Media Dinamika Global

Senin, 02 Maret 2026

Fahri Hamzah: Singa Parlemen dari NTB yang Kini Mengawal Sektor Perumahan Rakyat


Jakarta. Media Dinamika Global.Id.- Nama Fahri Hamzah telah lama menjadi identitas bagi kritik tajam dan retorika berani di panggung politik nasional. Politikus kelahiran 10 November 1971 asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dikenal sebagai sosok yang tak pernah ragu berseberangan arus. Kini, babak baru kariernya dimulai sejak ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada tahun 2024.

Aktivis Reformasi: Dari Kampus UI ke Pucuk KAMMI

Perjalanan intelektual Fahri dimulai di Fakultas Pertanian Universitas Mataram, sebelum akhirnya ia memutuskan pindah ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1992. Di "Kampus Perjuangan" inilah bakat kepemimpinannya terasah tajam sebagai aktivis Islam dan Ketua Departemen Litbang Senat Mahasiswa UI.

Saat badai Reformasi 1998 mengguncang Indonesia, Fahri berada di barisan terdepan. Ia merupakan salah satu deklarator sekaligus Ketua I Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Menariknya, di saat gelombang mahasiswa menentang B.J. Habibie, Fahri secara terbuka memberikan dukungan kepada Presiden ke-3 RI tersebut sebagai transisi konstitusional yang sah.

Dua Dekade di Jantung Legislatif

Karier legislatif Fahri bermula sebagai staf ahli MPR RI (1999–2002), di mana ia terlibat langsung dalam diskusi krusial amandemen UUD 1945. Langkah politiknya semakin mantap saat terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB pada pemilu 2004.

Selama menjabat, Fahri dikenal sebagai personifikasi Komisi III (Hukum). Puncak karier legislatifnya diraih saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019. Di kursi pimpinan itulah, gaya bicaranya yang lugas dan seringkali kontroversial menjadikannya langganan pemberitaan media nasional.

Kontroversi: Usulan Pembubaran KPK hingga Prahara Pemecatan

Nama Fahri Hamzah hampir selalu identik dengan kontroversi yang memicu perdebatan publik:

Kritik Keras terhadap KPK: Pada 2011, Fahri secara mengejutkan mengusulkan pembubaran KPK. Ia berpendapat bahwa lembaga antirasuah tersebut gagal menangani korupsi sistemik meski telah diberi waktu delapan tahun.

Prahara dengan PKS: Tahun 2016 menjadi ujian terberat bagi karier partainya. Fahri dipecat oleh PKS setelah menolak instruksi Majelis Syura untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR. Perselisihan ini berlanjut ke ranah hukum, di mana Fahri akhirnya memenangkan gugatan terhadap partainya sendiri.

Babak Baru: Menuju Eksekutif

Setelah masa jabatannya di DPR berakhir dan ia mendirikan partai baru (Gelora), Fahri kini bertransformasi dari pengkritik pemerintah menjadi bagian dari eksekutif. Sebagai Wakil Menteri Perumahan, ia memikul tanggung jawab besar untuk menyelesaikan persoalan backlog perumahan bagi rakyat kecil—sebuah tantangan yang membutuhkan kerja nyata di lapangan, melampaui sekadar retorika parlemen.

Di balik sosoknya yang "garang" di televisi, Fahri adalah seorang ayah dari tiga anak yang tetap menjaga kedekatan emosional dengan tanah kelahirannya, NTB. (Wikipedia)

Pasca Dugaan Keracunan MBG,Wakil Bupati Tulang Bawang Sidak Langsung SPPG Di Kota Menggala.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Pasca Dugaan Keracunan MBG, Wakil Bupati Tulang Bawang Sidak
Langsung SPPG di Kota Menggala, Senin 02 Maret 2026.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi langkah tindak lanjut atas adanya dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga diperlukan pengawasan langsung guna memastikan setiap unit pelayanan menjalankan operasional secara higienis, aman, dan sesuai prosedur.

