Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Kapolres Bima AKBP M.Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH.,, Menghadiri Kegiatan Gotong Royong Bersama Forkopimda Kabupaten Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan tersebut bertempat atau di fokuskan di pertigaan patung kuda Desa Panda dan sepanjang Pantai Kalaki, jalan dua Panda.serta Sampai Bandara, Jum'at 23 Januari 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati Bima dr Irfan Zubaidi serta sejumlah perwakilan Forkopimda dan Personel Polres Bima, instansi terkait. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh personel TNI.

Terlihat personel TNI Polri dan unsur Forkompinda serta masyarakat memungut sampah di lokasi yang juga sebagai pusat kuliner tersebut.

Dalam meningkatkan kebersamaan lintas instansi dan aksi kepedulian lingkungan. Para Peserta memungut sampah sebagai bentuk kampanye menjaga kebersihan.(Sekjend MDG)

Himbauan : Angin Kencang, Hujan Deras, Tanah Longsor Melanda Kabupaten Bima, Dampak Bibit Siklon Tropis di Selatan Indonesia


Himbauan, Media Dinamika Global.id.// Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan angin lapisan 3.000 feet pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 07.00 WITA, yang menunjukkan adanya pola angin cukup kuat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Kabupaten Bima.

Berdasarkan peta analisis BMKG, wilayah NTB berada dalam pengaruh aliran angin baratan-barat daya dengan kecepatan berkisar 20 hingga 32 knot. Kondisi ini dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P di perairan selatan Indonesia yang menyebabkan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah sekitar Nusa Tenggara.

Untuk Kabupaten Bima, pola angin terlihat relatif rapat dan mengarah dominan dari barat hingga barat daya, menandakan potensi angin kencang sesaat, terutama di wilayah pesisir, perbukitan, dan perairan sekitar Selat Sape serta Laut Flores. Kondisi ini juga dapat meningkatkan potensi gelombang laut dan cuaca kurang bersahabat bagi aktivitas nelayan.

BMKG mengimbau masyarakat Kabupaten Bima agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap Pohon tumbang dan baliho roboh akibat angin kencang, Gangguan pelayaran dan aktivitas nelayan, Potensi hujan disertai angin kencang dalam skala lokal. Nelayan kecil dan pengguna perahu tradisional disarankan menunda aktivitas melaut apabila kondisi angin dan gelombang dirasa membahayakan.

BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon tropis tersebut dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca resmi BMKG serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sekian dan Kalembo Ade. Tetap Meningkatkan Kewaspadaan Dou Mbojo Dompu 🙏

Ribuan Pelajar SMP Kota Bandar Lampung Ikuti Apel Besar Satgas Retina Angkatan Ke - II.

Bandar Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Ribuan pelajar tingkat SMP se-Kota Bandar Lampung mengikuti apel besar Satuan Tugas Remaja Anti Narkoba, Kekerasan dan Judi Online (Satgas Retina) Angkatan Ke II yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Karya Bakti Herman HN, Kepayang, Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat 23 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.200 anggota Satgas Retina dari perwakilan sekolah tingkat SMP se-Kota Bandar Lampung. Apel besar tersebut turut dihadiri Kapolresta Bandar Lampung, Dandim 0410/KBL, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, serta para kepala sekolah se-Kota Bandar Lampung.

Dalam amanatnya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menyampaikan bahwa kegiatan Satgas Retina bersama Dinas Pendidikan merupakan wujud sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.

“Sekolah harus menjadi ruang yang nyaman bagi peserta didik dalam membentuk karakter, disiplin, serta nilai-nilai kebangsaan,” ujar Kombes Pol Alfret.

Ia menegaskan, melalui Satgas Retina, Polresta Bandar Lampung berkomitmen memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan pendidikan, seperti kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga judi online.

Upaya tersebut dilakukan melalui langkah pencegahan, pendampingan, serta edukasi yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Kapolresta juga mengingatkan seluruh anggota Satgas Retina untuk selalu mengedepankan sikap dan perilaku yang baik, menjadi teladan bagi sesama pelajar, serta menghormati guru di lingkungan sekolah.

