Media Dinamika Global

Sabtu, 29 November 2025

Enam Pelaku Pengerusakan Rumah Ortu dan Nenek Rizka Ditangkap Polda NTB, Dua Lainnya Buron


Mataram, NTB, Media Dinamika Global.Id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menetapkan delapan tersangka dalam kasus pengerusakan rumah orang tua dan nenek dari Rizka, tersangka pembunuhan suaminya sendiri bernama Esco. Enam dari delapan tersangka telah berhasil diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.


Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, S.I.K., dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Jumat (28/11/2025).


Kasus ini bermula ketika Polres Lombok Barat menetapkan Rizka sebagai tersangka pembunuhan suaminya, Esco. Keduanya diketahui berstatus sebagai pasangan suami istri. Rizka telah lebih dahulu ditahan oleh penyidik Polres Lombok Barat karena diduga kuat terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut.


Namun, penetapan Rizka sebagai tersangka memicu kekecewaan dan kemarahan sekelompok warga yang diketahui merupakan masyarakat sekampung dengan almarhum Esco. Warga tersebut kemudian bergerak menuju rumah orang tua dan rumah nenek Rizka di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada awal Oktober 2025.


“Masyarakat yang merasa tidak puas dengan penanganan kasus tersebut kemudian mendatangi rumah orang tua dan nenek Rizka dan melakukan pengerusakan,” jelas Kombes Pol Syarif.


Aksi massa tersebut menyebabkan kedua rumah mengalami kerusakan berat. Pemilik rumah disebut mengalami kerugian yang mencapai sekitar Rp200 juta. Atas insiden ini, keluarga pemilik rumah melaporkan kejadian tersebut ke Polda NTB.


Penyidik Ditreskrimum kemudian mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman video pengerusakan tersebut dari saksi-saksi yang sudah diperiksa. 


Dari video-video tersebut dan keterangan para saksi, polisi dapat mengidentifikasi para pelaku. Satu per satu dipanggil untuk diperiksa, hingga delapan orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.


Enam tersangka yang telah diamankan berinisial: A (20), W (39), J (52), MBA (18), MHW (20), DW (19)


Sebagian besar dari mereka berasal dari Desa Bunjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.


“Saat ini baru enam tersangka yang diamankan. Dua lainnya masih dalam proses pencarian, namun identitasnya sudah kami kantongi,” ujar Kombes Pol Syarif.


Selain itu, hasil penyelidikan juga mengarah pada 10 orang lain yang diduga terlibat dalam aksi pengerusakan. Mereka akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.


Para tersangka dijerat dengan pasal berbeda sesuai peran masing-masing: W, J, MBA, MHW, dan DW dijerat: Pasal 170 KUHP (pengeroyokan), dan/atau Pasal 406 KUHP (perusakan). Tersangka A dijerat: Pasal 160 KUHP (penghasutan).


Kombes Pol Syarif menegaskan bahwa proses penetapan tersangka telah melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan yang lengkap serta sesuai prosedur.


Menutup konferensi pers, Kombes Pol Syarif mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dalam merespons sebuah kasus pidana.


“Serahkan proses hukumnya kepada Polri. Tindakan main hakim sendiri hanya akan menambah masalah baru dan mengganggu situasi kamtibmas,” tegasnya.


Ia memastikan Polda NTB berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas.


Reaksi ||

Alam Rusak, Rakyat Jadi Korban: Ketua Umum Formappel’RI Kecam Oknum Perusak Lingkungan di Sumatera


Sumatera. Media Dinamika Global.id. Rentetan bencana alam yang melanda tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat kembali membuka mata publik terkait maraknya aktivitas perusakan lingkungan yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mulai dari perambahan hutan, pembukaan lahan ilegal, hingga eksploitasi alam tanpa izin disebut menjadi pemicu utama kerusakan ekosistem dan meningkatnya potensi bencana.

Kerusakan itu kini berimbas pada banjir, longsor, serta terganggunya kehidupan masyarakat di berbagai wilayah. Aktivitas alam yang dulu stabil kini berubah drastis akibat hilangnya tutupan hutan dan rusaknya daerah tangkapan air.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (Formappel’RI), R. Anggi Syaputra, Didampingi Sekjend Rio Lubis Dan Wagiono Ardiansyah menyampaikan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang diduga merusak lingkungan demi keuntungan pribadi.

