Media Dinamika Global

Selasa, 18 Agustus 2026

Kepala Puskesmas Kecamatan Monta Beserta Keluarga Mengucapkan


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.id. Merah Putih di hati, Indonesia di setiap langkah. Dirgahayu Indonesiaku!

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Indonesia terus menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh rakyat.

                "Melayani dengan Hati

                   Sehat untuk Negeri" 

Kepala Puskesmas Kecamatan Monta                    

                   Ns. Abdul Salam,S.Kep.

SMKS Pelita Harapan Ikuti Upacara Peringatan HUT ke 81 di Kantor Bupati Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Senin, 17 Agustus 2026, menjadi hari yang begitu istimewa bagi Hanifah Mardhiyyah (Ifa), siswi Kelas XI Program Keahlian Asisten Keperawatan SMKS Pelita Harapan.

Dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Kantor Bupati Bima, Ifa mendapatkan kepercayaan dan amanah untuk menjalankan tugas sebagai Pembawa Baki Bendera pada upacara penurunan Sang Merah Putih.

Dengan langkah yang mantap, sikap yang tegap, dan penuh rasa tanggung jawab, Ifa menjalankan tugasnya di tengah suasana upacara yang khidmat dan penuh semangat kemerdekaan. Suasana Kantor Bupati Bima yang dipenuhi para peserta upacara, jajaran pejabat, pasukan pengibar, serta masyarakat semakin menambah sakralnya momen tersebut.

Bagi seorang pelajar, dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Bima dan kemudian mendapatkan amanah sebagai Pembawa Baki bukanlah sekadar sebuah tugas. Ini adalah kehormatan, kebanggaan, sekaligus pengalaman berharga yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Di balik momen yang berlangsung singkat, ada proses panjang yang telah dilalui. Ada latihan, kedisiplinan, ketekunan, menjaga kekompakan, membangun mental, hingga keberanian untuk memberikan yang terbaik. Dan pada hari kemerdekaan ini, seluruh proses tersebut diwujudkan dalam sebuah tugas yang membanggakan.

Selamat, Ifa

Terima kasih telah membawa nama SMKS Pelita Harapan dalam salah satu momen penting peringatan kemerdekaan tahun ini. Semoga amanah yang telah dijalankan menjadi pengalaman yang membentuk Ifa menjadi pribadi yang semakin disiplin, tangguh, percaya diri, bertanggung jawab, dan berkarakter.

 Hari ini membawa baki Sang Merah Putih.

Esok membawa cita-cita dan nama baik almamater lebih jauh.

SMKS Pelita Harapan bangga padamu, Ifa.

Redaksi II

Gubernur Iqbal Titip Pesan Kedisiplinan dan Penegasan Solidaritas Kemanusiaan


Mataram, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal berpesan kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Provinsi NTB untuk mempertahankan kedisiplinan dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara pembubaran panitia dan anggota Paskibra Provinsi NTB di kediaman Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Selasa malam (18/8/2026).

Gubernur hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal. Hadir pula sejumlah pejabat Pemprov NTB, tokoh masyarakat, serta para anggota Paskibra yang telah menuntaskan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam suasana kekeluargaan, Gubernur membuka ruang dialog dengan para purna-Paskibra sekaligus memberikan pesan tentang pentingnya disiplin, keberanian, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, latihan dan pembinaan selama menjadi Paskibra bukan sekadar untuk menjalankan tugas seremonial, tetapi juga membentuk karakter dan mental disiplin yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Musuh terbesar untuk kita bisa maju adalah diri kita sendiri. Disiplin yang dipelajari selama pelatihan bertujuan untuk mengalahkan rasa malas dan ego pribadi. Jangan sampai kedisiplinan itu berhenti di PBB saja, melainkan harus dibawa sepanjang hidup,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pemuda agar tidak takut mengambil risiko dan melakukan kesalahan ketika mencoba sesuatu yang baru. Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan untuk belajar dan menemukan pengalaman melalui berbagai proses.

