dari loyalitas, pengabdian, dan konsistensi Brigjen Hari Nugroho dalam menjalankan tugas negara.

“Pengalaman panjang, prestasi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan beliau menjadi modal besar untuk memimpin wilayah strategis seperti Jawa Timur. Figur seperti Brigjen Hari Nugroho merupakan aset penting Polri yang layak mendapat kepercayaan lebih besar,” tegasnya.

Ridwan juga menilai, di tengah tuntutan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang semakin tinggi, Polri membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Polri ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis, komunikatif, dan mampu menjadi teladan bagi anggota maupun masyarakat. Brigjen Pol Hari Nugroho memiliki kapasitas itu,” pungkasnya. 

Redaksi |

Pelantikan Serentak Aliansi PPS Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu Konsisten Menuju Gerakan Rakyat untuk Pembentukan Propinsi Se- Pulau Sumbawa


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Pengurus Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu resmi dilantik pada Sabtu (23/5/2026) dalam suasana penuh semangat perjuangan dan persatuan.

Pelantikan tersebut mengusung tema “Konsisten Menuju Gerakan Rakyat untuk Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa” sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperjuangkan lahirnya Provinsi Pulau Sumbawa.



Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Presidium PPS, Muhammad Sahril Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa bukanlah hal yang mudah sehingga membutuhkan kekompakan, kesabaran, dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.“Perjuangan ini tidak mudah. Karena itu, penting bagi kita menjaga semangat dan roh perjuangan agar cita-cita pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa dapat terwujud,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Presidium PPS Pulau Sumbawa, Ketua Aliansi PPS Kabupaten Dompu, Ketua Aliansi PPS Kabupaten Bima, Ketua Aliansi PPS Kota Bima, para pengurus dan simpatisan, serta unsur Forkopimda.Kapolres Bima Kota turut hadir yang diwakili Kanit Reskrim Polsek Rasbar IPDA M. Hilir, S.H..


Rangkaian acara berlangsung khidmat mulai dari registrasi peserta, pembukaan, pembacaan surat keputusan pelantikan, pengambilan sumpah dan janji pengurus, hingga foto bersama sebagai simbol persatuan dalam perjuangan bersama.Pelantikan serentak ini diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dan solidaritas masyarakat Pulau Sumbawa dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. (Sekjend MDG)

Babinsa Desa Boke Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Keharmonisan dan Hindari Perselisihan


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Serda Asnaidin melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga di Desa Boke pada Sabtu (23/5/2026) pukul 09.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa menghimbau dan mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta tetap menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antar sesama warga. Menurutnya, keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat perlu terus dipelihara demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.

Selain itu, warga juga diminta untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu perselisihan maupun pertengkaran yang berpotensi merusak hubungan sosial dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Babinsa menegaskan, apabila terjadi permasalahan di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat atau pemerintah setempat agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Kegiatan komsos tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah binaan.

Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Imbau Warga Jauhi Narkoba, Miras, dan Perjudian


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Serka Ridwan melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga binaannya di Desa Sumi pada Sabtu (23/5/2026) pukul 10.25 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga, seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, minuman keras (miras), serta perjudian. Menurutnya, tindakan tersebut dapat berdampak negatif terhadap keamanan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan masyarakat.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk menjaga pola istirahat yang cukup serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Babinsa juga mengajak masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah maupun aparat terkait apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah dan diselesaikan lebih cepat. Kegiatan komsos ini menjadi salah satu upaya pembinaan teritorial guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.