Media Dinamika Global

Sabtu, 23 Mei 2026

Babinsa Desa Sumi Kec.Lambu Gelar Patroli Kongkow Bersama Warga, Ajak Jaga Kerukunan dan Kamtibmas


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Serka Ridwan selaku Babinsa Desa Sumi, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama masyarakat binaan pada Sabtu (23/5/2026) pukul 20.55 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat guna mempererat hubungan silaturahmi serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Serka Ridwan memberikan himbauan kepada warga agar selalu menjaga hubungan baik antar sesama masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif demi memenuhi kebutuhan keluarga serta menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, Babinsa menekankan pentingnya kebersamaan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman di wilayah Desa Sumi.

Melalui patroli kongkow-kongkow tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara aparat teritorial dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Lambu.

Babinsa Desa Boke Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Awasi Pergaulan Anak


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Babinsa Desa Boke, Kecamatan Sape, Serda Asnaidin yang merupakan anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli kongkow-kongkow bersama warga pada Sabtu (23/5/2026) pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Boke.

Dalam patroli tersebut, Serda Asnaidin mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap situasi lingkungan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.


Selain itu, Babinsa juga menghimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum dan dapat merusak masa depan.

Serda Asnaidin juga meminta masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila menemukan atau mengetahui adanya permasalahan di lingkungan sekitar sehingga dapat segera ditangani dengan baik.

Melalui kegiatan patroli dan komunikasi sosial tersebut, diharapkan tercipta sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kecamatan Sape, khususnya Desa Boke.

Babinsa Desa Kale'o Koramil 1608-03/Sape Gelar Komsos Bersama Warga, Ingatkan Bahaya Narkoba dan Miras


Lambu,Bima.NTB.Media Dinamika Global .id Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat, Babinsa Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Serda Sanusi yang merupakan anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga desa binaan, Sabtu (23/5/2026) pukul 20.00 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan teritorial sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Serda Sanusi memberikan himbauan kepada para orang tua agar senantiasa mengawasi dan mengingatkan anak-anak mereka untuk tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang, minuman keras, maupun narkoba yang dapat merusak masa depan serta membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga etika dan hubungan baik antar sesama warga demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif.

Ia juga menegaskan agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara aparat teritorial dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Desa Kaleo dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Parangina Sape Gelar Patroli Kongkow Bersama Warga, Ajak Jaga Stabilitas Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, Serda Aladin melaksanakan kegiatan patroli kongkow-kongkow bersama warga desa binaan pada Sabtu (23/5/2026) pukul 21.00 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendekatan komunikasi sosial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan Desa Parangina.


Dalam kesempatan itu, Serda Aladin memberikan himbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi meningkatkan rasa aman dan nyaman di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan warga agar segera melaporkan kepada aparat desa, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas apabila menemukan atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar, sehingga dapat segera ditangani dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Melalui kegiatan patroli dan komunikasi langsung bersama warga tersebut, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Sape, khususnya di Desa Parangina.(Team.MDG.03)

Patroli Gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Ciptakan Kondisi Kondusif di Kecamatan Lambu - Bima


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melaksanakan apel serta patroli gabungan di wilayah Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Sabtu (23/3/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 Wita itu dipusatkan di Kantor Camat Lambu, Jalan Lintas Langgudu, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Lambu, Iptu Suherman. Sebanyak 21 personel diterjunkan dalam patroli gabungan tersebut, terdiri dari 13 personel Koramil 1608-03/Sape, tiga personel Polsek Lambu, dan lima personel Satpol PP.

Dalam apel pengecekan personel, Kapolsek Lambu menegaskan bahwa patroli gabungan dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif demi memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Kecamatan Lambu.

“Kegiatan patroli ini harus dilaksanakan secara maksimal, penuh tanggung jawab, serta tetap aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Iptu Suherman dalam arahannya.

Selain itu, personel gabungan juga diminta untuk mengajak masyarakat menjaga wilayah Kecamatan Lambu dari pihak-pihak yang dinilai dapat menimbulkan kegaduhan maupun gangguan keamanan.