Gubernur Iqbal menilai kegagalan dalam proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran selama dilakukan dengan niat dan ikhtiar yang baik. Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai salah satu fondasi dalam meraih keberhasilan.

Selain memberikan pesan kepada para purna-Paskibra, Gubernur Iqbal menyampaikan perkembangan penanganan bencana kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menjelaskan, Pemprov NTB bersama BPBD dan tim gabungan bergerak dalam waktu kurang dari 24 jam setelah instruksi penanganan dikeluarkan. Tim yang diberangkatkan membawa bantuan logistik serta dukungan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak, termasuk Manggarai.

Dalam respons tersebut, NTB mengerahkan 31 kendaraan operasional, terdiri atas 14 truk pengangkut bahan pangan dan beras serta tujuh unit ambulans, termasuk kendaraan berpenggerak empat roda untuk menjangkau medan berat.

Selain itu, sebanyak 82 tenaga kesehatan turut dikerahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Iqbal menyebut NTB menjadi daerah pertama di luar NTT yang berhasil mendaratkan bantuan logistik dan tim medis secara langsung ke lokasi terdampak.

Menurutnya, respons tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT, tetapi juga menjadi momentum untuk menguji kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.

“Ketika ada saudara kita di NTT yang mengalami kesulitan, penderitaannya juga menjadi penderitaan kita bersama di NTB. Solidaritas kemanusiaan ini adalah fondasi persaudaraan kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, hubungan Bali, NTB, dan NTT memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Karena itu, kerja sama antardaerah perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan kebencanaan.

Acara pembubaran Paskibra kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, ramah tamah, makan malam bersama, dan foto bersama antara jajaran pemerintah daerah dengan para anggota Paskibra.

Redaksi |

Kepala SMP Negeri 3 Monta Mengucapkan


Kepala  beserta keluarga besar SMP Negeri 3 Monta mengucapkan selamat Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81.

Ketulusan Mengabdi: "Pengabdian di bawah naungan Dikpora bukan sekadar menjalankan tugas dinas, melainkan menyemai benih harapan untuk keandalan generasi masa depan." (Tim).


                          Kepala SMP Negeri 3 Monta 

                                      Alwarisah, S.Pd




Mesin Pompa Air Digondol, Seorang Pria Berinisal Y Berhasil Diciduk Polsek Menggala, Tim URC Polres Tulang Bawang Ikut Buru Komplotan Pelaku.

Tulang Bawang, Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Aksi pencurian mesin pompa air sumur bor di wilayah Menggala akhirnya menemui titik terang. Setelah melakukan penyelidikan intensif, jajaran Unit Reskrim Polsek Menggala Polres Tulang Bawang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

Tak hanya mengandalkan gerak cepat Unit Reskrim Polsek Menggala, Tim URC Polres Tulang Bawang turut diperkuat untuk mendukung proses penyelidikan dan pengembangan kasus guna memburu pelaku lain yang masih melarikan diri.

Terduga pelaku yang diamankan Berinisal YS(22), warga Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Ia diamankan pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, di ruas Jalan Kota Menggala.

Kasus tersebut bermula ketika korban, Anisus Shahebudin, mengetahui mesin pompa air sumur bornya telah hilang pada Sabtu, 27 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat hendak mencuci pakaian, korban menuju bagian belakang rumah dan mendapati cor-coran mesin air sumur bor dalam kondisi telah terbongkar. Setelah dilakukan pengecekan, pipa paralon sumur bor juga ditemukan telah bergeser keluar hingga masuk ke kebun milik warga lain.

Korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar sebelum melaporkannya ke Polsek Menggala. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.

Menindaklanjuti laporan polisi LP/B/21/VII/2026/SPKT/POLSEK MENGGALA/POLRES TULANG BAWANG/POLDA LAMPUNG tertanggal 30 Juli 2026, Kanit Reskrim Polsek Menggala Aipda Solihin, S.H.bersama anggota langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan Y. Saat dilakukan pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut aksi tersebut dilakukan bersama tiga rekannya berinisial J, A dan J.
Dalam pengembangan kasus, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin pompa air sumur bor jenis sibel serta satu batang pipa paralon sepanjang sekitar 1,3 meter.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Adri Bhirawasto, Melalui Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Akp Apfryyadi Pratam, menegaskan bahwa jajaran Polres Tulang Bawang tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk merasa aman, khususnya para pelaku yang meresahkan masyarakat.