“Saat ini Satgas Retina Kota Bandar Lampung berjumlah 1.200 pelajar. Ini menjadi kekuatan besar untuk menanamkan nilai positif sejak dini agar generasi penerus terhindar dari narkoba, tawuran, bullying, dan budaya korupsi,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Wilson Faisol mewakili Wali Kota Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada Polresta Bandar Lampung dan Dinas Pendidikan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Ia berharap Satgas Retina mampu menjadi motor perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami meminta seluruh anggota Satgas Retina untuk menjadi duta perubahan, menjaga kedisiplinan, serta mengajak teman-temannya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Kegiatan apel besar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan dunia pendidikan dalam menjaga keamanan serta membangun masa depan generasi muda Kota Bandar Lampung yang berkarakter dan berprestasi.(Fs/Red) 

Armannul HaQim Ketua Harian LSM DG NTB Gelar Audensi dengan Pemerintah Kelurahan Ule Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Dalam audensi kami ada beberapa tuntutan dari LSM Lembaga swadaya masyarakat dinamika global ntb/aliansi mahasiswa dan pemuda kedo, Jumat 23 Januari 2026.

1. Mempertanyakan hasil laporan pertanggung jawaban (LPJ) tahun anggaran 2024-2025 

2. Bagaimana solusi dari pemerintah kelurahan Ule kota bima terhadap sampah yang berserakan.

Lewat audensi kami belum mampu untuk menjawab dan tidak dapat mencari solusi tentang pembuangan sampah yang berserakan maka dari itu saya selalu ketua harian LSM Lembaga swadaya masyarakat dinamika global ntb memberikan solusi terhadap pemerintah kelurahan dan di jawab oleh pemerintah kelurahan di sepakati bersama oleh pemerintah kelurahan Ule kota bima dan saya memanfaatkan adanya tiga roda yang ada di kelurahan uleh untuk membuang sampah.

Dan jadwal operasional sampah tiga roda 3 x seminggu untuk mengangkut sampah.

Dan pemerintah kelurahan akan mengadakan Jum'at kebersihan setiap hari. Tetapi pemerintah kelurahan Ule masih memikirkan tentang di mana untuk pembuangan sampah dan pemerintah kelurahan Ule menjawab angkut ke DLH, Tutup. Sadam masa audensi, ARMANNUL HAQIM Ketua Harian Lembaga Swadaya Masyarakat media dinamika global.(Sekjend MDG)

Drs. Listyo Sigit Prabowo M.si Resmikan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Serta Pemberantas Perdagangan Orang di 11 Polda dan 22 polres Sebagai Penguatan Pelayanan dan Perlindungan bagi Kelompok Rentan


Jakarta, Media Dinamika Global.id.// Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meresmikan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres sebagai penguatan pelayanan dan perlindungan bagi kelompok rentan. Kapolri menegaskan kehadiran Dit PPA-PPO Polri bertujuan memastikan korban kekerasan, TPPO, dan people smuggling mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta keberanian untuk melapor.

Melalui pembentukan ini, Polri mendorong pelayanan yang lebih humanis, profesional, dan responsif, sekaligus 

memperkuat pencegahan kejahatan terhadap perempuan dan anak. Dit PPA-PPO juga akan bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan mitra internasional guna menjamin hak dan keselamatan warga negara. Launching ini menjadi komitmen Polri untuk terus hadir melindungi masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan, Polri Terus Berkomitmen Prioritas Berikan Perlindungan kepada seluruh Masyarakat dan KonsistenTegakkan Hukum.(Sekjend MDG)

Prabowo Subianto Presiden RI : Ajak Membangun Dialog Terbuka di Tengah Dinamika Geopolitik Global Yang Kompleks


Jakarta, Media Dinamika Global.id.// Sebuah kehormatan bagi saya dapat menyampaikan pandangan di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, sebuah ajakan untuk membangun dialog yang terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Saya percaya bahwa dialog dan kerja sama adalah kunci untuk menghadapi tantangan dunia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, saya memaparkan berbagai capaian Indonesia, termasuk penguatan posisi perekonomian nasional melalui kebijakan yang dirancang dan dikalibrasi secara cermat, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Indonesia terus bergerak maju dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat dan inklusif.

Saya juga menyampaikan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Puluhan juta rakyat Indonesia telah merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis. 

