Media Dinamika Global

Selasa, 05 Mei 2026

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas


Tanggamus-MediaDinamikaGlobal.id(4/Mei/2026

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

Petugas KSDA bersama aparat dan warga mengevakuasi satwa liar jenis siamang menggunakan kendaraan operasional di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026). 

 Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dari BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang di Dusun 4, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB. Tim menggunakan kombinasi metode penanganan berupa restraint fisik (manual) dan pembiusan (kimia) guna memastikan keselamatan satwa serta warga di sekitar lokasi.

Kegiatan ini melibatkan tim KSDA yang terdiri dari Irhamuddin, S.P., Sujadi, Ujang Suryadi, S.E., dan Fredy Rahmandani, S.Hut. Proses evakuasi juga didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, drh. Erni Suyanti, S.K.H., M.Ling.

Dalam pelaksanaannya, tim turut dibantu oleh aparat setempat, yakni Babinsa Sertu Iryadi dan Bhabinkamtibmas Wonosobo Bripka Akbar Tanjung, serta partisipasi aktif masyarakat Pekon Way Panas.

Diketahui, lokasi evakuasi merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang berada di bawah pengelolaan UPTD KPH Kotaagung Utara.

Irhamuddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan interaksi langsung dengan satwa liar yang masuk ke area permukiman. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

“Jika ada satwa liar, jangan dipermainkan atau didekati. Segera laporkan kepada kepala pekon, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perilaku agresif satwa dapat disebabkan oleh kondisi stres, kepanikan, atau faktor alami seperti mencari pasangan maupun terganggunya habitat asli.

“Satwa liar bisa menjadi agresif karena panik atau mencari pasangan. Itu hal yang wajar di alam,” tambahnya.

Selanjutnya, siamang tersebut akan dibawa ke lokasi yang aman untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.(Umar.MDG)

Pemerintah Kabupaten Bima Mengucapkan Selamat Memperingati Hari...

 


Bupati Tanggamus Terima Audiensi PCNU, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

 


Tanggamus —  MediaDinamikaGlobal.id Bupati Tanggamus menerima audiensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanggamus di ruang rapat bupati, Selasa, 5 April 2026. 

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.

Ketua PCNU Tanggamus, KH. Syamsul Hadi, menyampaikan rencana pelantikan Pengurus PC Muslimat NU periode 2025–2031 yang akan dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Gedung Global Nusantara (GGN) NU, Gisting.

“Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran Muslimat NU dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Syamsul Hadi.

Ia menambahkan, PCNU siap berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah melalui jaringan organisasi hingga tingkat bawah.



“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama melalui peran Muslimat NU yang aktif di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanggamus menyambut baik audiensi yang dilakukan PCNU dan mengapresiasi kontribusi organisasi keagamaan dalam pembangunan daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Bupati.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami terbuka untuk kolaborasi, khususnya dalam sektor kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi dalam audiensi tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya M, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesbangpol, perwakilan Dinas Sosial, serta jajaran terkait lainnya.

Sementara dari pihak PCNU Kabupaten Tanggamus hadir Ketua PCNU KH. Syamsul Hadi, Sekretaris PCNU sekaligus Anggota DPRD Mujibur Umam, Bendahara PCNU Khairun, Ketua PC Muslimat NU Hj. Marhamah beserta jajaran, Anggota DPRD Edi Yalismi, serta H. Harjoli.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara PCNU dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Umar.MDG)

Bupati Bima Sukses Menggelar Selasa Menyapa Season II

 


Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi dan Fokus 50 Pekon

 

TANGGAMUS –  MediaDinamikaGlobal.id Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen lintas sektor guna menekan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua dan pengurus TP-PKK, serta lembaga dan mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan kolaboratif.

“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari semua elemen,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tren stunting di Tanggamus sempat menunjukkan perbaikan hingga tahun 2023, namun pada 2024 kembali mengalami peningkatan sehingga menjadi perhatian bersama.

“Ini tentu bukan kondisi yang kita harapkan. Karena itu, perlu langkah bersama yang lebih terarah dan konsisten,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penurunan stunting Tanggamus menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen pada 2027. Wabup optimistis target tersebut dapat dicapai dengan kerja nyata dan fokus pada hasil.

“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres’. Kita harus bekerja tuntas dan berorientasi pada capaian yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Agus.

