Media Dinamika Global

Jumat, 15 Mei 2026

Babinsa Naru Koramil 1608-03/Sape Hadiri Safari Dakwah Bersama Hj. Dewi Yull di SMA Negeri 1 Sape


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape, Sertu Syarif Hidayat, menghadiri kegiatan Safari Dakwah dan Kajian Dhuha bersama artis senior Hj. Dewi Yull yang berlangsung di Lapangan SMA Negeri 1 Sape, Dusun Kalende, Desa Naru, Kecamatan Sape, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Syarif Hidayat hadir mewakili Danramil 1608-03/Sape sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan pembinaan keagamaan dan moral masyarakat, khususnya bagi kalangan pelajar dan generasi muda.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA itu dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil Sape-Lambu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, perwakilan Camat Sape, Camat Lambu, Kepala SMA Negeri 1 Sape, para kepala sekolah se-Kecamatan Sape dan Lambu, para guru dan tenaga pengajar, alim ulama, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh siswa SMA Negeri 1 Sape dan tamu undangan lainnya.




Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Sape. Acara inti diisi tausiah agama yang disampaikan oleh Hj. Dewi Yull. Dalam ceramahnya, ia mengajak para siswa dan masyarakat untuk memperkuat iman, menjaga akhlak, dan meningkatkan semangat belajar serta kepedulian sosial.

Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat dan antusias. Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib hingga selesai pada pukul 11.30 WITA.

Kegiatan Safari Dakwah tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif serta diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual dan pendidikan karakter bagi para pelajar di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Oi Maci Koramil 1608-03/Sape Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Hindari Main Hakim Sendiri


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Serka Sahrul selaku Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 09.15 WITA.

Pada kegiatan tersebut, Serka Sahrul mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia juga mengajak warga untuk terus menjalin hubungan yang baik antar sesama serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Babinsa menekankan pentingnya menghindari perselisihan maupun keributan yang dapat memicu gangguan keamanan di lingkungan desa. Apabila terjadi permasalahan, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwajib agar dapat diselesaikan dengan baik sesuai aturan yang berlaku.

“Jangan membiasakan main hakim sendiri karena hal tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga,” tegas Serka Sahrul saat memberikan arahan kepada warga binaannya.

Melalui kegiatan komsos tersebut, diharapkan masyarakat Desa Oi Maci semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan memperkuat kebersamaan demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Melayu Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Utamakan Penyelesaian Masalah Secara Kekeluargaan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id , 16 Guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat, Sertu Jafar selaku Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga desa binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 09.00 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Jafar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan desa tidak diselesaikan dengan tindakan main hakim sendiri. Ia mengimbau warga untuk selalu mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah.

Menurutnya, penyelesaian masalah yang melibatkan pemerintah desa, Babinsa, serta pihak terkait lainnya di tingkat desa dapat membantu menciptakan solusi yang aman dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan cara baik-baik dan melalui musyawarah bersama agar situasi tetap aman dan hubungan antarwarga tetap harmonis,” ujarnya di hadapan warga binaan.

Melalui kegiatan komsos tersebut, Babinsa berharap masyarakat Desa Melayu dapat terus menjaga persatuan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Bajo Pulau Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk Saat Melaut


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat pesisir, Serda Ikhsan selaku Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 10.05 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ikhsan memberikan imbauan kepada warga, khususnya para nelayan, agar selalu waspada saat hendak melaut mencari ikan. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir kurang bersahabat, ditandai dengan ombak tinggi serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan.

Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum melakukan aktivitas di laut. Oleh karena itu, warga diminta untuk sementara menunda melaut hingga kondisi cuaca kembali membaik.

“Lebih baik menunggu cuaca aman daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan diri,” ujarnya saat memberikan arahan kepada warga binaan.

Selain itu, Babinsa juga mengajak masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan mengikuti informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

Kegiatan komsos tersebut mendapat perhatian positif dari warga Desa Bajo Pulau yang merasa terbantu dengan adanya imbauan dan perhatian dari aparat kewilayahan terhadap keselamatan masyarakat nelayan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Lanta Barat Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Perkuat Gotong Royong


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan lingkungan, Serka Sahlan selaku Babinsa Desa Lanta Barat, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 08.20 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan pemahaman dan imbauan kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Selain itu, Serka Sahlan juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin semangat gotong royong serta membangun kerja sama yang baik antarwarga.


Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan apabila dilakukan secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Serka Sahlan juga mengingatkan warga agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat sehingga tercipta suasana yang damai dan kondusif di tengah masyarakat.

Kegiatan komsos tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Lanta Barat yang berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.(Team.MDG.03)

Perangi Pelaku Begal Dan Curanmor, Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung.

Pernyataan tegas tersebut buntut maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Tindakan pelaku bahkan diketahui telah merenggut nyawa Bripka (Anumerta) Arya Supena.

Dalam instruksinya, Helfi bahkan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama jika membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.

“Saya perintahkan seluruh jajaran, untuk tembak di tempat kepada pelaku begal. Tidak ada toleransi,” ujar Helfi dalam keterangannya.

Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Para pelaku begal disebut kerap membawa senjata api maupun senjata tajam saat beraksi, sehingga sangat membahayakan masyarakat.

“Mereka pasti bersenjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ucapnya.

Kapolda juga menyoroti banyaknya pelaku kriminal jalanan yang terindikasi terpengaruh narkoba saat menjalankan aksinya. Kondisi tersebut dinilai membuat pelaku semakin nekat dan tidak segan melukai korban.

“Apalagi mereka para pecandu narkoba. Efeknya besar, kecenderungan akan melukai korbannya,” kata dia.

Helfi menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran polres akan terus meningkatkan patroli, razia, dan tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan, khususnya aksi begal yang belakangan meresahkan warga.

Ia memastikan, kepolisian akan hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan untuk berkeliaran di Lampung.

“Masyarakat harus merasa aman. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” tandas Kapolda.(Fs/Red)

Perkuat Proteksi Hak Konsumen, LPK-RI DPD NTB Hadirkan Posko Strategis di Wilayah Lombok Tengah

 "


MEDIA DINAMIKA GLOBAL Mataram. 16 Mei 2026 - Peresmian Posko di Lombok Tengah Bukti Integritas dan Tanggung Jawab di Tengah Vakum-nya Kepengurusan DPC lombok Tengah, 15-Mei 2026 — Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK-RI)- Republik Indonesia Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengambil langkah strategis dan proaktif melalui peresmian Posko Perlindungan Konsumen di Kabupaten Lombok Tengah. Kehadiran posko ini tidak hanya merupakan peluncuran fasilitas fisik, melainkan sebuah pernyataan integritas dan tanggung jawab tinggi dari DPD NTB dalam menjamin hak-hak konsumen di wilayah ini

Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa Vakum-nya  tidak  boleh menjadi penghambat bagi masyarakat dalam mengakses layanan perlindungan konsumen. 

.Melalui kebijakan ini, LPK-RI DPD NTB memastikan bahwa setiap hak konsumen di Lombok Tengah tetap terjamin dan mudah di Akses melalui jalur yang sah dan terstruktur.

.pKetua LPK-RI DPD NTB menegaskan bahwa posko yang baru saja diresmikan ini merupakan langkah awal dari visi yang lebih besar. 

. "Posko di Lombok Tengah adalah wujud nyata dari tanggung jawab kami. Kami tidak akan membiarkan vakumnya struktur lokal menjadi alasan terbukanya peluang bagi pelanggaran hak konsumen. Oleh karena itu, kami akan menerapkan pola ini di setiap kecamatan  hingga ke level desa,"di setiap wilayah DPC yg tidak menjalankan lembaga  Sesuai dengan SOP tegasnya.

Rencana perluasan layanan ke tingkat kecamatan dan desa ini menunjukkan ketegasan LPK-RI -DPD-NTB dalam mendistribusikan layanan publik hingga ke akar rumput. Dengan jangkauan yang luas ini, diharapkan proses pengaduan masyarakat dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan transparan tanpa hambatan geografis maupun birokrasi.

Keberhasilan peresmian posko ini menjadi bukti konkret bahwa institusi perlindungan konsumen di NTB tetap kokoh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terlepas dari dinamika kepengurusan di tingkat daerah. Masyarakat Lombok Tengah kini memiliki kepastian hukum dan wadah aspirasi yang kredibel.

-Ketua Posko -Fauzan CPP siap dalam menjalankan Amanah lembaga menjadi  ketua posko Desa pringerate lombok tengah. By. Team MDG / LPK-RI

Dodo Rinti di Pusaran 164 Ribu Rakyat Sumbawa Miskin Ekstrem


Mataram, Media Dinamika Global – Rencana ekspansi operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ke wilayah tambang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, mulai menuai gelombang kritik keras. Di tengah berakhirnya operasi tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sejumlah kalangan menilai perpindahan aktivitas pertambangan tersebut berpotensi memindahkan persoalan lama ke tanah Samawa jika tidak disertai pembenahan total terhadap tata kelola perusahaan.