“Kami mengecam keras keserakahan oknum-oknum yang menjadikan alam sebagai objek eksploitasi. Perambahan dan perusakan lingkungan di Sumut, Aceh, dan Sumbar bukan hanya tindakan tidak bertanggung jawab, tetapi juga kejahatan moral karena dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas R. Anggi Syaputra.

Ia menyebut bahwa kerusakan lingkungan secara masif tidak mungkin terjadi tanpa adanya permainan dan kelalaian pihak tertentu. R. Anggi Syaputra menegaskan bahwa Formappel’RI mendorong aparat penegak hukum untuk membuka penyelidikan menyeluruh terkait dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas ilegal tersebut.

“Bencana yang terjadi bukan semata-mata musibah alam, tetapi konsekuensi dari ulah manusia yang mengabaikan keseimbangan ekosistem. Kami meminta tindakan tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Jangan sampai alam terus menjadi korban keserakahan,” lanjutnya.


Formappel’RI juga menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengawasan, memperketat izin pengelolaan lingkungan, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan. Organisasi ini berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu lingkungan dan menyuarakan kepentingan masyarakat agar kerusakan alam tidak semakin meluas.

“Alam adalah titipan untuk generasi mendatang. Jika dirusak hari ini, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya. Formappel’RI berdiri di garis depan untuk memastikan kejahatan lingkungan tidak lagi dibiarkan,” tutup R. Anggi Syaputra.

Bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut kini menjadi peringatan keras bahwa eksploitasi tanpa batas akan selalu berujung pada tragedi. Publik pun berharap agar pemerintah dan penegak hukum benar-benar bertindak, bukan sekadar memberikan janji. (Tim/Formappel'RI)

17 Tahun Ikatan Mahasiswa Parado (IMPAR) Makassar


Makassar
, Media Dinamika Global.Id.-Selamat Hari Lahir ke-17 Ikatan Mahasiswa Parado (IMPAR) Makassar, 28 November 2008 — 28 November 2025 (Rumah Besar yang senantiasa memeluk setiap kadernya dengan hangat). 

Semoga IMPAR MAKASSAR terus menjadi tempat pulang terbaik, tempat setiap langkah ditempa, tempat setiap mimpi menemukan jalannya, dan menjadi cahaya bagi sesama. 

Segala harapan yang dititipkan banyak hati semoga tetap mekar satu per satu pada waktunya. Aamiin. 

Salam Cua Meci Angi (kasih sayang). 

Tujuh Belas Tahun yang penuh makna, tujuh belas tahun IMPAR berdiri teguh, menjaga rumah bersama tetap terawat hingga hari ini. 

Semoga lembaga tercinta ini selalu tumbuh, selalu terang, selalu membawa sinar untuk masa depan yang lebih cerah dan para Kader_Nya menjaga, mencintai IMPAR sampai akhir hayat, Aamiin. 

Selamat bertumbuh dan terus maju IMPAR MAKASSAR, nama_Mu sudah hidup di Wilyah Timur, Barat, Selatan hingga bagian Utara negeri ini. Tetap lahirkan kader-kader militan untuk kebangaan bangsa, negara, agama dan masyarakat luas. 

Oleh:

Penggurus IMPAR Makassar.

Pestaporia "Lampak Pesisir" Paduan Wisata, Aksi Lingkungan dan Edukasi Bonsai di Loang Baloq Ampenan

Kadis Pariwisata Kota Mataram bersama
Ketua Komunitas Bonsai Kota Mataram, (Ist/Surya).



Mataram, Media Dinamika Global.Id - Lokasi Wisata Pantai Loang Baloq di wilayah Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram Provinsi NTB kerap dijadikan beragam acara wisata, mulai dari acara rutin seperti pagelaran seni (Peresean), festival budaya (Festival Sunrise to Sunset), hingga acara religi yaitu ziarah ke makam keramat. Loang Baloq juga sering menjadi lokasi berbagai aktivitas seperti festival musik reggae dan acara lainnya yang diadakan oleh berbagai lembaga sosial bekerjasama degan Dinas Pariwisata Kota Mataram.