“Kami terus meningkatkan respons cepat dan kerja sama antarunit dalam setiap pengungkapan perkara. Begitu laporan diterima, anggota langsung melakukan penyelidikan secara profesional dan terukur. Kami juga memperkuat pengembangan perkara dengan melibatkan Tim URC Satreskrim Polres Tulang Bawang untuk mengejar pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran,”tegas Kasat Reskrim.

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti.

“Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi. Kami akan terus kejar sampai seluruh rangkaian perkara ini terang dan seluruh pelaku yang terlibat berhasil diamankan,” ujarnya.

Saat ini tersangka Y telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan, melengkapi administrasi penyidikan serta mengembangkan kasus guna menangkap tiga pelaku lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka diproses berdasarkan Pasal 477 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan maupun tindak pidana yang terjadi di lingkungan masing-masing.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk bagi anggota kami untuk mengungkap suatu perkara. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,”pungkasnya.(Fs/Red) 

Semarak HUT RI Ke-81, Wagub NTB Gelar Doa Bersama dan Lomba Tradisional Bersama Masyarakat Bima-Dompu dan NTT


Mataram, Media Dinamika Global - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri menggelar acara doa bersama untuk mensukseskan berbagai program pembangunan pemerintah Provinsi NTB sekaligus merajut silaturahmi bersama Masyarakat Bima-Dompu dan Masyarakat NTT melalui berbagai lomba tradisional dalam rangka memperingati HUT RI Ke-81 di halaman Pendopo Wagub, Selasa 18 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia M. Iqbal turut hadir memeriahkan dan menyambangi masyarakat Bima-Dompu dan NTT yang ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI Ke-81 di halaman Pendopo Wagub NTB.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Dinda ini menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan lintas daerah. Ia juga menyampaikan rasa empati dan dukungan moral yang mendalam kepada warga NTT yang baru saja tertimpa musibah gempa bumi.

"Alhamdulillah, kita sudah kirim tim tanggap darurat dan bantuan kepada saudara kita di NTT. Semoga para korban diberikan ketabahan, kekuatan, serta proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar," ungkap Ummi Dinda penuh haru.

Lebih lanjut, Ummi Dinda mengajak seluruh keluarga besar Bima-Dompu yang berada di Pulau Lombok untuk terus menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah menyukseskan program-program pembangunan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat bahu-membahu adalah kunci utama dalam membawa NTB dikenal di kancah global.

Kebersamaan yang Utama

Kemeriahan HUT RI ke-81 semakin terasa tatkala berbagai perlombaan tradisional digelar di halaman pendopo. Gelak tawa dan semangat sportivitas terpancar dari para peserta yang terdiri dari masyarakat Bima-Dompu dan NTT.

Adapun berbagai mata lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba terompah panjang, Pertandingan catur, Tenis meja, Lari karung, serta Berbagai mata lomba tradisional seru lainnya.

Ummi Dinda mengingatkan bahwa inti dari perlombaan ini bukanlah mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan mempererat kebersamaan dan merawat semangat persaudaraan.

“Kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi dan rasa saling mendukung di antara kita,” tutupnya dengan senyum hangat, disambut antusias oleh seluruh masyarakat yang hadir.

Redaksi |

KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi program Desa Berdaya Transformatif dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui Diklat KDKMP di 40 Desa Berdaya Transformatif yang dirangkaikan dengan launching model graduasi kemiskinan ekstrem berbasis KDKMP di Aula UPTD Balai Diklat Koperasi UKM NTB, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB menerjemahkan program prioritas pemerintah pusat ke dalam kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam arahannya menekankan agar pengurus KDKMP tidak menunggu bantuan atau pembangunan gerai untuk mulai bergerak. Ia mendorong koperasi segera memetakan potensi ekonomi yang tersedia di masing-masing desa.