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (EW LMND NTB), Afdhol Ilhamsyah, melontarkan peringatan dini terhadap PT AMNT agar tidak mengulangi berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga ketenagakerjaan yang selama ini menjadi catatan hitam operasi tambang di Batu Hijau.

“Dodo Rinti jangan sampai menjadi korban eksploitasi berikutnya. Jangan sampai kekayaan alam Sumbawa hanya dikeruk habis-habisan sementara masyarakat lokal tetap hidup dalam kemiskinan,” tegas Afdhol dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, masuknya investasi tambang skala besar harus mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun fakta sosial di Kabupaten Sumbawa justru memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan konsolidasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akhir tahun 2025, tercatat lebih dari 164 ribu jiwa masyarakat Sumbawa masih berada dalam kategori miskin ekstrem, sementara sekitar 41 ribu jiwa lainnya masuk kategori rentan miskin.

“Ini alarm keras. Jangan sampai emas dan tembaga di Dodo Rinti menjadi simbol kemewahan korporasi di atas penderitaan rakyat,” ujarnya.

LMND NTB menilai kondisi tersebut menjadi ironi besar di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Sumbawa. Afdhol bahkan menyinggung pengalaman di KSB, di mana keberadaan industri tambang raksasa belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Selain menyoroti persoalan kemiskinan, LMND NTB juga mengkritik tajam pola penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AMNT yang dinilai hanya bersifat karitatif dan jangka pendek.

“Kami menolak CSR yang hanya dijadikan alat meredam gejolak sosial. Bantuan sesaat tanpa pemberdayaan hanya akan melanggengkan ketergantungan masyarakat,” kata Afdhol.

LMND NTB mendesak agar dana CSR dan PPM diarahkan untuk membangun ekonomi kolektif masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, kelompok usaha bersama sektor pertanian, peternakan, hingga maritim lokal. Menurut mereka, perusahaan harus menjadi mitra strategis sekaligus penyerap hasil produksi masyarakat agar ekonomi lokal dapat tumbuh secara mandiri bahkan setelah tambang berhenti beroperasi.

Di sektor ketenagakerjaan, kritik keras juga diarahkan terhadap sistem perekrutan tenaga kerja yang selama ini dianggap sarat persoalan. Praktik blacklisting terhadap buruh lokal yang kritis, lemahnya perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga dominasi pekerja luar daerah dalam posisi strategis menjadi sorotan tajam.

“Buruh lokal jangan hanya dijadikan penonton dan pekerja kasar di tanah sendiri. Sistem rekrutmen melalui subkontraktor yang tidak transparan harus dihentikan,” tegasnya.

LMND NTB meminta agar perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui satu pintu resmi yang diawasi langsung oleh pemerintah daerah demi menjamin hak masyarakat lokal memperoleh pekerjaan yang layak.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Aktivitas pembuangan limbah tailing melalui metode Submarine Tailings Disposal (STD) di perairan Teluk Benete selama ini dinilai menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran terhadap dampak ekologis jangka panjang.

“Sistem pembuangan limbah laut yang memicu polemik di KSB tidak boleh kembali terjadi di Dodo Rinti. PT AMNT wajib menerapkan teknologi pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Afdhol.

LMND NTB juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan terbaru, termasuk kewajiban reklamasi dan pascatambang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025.

Atas berbagai persoalan tersebut, LMND NTB mendesak pemerintah pusat dan manajemen PT AMNT segera mengambil langkah konkret sebelum aktivitas tambang dimulai secara penuh di Dodo Rinti. Mereka meminta adanya pakta integritas publik, alokasi minimal 40 persen dana CSR untuk ekonomi kolektif masyarakat, prioritas 70 persen tenaga kerja lokal Sumbawa, hingga audit investigatif independen terhadap dokumen lingkungan perusahaan.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Jangan sampai luka ekologis, diskriminasi ketenagakerjaan, dan kemiskinan struktural yang terjadi di Batu Hijau dipindahkan begitu saja ke Dodo Rinti,” tutup Afdhol Ilhamsyah.