Ia juga menegaskan bahwa intervensi akan difokuskan pada 50 pekon sebagai lokus prioritas tahun 2026–2027.

“Fokuskan program dan anggaran agar benar-benar memberikan dampak nyata dalam penurunan stunting,” tambahnya.

Paparan Bapperida: Intervensi Diperkuat, Fokus Layanan Dasar Masyarakat


Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih terarah.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target penurunan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target provinsi dan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Tanggamus mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun 2026 yang difokuskan pada dua pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.


Intervensi spesifik diarahkan pada layanan kesehatan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah, serta pelayanan dasar kesehatan. Sementara intervensi sensitif menyasar faktor pendukung seperti edukasi, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

Selain itu, jumlah lokus penanganan juga diperluas dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon pada periode 2026–2027, guna memastikan intervensi lebih tepat sasaran.

Pemkab Tanggamus juga mendorong inovasi melalui program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS) sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat.

Dari sisi pembangunan, Tanggamus terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan di bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Namun demikian, capaian positif juga telah diraih, salah satunya keberhasilan mencapai status 100 persen Open Defecation Free (ODF) di seluruh pekon pada tahun 2024.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Tanggamus yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(Umar.MDG)

Selamat Atas Terpilihnya Ketua PGRI Kabupaten Bima

 


Kapolda Sumbar Berikan Kuliah Umum dan Pimpin Penanaman Pohon di UIN IB Padang dalam Rangka Hardiknas 2026


Padang — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar kegiatan kuliah umum yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung J Lantai 2 Kampus UIN IB Padang, kawasan Sei Bangek, Kecamatan Koto Tangah ini dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh seluruh Kapolres/ta jajaran Polresta Padang bersama unsur Forkopimda, pihak sekolah, serta para undangan lainnya.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR. Turut hadir Rektor UIN IB Padang Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, perwakilan Gubernur Sumbar, para pejabat utama Polda Sumbar, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi ternama di Sumatera Barat seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, hingga Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan dari Kementerian ATR/BPN, pimpinan perguruan tinggi lainnya, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait.


Dalam sambutannya yang dilanjutkan dengan kuliah umum, Kapolda Sumbar mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Pembentukan Cinta Lingkungan di Sumatera Barat.” Tema ini dinilai relevan dengan tantangan zaman, di mana generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kapolda menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan yang berlandaskan pada filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Ia menjelaskan tiga semboyan utama yang menjadi dasar dalam membentuk karakter generasi bangsa, yaitu:

Ing Ngarsa Sung Tulada, pemimpin di depan harus mampu menjadi teladan.

Ing Madya Mangun Karsa, di tengah membangun semangat dan motivasi.

Tut Wuri Handayani, di belakang memberikan dorongan dan kebebasan untuk berkembang.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam membentuk karakter generasi muda yang jujur dan bertanggung jawab.

“Yang menjadi pedoman dalam kehidupan ini adalah kejujuran dan tanggung jawab. Dua hal ini adalah fondasi utama dalam membangun generasi unggul,” tegas Kapolda.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Polda Sumbar dengan UIN IB Padang.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan berwawasan kebangsaan.

Selain itu, Kapolda Sumbar juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program kepolisian, serta penyerahan sertifikat dari Kementerian ATR/BPN.


Sebagai bentuk implementasi nyata dari tema yang diangkat, kegiatan ditutup dengan aksi penanaman pohon di lingkungan kampus. Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN, pembacaan doa, sambutan-sambutan, pemutaran video tanggap bencana Polda Sumbar, hingga penutupan dengan lagu Bagimu Negeri dan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan semangat Polri Presisi dan visi Indonesia Maju.

Kepala Biro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, SIK., SH., MH, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun SDM Polri yang adaptif dan berdaya saing di era Police 4.0.

“Kami terus mendorong terciptanya SDM Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam dunia pendidikan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.(adr)

Jejak Kebiasaan Kecil Menjaga Lingkungan dari Ternate hingga Kawasi


Keberlanjutan lingkungan sering dipahami sebagai isu besar. Padahal, ia hidup dalam keseharian. Dari cara menggunakan listrik, mengelola sampah, hingga menjaga ruang hidup bersama. Perubahan jarang dimulai dari langkah besar. Ia tumbuh dari tindakan sederhana yang dilakukan berulang, lalu menjadi kebiasaan.