Iqbal mencontohkan potensi pasir dan kerikil yang terbawa banjir maupun hasil pertanian seperti pisang dan pepaya yang dapat dikembangkan menjadi sumber usaha apabila dikelola secara serius.

"Potensi ada di mana-mana. Tapi kita selalu gagal melihat potensinya. Kita selalu menunggu, tangan kita di bawah. Kapan dikasih modal, kapan dibangunkan gerai," tegas Iqbal.

Menurutnya, KDKMP harus mengambil posisi sebagai penghubung antara produsen di desa dengan pasar. Salah satu pasar yang dinilai potensial adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mencontohkan hasil pertanian masyarakat dapat dikumpulkan KDKMP untuk kemudian disuplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing. Skema tersebut dinilai dapat menciptakan rantai usaha sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.

"KDKMP yang menghubungkan antara produsen dalam hal ini petani, nelayan, kemudian mereka yang di perkebunan, dihubungkan dengan pasarnya," kata Iqbal.

Iqbal juga mendorong pengurus KDKMP mulai menjalankan aktivitas bisnis sembari memperbaiki tata kelola dan pencatatan keuangan. Menurutnya, laporan keuangan yang baik akan menjadi modal penting ketika koperasi hendak mengakses pembiayaan perbankan.

"Keputusan terbaik adalah mulai berbisnis sambil belajar. Dan bisnisnya harus dibukukan dengan sangat baik, pengelolaan keuangannya harus dibukukan dengan sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan fisik gerai KDKMP tidak boleh menjadi alasan untuk menunda aktivitas usaha. Koperasi dapat memulai bisnis dengan memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di desa masing-masing.

"Yang anda butuhkan untuk memulai usaha di KDMP bukan gerai, bukan modal. Yang anda butuhkan adalah HP dan HP itu sudah jadi," tegasnya.

Pemprov NTB berharap penguatan KDKMP melalui Desa Berdaya Transformatif dapat mempercepat perubahan pola pemberdayaan masyarakat, dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Wirawan mengatakan, KDKMP memiliki posisi strategis untuk memperkuat pelaksanaan Desa Berdaya Transformatif. Program tersebut pada tahun 2026 menyasar 40 desa dengan 5.162 keluarga penerima manfaat (KPM).

Menurutnya, Desa Berdaya tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi mendorong keluarga penerima manfaat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

"Kalau KDKMP ikut mempersiapkan diri, kemudian ikut terlibat dalam proses ini, dan pasca dua tahun menjadi instrumen pemberdayaan yang akan mendampingi keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan, itu akan sangat efektif," kata Wirawan.

Ia menjelaskan, melalui model graduasi tersebut, KPM akan didorong menjadi anggota KDKMP sekaligus pelaku usaha mikro. Dengan demikian, bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai konsumsi, tetapi menjadi modal untuk membangun aktivitas ekonomi produktif.

"Kalau sudah menjadi anggota, maka statusnya mereka bukan lagi penerima bantuan, tetapi penerima bantuan sekaligus pelaku ekonomi," ujarnya.

Wirawan menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat peran KDKMP sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bahkan, telah ada kerja sama antara Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dan Kementerian Sosial yang menempatkan KDKMP sebagai institusi strategis dalam penyaluran dan pemberdayaan penerima bantuan sosial.

Di tingkat daerah, desain tersebut kemudian dipadukan dengan Desa Berdaya Transformatif yang menjadi salah satu program prioritas Pemprov NTB.

"Desain pemerintah pusat untuk mengoptimalkan KDKMP dengan desain kita ternyata selaras. Sama-sama mengoptimalkan peran KDKMP agar berperan secara aktif dalam rangka menuntaskan kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Menurut Wirawan, keterpaduan program menjadi penting karena Pemprov NTB menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai agenda utama pembangunan. Sementara ketahanan pangan dan pengembangan pariwisata berkualitas menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan menaikkan pendapatan masyarakat.