Adapun lokasi yang menjadi titik peninjauan meliputi SPPG Tiuh Tohou, SPPG Kagungan Dalam, SPPG Menggala Selatan 2, dan SPPG Menggala Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati secara langsung memeriksa kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta meninjau kelayakan dapur yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Berdasarkan hasil peninjauan, ditemukan bahwa dari empat SPPG yang dikunjungi, terdapat tiga lokasi yang belum memenuhi standar kelayakan IPAL. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapatkan perhatian dan perbaikan agar operasional pelayanan pemenuhan gizi dapat berjalan optimal, higienis, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wakil Bupati menegaskan bahwa seluruh SPPG harus mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan, mengingat program ini berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Seluruh SPPG harus berjalan sesuai standar dan aturan yang berlaku. Jika ada pelanggaran, akan kita tindak tegas. Keamanan makanan, kualitas gizi, serta pengelolaan IPAL wajib menjadi prioritas,” tegas Wakil Bupati. 

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar, sehingga seluruh unit pelayanan pemenuhan gizi dapat beroperasi secara maksimal, aman, dan sesuai regulasi. (Fs/Red) 

Mengunci Leher Dunia: Mandat Negara Laut Di Tengah Bara Teheran.


Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Sabtu pagi ini, 28 Februari 2026, dunia tersentak oleh ledakan di Teheran. Namun bagi saya, dentum bom itu adalah lonceng kematian bagi ketertiban hukum laut internasional yang selama ini kita agungkan secara naif. Penutupan Selat Hormuz bukan sekadar krisis energi; itu adalah runtuhnya dogma navigasi global. Saat ini, ketika urat nadi minyak dunia terputus, semua mata akan melirik ke arah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), khususnya Selat Malaka dan Selat Sunda. Di sinilah tesis saya dalam buku "Menggagas Negara Laut" menemukan pembuktiannya: Indonesia kini memegang tali gantung leher dunia.

Paradigma Penipu dan Gugat UNCLOS, selama ini, kita terjebak dalam apa yang saya sebut sebagai "paradigma penipu". Kita bangga disebut sebagai Archipelagic State oleh UNCLOS 1982, tanpa menyadari bahwa itu adalah jerat hukum yang diciptakan kekuatan lama (Old Established Forces) untuk menjamin kapal perang mereka bisa melenggang gratis di halaman rumah kita. Pasal 53 UNCLOS telah mengebiri kedaulatan kita, memaksa kita membuka jalur ALKI seolah-olah laut antar-pulau kita adalah wilayah tak bertuan.

Namun hari ini, keadaan berubah. Dengan Hormuz yang tertutup, Selat Sunda bukan lagi sekadar jalur pelengkap. Ia adalah satu-satunya napas bagi stabilitas Asia Timur dan Barat. Saya melihat ini sebagai momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan apa yang saya gagas sejak lama: melakukan rehabilitasi atas UU No. 4 Tahun 1960. Kita harus berani menyatakan bahwa laut kita bukan sekadar jalur lintas, melainkan tubuh kedaulatan yang utuh.

Prabowo dan Kendali Atas Leher Dunia, Meminjam pemikiran Ali Shariati, gerakan besar membutuhkan tokoh besar. Saya melihat kapasitas itu pada Prabowo. Ia bukan sekadar politisi, ia adalah praktisi geostrategi yang memahami bahwa kedaulatan tidak bisa ditegakkan hanya dengan tanda tangan diplomatik, melainkan dengan kehadiran fisik (presence). Dalam situasi krisis ini, Prabowo memiliki legitimasi untuk menarik "tali gantung" itu.
Ketika Amerika Serikat memberikan ancaman terakhir dan koalisi Barat menuntut akses cepat melalui ALKI I untuk memobilisasi armada mereka, kita harus bersikap. Jika kita masih menggunakan kacamata UNCLOS yang usang, kita akan membiarkan mereka lewat secara cuma-cuma sementara rakyat kita menanggung kenaikan harga minyak. Namun, dengan doktrin "Negara Laut", Prabowo bisa memutus rantai tersebut. Kita berhak mengatur siapa yang lewat, apa yang mereka bawa, dan apa kompensasi kedaulatan yang mereka berikan kepada kita.

