Media Dinamika Global

Sabtu, 02 Mei 2026

Polsek Sape Ungkap Kasus Penganiayaan Maut dalam Waktu Kurang dari 24 Jam


Sape, Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Kepolisian Sektor (Polsek) Sape bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian, aparat berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku. Sabtu Malam. (02/05/2026)

Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, S.H., memimpin langsung proses penangkapan tersebut sebagai bagian dari respons cepat kepolisian terhadap tindak kriminal serius di wilayah hukumnya.

Untuk memastikan keamanan serta kelancaran proses penyidikan, kedua terduga pelaku telah diserahkan langsung oleh Kapolsek Sape kepada Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bima Kota. Penanganan kasus selanjutnya kini berada di bawah kewenangan Polres Bima Kota guna proses hukum yang lebih intensif dan menyeluruh.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam menindak tegas setiap bentuk tindak pidana. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Sape dan sekitarnya.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sumber Informasi Polsek Sape.(Team.MDG.03)

Pria Asal India Ditemukan Meninggal di Gili Air Lombok Utara

WNA asal india ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan,
berwisata di perairan Gili Air, (Ist/Surya)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Seorang warga negara asing (WNA) asal India dilaporkan hilang saat berwisata di perairan Gili Air, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (30/4/2026). Korban bernama Guarav Kumar akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke FS. Samola, SIK., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, korban bersama empat rekannya tiba di lokasi wisata Gili Air.

“Empat orang rekannya beraktivitas di daratan, sementara korban memilih berada di sekitar pantai dan berenang di perairan dangkal,” ujarnya.

Namun, tidak lama berselang, keberadaan korban tidak lagi terlihat. Rekan-rekannya kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun hanya menemukan barang-barang pribadi korban seperti handphone dan pakaian yang masih tertinggal di daratan.

“Menyadari korban tidak berada di lokasi, mereka segera melaporkan kejadian tersebut. Anggota piket bersama tim penyelamat dan masyarakat langsung melakukan pencarian,” jelasnya.

Upaya pencarian melibatkan personel Polsubsektor Gili Indah Pos Gili Air, tim penyelam dari Blue Marlin Dive, serta masyarakat setempat. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.40 WITA, berjarak kurang lebih 100 meter dari bibir pantai, tepatnya di depan area Blue Marlin Dive.

“Korban sempat diberikan pertolongan oleh tim medis di lokasi, namun setelah diperiksa dinyatakan telah meninggal dunia,” terang Boyke.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh wisatawan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk tidak berenang seorang diri dan selalu mengikuti arahan petugas.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengingatkan agar wisatawan tetap waspada demi menghindari kejadian serupa,” tutupnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban. 

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-01/Rasanae, Pimpin Patroli Cipta Kondisi.


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sabtu, (02/05/26)

Kali ini kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, kembali di laksanakan dan dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Ntobo Serka .Abdul Manan

Adapun personil yang terlibat Patroli sebanyak 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran dibeberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Manggemaci.

5. Kelurahannya dParuga 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Kelurahan Ntobo Serka .Abdul Manan c bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 20.55 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.00 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, dAnggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,50 wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG).

TP. PKK Kabupaten Bima, Bagikan Paket Sembako di Selasa Menyarpa Lambitu


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi bersama para pengurus organisasi tersebut, menggelar beragam kegiatan dalam Program Selasa Menyapa di Desa Kaboro dan Desa Sambori Kecamatan Lambitu. Kamis, (03/05/26)

Rangkaian kegiatan yang dihelat di kedua desa tersebut antara lain pembagian 35 paket sembako kepada Lansia tidak mampu dan distablitas di Desa Kaboro dan Desa Sambori oleh Personil Sekretariat TP .PKK kabupaten Bima. Paket bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti. 

Sementara itu, Kelompok Kerja (Pokja) I melakukan pembinaan penyusunan program kepada pengurus Pokja I TP PKK Kecamatan dan Desa Se- Kecamatan Lambitu. Pada kesempatan yang sama, Pokja II bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Bima melaksanakan Panggung Literasi dan Pembinaan kepada para Pengurus Pokja II di tingkat kecamatan dan desa.E

Demikian halnya Pokja III menyajikan pendampingan pembuatan hantaran kepada Kader PKK dan Penanaman Pohon di SMPN 3 Lambitu. Pada kesempatan tersebut, Pokja IV bermitra dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima melaksanakan pembagian 20 Paket Telur dan biskuit untuk PMT pemulihan bagi balita.