Kali ini, Sabtu, 29 November 2025, Pantai wisata Loang Baloq diselenggarakan acara Pestaporia dengan tema “ Lampak Pesisir” Jalan sehat bersih-bersih pantai. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Mataram dan didukung oleh komunitas pemuda serta Komunitas Bonsai dengan menghadirkan berbagai lomba, salah satunya Lomba Mewarnai yang diikuti oleh kalangan anak-anak setingkat TK dan SD.

Selain itu, acara “lampak Pesisir” ini diawali dengan jalan sehat bersama kemudian bersih-bersih pantai yang diikuti oleh masyarakat umum yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra dan jajarannya.

Dalam kegiatan ini juga pihak Dinas Pariwisata menyediakna sejumlah hadiah seperti sepeda sehat serta hadiah hiburan lainnya yang diundi melalui penyebatran kupon berhadiah. 

Kegiatan ini juga diisi oleh para musisi ternama Kota mataram dengan menampilkan kebolehannya dalam mengolah vocal dan petikan guitar yang membuat pengunjung terpesona.

Selain kegiatan lomba, pihak Dinas Pariwisata Kota mataram juga menyediakan lapak-lapak untuk para UMKM, menjajakan hasil usahanya termasuk tanaman holtikultura seperti bonsai cantik dan indah memanjakan mata.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata kota Mataram, Cahya Samudra mengatakan, kegiatan ini terlaksana untuk memberikan hiburan kepada masyarakat kota Mataram dan didukung oleh komunitas pemuda serta komunitas Bonsai yang sekaligus menampilkan tanaman bonsai yang indah nan menawan.

“Tanaman bonsai penting bagi masyarakat karena memberikan manfaat dan menambah nilai estetika lingkungan, serta menjadi sumber ekonomi kreatif dan sarana pengembangan keterampilan.” ujar Cahya Samudra yang didampingi Ir.Rizaluddin Akbar selaku Ketua Komunitas Bonsai Kota Mataram.

Kadis Pariwisata Kota Mataram bersama
Ketua Komunitas Bonsai Kota Mataram, (Ist/Surya).

Kadis Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra juga mengajak warga Kota Mataram agar mencintai dan belajar memeilihara Bonsai sembari meminta Rizaluddin Akbar atau akrab disapa Bang Rizal untuk menularkan ketrampilannya bagaimana cara memelihara Bonsai yang indah dan menawan.

“Bagi warga Kota mataram yang ingin memelihara Bonsai agar bisa belajar dari Komunitas Bonsai Kota mataram, Bangkitkan anaimo, bangkitkan rasa penasaran dan bangkitkan rasa cinta kepada tanaman yang indah ini,” ujar Cahya Samudra.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Bonsai Kota Mataram, Ir. Rizluddin Akbar pada kesempatan yang sama menyampaikan terimna kasihnya kepada Pemerintah Kota mataram yang turut memberika dukungan kegiatan Pestaporia “Lampak Pesisir” jalan sehat dan bersih bersih pantai ini sehingga dapat berjalan lancar.” Kata pria yang karib disapa bang Rizal ini.

Kegiatan ini kata Bang Rizal, sebagai bentuk partisipasi komunitas bonsai Kota Mataram dalam berbagai kegiatan program pemerintah. "Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi kami sebagai bagian dari elemen masyarakat kota Mataram untuk hadir dalam mendukung program pemerintah kota Mataram", ujar Pria kelahiran Kota Mataram ini.

Bang Rizal juga mengajak warga Kota Mataram untuk belajar menanam bonsai agar terlihat indah dipandang mata. Bonsai, selain menghadirkan keindahan, menanam bonsai tidak memerlukan lahan yang luas.’ Ajaknya.

Dijelaskan bang Rizal, bahwa Bonsai adalah perpaduan seni dan sains. Setiap pohon dapat dibentuk, ditata, dan diarahkan untuk mencerminkan apapun keinginan kita. Dari bentuk tegak tradisional hingga tampilan liar yang tertiup angin, ada banyak cara untuk mengekspresikan kreativitas kita melalui bonsai. Dan karena setiap pohon berbeda, setiap bonsai pun unik,” tutupnya. 

Redaksi  ||

Kodim 1608/Bima Gelar Lepas Sambut


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Kodim 1608/Bima menggelar kegiatan tradisi satuan Lepas Sambut Dandim 1608/Bima dari pejabat lama Letkol Inf Andi Lulianto S.kom kepada pejabat baru Letkol ARH Samuel Asdianto S.kom.Msc beserta Ketua Persit KCK Cabang XXVII yang berlangsung di Gedung kodim 1608/ Bima, Sabtu (29/11/2025).