Kedaulatan Bukan Sekadar Navigasi, Dalam buku saya, saya menekankan kritik terhadap kebijakan maritim yang terlalu permisif. Kita seringkali takut pada sanksi internasional hingga lupa pada perut rakyat sendiri. Senin esok, pasar akan guncang. Jika Indonesia tetap setia pada kontrak impor minyak Amerika demi "menjaga hubungan baik", maka kita sedang mengkhianati amanat konstitusi.

Sebaliknya, jika kita memanfaatkan posisi Selat Sunda sebagai "leher dunia", kita memiliki daya tawar yang absolut. Kita bisa mengabaikan kewajiban impor minyak dari AS dan beralih sepenuhnya ke blok Rusia-China (BRICS) yang lebih mampu menjamin pasokan energi murah bagi rakyat kita. Mengapa? Karena mereka butuh pintu lewat, dan pintu itu ada di tangan kita. Inilah yang saya maksud dengan kedaulatan yang substansial: menggunakan keunggulan geografis untuk kemandirian ekonomi.
Menepis Manipulasi, Menghadapi Realitas

Perang siber dan propaganda mungkin akan memenuhi layar ponsel kita besok, mencoba memanipulasi opini agar kita tunduk pada kemauan koalisi Barat. Namun bagi saya, itu semua hanya gangguan administratif. Realitas yang nyata adalah laut. Siapa yang menguasai titik sempit (choke points), dialah yang menentukan jalannya sejarah.

Saya mengusulkan agar pemerintah segera menetapkan Selat Sunda sebagai zona pertahanan maritim strategis yang otonom. Jangan biarkan satu pun armada militer asing masuk ke ALKI tanpa izin eksplisit sebuah langkah yang mungkin dianggap melanggar UNCLOS, namun sepenuhnya sah menurut mandat kemanusiaan dan kedaulatan nasional. Kita harus berhenti menjadi "bangsa penurut" dan mulai menjadi "bangsa pengatur".

Kesimpulan: Proklamasi Kedua
Hari ini bukan sekadar hari pengeboman Teheran; bagi saya, ini adalah hari proklamasi kedua bagi kedaulatan maritim Indonesia. Jika kita memiliki nyali untuk menerapkan prinsip-prinsip "Negara Laut" bahwa laut adalah ruang hidup yang mutlak dikuasai maka Indonesia akan keluar dari krisis ini sebagai pemenang.

Tali gantung leher dunia ada di genggaman Prabowo. Sekarang pilihannya hanya dua: tetap membiarkan tali itu longgar dan membiarkan asing mendikte kita, atau menariknya dengan kencang demi martabat dan kemandirian bangsa. Saya berdiri pada pilihan kedua. Laut adalah kita, dan saatnya kita yang mengatur aturan main di laut kita sendiri. (Rls)

Editor : Aminudin

Penulis : Wim Badri Zaki, S.H.,M.M.
corporate lawyer of indonesia
LAMPUNG

Profile penulis :
12 tahun sebagai Advokat PERADI, Dewan Pakar KAHMI Bandar Lampung, Pengurus APINDO Lampung, Penasehat pada Jaringan Petani Persada Nusantara, Alumni Fak. Hukum UNILA, Penulis buku “Menggagas Negara Laut: Lepas Pikir Dan Kritik Terhadap Kebiakan Archipelagic State”. 
Experience. 