Selain itu diserahkan juga bantuan paket stunting lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bersama DP3AP2KB Kabupaten Bima

Ny. Murni Suciyanti dalam sambutannya usai pembagian paket mengharapkan para Lansia tetap menjaga kesehatan dan bantuan yang diserahkan dapat dimanfaatkan dengan baik. 

Dirinya juga mengharapkan agar ibu-ibu yang memiliki balita menjaga dan merawat anak balita nya dan memenuhi kecukupan gizi agar terhindar dari gizi kurang dan stunting. (Tim/ADV)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan Patroli Siskamling di wilayah Desa Binaan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Sabtu malam, 2 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Sertu Syarif H selaku Babinsa Desa Naru dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Dalam kegiatan ini turut hadir dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta enam orang masyarakat.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Pada pukul 20.20 WITA, rombongan tiba di Desa Naru dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Selanjutnya, pada pukul 20.30 WITA, Babinsa bersama anggota memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Masyarakat diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran, terutama yang dipengaruhi oleh konsumsi minuman keras di kalangan remaja. Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.



Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan hingga pukul 21.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui kegiatan patroli siskamling ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat serta mampu menciptakan situasi yang tertib dan aman di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial di desa Binaan masing-masing.


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id  Sabtu malam, 2 Mei 2026. Kegiatan yang dikemas melalui metode “kongkow-kongkow” ini bertujuan mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan diawali oleh Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat, pada pukul 19.20 WITA. Ia melaksanakan patroli sambil memberikan pemahaman kepada warga terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan patroli malam guna mencegah tindak kejahatan seperti pencurian dan perampokan, serta segera melaporkan jika terjadi permasalahan.

Selanjutnya, pada pukul 19.40 WITA, Serda Ikhsan melaksanakan kegiatan serupa di Desa Bajo Pulau. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga, khususnya para remaja, untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan serta menjauhi aktivitas melanggar hukum seperti konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Ia juga menekankan agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur hukum tanpa tindakan main hakim sendiri.




Kegiatan komunikasi sosial juga dilakukan oleh Serka Sahrul di Desa Oi Maci pada pukul 20.15 WITA. Ia mengimbau warga agar selalu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi gangguan keamanan.

Sementara itu, Sertu Jafar melaksanakan kegiatan bersama warga di Desa Melayu pada pukul 20.30 WITA. Ia mengingatkan para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak di malam hari agar tidak begadang hingga larut, menghindari balap liar, serta menjauhi minuman keras dan narkoba. Warga juga diminta untuk segera berkoordinasi dengan ketua RT, RW, maupun aparat apabila terjadi permasalahan di lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Puskeswan Semaka Kunjungi Korban Gigitan Siamang

 


Tanggamus Lampung.MediaDinamikaGlobal.id

Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Semaka Kabupaten Tanggamus mengunjungi Rulia korban gigitan Siamang di Pekon Way Panas, Sabtu (2/4/2026).

Hadir dalam kunjungan ke Pekon Way Panas dari Puskeswan Munandar, A.Md., Fitrianto, S. IP, M.M., dan Matsuhaidi

Dikunjungan tersebut dilakukan vaksin anti rabies pada korban sebagai upaya pencegahan virus rabies yang diakibatkan gigitan binatang buas jenis Siamang.

Menanggapi pertanyaan Raman warga pekon setempat, Munandar, A.Md., mengatakan pihak dari Puskeswan menyarankan bila terkena gigitan binatang buas,  korban cepat dilarikan ke Puskesmas terdekat agar mendapatkan pertolongan.

Munandar menyebut terkait penanganan satwa liar bukan kewenangan pihaknya. Menurutnya, itu kewenangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pihaknya sudah melaporkan kejadian yang menimpa warga Pekon Way Panas.