Pada 31 Maret 2007, lebih dari 2,2 juta orang di Sydney mematikan lampu selama satu jam. Aksi ini dikenal sebagai Earth Hour. Sederhana, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. 

Seiring waktu, maknanya bergeser. Fokusnya tidak lagi pada satu jam, tetapi pada apa yang dilakukan setelahnya.Di titik itu, keberlanjutan tidak lagi bergantung pada momentum. Ia menjadi soal konsistensi. Kesadaran perlu diterjemahkan menjadi praktik yang bisa diulang. Pendekatan ini terlihat dalam dua konteks berbeda: ruang kota dan wilayah pesisir.


Di Kota Ternate, semangat Earth Hour berkembang menjadi ruang edukasi publik. Untuk kali kedua, Pemerintah Kota Ternate bersama Harita Nickel menggelar Earth Hour 60+ di Benteng Oranje pada 25 April. Selama satu jam pemadaman, masyarakat diajak memberi ruang bagi bumi untuk “beristirahat”, sekaligus mendorong perubahan perilaku sederhana di rumah, seperti mematikan perangkat yang tidak digunakan. 

“Kesadaran menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah,” jelas Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.  

Selain pemadaman lampu, masyarakat diajak memahami pengurangan plastik dengan pembagian 1.000 kantong kain, pentingnya ruang terbuka hijau, serta kebiasaan penggunaan energi yang lebih bijak.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Muslih Muhammad, melihat kolaborasi ini relevan dengan arah pembangunan kota. “Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah secara bersamaan mendorong penguatan serta implementasi pengelolaan lingkungan di lapangan,” jelasnya. 

Namun kesadaran di ruang kota memiliki batas jika tidak terhubung dengan realitas yang lebih konkret.

Aksi Bersih Pantai: Angkut 3,2 Ton Sampah di Kawasi


Di pesisir Desa Kawasi, Pulau Obi, langkah ini terus berlanjut. Warga bersama karyawan Harita Nickel, serta unsur TNI dan Polri membersihkan garis pantai sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam kelestarian ekosistem laut. Sekitar 3,2 ton sampah dalam waktu singkat berhasil terkumpul dan. dibawa ke fasilitas pengelolaan untuk diproses lebih lanjut di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). 

Kegiatan ini dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah. “Botol plastik bisa bertahan hingga ratusan tahun, sementara beberapa jenis limbah seperti styrofoam tidak mudah terurai. Jika masuk ke laut, dampaknya akan kembali ke manusia, termasuk masyarakat pesisir,” jelas Kevin, fasilitator kegiatan dari Harita Nickel, kepada para peserta. 

Pendekatan kegiatan juga dibuat partisipatif. Peserta dibagi dalam kelompok dan mengikuti berbagai tantangan sederhana, seperti pengumpulan sampah terbanyak, kategori sampah terunik, hingga kelompok paling kompak. Hal ini mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu desa Kawasi yang tampak paling antusias.

“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan pantai. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar salah satu warga.

Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menekankan pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara konsisten. “Pesisir dan laut merupakan bagian penting dari ekosistem sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penjagaannya perlu dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kami rutin selenggarakan kegiatan ini bersama masyarakat,” ujarnya.

Dua konteks ini menunjukkan pola yang sama. Keberlanjutan terbentuk dari kombinasi kesadaran, tindakan, kolaborasi, dan pengulangan. Seperti dicatat oleh Ian Scoones, seorang peneliti senior di Institute of Development Studies, keberlanjutan menjadi titik temu berbagai aktor dan bekerja lebih efektif ketika diterjemahkan dalam konteks lokal. 

Dari sini, makna keberlanjutan menjadi jelas. Bukan soal satu jam, tetapi kebiasaan yang terus berjalan. Dari Ternate hingga Kawasi, keberlanjutan lingkungan kita adalah kerja bersama yang dilakukan secara nyata dan konsisten. 



Lik////






Senin, 04 Mei 2026

Kerugian Negara Capai Rp2,8 Miliar, Polda NTB Limpahkan Tersangka Korupsi Mebel SMK

Ditreskrimsus Polda NTB dan Barang Bukti, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Barat memastikan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mebel SMK se-Provinsi NTB Tahun Anggaran 2022 segera memasuki Tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum.

Perkara tersebut sebelumnya telah menetapkan 2 (dua) orang tersangka, yakni KS selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan MJ selaku Penyedia.