Usai apel, sekitar pukul 19.00 Wita, patroli bergerak menuju Desa Lanta. Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyisiran terhadap sejumlah kelompok pemuda dan anak-anak yang sedang berkumpul. Pemeriksaan dilakukan secara detail guna mengantisipasi adanya senjata tajam maupun minuman keras.

Patroli kemudian dilanjutkan menuju sejumlah desa lainnya, yakni Simpasai, Sanggar, Monta Baru, Kaleo, melewati jalan baru Desa Naru Barat hingga menuju Desa Melayu dan Soro.




Sekitar pukul 20.40 Wita, seluruh personel kembali ke Kantor Camat Lambu untuk melaksanakan apel pengecekan akhir. Seluruh rangkaian kegiatan patroli gabungan berakhir pukul 20.45 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Selain patroli, Koramil 1608-03/Sape juga melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda guna menjaga stabilitas wilayah. Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya rencana kegiatan nonton bareng film dokumenter berjudul Pesta Babi yang sebelumnya direncanakan oleh kelompok Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lambu.

Koramil 1608-03/Sape juga berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Lambu untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan melalui patroli gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Muspika Kecamatan Lambu memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara unsur TNI, Polri dan pemerintah kecamatan dalam menjaga keamanan wilayah. Kehadiran patroli gabungan dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.(Team.MDG.03)

Demokrasi Jangan Berhenti pada Popularitas

Hendrawan Ketua Umum SAMUDRA NTB, (Ist/Surya)

Opini:

Mataram, Media Dinamika Global - Di tengah meningkatnya popularitas dan pujian publik terhadap Sari Yuliati, ada satu hal yang perlu terus dijaga dalam kehidupan demokrasi kita: keberanian untuk tetap kritis. Demokrasi yang sehat tidak boleh berhenti pada tepuk tangan, pencitraan, atau seremoni politik semata. Sebab penghormatan tertinggi terhadap pejabat publik bukanlah seberapa sering dipuji, melainkan seberapa besar dampak nyata yang mampu dihadirkan untuk rakyat.

Hari ini masyarakat tidak membutuhkan politik yang sibuk membangun panggung popularitas. Rakyat membutuhkan keberanian, ketegasan, dan keberpihakan yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jabatan publik bukan simbol kehormatan yang hanya dipamerkan dalam baliho, media sosial, ataupun pidato politik. Jabatan adalah amanah besar yang harus dibuktikan melalui kerja konkret dan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Nusa Tenggara Barat masih menghadapi banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara maksimal. Lapangan pekerjaan masih terbatas. Anak-anak muda masih banyak yang terpaksa merantau karena minimnya peluang di daerah sendiri. Pendidikan belum merata, infrastruktur di sejumlah wilayah masih tertinggal, sementara petani dan nelayan masih berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tentu berhak bertanya: sejauh mana kekuasaan dan pengaruh politik yang dimiliki para pejabat benar-benar digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat?

Kami melihat bahwa rakyat terlalu sering disuguhi kegiatan seremonial, kunjungan formal, agenda simbolik, dan narasi pencitraan yang ramai diberitakan, namun minim dampak jangka panjang. Padahal rakyat tidak hidup dari dokumentasi kegiatan ataupun pujian media. Rakyat hidup dari harga kebutuhan yang stabil, akses kesehatan yang mudah, pendidikan yang layak, dan kepastian ekonomi yang nyata.

Politik yang sehat adalah politik yang menghasilkan perubahan. Ketika masyarakat masih kesulitan mencari pekerjaan, ketika suara rakyat kecil masih tenggelam di balik kepentingan elite, maka pujian terhadap pejabat publik harus tetap dibarengi evaluasi yang jujur dan objektif.

Kritik bukan bentuk kebencian. Kritik adalah bagian penting dari demokrasi. Mahasiswa dan masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan kekuasaan agar tidak terlena dalam popularitas. Demokrasi akan kehilangan makna apabila pejabat hanya dipuji tanpa pengawasan, dan rakyat hanya dijadikan objek pencitraan menjelang momentum politik tertentu.

Kami percaya bahwa jabatan tinggi di tingkat nasional seharusnya menjadi jalan perjuangan untuk memperkuat kepentingan daerah. Kekuasaan seharusnya digunakan untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar memperbesar nama pribadi atau kelompok tertentu.