Sebagai ADVOKAT SEJAK 2014
PT. HUMA INDAH MEKAR (PERKEBUNAN – BAKRIE GROUP). 
PT. MULTI KARYA ENGINEERING (KEPAILITAN). 
PT. SULTAN DALIL ENERGI (DISTRIBUTOR MINYAK)
PT. LAMPUNG ENERGI BERJAYA (BUMD-LAMPUNG SUB ENERGI)

Sebagai PENGUSAHA SEJAK 2018, PT. WIM MANDIRI LAMPUNG (PENERBIT BUKU DAN JURNAL) HUMAN CAPITAL dan RISK DIRECTOR PT. DUKONT SINERGI PERDANA Education

UNIVERSITAS LAMPUNG lulus 2008, FAKULTAS HUKUM | HUKUM INTERNASIONAL
Skripsi : Peranan International Atomic Energy Agency (IAEA) Dalam Pengawasan Pengembangan Energi Nuklir Untuk Tujuan Damai 
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG Lulus 2013
MAGISTER MANAJEMEN BISNIS | HUMAN CAPITAL. 

Tesis : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformatif dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Multi Karya Engineering UNIVERSITAS INDONESIA Berhenti 2024
DOKTORAL ILMU HUKUM | HUKUM BISNIS, Proposal Disertasi: Konsolidasi Hukum Persaingan Usaha dan Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia (Fs/Red) 

Umi Dinda Wagub NTB, Lakukan Kunjungan Safari Ramadhan di SMKN 3 Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.- Senin 2 Matet 2026 - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, melakukan kunjungan Safari Ramadan di SMK Negeri 3 Kota Bima. Kunjungan tersebut diisi dengan dialog interaktif bersama guru dan siswa sekaligus penegasan komitmen penguatan karakter, kewirausahaan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, Senin (2/3).

Dalam sambutannya, Wagub Dinda menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi siswa. “Saya merasa bangga melihat langsung berbagai kreativitas anak-anak kita. Potensi mereka luar biasa dan ini harus dibaca sebagai peluang ekonomi”, ujarnya.

Dirinya menyoroti peluang produksi suvenir pernikahan sebagai pasar potensial di Pulau Sumbawa, khususnya Bima, mengingat tingginya kebutuhan dalam setiap acara hajatan. 

Menurutnya, sekolah kejuruan dapat mengembangkan unit produksi sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa.

Wagub Dinda juga mendorong para Kepala Sekolah dan guru untuk fokus pada capaian prestasi siswa, terutama melalui jalur prestasi dan undangan agar lebih banyak lulusan dari Bima dan Pulau Sumbawa dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri bergengsi.

“Jangan jadikan jarak geografis sebagai alasan. Anak-anak kita harus berani menunjukkan prestasi dan menjemput peluang,” tegasnya.

Selain itu, Wagub Dinda mengingatkan pentingnya peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa SMK agar memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja.

“Penguatan bahasa Inggris itu penting sebagai nilai tambah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dinda juga menitipkan pesan agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk praktik bullying.

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan. Rasa aman dan nyaman harus kita jaga bersama agar bullying tidak terulang kembali," pesannya.

Sementara itu ketua OSIS SMK Negeri 3 Kota Bima, Nafisah, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi pencegahan kekerasan.

“Kami mungkin tidak bisa mencegah semua bentuk kekerasan, tetapi kami harus punya tindakan. Media sosial bisa menjadi ruang edukasi agar siswa lebih sadar dan saling menghormati”, ujar Nafisah.

Dirinya menegaskan, sikapnya yang tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Menurutnya, generasi muda harus berani bersuara dan menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah.

Ketua OSIS periode sebelumnya, Gifar, menjelaskan bahwa pada periode kepemimpinannya, OSIS memberdayakan ekstrakurikuler PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) sebagai garda terdepan kampanye anti bullying.

“PIKR menjadi tombak utama kami dalam sosialisasi anti bully. Mereka membuat edukasi langsung ke siswa dan juga konten di media sosial”, jelasnya.

Dirinya menambahkan, sejumlah anggota PIKR juga tergabung dalam Forum Anak dan Forum GenRe tingkat kota hingga provinsi, sehingga memiliki kapasitas lebih dalam menyampaikan edukasi sebaya.

“Pendekatan teman sebaya itu lebih mudah diterima. Kami di OSIS juga bekerja sama dengan guru BK, jika ada indikasi bullying, kami laporkan untuk ditindaklanjuti”, tambahnya.