Di bidang pendidikan, kami memperkuat sarana pembelajaran melalui penyaluran ratusan ribu papan interaktif digital serta pendirian Sekolah Rakyat. Di tingkat desa, pembentukan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri. Semua ini berjalan seiring dengan capaian Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Kembali saya tegaskan komitmen kami untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, kuat, dan demokratis, memutus mata rantai kemiskinan, serta memastikan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Upaya ini terus kami gerakkan untuk membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan stabil, sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas demi mendorong kesejahteraan bangsa. Indonesia siap menjadi mitra yang dapat dipercaya dan berkontribusi aktif bagi kemajuan dunia.(Sekjend MDG)

Peristiwa Donggo : Bupati Meradang Lima Tokoh Merana tahun 1972, Sketsa Pergolakan Politik Bima Era Orde Baru


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// sikap keras kepala bupati Sueharmadji, yang menolak Mentah-mentah aspirasi masyarakat donggo, menambah runyam suasana dan menyulut kobaran emosi perlawanan DOU DONGGO, Pimpinan masa demonstran kemabli merapatkan barisan melakukan aksi lebih lanjut. Masa berkosentrasi di pos komando I, rumah M. Ali Ta'amin, untuk melakukan diskusi menyikapi penolakan pihak pemerintah Bupati Sueharmadji, terhadap tuntutan masyarakat donggo. Tentu saja diskusi begitu dinamis dengan berbagai usulan, mulai dari yang radikal hingga lunak. Namun tahap awal diskusi merekomendasikan membuat petisi untuk kemudian di kirimkan kepada pemerintah daerah.

Pendanatangan Petisi 10 adalah Abas Oya BA, Jamaluddin M.yasin, M.Ali ta'amin, tuan Guru KH. Abdul Majid Bakry, H.Kako, H. M. Ali Arsyad, Ahmad Natsir, Yakub Dode, M.nor Sulaiman, Muhammad Amir Umar. Pernyataan yang berisikan desakan kepada bupati kabupaten tingkat II Bima Letkol Sueharmadji, Agar turun dari jabatan. Apabila orang nomor 1 kabupaten Bima, Enggan turun, massa donggo, akan turunkan paksa. Atau bima akan di jadikan kuburan massal bagi rakyat kabupaten Bima.

Pernyataan 10 tokoh tersebut di ketik oleh M.Amin Umar, ketika itu masih berstatus pegawai honorarium Dinas kesehatan di kantor kecamatan Donggo, di Sekretariat donggo, 72 desa O'0. Selanjutnya, pada tanggal 25 juni 1972 , pernyataan petisi sepuluh tersebut di serahkan kepada utusan pemerintah untuk disampaikan kepada bupati Sueharmadji. Perihal bupati mau Terima atau tidak, itu urusan yang bersangkutan. Namun masyarakat donggo, sudah melayangkan sebuah pernyataan supaya bupati Sueharmadji, segera angkat kaki dari bima, sebagai jawaban penolakan Bupati terhadap tuntutan masyarakat donggo.

Membaca petisi kiriman masyarakat donggo, bupati Sueharmadji meradang dan menantang dua hari kemudian (27/6-1972) sang bupati menjawab Petisi sepuluh dou donggo, dengan mengirim ratusan pasukan ABRI untuk menumpas demonstran. Sebelum itu sempat diisukan Gerakan donggo sebagai upaya pemberontakan. Sehingga masyarakat donggo, di imbau supaya bersiaga penuh mengantisipasi serangan tiba tiba membabi buta anggota gabungan ABRI/POLRI. Di samping itu, M. Ali Ta'amin mengirim spion mata mata Usman Dete Alias Usman Miu, Jamaluddin goya dan kawan kawan yang berpura pura mencari kuda untuk memata matai kedatangan rombongan ABRI ke donggo, di perbatasan desa bajo dengan dusun ndanondere. Sekaligus mengkover kegiatan ABRI di desa bajo, sarita, Dan Punti.