Diberitakan sebelumnya Rulia warga Pekon Way Panas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus diserang dan menderita akibat gigitan binatang buas jenis Siamang. Kejadian tersebut terjadi Kemarin di Pekon setempat, Jum'at (1/5)

Menurut informasi salah seorang warga lainnya yang berada dilokasi kejadian, Ia langsung menghubungi petugas Bhabinkamtibmas Heryadi Pekon setempat. Petugas berkoordinasi langsung ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berharap musibah bisa tangani langsung. (Umar.MDG)

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB Desak Gubernur Turun Tangan soal Upah Buruh dan Tagih Janji Perbaikan Jalan di Bima

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Nusa NTB saat menggelar aksi
Demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur NTB, Jumat (1/5). Massa aksi menuntut pemerintah segera merealisasikan upah layak bagi buruh serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang dinilai mangkrak, khususnya di wilayah Kabupaten Bima.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WITA itu dipenuhi orasi-orasi tajam bernada kritik terhadap pemerintah daerah. Para demonstran menyoroti kondisi buruh yang masih menerima upah di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP), yang dinilai sangat jauh dari kata sejahtera.

“Dapat dilihat hari ini, banyak sekali buruh yang mendapatkan upah di bawah UMP. Upah tersebut belum bisa dikatakan layak untuk buruh,” ujar salah seorang orator di tengah aksi.

Selain persoalan kesejahteraan buruh, massa juga menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama di Kabupaten Bima.

“Pemerintah seakan tutup mata terkait permasalahan yang ada di NTB saat ini, salah satunya infrastruktur jalan yang tidak kunjung diperbaiki di Kabupaten Bima,” tegas orator lainnya.

Koordinator Umum Aksi, Dodik, menjelaskan bahwa tuntutan massa terbagi dalam dua klaster utama, yakni tuntutan umum dan tuntutan regional.

Untuk tuntutan umum, massa mendesak adanya penyesuaian upah buruh sesuai standar hidup layak serta evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil.

Sementara pada tuntutan regional, mereka meminta percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan rusak di Kabupaten Bima, serta kebijakan pembangunan yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat NTB secara menyeluruh.

Sekitar pukul 16.48 WITA, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB hadir mewakili Gubernur untuk menemui massa aksi. Namun, dialog tersebut tidak menghasilkan keputusan konkret karena Sekda mengaku tidak memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan poin-poin tuntutan yang disampaikan.

Kondisi itu memicu kekecewaan demonstran. Massa pun menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan pada Selasa (5/5) dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Mereka menegaskan bahwa pada aksi berikutnya, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, harus hadir langsung tanpa diwakilkan.

“Kami tidak ingin lagi perwakilan. Gubernur harus hadir sendiri dan mendengar langsung jeritan rakyat,” tegas Dodik saat menutup aksi.

Aksi kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama sebagai bentuk ultimatum kepada Pemerintah Provinsi NTB agar segera menjawab tuntutan rakyat, bukan sekadar memberikan janji tanpa realisasi.

Redaksi |

Suasana HARDIKNAS 2026 di SDN 1 Tolowata Penuh Kebanggaan dan Warna Budaya


Bima, 2 Mei 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman SDN 1 Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, pada hari ini. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 terasa sangat istimewa karena menjadi momen pertama kalinya upacara bendera dilaksanakan secara mandiri di halaman sekolah masing-masing.

 Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, upacara kali ini terasa lebih dekat dan hangat karena seluruh warga sekolah bisa berkumpul bersama. Hal ini disampaikan oleh salah satu guru hebat yang akrab disapa Bunda Ony.

 "Baru kali ini pelaksanaan upacara Hardiknas dilakukan di halaman sekolah kita sendiri. Rasanya sangat luar biasa dan membahagiakan karena kita bisa berbaris bersama-sama dengan siswa-siswi tercinta di tempat kita belajar sehari-hari," ucap Bunda Ony dengan penuh semangat.

 Yang membuat momen ini semakin berkesan dan unik, Petugas Upacara kali ini diperankan oleh para Bapak dan Ibu Guru yang hebat! Dengan seragam dan sikap yang tegap, para guru memberikan contoh terbaik kedisiplinan dan cinta tanah air kepada anak-anak didik mereka.