Selaku Koordinator kegiatan, Kasdim 1608/Bima Mayor CZI Edi Gustaman menyampaikan bahwa sebelumnya Letkol Inf Andi Lulianto, S.Kom dan letkol ARH Samuel Asdianto Limbongan S.kom.Msc telah melaksanakan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 1608/Bima yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 di Aula kodim 1608/Bima.

“Tradisi tersebut dilakukan guna membentuk rasa kebanggaan terhadap satuan, sehingga pejabat/personil yang baru masuk dan yang dilepas satuan memiliki kebanggaan terhadap satuan serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap satuannya,” tuturnya.

Kegiatan tradisi satuan diawali dengan penyambutan oleh Kasdim 1608/Bima Mayor Czi Edi Gustaman, kemudian ditandai dengan pengalungan kain adat disambut tarian Wura Bongi Monca kepada Letkol ARH Samuel Asdianto Limbongan S.Kom.M,sc dan penyerahan hand bucket kepada Ny. Samuel Asdianto Limbongan serta tarian adat dilanjutkan dengan hormat jajar dan sambutan dari seluruh anggota Kodim 1608/Bima selanjutnya menuju koridor utama untuk menerima Pemaparan Satuan Kodim 1608/Bima.

Dandim 1608/Bima Letkol ARH Samuel Asdianto Limbongan S.kom.M.SC selanjutnya menerima ucapan selamat datang oleh pejabat lama letkol Inf Andi Lulianto, S.kom.M.M dan para Perwira Kodim 1608/Bima, seluruh Prajurit, PNS Kodim 1608/Bima dan diikuti oleh Pengurus dan Anggota Persit.

Selanjutnya kegiatan tradisi satuan ditutup dengan melepas pejabat lama Letkol Inf Andi Lulianto S.kom M.M., beserta Ny. Andi Lulianto oleh Dandim 1608/Bima Letkol ARH Samuel Asdianto Limbongan S.kom. M.sc beserta Ketua Persit KCK Cabang XXVII dengan ditandai pengalungan Selendang, Sambolo serta pemberian hand bucket sebagai bentuk kuatnya ikatan silaturahimi antara pejabat lama dengan pejabat baru dirangkai dengan tradisi Pedang Pora yang ditutup dengan Jajar Kehormatan di Makodim 1608/Bima. (Sekjend MDG).

Dewan Kehormatan MIO Indonesia: Jaga Etika, Nyatakan Regenerasi


Bogor-Jawa Barat, Media Dinamika Global.Id - 28 November 2025 — Usia lima tahun bagi sebuah organisasi pers digital ibarat garis awal konsolidasi karakter. Momentum itu disadari betul oleh Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) saat menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) kewartawanan di New Karwika Resort & Hotel, Cisarua, Bogor, 26–27 November 2025.

Diklat yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-5 MIO itu mengusung tema “Leadership dan Integrity in Journalism – Menuntun Pena, Menyuarakan Kebenaran”, menandai aspirasi besar organisasi: memadukan adaptasi teknologi dengan disiplin etika jurnalistik.

Namun, di balik hiruk-pikuk pelatihan, sorotan utama tertuju pada satu poros yang jarang mendapat panggung terbuka—Dewan Kehormatan MIO Indonesia. Di sinilah arah organisasi dirawat, diwariskan, dan dikoreksi: lewat empiri akademik, gagasan kultural, serta desain kelembagaan yang berorientasi masa depan jurnalisme daring.

Budiharjo: Kompas Etika di Tengah Derasnya Arus Informasi

Ketua Dewan Penasehat PP MIO Indonesia, Prof. Dr. Budiharjo, M.Si, tampil sebagai penanda utama pesan etis organisasi. Akademisi senior yang kerap menjadi rujukan dalam dialog-dialog pers digital itu menegaskan usia lima tahun MIO bukan sekadar angka pertumbuhan anggota, melainkan fase pematangan moral organisasi.

“MIO Indonesia harus memperkuat perannya sebagai organisasi pers digital yang profesional dan berintegritas di tengah arus informasi digital yang semakin deras,” ujar Budiharjo dalam sambutan strategisnya.