Intuisi penciuman intelijen ABRI lebih tajam daripada masyarakat Awam sehingga tak ayal lagi, Spion masyarakat donggo, Usman Dete di tangkap, di Introgasi dan di siksa oleh team operasi sadar donggo (TOSD) yang tengah lakukan Patroli penyisiran sepanjang pantai bajo--lewintana, bajo, Sarita, dan punti sekitar. Spion lain yang belum sempat tertangkap TOSD , Jamaluddin goya kembali kepos komando di desa O'o, kediaman M.Ali Ta'amin, melaporkan perihal penangkapan Usman Dete.

Setelah mendapat laporan tertangkap usman dete dan kawan kawan, pemuka masyarakat donggo mengadakan rapat kilat mencari solusi mengatasi masalah penangkapan tersebut. Rapat memutuskan mengirim bala bantuan pembebasan Usman Dete Cs di tangan TOSD. Sekitar 100-san orang massa Star dari O'o di kawal beberapa tokoh lapisan kedua Yakni:

1. Ahmad Natsir (Ama Gumba)

2. H. Yusuf (H. Bosa)

3. Busu Zain

4. Damo

5. Hama Agu

6. Jamaluddin goya

Mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa keris, pedang, tombak, dan parang. Entah bagaimana sampai muncul ide dari rombongan itu untuk singgah di kediaman Abbas Oya, dan memboyongnya Ikut ke Bajo, bersama sama melaksanakan Misi pembebasan Usman Dete.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Rob di Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, bersama rombongan meninjau langsung kondisi ombak tinggi serta kerusakan rumah warga yang terdampak Banjir Rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan (22/1/2026). Kunjungan tersebut, dilakukan sepulang Gubernur Iqbal menjalani kunjungan kerja dari Pulau Sumbawa. Belum sempat ke Pendopo, Gubernur Iqbal langsung datang ke lokasi Banjir Rob sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap bencana yang melanda kawasan pesisir.

Pada saat di lokasi, Gubernur Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma, warga RT 03 Lingkungan Bugis. Warga berharap adanya respons cepat dari Pemprov NTB untuk penanganan rumah-rumah yang rusak akibat terjangan gelombang, sekaligus solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Warga tampak senang dan terharu dengan kedatangan orang nomor satu di NTB tersebut. 

Kepala Lingkungan Bugis Suherman, mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga 01.00 dini hari. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter. Jauh lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya, sehingga menimbulkan hempasan kuat dan abrasi yang menghantam permukiman warga di kawasan pesisir.

“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya”, ujarnya.

Dirinya menambahkan, kerusakan terparah dialami oleh enam rumah warga. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dilaporkan hanyut sepenuhnya. Sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat ditempati. Adapun rumah-rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas.

“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan. Rumah penduduk yang paling parah itu enam rumah”, imbuhnya.

Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan dari pemerintah, khususnya terkait tempat evakuasi. Sejatinya, penempatan warga telah direncanakan melalui relokasi ke rumah susun, namun keterbatasan kapasitas rusun membuat rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.

Sebagai langkah sementara, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Penanganan lanjutan telah direncanakan, dengan relokasi bersifat sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen.

Sementara itu, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang terencana dan terukur, serta kerja sama seluruh pihak untuk mengantisipasi risiko bencana pesisir di masa mendatang. Tampak pula Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri beserta relawan kemanusiaan dan warga setempat. 

Gubernur NTB menyempatkan pula berbincang-bincang sejenak dengan warga sembari minum kopi, setelah melihat langsung areal rumah terdampak dan ombak pesisir pantai. Warga sekitar pantai diimbau berhati-hati dan waspada. Catatan prediksi BMKG, cuaca hujan dan angin kencang diperkirakan hingga tanggal 26 Januari 2026. Kita jaga alam, alam jaga kita.

Redaksi ||

Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa-Lombok Berfungsi Optimal


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meresmikan selesainya proyek pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Potoano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ruas jalan lurus sepanjang 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal, setelah sebelumnya kerap rusak akibat genangan dan banjir. Jum'at, (23/01/26).

Jalan tersebut, sejak tahun 2017 sistem drainasenya kurang memadai menyebabkan jalan sering tergenang air setiap kali hujan. Kondisi tersebut, berdampak langsung pada kualitas aspal, mengingat air merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan.