Karena pada akhirnya sejarah tidak akan mencatat seberapa banyak seorang pejabat dipuji. Sejarah akan mencatat apa yang benar-benar diwariskan kepada rakyat melalui kerja, keberanian, dan keberpihakannya.

Hari ini masyarakat NTB membutuhkan lebih dari sekadar narasi. Rakyat membutuhkan bukti nyata. Rakyat membutuhkan kebijakan yang benar-benar terasa hingga ke pelosok desa. Sebab sebesar apa pun popularitas dibangun, rakyat akan tetap menanyakan satu hal yang paling mendasar:

Apa dampak nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat?

Penulis : Hendrawan Ketua Umum Suara Mahasiswa Untuk Demokrasi Rakyat (SAMUDRA NTB)

Ibu dan Bayi Jadi Korban Takbrak Lari di Lampu Merah Simpang Pagutan

Korban dan Polisi serta Warga, (Ist/Surya)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Aksi cepat tanggap ditunjukkan personel Polsek Mataram saat menangani insiden kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi di Simpang Empat Pagutan, Kota Mataram, Kamis pagi (21/05/2026) sekitar pukul 08.30 WITA.

Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi DR 6379 EH yang dikendarai Asmini (32). Saat kejadian, korban membonceng iparnya, Husnul Aini (35), serta seorang bayi laki-laki berusia dua bulan.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., menjelaskan kecelakaan bermula ketika korban melaju dari arah barat menuju timur di kawasan Simpang Empat Pagutan. Namun secara tiba-tiba, muncul pengendara sepeda motor lain dari arah selatan menuju utara yang diduga menerobos lampu merah.

“Pengendara lain yang belum diketahui identitasnya itu melaju tanpa memperhatikan lampu lalu lintas sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ungkap AKP Amrozi Hamidi, Kamis (21/05/2026).

Usai benturan terjadi, pengendara tersebut justru langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.

Meski sempat membuat panik warga sekitar, beruntung insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius. Asmini, Husnul Aini, dan bayi yang mereka bawa hanya mengalami syok akibat benturan mendadak tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban luka serius. Kerugian materiil juga nihil, namun para korban sempat mengalami trauma dan kaget,” jelasnya.

Begitu menerima laporan, personel Polsek Mataram langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), membantu para korban, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan di kawasan simpang yang cukup padat tersebut.

Selain itu, polisi juga mengamankan kendaraan korban sebagai barang bukti dan melakukan langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku tabrak lari.

Kapolsek Mataram pun mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintasi persimpangan jalan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rambu dan lampu lalu lintas demi keselamatan bersama. Kelalaian kecil di jalan raya bisa berakibat fatal,” pungkasnya.

Redaksi |

Heboh di Mataram, Duel Dua Pemuda Berakhir Kematian

Ilustrasi, (Google)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Peristiwa perkelahian yang berujung maut menggemparkan warga Kota Mataram, Jumat malam (22/05/2026). Seorang pemuda berinisial RI (19), warga Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, meninggal dunia usai terlibat duel dengan pria berinisial AM (23) di kawasan kos-kosan wilayah Pagesangan.

Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang yang melibatkan keluarga korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya AM mendatangi wilayah Ampenan untuk menagih utang kepada ibu mertua korban. Tidak lama berselang, RI mendatangi tempat kos AM di Kelurahan Pagesangan, lokasi yang kemudian menjadi tempat terjadinya perkelahian.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban datang sambil membawa dua senjata tajam. Namun saat bentrokan terjadi, tidak terlihat adanya penggunaan senjata tajam oleh kedua pihak. Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat beberapa kali memukul terduga pelaku.

“Beberapa saat setelah perkelahian berlangsung, korban tiba-tiba jatuh dan pingsan. Penyebab pastinya masih belum diketahui,” ungkap salah seorang sumber di lokasi kejadian.

Melihat korban tergeletak, warga dan saksi yang berada di sekitar tempat kejadian langsung membawa RI ke Rumah Sakit Kota Mataram. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, S.Trk.,SIK., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 20.30 Wita.