Bagi dia, kompas etika harus lebih kokoh dari pada kompas popularitas. Popularitas bisa menanjak dengan cepat di jagat digital, tetapi etika—yang merupakan fondasi marwah pers—tidak boleh ikut larut dalam ritme serba cepat itu.

Budiharjo juga memberi apresiasi pada tema besar HUT MIO ke-5: “Bergerak, Berkarya, Berintegritas – Satu Suara, Satu Semangat, Untuk Indonesia”, yang menurutnya menjadi penegasan bahwa kohesi internal tetap harus berangkat dari keutuhan prinsip.

Anto Suroto: Technocrat yang Menyalakan Obor Regenerasi

Di sesi pembukaan diklat, Dr. Anto Suroto, SE, MSc, MM, hadir mewakili Ketua Dewan Pembina MIO Prof. Dr. Edward Omar Sharief Hiariej. Anto yang dikenal sebagai Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) itu berkesempatan membuka diklat dan menyampaikan sambutan pembuka.

Dalam struktur MIO, Anto diidentifikasi sebagai figur technocrat organisasi. Ia menempatkan pengembangan ekosistem media anggota sebagai prioritas kelembagaan—suatu pendekatan khas birokrat teknis yang menekankan desain sistem ketimbang sekadar simbol organisasi.

Tidak hanya bicara kelembagaan, Anto menyalakan pesan yang bersifat regeneratif.

Ia menegaskan regenerasi jurnalis tidak boleh berdiri di atas kompromi prinsip, melainkan pada kepemimpinan berkarakter dan integritas personal.

Ia mendorong peserta menjadikan MIO sebagai wadah tumbuh, bukan gelanggang negosiasi moral. Di saat yang sama, agenda pembekalan teknologi—khususnya kecerdasan artifisial—juga menjadi perhatian serius dalam penguatan kapasitas redaksi.

Diklat menghadirkan dua pemateri: Dr. Kun Wardana Abiyoto, pakar kecerdasan artifisial, yang memberi pembekalan pemanfaatan AI untuk kerja-kerja jurnalistik; serta Drs. Rustam Fachri Mandayun, tokoh pers nasional, yang memperkuat perspektif etika dan kehormatan profesi.

Bagi Anto, perpaduan itu bukan kebetulan.

“MIO Indonesia harus adaptif teknologi, tetapi tetap puritan dalam kaidah jurnalistik,” katanya, menautkan pesan strategis dengan pilihan kurikulum diklat tahun ini.

Ia lantas menitipkan lima fokus penguatan organisasi ke depan, meliputi pembangunan kepemimpinan berkarakter, peningkatan kapasitas redaksi, penguatan kredibilitas media anggota, perluasan kolaborasi nasional, serta penegasan integritas sebagai identitas organisasi.

Taufiq Rahman: Ingatan Kultural yang Menghidupi Organisasi

Di sesi penutupan, Ketua Dewan Pakar MIO Indonesia, Taufiq Rahman, SH, S.Sos, menyampaikan sambutan penutup sekaligus menutup agenda diklat. Figur yang tidak tercatat dalam 11 nama pendiri di akta notaris maupun Kemenkumham itu justru diakui sebagai pencetus gerakan berdirinya MIO Indonesia—perannya tumbuh dari konsolidasi gagasan dan penggalangan semangat media daring independen, jauh sebelum organisasi dilembagakan secara legal.

MIO, kata Taufiq, lahir pada 10 November 2020, bertaut dengan denyut sejarah Hari Pahlawan, menandai spirit heroik di tengah ekosistem media daring.

Ia mengurai akar gagasan organisasi yang disebutnya tumbuh dari organisasi Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), komunitas pers yang telah eksis selama 25 tahun dan menjadi inkubator pemikiran bagi kelahiran MIO.

IPJI sendiri memiliki estafet kepemimpinan yang panjang dan bertahap:

Taufiq Rahman adalah Ketua Umum pertama IPJI, dilanjutkan oleh Drs. Lasman Siahaan, SH, MH periode 2017–2025, dan—sejak 28 Oktober 2025—tongkat kepemimpinan resmi IPJI dijabat oleh Dr. Kun Wardana Abiyoto untuk masa bakti 2025–2030.