Kisah para siswa ini menjadi bukti bahwa SMK Negeri 3 Kota Bima bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, melainkan ruang tumbuh bagi mimpi dan harapan. Dari hobi sederhana seperti menggambar, lahir keterampilan profesional yang membuka peluang organisasi, prestasi hingga masa depan karier.

Dengan dukungan sekolah yang inklusif dan perhatian terhadap kondisi ekonomi siswa, SMK Negeri 3 Kota Bima terus menjadi wadah yang memberi kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang, berdaya, dan percaya diri menatap masa depan.(Sekjend MDG)

Gubernur Iqbal Dorong Koperasi Punya Bisnis Nyata


Bima, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan koperasi dan ekosistem bisnis berbasis masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada para pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, Senin (2/3).

Gubernur Iqbal menekankan bahwa pemerintah daerah akan membantu pengembangan teknologi dan penyusunan rencana bisnis agar koperasi maupun unit usaha desa dapat berjalan optimal. Selain itu, pendampingan juga akan diberikan untuk memfasilitasi akses permodalan melalui perbankan.

“Kita akan bantu susun rencana bisnisnya, supaya bisa mengakses pinjaman perbankan. Yang paling penting koperasi ini punya bisnis, bukan sekadar punya gerai”, tegasnya.

Menurutnya, selama ini rantai distribusi hasil pertanian terlalu panjang sehingga petani tidak menikmati keuntungan maksimal. Hasil panen dari petani berpindah tangan ke berbagai perantara sebelum sampai ke pasar, yang berdampak pada rendahnya nilai tukar petani.

Dirinya menjelaskan, konsep koperasi yang digagas pemerintah bertujuan memangkas rantai distribusi tersebut. Melalui koperasi, petani dapat menjual langsung hasil produksi ke pasar atau pembeli akhir sehingga memiliki posisi tawar lebih kuat dalam menentukan harga.

“Kalau koperasi kuat dan terkonsolidasi, mereka bisa ikut menentukan harga. Ini yang akan meningkatkan nilai tukar petani dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian”, ujarnya.

Gubernur Iqbal juga mendorong pengembangan usaha produktif di desa, seperti peternakan ayam petelur skala rumah tangga dan budidaya hortikultura melalui sistem rumah kaca (greenhouse). Model usaha tersebut dinilai realistis untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Dirinya mencontohkan, dengan pengelolaan kandang ayam secara kolektif, desa dapat menghasilkan ribuan butir telur per minggu yang dipasarkan melalui koperasi. Demikian pula dengan budidaya cabai dan sayuran konsumsi harian, yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

“Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan NTB masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, penguatan ekosistem produksi lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Gubernur Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakot sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah dalam mempercepat operasional dan pengembangan bisnis koperasi di desa.

Dirinya menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa bukan semata urusan politik, melainkan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau urusan politik, kita bicarakan pada tempatnya. Tapi urusan ekonomi rakyat, ini yang harus kita kerjakan bersama," tutupnya.

Redaksi |

Tak Lagi Mataram Sentris, Lentera Ramadan Kini Keliling NTB


Kota Bima, Madia Dinamika Global.Id.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar program Lentera Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Muwahidin, Kota Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Lentera Ramadan 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota di NTB.

Lentera Ramadan merupakan program baru Pemprov NTB yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan 1447 H dengan tujuan memperkuat syiar Islam, kegiatan keagamaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kegiatan ini meliputi pengajian, tausiah, lomba-lomba keagamaan, bazar UMKM, hingga edukasi usaha dan pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan terpusat di Islamic Center, Kota Mataram. Namun mulai 2026, saya meminta agar kegiatan dilaksanakan secara bergilir di seluruh wilayah NTB”, ucap Gubernur Iqbal. Senin, (2/3/26)

Rangkaian Lentera Ramadan 2026 dimulai di Lombok Utara pada 25 Februari-1 Maret 2026, dilanjutkan di Kota Bima pada 2-3 Maret 2026, Lombok Tengah pada 4-8 Maret 2026, dan ditutup di Islamic Center Hubbul Wathan Mataram pada 11–17 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pembangunan di NTB tidak boleh terpusat di Mataram, melainkan harus merata hingga ke seluruh pelosok daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Bima.