Meski masih bisa dilalui, kondisi jalan terus mengalami penurunan. Pada tahun 2025, Pemprov NTB melakukan penanganan dengan anggaran sebesar Rp32 miliar yang dikerjakan selama tiga setengah bulan dan rampung pada 31 Desember 2025.

Selain memperbaiki badan jalan, proyek mencakup pembenahan sistem drainase dan pemasangan penerangan jalan umum. Hasilnya, ruas jalan yang berada di Desa Pototano kini lebih aman, nyaman, dan mampu memperlancar arus transportasi masyarakat.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan peresmian dilakukan dalam perjalanan dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pototano. Dirinya menyebutkan jalan tersebut, sebelumnya berada dalam kondisi rusak dan bahkan tidak dapat digunakan secara optimal.

“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, tetapi fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga sudah berfungsi”, ujar Gubernur Iqbal.

Dirinya menjelaskan, secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan. Namun demikian, terdapat tantangan kondisi geologis pada salah satu titik yang sempat beberapa kali mengalami ambruk. Titik tersebut, telah ditangani kontraktor dan terus diawasi selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.

“Selama masa pemeliharaan, apabila terjadi gangguan atau kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki”, tegasnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan berfungsi optimal apabila drainase di lingkungan sekitar tidak dibersihkan dari sedimentasi dan sampah.

“Kalau drainase lingkungan tidak dibereskan, air bisa tertahan di saluran utama dan berpotensi menggenangi permukiman. Karena itu perlu kerja bersama”, tandasnya saat turun langsung mengecek drainase jalan (22/1/2026).

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa total panjang jalan di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sementara perlu adanya prioritas anggaran pemerintah. Oleh sebab itu, Pemprov NTB memprioritaskan penanganan jalan-jalan yang sudah tidak dapat dilalui, terutama yang memiliki fungsi strategis dahulu.

Pototano menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai vital dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, dan distribusi barang (logistik). Penanganan serupa dilakukan pula di Dasan Geres Lombok Timur serta sejumlah titik lain yang memiliki fungsi logistik penting.

Ke depan, Pemprov NTB mulai memfokuskan penanganan pada jalur-jalur pariwisata setelah jalur logistik utama tertangani. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan sektor pariwisata melalui infrastruktur publik yang memadai.

“Kita berharap penanganan jalan ini benar-benar permanen agar permasalahan yang sama tidak terulang. Dengan do'a dan dukungan semua pihak, semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan mendukung akses ke kawasan wisata”, pungkasnya menyampaikan ketika menginspeksi jalan yang diresmikan.

Redaksi ||

Jalur Strategis Taliwang–Tano Rampung, Gubernur Pastikan Manfaat bagi Warga


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meresmikan jalur lintas Taliwang–Tano yang telah rampung diperbaiki, Kamis (22/1). Ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur strategis penghubung sekaligus jalur logistik utama di wilayah Sumbawa Barat.

“Alhamdulillah sudah selesai pengerjaan proyeknya. Memang ada kekurangan sana-sini dan ini masih masa pemeliharaan enam bulan. Insyaallah ini akan disempurnakan supaya tidak ada keluhan lagi,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap jalan yang telah diperbaiki dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mohon doa dari semuanya, mudah-mudahan jalan yang sudah diperbaiki ini betul-betul bermanfaat untuk masyarakat di NTB pada umumnya dan di Sumbawa Barat pada khususnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB memprioritaskan perbaikan jalan yang tidak dapat difungsikan secara optimal, terutama yang berperan sebagai jalur logistik.

“Karena ini jalur logistik, kita ngomong tentang ketahanan pangan. Ketahanan pangan itu salah satu unsur pentingnya adalah jalur logistik harus tersedia. Itu sebabnya kenapa kita prioritaskan,” tegasnya.

Setelah perbaikan jalur logistik, Pemprov NTB akan mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pariwisata. Menurut Gubernur, ketahanan pangan dan penguatan pariwisata hanya dapat dicapai jika didukung infrastruktur yang memadai.

“Tidak mungkin kita bisa selesaikan semua dalam waktu lima tahun ke depan, tetapi insyaallah paling tidak kita pastikan semuanya bisa terkunci minimum bisa berfungsi, khususnya di jalur logistik dan pariwisata dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Redaksi ||