 Tidak kalah menariknya, upacara ini juga semakin meriah dan indah karena seluruh siswa-siswi tampil memukau dengan mengenal berbagai jenis Pakaian Adat dan Budaya. Warna-warni budaya Nusantara terlihat begitu indah berbaris rapi di lapangan sekolah.

 Foto kebersamaan antara Kepala Sekolah, para guru, dan seluruh siswa menjadi bukti kuatnya persatuan dan semangat pendidikan di SDN 1 Tolowata. Hardiknas tahun ini bukan hanya peringatan, tapi juga perayaan cinta tanah air dan kebanggaan menjadi bagian dari dunia pendidikan!

 Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh guru dan murid SDN 1 Tolowata! 🇮🇩📚✨by. ( EH,La ) Penanggung jawab MDG

Suparman Mantan Terpidana Korupsi, Iwan Pansa Eks Kasus Pembunuhan, Jangan Seret Marwah Melayu ke Konflik Pribadi


PEKANBARU – Polemik yang mencuat antara Haji Suparman dan Iwan Pansa kini menjadi sorotan publik di Kota Pekanbaru. Namun di tengah panasnya narasi yang beredar, banyak pihak menilai persoalan tersebut sejatinya adalah konflik pribadi antar individu, bukan persoalan adat, suku, maupun marwah Melayu yang harus dibawa-bawa ke ruang publik.

Pasalnya, kedua sosok yang disebut dalam polemik tersebut sama-sama memiliki catatan hukum di masa lalu. Suparman diketahui pernah divonis dalam kasus korupsi suap pengesahan APBD Provinsi Riau tahun 2014.

Mahkamah Agung kala itu menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada mantan Bupati Rokan Hulu tersebut.

Sementara itu, Iwan Pansa juga kerap disebut sebagai mantan narapidana dalam kasus pidana umum, yang oleh berbagai pihak dikaitkan dengan perkara pembunuhan pada masa lampau.

Dengan latar belakang itu, sejumlah kalangan mempertanyakan mengapa konflik dua figur dengan rekam jejak hukum masing-masing justru diarahkan seolah menjadi pertarungan harga diri masyarakat Melayu Riau.

“Kalau ini persoalan pribadi, selesaikan secara pribadi dan hukum. Jangan bawa-bawa nama Melayu, jangan jual marwah adat untuk kepentingan konflik individu,” ujar seorang tokoh masyarakat Pekanbaru yang enggan disebutkan namanya, Jumat (2/5/2026).

Menurutnya, masyarakat Riau sudah cukup cerdas membedakan mana persoalan personal, mana persoalan sosial, dan mana persoalan budaya. Marwah Melayu, katanya, adalah nilai luhur yang menjunjung adab, santun, musyawarah, serta penghormatan terhadap hukum.

“Kalau ada pertengkaran, ancaman, atau saling sindir, itu bukan cerminan Melayu. Itu urusan pribadi orang per orang,” tegasnya.

Di media sosial, masyarakat juga mulai menyoroti bahwa narasi “pelecehan tokoh Melayu” dinilai terlalu berlebihan jika yang terjadi sebenarnya hanya perselisihan antar tokoh yang sama-sama memiliki kepentingan pribadi maupun politik.

Banyak warga berharap aparat penegak hukum bertindak objektif apabila ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Namun mereka juga meminta agar suasana Kota Pekanbaru tetap kondusif dan tidak terpecah akibat isu yang dibesar-besarkan.

Pengamat sosial di Riau menilai, konflik elit kerap dibungkus dengan sentimen identitas agar mendapat dukungan massa. Padahal, masyarakat seharusnya tidak mudah terpancing. 

“Jangan sampai masyarakat diseret membela satu pihak hanya karena embel-embel suku atau marwah. Lihat substansi masalahnya. Ini konflik personal antara dua orang yang sama-sama punya masa lalu,” ujarnya.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi pembahasan hangat. Namun satu pesan yang menguat dari masyarakat: jangan kotori nama Melayu dengan pertikaian pribadi.