“Daya ingat organisasi jangan hanya tersimpan di lembar legal notarial, tetapi juga pada peranan kultural dan gagasan para pendiri gerakan,” ujar Taufiq, mengingatkan bahwa organisasi hidup bukan hanya lewat akta, tetapi lewat gagasan yang dijaga turun-temurun.

AYS Prayogie: Meneguhkan Identitas lewat Integritas

Meski panggung refleksi banyak diserahkan kepada dewan kehormatan, Ketua Umum MIO, AYS Prayogie, turut menyampaikan penegasan penting soal identitas organisasi.

“MIO Indonesia harus memimpin dengan karakter, bukan sekadar jabatan; dan membela kebenaran dengan nurani—bukan sensasi. Integritas adalah identitas kita,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota memanfaatkan AI sebagai alat bantu, tetapi tetap menundukkan teknologi pada bingkai tanggung jawab editorial dan etika.

Lima Tahun, Satu Pesan

Usai pelatihan ditutup, rangkaian HUT ke-5 MIO menegaskan simpul pesan utama dari Dewan Kehormatan: arah etis yang dirawat Prof. Budiharjo, desain regenerasi dan teknologi yang dinyalakan Dr. Anto Suroto, serta narasi ingatan kultural yang dijaga Taufiq Rahman.

Kehadiran figur IPJI lain seperti Nasir Umar dan Christy Lemon yang mendampingi penutupan diklat mempertegas bahwa hubungan antarkomunitas penulis dan jurnalis daring masih menjadi energi utama MIO Indonesia.

Pada usia lima tahun, MIO menolak berhenti pada seremoni.

Organisasi ini hendak menegaskan misi lebih besar: bergerak bersama, berkarakter digital, dan berintegritas jurnalistik, selaras napas sejarah yang melahirkannya pada 2020.

Reaksi ||

Adika, Bocah Yatim dari Desa Panda, Palibelo, Butuh Uluran Tangan untuk Melanjutkan Hidup.


Kondisi Gubuk yang menjadi tempat tinggalnya Adika bersama neneknya.


Bima. Media Dinamika Global.Id_Seorang anak bernama Adika, yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, tengah menghadapi situasi hidup yang sangat memprihatinkan. Adika telah kehilangan ibunya sejak usia sekitar 3–4 tahun, dan kini hanya tinggal berdua bersama neneknya—orang tua dari almarhum ibunya—di sebuah lahan milik orang lain, tanpa rumah layak huni.

Dalam keseharian, Adika tidak hanya berjuang untuk sekolah, tetapi juga membantu neneknya berjualan sebelum berangkat ke sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas membuat mereka membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

“Kone di ngaha Sanai nai na susah,” ungkap keluarga dengan penuh haru, menggambarkan betapa beratnya perjuangan hidup yang mereka jalani.

Masyarakat setempat berharap adanya perhatian dari pemerintah serta solidaritas dari warga yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban hidup Adika dan neneknya. Donasi pertama telah disampaikan oleh Hijrah Andini melalui Akun Facebooknya sebesar Rp200.000, dan pintu bantuan masih sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi.

Bagi yang ingin memberikan donasi dapat menyalurkannya melalui:  Rekening BRI a/n AHLUL – 027201024329534.

Seluruh bantuan akan disalurkan langsung untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perbaikan tempat tinggal Adika dan neneknya.(mdg/04)

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Hebat di Desa Kalampa, Tiga Rumah Rusak Berat.


Bima. Media Dinamika Global Id_Kebakaran hebat melanda RT 12 RW 06 Dusun Sari, Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 11.45 WITA. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik di rumah panggung milik Muhamad Indriyanto dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.


Rumah panggung 12 tiang serta rumah batu berukuran 5x9 meter milik Muhamad Indriyanto hangus terbakar. Dua rumah panggung lainnya, masing-masing milik Sarifah (75) dan Muhtar (51), juga mengalami kerusakan berat karena terpaksa dirusak warga untuk mencegah api merembet lebih jauh.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta, termasuk dua mobil pikap berisi bawang yang ikut terbakar.