Dalam Diklat tersebut, para pengurus KDKMP dibekali kemampuan pengembangan usaha, manajemen keuangan, pemasaran, pengelolaan koperasi berbasis digital, hingga strategi pemberdayaan anggota agar mampu keluar dari kemiskinan.

Selain itu, pengembangan KDKMP akan diarahkan untuk membangun kemitraan dengan SPPG sehingga potensi ekonomi desa, terutama sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, dapat terhubung langsung dengan kebutuhan program MBG.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB memastikan program prioritas pemerintah pusat tidak berjalan sendiri, tetapi terkoneksi dengan program daerah dan menghasilkan dampak ekonomi yang nyata hingga tingkat desa.

Redaksi |

Kepala SDN Sie, Rusdin, S.Pd Mengucapkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. 
Kepala SDN Sie beserta seluruh keluarga besar SDN Sie Menggucapka selamat HUT Ke-81 Dirgahayu Republik Indonesia, Mari kita isi kemerdekaan ke-81 ini dengan prestasi, kerja keras, dan kepedulian pada sesama. Buktikan bahwa Indonesia bukan cuma sekadar nama negara, tapi tempat di mana keadilan dan kemakmuran benar-benar hidup, hidup para guru !.

Rusdin, S.Pd Kepala SDN Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. (Tim)



Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Kongkow-Kongkow Bersama Warga, Perkuat Kamtibmas di Desa Binaan


BIMA — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan kongkow-kongkow bersama masyarakat di sejumlah desa binaan, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Babinsa untuk berkomunikasi langsung dengan warga sekaligus menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan lingkungan, kerukunan masyarakat, serta pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan selaku Babinsa melaksanakan patroli dan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 19.30 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli lingkungan pada malam hari.

Warga juga diimbau untuk mencegah masuknya berbagai hal negatif, seperti peredaran narkoba dan konsumsi minuman keras. Babinsa meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan permasalahan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sementara itu, di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Serda Irfan melaksanakan kegiatan serupa bersama warga sekitar pukul 19.40 Wita. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga guna menciptakan hubungan yang harmonis.

Serda Irfan juga mengingatkan warga agar setiap persoalan yang muncul segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada aparat terkait sehingga dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.




Di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Sertu Jafar juga melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diingatkan untuk menghindari tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan.

Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya terlebih dahulu diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak terkait di desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik atau persoalan baru di tengah masyarakat.

Kemudian, di Desa Sari, Kecamatan Sape, Serda Junaidin melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.30 Wita. Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kamtibmas dan mempererat silaturahmi agar kehidupan bermasyarakat tetap rukun dan damai.

Warga juga diminta menjauhi barang-barang terlarang, termasuk narkotika jenis sabu-sabu dan minuman beralkohol, karena selain dapat merugikan diri sendiri, penyalahgunaan barang tersebut juga dapat berdampak buruk terhadap keluarga dan lingkungan.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat semakin terjalin. Keterlibatan aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan juga diharapkan dapat menciptakan situasi desa yang aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Ketertiban


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sangia, Sertu Saifullah bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Dalam patroli tersebut, turut terlibat dua anggota Koramil, tiga aparat desa, serta enam orang masyarakat. Sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga dan sejumlah tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.



Sekitar pukul 20.15 WITA, personel Koramil 1608-03/Sape tiba di Desa Sangia dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Lima menit kemudian, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sertu Saifullah mengingatkan warga, khususnya kalangan muda, untuk menghindari perselisihan yang dapat berujung pada pertengkaran maupun perkelahian. Warga juga diimbau menjauhi konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu tindakan emosional dan gangguan keamanan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.

Usai memberikan imbauan, personel Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan sekitar pukul 21.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan patroli Siskamling kemudian berakhir pada pukul 21.15 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, aparat berharap sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat terus terjaga sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.(Team.MDG.03)