Redaksi |

PRIMA NTB Apresiasi Sikap Politik Gubernur Tolak Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani


Mataram, Media Dinamika Global – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) NTB memberikan apresiasi terhadap sikap politik Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, yang menolak rencana pembangunan proyek kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. Sikap tersebut dinilai bukan sekadar keputusan administratif pemerintahan, melainkan bentuk keberpihakan terhadap perlindungan sosial, budaya, ekologis, dan ekonomi masyarakat lokal.

Wakil Ketua DPW PRIMA NTB, Fikrin, S.Sos, menegaskan bahwa penolakan proyek kereta gantung merupakan langkah strategis untuk menjaga arah pembangunan NTB agar tidak semata-mata berorientasi pada investasi dan industrialisasi pariwisata.

“Keputusan Gubernur NTB menolak pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani menunjukkan keberanian politik dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta budaya masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurut Fikrin, proyek kereta gantung yang selama ini dipromosikan sebagai simbol modernisasi pariwisata justru menyimpan potensi persoalan serius jika tidak dikaji secara menyeluruh. Dari sisi sosial, ia menilai proyek tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi di sektor pariwisata karena keuntungan besar lebih banyak dinikmati investor dan pemilik modal eksternal, sementara masyarakat lokal hanya menjadi pelengkap industri wisata.

“Masyarakat sekitar Rinjani selama ini hidup dengan relasi yang kuat terhadap kawasan pegunungan sebagai sumber air, ruang pertanian, ruang spiritual, dan sumber penghidupan tradisional. Jika pembangunan dilakukan secara industrialistik, masyarakat bisa kehilangan kontrol atas ruang hidup mereka sendiri,” katanya.

Selain itu, PRIMA NTB juga menyoroti aspek budaya yang melekat pada kawasan Gunung Rinjani. Bagi masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang sakral yang memiliki nilai spiritual, historis, dan kosmologis.

“Pembangunan kereta gantung berpotensi mengubah hubungan masyarakat dengan gunung dari relasi penghormatan menjadi relasi konsumtif. Gunung akan dipandang hanya sebagai komoditas wisata demi kepentingan pasar,” jelasnya.

Dari perspektif ekologis, PRIMA NTB menilai kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan ekosistem pegunungan yang sangat rentan. Kehadiran proyek infrastruktur besar dikhawatirkan memicu pembukaan lahan, fragmentasi hutan, kerusakan habitat satwa, hingga peningkatan tekanan terhadap sumber air dan daya dukung lingkungan.

“Persoalannya bukan hanya lintasan kabel atau stasiun kereta gantung, tetapi efek domino yang ditimbulkan seperti pembangunan hotel, kawasan komersial, jalan akses, hingga lonjakan wisata massal,” tegas Fikrin.

Ia mengingatkan bahwa Gunung Rinjani saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti persoalan sampah pendakian, erosi jalur, kebakaran hutan, dan tekanan wisata yang terus meningkat. Karena itu, penolakan terhadap proyek tersebut dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan ekologis jangka panjang.

Sementara dari sisi ekonomi, PRIMA NTB menilai pembangunan wisata berbasis investasi besar tidak selalu berdampak langsung terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata skala besar dinilai berpotensi menciptakan ketergantungan ekonomi, kebocoran keuntungan keluar daerah, serta melemahkan ekonomi lokal berbasis komunitas.

“Jika Rinjani diarahkan menjadi wisata massal premium, petani, porter, pemandu lokal, pelaku UMKM, dan masyarakat adat berpotensi tersingkir oleh industri wisata korporatif,” ujarnya.

PRIMA NTB menilai sikap politik Gubernur NTB tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap perlindungan local wisdom atau kearifan lokal yang mencakup aspek sosial, budaya, ekonomi, hingga ekologi di tengah derasnya godaan investasi besar.

“Penolakan pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani adalah sikap politik yang berpihak pada keberlanjutan dan perlindungan ruang hidup masyarakat,” tutup Fikrin.

Redaksi |

Babinsa Desa Parangina Sape Imbau Warga Awasi Pergaulan Anak Muda


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serda Aladin melaksanakan kegiatan patroli kongkow-kongkow bersama warga desa binaan pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Aladin memberikan imbauan kepada warga agar lebih peduli dalam menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anak muda di lingkungan masing-masing.

Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan masyarakat terhadap generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan maupun tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Pergaulan yang baik akan membawa dampak positif bagi masa depan generasi muda serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis,” ujar Serda Aladin.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendorong peningkatan taraf hidup yang lebih baik di wilayah Desa Parangina.(Team.MDG).