Tiga Korban Pemilik Rumah Muhamad Indriyanto (31), petani, pemilik rumah panggung dan rumah batu yang hangus terbakar. Sarifah (75), rumah panggung 9 tiang rusak berat. Muhtar (51), rumah panggung 14 tiang rusak berat. Proses Pemadaman 


Sekitar pukul 12.10 WITA, Babinsa Kalampa Serma Ibrahim, Babin Trantibum, dan anggota Polsek Woha tiba di lokasi membantu warga memadamkan api. Unit pemadam kebakaran Kabupaten Bima kemudian datang pukul 12.20 WITA dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 12.40 WITA. Situasi dinyatakan kondusif pada pukul 12.50 WITA.


Pemerintah desa  Kalampa diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyaluran bantuan bagi korban. Sementara Babinsa dan Bhabinkamtibmas diminta melakukan pendataan lanjutan terkait total kerugian.(Mdg/04)



TALKSHOW PM BATCH 1, Tahapan IN-2 Berlangsung di SMAN 1 Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Kegiatan Talkshow Pembelajaran Mendalam Batch 1 pada tahapan IN-2 sukses digelar di Aula SMAN 1 Kota Bima, Selasa 29 November 2025, Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat terkait, di antaranya perwakilan BGTK NTB, Kepala KCD, Korwas KCD Dikbud Bima dan Kota Bima, fasilitator, narasumber dan peserta program.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan BGTK NTB, Samsyul Mujahidin, M.Pd., yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik melalui program berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang berbagi praktik baik yang berdampak langsung pada proses pembelajaran.

Sambutan kedua disampaikan oleh Korwas KCD Dikbud Bima dan Kota Bima, Drs. Bunyamin, MBA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta dan menegaskan bahwa kolaborasi antara guru, fasilitator, dan pemangku kebijakan menjadi kunci terciptanya transformasi pendidikan yang berkualitas.

Setelah sesi sambutan, kegiatan berlanjut dengan berbagai praktik pembelajaran dari para peserta dan narasumber. Fasilitator turut memberikan penguatan materi, pendampingan, serta refleksi bersama untuk memastikan pemahaman dan penerapan konsep pembelajaran mendalam berjalan optimal.


Melalui pelaksanaan talkshow ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan praktik baik di sekolah masing-masing. Semoga kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan menjadi langkah positif dalam mewujudkan pendidikan yang lebih bermakna di Kota Bima.(Sekjend MDG)

GOW Goes to School "Selasa Menyapa" di SMAN 1 Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.//Jumat 28 November 2025, dalam rangkaian kegiatan Selasa Menyapa  dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja di tingkat kecamatan,  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima mengadakan kegiatan GOW Goes to School di SMAN 1 Donggo.

Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny Anita H.Irfan mengungkapkan, kegiatan ini sebagai partisipasi aktif dan turut menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bima, yaitu Selasa Menyapa yang ditujukan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada siswa-siswi SMAN 1 Donggo.

Untuk membekali para  generasi muda dengan pengetahuan dan informasi terkait interaksi di lingkungan  sekolah, "GOW Kabupaten Bima menghadirkan dua materi penting, yaitu bahaya pernikahan dini dan bahaya bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan Program kerja dari GOW Kabupaten Bima yang rutin dilaksanakan di beberapa sekolah di kabupaten Bima". Jelasnya. 

Materi pertama

tentang jenis-jenis bullying, dampak serta cara menghindari bullying. Ini merupakan program kerja dari bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, yang memberikan edukasi tentang Bahaya Bullying di lingkungan Sekolah yang dipaparkan pemateri yang juga Pengurus GOW  Kalisom, S.Pd.I.



Materi edukasi kedua yaitu Bahaya Pernikahan Dini,  salah satu program kerja dari Bidang Hukum dan Humas, yang dipaparkan oleh Iin Cahya Melati, SKM yang menjelaskan tentang Hukum yang berlaku di Indonesia terkait Pernikahan Dini, dampak negatif pernikahan dini bagi remaja, serta cara dan kiat kiat untuk menghindari pernikahan dini.

"Kegiatan GOW Goes to School ini disambut dengan sangat antusias oleh siswa-siswi SMAN 1 Donggo. Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi tentang materi yang disampaikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Donggo dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang bahaya pernikahan dini dan bahaya bullying dilingkungan sekolah, serta dapat menjadi generasi yang lebih baik, cerdas dan berprestasi". Terang Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny Anita H.Irfan,‎Kabag. Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Bima ‎Suryadin S.S., M.Si(Sekjend MDG)