“Pembangunan tidak boleh Mataram Center. Pembangunan harus disebar dari Ampenan sampai Sape”, tegas Gubernur Iqbal.

Komitmen pemerataan tersebut diwujudkan salah satunya melalui penguatan layanan kesehatan di Pulau Sumbawa. Pemprov NTB telah meningkatkan status rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa menjadi tipe B agar masyarakat tidak perlu lagi ke Mataram untuk layanan cath lab, pemeriksaan jantung, stroke, ginjal, dan cuci darah.

Selain itu, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Bima juga mendorong peningkatan status Rumah Sakit Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C. Gubernur Iqbal memastikan bahwa mulai Juni 2026, layanan kesehatan utama dapat dilakukan di Kota Bima sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke Mataram untuk sebagian besar perawatan.

“Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang selama ini harus tinggal berbulan-bulan di Mataram untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan”, ucap Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di masjid yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, model ini mencerminkan harmoni antara kekuatan spiritual dan ekonomi.

“Masjid dan pasar bisa menyatu. Dunia dan akhirat bisa berjalan seiring”, ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, menyampaikan bahwa rangkaian Lentera Ramadan di Kota Bima telah diawali sejak pagi dengan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Amahami bersama Wakil Gubernur NTB, dilanjutkan upacara siaga di Kantor Pemerintah Kota Bima, peninjauan UMKM binaan serta kunjungan kepada keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Dirinya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kehadiran pimpinan daerah NTB menjadi motivasi bagi kami di pemerintah daerah Kota Bima untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat”, tuturnya.

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, perekonomian Kota Bima menunjukkan tren pertumbuhan positif sekitar 4-5 persen per tahun, dengan kontribusi terbesar dari sektor perdagangan dan jasa. Meski tingkat inflasi masih relatif tinggi, hasil sidak pasar menunjukkan adanya stabilitas harga pada sejumlah komoditas strategis, termasuk cabai merah dan kebutuhan pokok lainnya.

“Pemerintah Kota Bima memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau”, tutupnya.

Melalui Lentera Ramadan 1447 H, Pemprov NTB berharap semangat kebersamaan, pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi umat dapat semakin dirasakan masyarakat di seluruh wilayah NTB, khususnya di Kota Bima.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, jajaran Kepala OPD pendamping serta Forkopimda Kota Bima.

Redaksi ||

Wagub NTB: Sekolah Harus Aman, Kreatif, dan Berdaya Saing


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.- Senin 2 Matet 2026 - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, melakukan kunjungan Safari Ramadan di SMK Negeri 3 Kota Bima. Kunjungan tersebut diisi dengan dialog interaktif bersama guru dan siswa sekaligus penegasan komitmen penguatan karakter, kewirausahaan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, Senin (2/3).

Dalam sambutannya, Wagub Dinda menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi siswa. “Saya merasa bangga melihat langsung berbagai kreativitas anak-anak kita. Potensi mereka luar biasa dan ini harus dibaca sebagai peluang ekonomi”, ujarnya.

Dirinya menyoroti peluang produksi suvenir pernikahan sebagai pasar potensial di Pulau Sumbawa, khususnya Bima, mengingat tingginya kebutuhan dalam setiap acara hajatan. 

Menurutnya, sekolah kejuruan dapat mengembangkan unit produksi sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa.

Wagub Dinda juga mendorong para Kepala Sekolah dan guru untuk fokus pada capaian prestasi siswa, terutama melalui jalur prestasi dan undangan agar lebih banyak lulusan dari Bima dan Pulau Sumbawa dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri bergengsi.

“Jangan jadikan jarak geografis sebagai alasan. Anak-anak kita harus berani menunjukkan prestasi dan menjemput peluang,” tegasnya.

