Rabu, 18 Maret 2026
Antisipasi Gangguan Keamanan Wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Ini Himbauan Personil Ke Warga
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Dpp Serka Abdul manan Babinsa Kelurahan Ntobo melaksanakan Patroli Rutin Cipta Kondisi Aman di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Rabu, (18/03/26).
Adapun yang terlibat dalam kegiatan Patroli Cipta Kondisi Aman kali ini Dpp Serka Abdul manan Babinsa Kelurahan Ntobo
dan 6 orang anggota personil dari Koramil 1608-01/Rasanae.
Sementara Wilayah yang menjadi Pusat kegiatan patroli terdapat di enam Kelurahan.
1. Kelurahan Kumbe
2. Kelurahan Rabangodu Selatan
3. Kelurahan Rabangodu Utara
4. Kelurahan Penaraga
5. Kelurahan Penatoi
6. Kelurahan Dara
Usai Apel pengecekan, tepat pada Pukul 21.20 Wita, anggota personil melaksanakan patroli keliling Star dari Posramil Rasanae Timur Kel. Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta Kota Bima dan finis akhir di Kantor Koramil 1608-01/Rasanae dengan menggunakan kendaraan Roda dua.
Dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang kondusif, Anggota patroli menghimbau kepada masyarakat terutama anak-anak muda dan remaja untuk bersama-sama menjaga keamanan di bulan puasa, dengan tidak mengunakan Motor berkenalpot brong sehingg bisa menganggu warga masyarakat yang sedang istirahat tidur di malam hari serta bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Selang beberapa waktu, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot brong resing sekaligus memberikan himbauan agar knalpot resing di copot dan di harapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima
Dengan adanya kegiatan Patroli yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae, diharapkan masyarakat lebih khusus anak-anak muda memiliki kesadaran dan pemahaman baik demi terciptanya situasi Kamtibmas yang Kondusif.
Pukul 21.48 Wita, Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 1608- 01/Rasanae dan melaksanakan Apel pengecekan akhir di depan Kantor Koramil 1608- 01/Rasanae
Kegiatan patroli rutin Cipta Kondisi, selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)
Babinsa Desa Jia Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Keamanan dan Cuaca Ekstrem
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Patroli ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya dua anggota Koramil, satu aparat desa, serta empat orang warga setempat. Sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda.
Sekitar pukul 20.00 WITA, tim patroli bergerak menuju Desa Jia dan tiba pada pukul 20.30 WITA. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk menjaga keamanan lingkungan, menghindari konsumsi minuman keras yang kerap memicu konflik antar pemuda, serta menjauhi narkoba dan barang terlarang lainnya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Warga diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor, terutama bagi yang tinggal di sekitar sungai maupun daerah perbukitan.
Orang tua juga diimbau agar mengawasi anak-anaknya, khususnya agar tidak membuat keributan saat waktu ibadah seperti salat Tarawih dan Subuh, termasuk menghindari penggunaan petasan.
Patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga akhirnya seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 22.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Kegiatan patroli siskamling ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta mempererat sinergi antara aparat dan warga.
(Team.MDG.03)
Pimpinan DPD BARDAM NUSA Kota Bima dan Kabupaten Bima Mendesak Polda NTB serta Polri Segera Evaluasi Kinerja Intelijen di Seluruh Daerah
Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Ketua DPD BARDAM NUSA Kota Bima, Bayu Pebuardi, S.H., dan Ketua DPD BARDAM NUSA Kabupaten Bima, Yunus S.H., menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait maraknya persoalan di tingkat kampung yang berujung pada pemblokiran jalan di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu akhir-akhir ini, 18 maret 2026.
Persoalan-persoalan personal dan konflik lokal di setiap kampung yang terus berulang telah sangat mengganggu ketertiban umum (Kamtibmas). Pemblokiran jalan tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami menilai bahwa hal ini terjadi karena kinerja intelijen di daerah belum berfungsi secara optimal dalam mendeteksi dini dan mencegah eskalasi konflik. Kami, sebagai pimpinan DPD BARDAM NUSA, menyerukan dengan tegas kepada Kapolda NTB dan seluruh jajaran Polri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja intelijen di setiap wilayah, khususnya di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu,” ujar Bayu Pebuardi, S.H. dan Yunus S.H. secara bersama.