Dirreskrimsus KBP Endriadi, S.IK melalui Wadir Reskrimsus AKBP Wendy Andrianto, S.IK, menyampaikan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan. “Dalam waktu dekat akan dilaksanakan Tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan mebel untuk 40 SMK di NTB yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022 dengan nilai pagu anggaran mencapai 10,2 miliar.

Dalam proses penyidikan, ditemukan sejumlah penyimpangan, di antaranya tidak dilaksanakannya penyusunan spesifikasi teknis dan survei harga, pembayaran pekerjaan 100 persen meskipun pekerjaan belum selesai, serta pengalihan sebagian pekerjaan kepada pihak lain yang tidak sesuai kontrak.

Berdasarkan hasil audit negara mengalami kerugian keuangan, dalam perkembangan penanganan perkara Tersangka dari pihak penyedia telah mengembalikan kerugian negara tersebut. Penyidik kemudian melakukan penyitaan terhadap uang sebesar 2,8 miliar rupiah yang dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

“Uang yang telah dikembalikan oleh Tersangka telah kami sita dan akan dilimpahkan bersama barang bukti lainnya pada Tahap II,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kasubdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB AKBP Muhaemin, SH., S.IK., M.IK menegaskan bahwa Penyidik berkomitmen menuntaskan setiap perkara korupsi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Penanganan perkara ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam mengawal penggunaan anggaran negara, khususnya di sektor pendidikan,”

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 KUHP dan ketentuan dalam KUHP terbaru.

Polda NTB memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga tahap penuntutan di pengadilan.


Redaksi |

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini, Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis untuk Masyarakat

Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani saat gelar
Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global – Komitmen terhadap kesehatan perempuan kembali ditunjukkan oleh Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui penyelenggaraan Bali Pink Ribbon Roadshow di Kantor Desa Senggigi, Kecamatan Senggigi, Kecamatan Lombok Barat. Selasa, (5/05/26. Program sosial ini menghadirkan edukasi sekaligus pemeriksaan kanker payudara gratis bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Bekerja sama dengan Bali Pink Ribbon, rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi di dua lokasi berbeda, yakni pada 5 Mei 2026 di Kantor Desa Senggigi dan 6 Mei 2026 di Kantor Desa Medana, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.

Program ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan preventif yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya perempuan, mengingat kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Deteksi dini dinilai menjadi langkah krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan.

Direktur SDM dan Keberlanjutan Korporat Sudamala Resorts sekaligus Ketua Yayasan Sudamala Bumi Insani, Sri Nuka, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari nilai utama perusahaan.

“Di Sudamala Resorts, kami percaya bahwa keramahan tidak hanya berhenti di lingkungan properti kami, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesadaran kesehatan perempuan dan mendorong tindakan dini melalui pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nancy selaku Manajer Operasional Bali Pink Ribbon. Ia menilai edukasi dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara.

“Kami bersyukur dapat bermitra dengan Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani untuk membawa kesadaran kanker payudara langsung ke masyarakat Lombok. Pendidikan dan deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa. Kami ingin mendorong perempuan agar memprioritaskan pemeriksaan rutin dan mengambil langkah proaktif untuk kesehatan mereka,” katanya.

Bali Pink Ribbon saat memberikan edukasi ke masyarakat, (Ist/Surya)

Pelaksanaan Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok juga mendapat dukungan dari Desa Senggigi, Desa Medana, Rumah Sakit Siloam, serta Komunitas Pink yang bersama-sama memperkuat dampak program ini.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sudamala Resorts dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui Yayasan Sudamala Bumi Insani, yang fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sebagai grup perhotelan Indonesia yang berdiri sejak 2011, Sudamala Resorts dikenal memadukan kekayaan budaya lokal, arsitektur tradisional, serta pelayanan khas Indonesia. Berawal dari Sanur, Bali, kini Sudamala Resorts telah berkembang ke berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Senggigi di Lombok, Pulau Seraya Kecil, dan Labuan Bajo.

Melalui program ini, Sudamala Resorts menegaskan bahwa industri perhotelan tidak hanya tentang pelayanan wisata, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan perempuan Indonesia.

Sementara, Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pemeriksaan kanker payudara gratis yang digelar Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui Bali Pink Ribbon Roadshow. Menurutnya, program ini sangat membantu warga, khususnya perempuan, dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama kaum ibu, agar lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Redaksi |