Selain itu, Wagub Dinda mengingatkan pentingnya peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa SMK agar memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja.

“Penguatan bahasa Inggris itu penting sebagai nilai tambah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dinda juga menitipkan pesan agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk praktik bullying.

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan. Rasa aman dan nyaman harus kita jaga bersama agar bullying tidak terulang kembali," pesannya.

Sementara itu ketua OSIS SMK Negeri 3 Kota Bima, Nafisah, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi pencegahan kekerasan.

“Kami mungkin tidak bisa mencegah semua bentuk kekerasan, tetapi kami harus punya tindakan. Media sosial bisa menjadi ruang edukasi agar siswa lebih sadar dan saling menghormati”, ujar Nafisah.

Dirinya menegaskan, sikapnya yang tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Menurutnya, generasi muda harus berani bersuara dan menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah.

Ketua OSIS periode sebelumnya, Gifar, menjelaskan bahwa pada periode kepemimpinannya, OSIS memberdayakan ekstrakurikuler PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) sebagai garda terdepan kampanye anti bullying.

“PIKR menjadi tombak utama kami dalam sosialisasi anti bully. Mereka membuat edukasi langsung ke siswa dan juga konten di media sosial”, jelasnya.

Dirinya menambahkan, sejumlah anggota PIKR juga tergabung dalam Forum Anak dan Forum GenRe tingkat kota hingga provinsi, sehingga memiliki kapasitas lebih dalam menyampaikan edukasi sebaya.

“Pendekatan teman sebaya itu lebih mudah diterima. Kami di OSIS juga bekerja sama dengan guru BK, jika ada indikasi bullying, kami laporkan untuk ditindaklanjuti”, tambahnya.

Kisah para siswa ini menjadi bukti bahwa SMK Negeri 3 Kota Bima bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, melainkan ruang tumbuh bagi mimpi dan harapan. Dari hobi sederhana seperti menggambar, lahir keterampilan profesional yang membuka peluang organisasi, prestasi hingga masa depan karier.

Dengan dukungan sekolah yang inklusif dan perhatian terhadap kondisi ekonomi siswa, SMK Negeri 3 Kota Bima terus menjadi wadah yang memberi kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang, berdaya, dan percaya diri menatap masa depan.

Redaksi |

Gubernur NTB Ajak Warga Bima Tanam 2.000 Pohon di Puncak Safari Ramadan


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.- Puncak Safari Ramadan Kabupaten Bima digelar di Masjid Al-Muwahiddin Kota Bima, Senin (2/3).

Kegiatan dihadiri Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dan Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh Kabupaten/Kota hingga akhir masa jabatan. Dirinya mengakui masih adanya keterbatasan anggaran, namun memastikan hal tersebut tidak mengurangi semangat untuk terus memperbaiki infrastruktur, khususnya di Kabupaten dan Kota Bima.

Gubernur Iqbal mengungkapkan, sedikitnya 41 kilometer jalan Provinsi di Pulau Sumbawa mengalami kerusakan berat akibat bencana dan kerusakan lingkungan. Dirinya menegaskan, pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai puasa, yakni menahan diri dan berbagi demi keberlanjutan kehidupan.

“Kerusakan alam bukan semata karena takdir, tetapi akibat ulah manusia. Karena itu, mari kita menanam kembali lahan-lahan kosong dan menjaga lingkungan demi generasi mendatang”, ajaknya. Gubernur Iqbal juga berjanji mengirimkan 2.000 bibit pohon untuk ditanam di wilayah setempat.

Selain itu, dirinya menyampaikan rencana perbaikan sound system masjid-masjid utama di NTB agar kualitas ceramah dan khutbah dapat terdengar dengan baik. Tim ahli dari Jakarta dijadwalkan melakukan survei ke Masjid Al-Muwahiddin dalam waktu dekat.