“Kami sebagai generasi muda sangat tidak ingin kejadian serupa terus berulang di wilayah NTB. Keamanan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan hanya reaktif setelah masalah meledak,” tegas kedua pimpinan tersebut.
Pernyataan sikap ini didasarkan pada tanggung jawab hukum Polri sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan berikut:
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pasal 13: Tugas pokok Polri adalah:
a. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;
b. menegakkan hukum; dan
c. memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pasal 14 ayat (1): Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Polri bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen guna mendeteksi dini potensi gangguan Kamtibmas.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Pasal 12: Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi intelijen kepolisian sebagai bagian integral dari sistem keamanan nasional, dengan kewajiban melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan informasi untuk mencegah eskalasi konflik di tingkat masyarakat.
Kedua ketua DPD BARDAM NUSA berharap agar evaluasi kinerja intelijen dilakukan secara transparan, objektif, dan segera, sehingga tidak ada lagi gangguan ketertiban umum yang meresahkan masyarakat di wilayah NTB.
“Kami siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan daerah, tetapi kami juga menuntut agar fungsi intelijen benar-benar berjalan sesuai amanat undang-undang,” pungkas Bayu Pebuardi, S.H. dan Yunus S.H.
Untuk informasi lebih lanjut:
DPD BARDAM NUSA Kota Bima & Kabupaten Bima
Demikian siaran pers ini kami sampaikan.
Terima kasih.
Bayu Pebuardi, S.H.
Ketua DPD BARDAM NUSA Kota Bima
Yunus S.H.
Ketua DPD BARDAM NUSA Kabupaten Bima (Team)
Potret Indah Toleransi di NTB: Pawai Ogoh-Ogoh Digelar di Tengah Suasana Ramadhan
Mataram, Media Dinamika Global - Semangat toleransi dan keberagaman terpancar kuat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan umat Hindu Dharma menggelar Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka yang tahun ini kembali bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP. PKK NTB, Hj. Sinta Agathia M Iqbal dan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S. Sos., MH., mengungkapkan kekagumannya atas kreativitas dan keseriusan umat Hindu dalam mempersiapkan perhelatan seni budaya ini. Ia menyebutkan bahwa karya-karya Ogoh-Ogoh yang ditampilkan merupakan ekspresi seni tingkat tinggi yang dipersiapkan dengan sangat matang.
"Kami berdua bersama Walikota Mataram merasakan kekaguman bagaimana umat Hindu Dharma mengekspresikan rasa seninya dan kesungguhannya. Tidak ada satu pun Ogoh-Ogoh yang tampak 'ecek-ecek', semuanya dipersiapkan dengan baik," ujarnya di Mataram, Rabu (18/3/2026).
Momentum tahun ini dinilai sangat istimewa karena dua hari besar keagamaan, yakni Nyepi bagi umat Hindu dan Idul Fitri bagi umat Islam, jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan. Gubernur menyebut fenomena ini sebagai "berkah luar biasa" di mana sekitar 99 persen penduduk NTB secara kolektif sedang menjalani proses pensucian diri.
"Hampir 96 persen masyarakat NTB adalah Muslim dan sekitar 3 persen Hindu. Artinya, 99 persen masyarakat kita tengah mengalami proses pensucian secara bersamaan. Ini pertanda baik bahwa kedamaian, kenyamanan, dan ketertiban akan selalu menyertai kita," tambahnya.
Ia juga menegaskan kepada awak media bahwa perhelatan ini adalah bukti nyata kepada dunia internasional bahwa masyarakat NTB telah dewasa dalam beragama dan memiliki akar toleransi yang kuat yang telah dijaga selama ratusan tahun.
Acara yang berlangsung tertib ini diharapkan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang, memperkokoh posisi NTB sebagai provinsi yang harmonis dalam keberagaman.
Redaksi |
Kapolda NTB Hadiri Parade Ogoh-ogoh Nyepi 2026, Simbol Toleransi di Tengah Momentum Lebaran
Mataram, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo SIK., menghadiri pelepasan sekaligus menyaksikan Parade Ogoh-ogoh yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (18/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Jalan Pejanggik, Kota Mataram, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram, unsur TNI dari Korem 162/WB dan Kodim 1606/Mataram, Kapolresta Mataram, serta berbagai elemen masyarakat.
Parade Ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh 105 peserta ogoh-ogoh, dengan masing-masing kelompok diiringi sekitar 100 hingga 250 orang. Iring-iringan budaya tersebut melintasi Jalan Pejanggik, dimulai dari depan Kantor Lurah Cakranegara Barat dan berakhir di kawasan Mayura, Cakranegara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB turut menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri:
Juara I diraih STT Banjar Negara Sakah Cakranegara
Juara II diraih STT Banjar Sasana Dharma Laksana, Turide
Juara III diraih STT Banjar Gajah Mada Pagesangan, Mataram
Kabid Humas Polda NTB Mohammad Kholid menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Nyepi.
Menurutnya, parade ogoh-ogoh tidak hanya menjadi ajang kreativitas seni budaya, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan makna kehidupan bagi umat Hindu.
“Parade ogoh-ogoh bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi serta menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan parade yang berdekatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi bukti kuat terjaganya kerukunan dan toleransi di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kota Mataram.
“Ini adalah bukti nyata toleransi beragama di NTB. Dua momentum besar keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan aman dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.
Redaksi |
Kapolda NTB Pimpin Anev Kesiapan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri 2026, Tekankan Kolaborasi Lintas Sektoral
Mataram, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Edy Murbowo didampingi Wakapolda memimpin Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Minggu I terkait kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Gedung Presisi Polda NTB, Selasa (17/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda NTB, pimpinan masing-masing Satgas Operasi Ketupat Rinjani 2026, serta diikuti secara virtual oleh seluruh Kapolres/ta jajaran dari wilayah masing-masing.
Dalam rapat tersebut, Kapolda NTB memberikan sejumlah arahan strategis setelah mendengarkan paparan dari para Kasatgas dan Kapolres/ta terkait kesiapan pengamanan dua momentum besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yakni Nyepi dan Idul Fitri.
Kapolda menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan di lapangan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait harus benar-benar diimplementasikan secara nyata.
“Strategi kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan pengamanan. Apa yang sudah direncanakan dalam rapat harus benar-benar dilaksanakan di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya strategi toleransi dalam menjaga stabilitas keamanan, mengingat pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Kapolda juga menginstruksikan kepada seluruh Kapolres/ta agar lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan intelijen di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Seluruh Kapolres harus segera mengeksekusi setiap laporan intelijen sebagai langkah cepat dalam mengantisipasi permasalahan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jajaran dapat bekerja maksimal sehingga rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
“Intinya, bagaimana kedua perayaan ini dapat berjalan berdampingan dengan aman dan lancar,” tutup Kapolda.
Redaksi |
Ops Ketupat Rinjani 2026, Polairud Polda NTB Intensifkan Patroli di Pelabuhan Gili Mas dan Kayangan
Mataram, Media Dinamika Global – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momentum mudik dan libur hari raya, Polda NTB melalui Subsatgas Polairud Ops Ketupat Rinjani 2026 mengintensifkan patroli dialogis di kawasan pelabuhan.
Kegiatan tersebut menyasar dua titik strategis, yakni Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Kayangan, Selasa (17/03/2026), yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat pengguna transportasi laut di Nusa Tenggara Barat.
Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang, tetapi juga aktif berdialog secara humanis dengan petugas pelabuhan, penumpang, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar area pelabuhan.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani 2026 yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Patroli ini dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, sekaligus memantau seluruh kegiatan yang berlangsung,” ujarnya.
Selain memantau arus penumpang, petugas juga melakukan pengawasan terhadap proses bongkar muat barang serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi aturan keselamatan selama menggunakan transportasi laut.
Kehadiran personel Polairud di tengah aktivitas pelabuhan diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya selama berlangsungnya Operasi Ketupat Rinjani 2026.