Pada kesempatan tersebut turut diserahkan berbagai bantuan, antara lain dari Biro Kesra berupa 32 mukenah dan 25 sarung, dari Bank NTB Syariah berupa 50 paket sembako, 10 paket sarung, 10 paket sajadah dan 5 paket mukenah serta dari Baznas berupa uang tunai Rp20 juta dan 40 paket sembako.

Safari Ramadan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, mempererat ukhuwah serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keseimbangan alam dan membangun NTB yang lebih baik.

Redaksi |

Program Desa Berdaya Intervensi Nyata untuk 50 KK di Ntobo


Bima, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Desa Berdaya di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Senin (2/3). Kunjungan ini difokuskan pada penguatan program Desa Berdaya Transformatif, terutama dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

Di Kelurahan Ntobo sendiri, tercatat sebanyak 50 kepala keluarga menjadi sasaran program bantuan. Gubernur Iqbal juga menyempatkan diri mengunjungi Musholla setempat dan menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan ibadah masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa fokus utama program Desa Berdaya Transformatif adalah pengentasan kemiskinan ekstrem dengan sasaran yang jelas dan terukur.

“Sasaran program ditetapkan secara spesifik, yakni sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Ntobo, bukan 50 individu. Penetapan jumlah tersebut mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar terarah, terukur, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal meninjau langsung tiga rumah warga yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem. Salah satu rumah yang dikunjungi langsung ditindaklanjuti untuk diperbaiki sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, secara pribadi Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan sebanyak 10 ekor ayam kepada salah seorang warga sebagai stimulus awal untuk mendukung ketahanan pangan dan tambahan penghasilan keluarga. Bantuan sembako juga disalurkan melalui Baznas kepada warga yang membutuhkan.

Pendamping Desa Berdaya, Nur Afriani menjelaskan, bahwa jumlah warga terdampak sekitar lima puluh orang. Namun bantuan program secara menyeluruh masih menunggu pencairan.

“Untuk warga yang terdampak jumlahnya sekitar lima puluh orang. Terkait penyaluran, bantuan tersebut direncanakan diberikan sekaligus untuk seluruh lima puluh orang, tidak dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Selain fokus pada penanganan kemiskinan, Gubernur Iqbal juga mengunjungi pelaku usaha mikro, yakni UKM Dina yang memproduksi kain tenun. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat setempat.

Safari Ramadan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa program Desa Berdaya Transformatif berjalan langsung menyentuh masyarakat, tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi melalui aksi nyata di lapangan.

Redaksi ||

NTB Asri Berkelanjutan, Komitmen Kelola Sampah dan Tanam Pohon


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menggelar Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Walikota Bima, Senin (2/3). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan arahan nasional untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan dengan pola konvensional kumpul, angkut, buang, melainkan harus beralih pada sistem yang terintegrasi, dimulai dari hulu atau sumber sampah hingga ke tempat pemrosesan akhir”, tutur Wagub Dinda.

Pemerintah Provinsi NTB menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bersama. Dari sepuluh TPA di NTB, baru sebagian yang menerapkan sistem terkontrol, sementara lainnya masih memerlukan penataan lebih lanjut. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga menjadi perhatian. Pada 2025, IKLH Provinsi NTB tercatat 77,4 dengan kategori baik, namun masih berada di bawah target nasional. 

“Parameter seperti kualitas udara, kualitas air, dan tutupan lahan menjadi fokus perbaikan melalui gerakan reboisasi dan penghijauan yang konsisten”, kata Wagub Dinda.

“Gerakan Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan untuk aksi nyata. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dan dilakukan secara sistemik serta terukur”, tegas Wagub Dinda.

Sebagai wujud aksi nyata, apel siaga tersebut dirangkaikan dengan penanaman pohon pule di halaman Kantor Walikota Bima. Penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat gerakan penghijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan perkotaan.

“Kita ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Penanaman pohon pule hari ini adalah simbol bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama”, lanjutnya.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, pesantren, tempat ibadah hingga komunitas masyarakat untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan.

“Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan akan kehilangan pondasi. Karena itu, mari kita wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang”, tutup Wagub Dinda. 

Redaksi ||