Redaksi |
Diduga Pelaku Pemanahan Dikepung Ratusan Warga, Polisi Sigap Evakuasi
Dompu, Media Dinamika Global — Aparat kepolisian dari jajaran Polres Dompu berhasil mengevakuasi seorang terduga pelaku pemanahan yang sempat dikepung ratusan warga di Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Selasa (18/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
Sejumlah terduga pelaku, inisial
M (18 Thn), Asal Kel. Montabaru Kec. Woja, inisial A, (23 thn), Asal Desa Nowa Kec, dan inasial F, (18 Thn), Asal Desa Nowa Kec. Woja Kab. Dompu.
Terduga pelaku berinisial M (18) diketahui mengamankan diri di salah satu rumah warga setelah diduga terlibat dalam aksi pemanahan yang dipicu persoalan pribadi. Situasi di lokasi sempat memanas karena banyaknya massa yang berkumpul dan berupaya melakukan aksi main hakim sendiri.
Peristiwa bermula dari pertemuan antara M(18) dengan dua rekannya, F(18) dan A(23), di Lapangan Woro, Desa Bakajaya. Berdasarkan informasi, aksi pemanahan dilakukan oleh F yang diduga dilatarbelakangi rasa cemburu setelah melihat pacarnya bersama pria lain.
Setelah kejadian, ketiganya melarikan diri. Dalam di pelarian tersebut,saudara (M) terpisah dan dikejar warga hingga akhirnya berlindung di salah satu rumah warga. Situasi semakin memanas karena ratusan warga mengepung lokasi persembunyian.
Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, S.H. bersama anggota segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Dompu. Melihat eskalasi massa yang meningkat, dilakukan penambahan kekuatan dari Sat Samapta serta Polsek Dompu untuk membantu pengamanan dan evakuasi.
Dengan strategi yang terukur, aparat gabungan melakukan sterilisasi lokasi dan pengalihan perhatian massa. Meski sempat mendapat perlawanan dari warga yang berupaya menghalangi, petugas berhasil mengevakuasi saudara (M) dengan aman dan membawanya ke Mapolres Dompu beserta barang bukti berupa satu busur panah.
Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan langkah persuasif dan terukur dalam menangani situasi tersebut.
“Kami mengutamakan keselamatan semua pihak, baik masyarakat maupun terduga pelaku. Situasi di lapangan cukup dinamis karena banyaknya massa, sehingga kami lakukan koordinasi dan penguatan personel agar evakuasi dapat berjalan aman tanpa menimbulkan konflik lanjutan,” ungkap IPTU Kurniawan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Di tempat terpisah Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi sinergi dan kolaborasi lintas fungsi dalam penanganan kejadian tersebut.
“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara fungsi Intelkam, Samapta, serta jajaran Polsek. Kolaborasi lintas sektoral ini sangat penting dalam mengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelas IPTU Nyoman.
Ia menambahkan bahwa langkah cepat dan terukur yang dilakukan anggota di lapangan berhasil mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri serta menjaga situasi tetap kondusif.
Polres Dompu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan setiap permasalahan hukum kepada aparat yang berwenang.
Redaksi |
Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota Ringkus Pelaku Curanmor, Dua Motor Diamankan
Bima NTB, Media Dinamika Global.id-- Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua beserta barang bukti, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.
Pelapor diketahui bernama Siti Hajar (41), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.
Sementara itu, terduga pelaku yang berhasil diamankan berinisial AS alias Eno (21), laki-laki, yang tidak memiliki pekerjaan tetap, warga Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima tim terkait telah diamankannya terduga pelaku oleh anggota Polsek Monta dalam kasus pencurian sepeda motor.
Setelah menerima informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota segera mengamankan terduga pelaku AS alias Eno beserta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang diduga merupakan hasil kejahatan.
Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui telah menjual satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih kepada seseorang bernama Rangga di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu.
Menindaklanjuti pengakuan tersebut, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih dari tangan saudara Rangga, yang bersangkutan bersikap kooperatif dan menyerahkan barang bukti tersebut kepada petugas.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa dua unit sepeda motor Honda Beat, masing-masing berwarna hitam dan putih, dengan nomor polisi EA-4279-YI, nomor rangka MH1JMF111SK343551, serta nomor mesin JMF1E-1341893.
Selanjutnya, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan ke Mako Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut dan diserahkan kepada piket Satreskrim.
Polres Bima Kota mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.(Sekjend MDG)