“Begitu menerima informasi, piket fungsi Polresta Mataram langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan terduga AM berikut sejumlah barang bukti di lokasi,” jelas AKP I Made Dharma.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jenazah RI kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mataram guna menjalani proses autopsi.

“Pihak keluarga korban juga telah difasilitasi untuk membuat laporan polisi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban,” tambahnya.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kronologi lengkap dan motif pasti peristiwa tersebut, termasuk menunggu hasil autopsi dari tim medis forensik.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

“Kami meminta masyarakat menahan diri dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tutup Kasat Reskrim.

Redaksi |

Polsek Menggala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Motor Bermodal Nekad, Dua Pelaku Ditangkap Beserta Barang Bukti.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Kepolisian Sektor Menggala di bawah pimpinan Polres Tulang Bawang kembali menunjukan ketangguhannya dalam menegakkan hukum. Unit Reserse Kriminal Polsek Menggala berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan menangkap salah satu buronan daftar pencarian orang (DPO) berinisial DP (26), yang telah lama diburu terkait pencurian sepeda motor milik warga desa setempat. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tulang Bawang.
 
Kasus berawal pada tanggal 03 November 2025, ketika Nursalim (39), warga Kampung Bujung Tenuk, Kecamatan Menggala, pulang ke rumah menggunakan sepeda motor Honda Supra X tahun 2006 berwarna hitam dengan nomor polisi B 6326 EWX. Sepeda motor yang menjadi miliknya tersebut diparkirkan di dalam ruang dapur rumah agar aman, sebelum ia dan keluarga beristirahat.

Namun, keesokan harinya sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban hendak melaksanakan ibadah Subuh, ia terkejut mendapati sepeda motor kesayangannya telah hilang dari tempat semula diparkirkan.
 
Korban segera melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah dan mengikuti jejak ban serta jejak kaki yang diduga milik pelaku, hingga tiba di perempatan jalan Kagungan Dalem. Di lokasi tersebut, korban hanya menemukan obrok atau penutup samping motor yang sebelumnya terpasang pada kendaraannya, sedangkan sepeda motornya sudah tidak ada lagi.

Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp5.000.000,-. Kejadian ini kemudian dilaporkan secara resmi ke kantor Polsek Menggala dengan Nomor LP/B/2/I/2026/POLRES Tulang Bawang/Polda Lampung tertanggal 17 Januari 2026.
 
Menyikapi laporan tersebut, pihak kepolisian segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor DPO/01/I/2026/Unitreskrim/Polsek Menggala tertanggal 18 Januari 2026 atas nama DP. Tim Unit Reskrim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Aipda Solihin, S.H., bekerja keras mengumpulkan informasi, memeriksa sejumlah saksi termasuk Umi Rahayu dan Abinah, serta menelusuri jejak keberadaan pelaku hingga akhirnya membuahkan hasil.
 
Pada Rabu, 20 Mei 2026, tim penyidik berhasil mendapatkan informasi akurat mengenai keberadaan DP. Tanpa membuang waktu, tim segera bergerak dan melakukan penangkapan di kediaman pelaku yang beralamat di Kampung Bujung Tenuk, Kecamatan Menggala.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku bersekongkol dengan temannya berinisial FE (21) dalam melakukan aksinya yang nekat tersebut. FE sendiri sebelumnya sudah lebih dulu diamankan beserta barang bukti berupa STNK dan BPKB asli sepeda motor curian, dan berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri.
 
Kapolsek Menggala, IPTU Yusrizal, S.H., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan, "Keberhasilan pengungkapan kasus ini adalah berkat kerja keras, ketelitian, dan sinergitas seluruh anggota Unit Reskrim serta dukungan informasi dari masyarakat. Kami tidak akan membiarkan aksi kriminal meresahkan warga. Perbuatan pelaku jelas melanggar hukum, dan kami tegaskan bahwa siapapun yang berani mengambil hak milik orang lain dengan cara melawan hukum, akan kami tangkap dan pertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku."
 
Lebih lanjut IPTU Yusrizal menjelaskan, perbuatan kedua tersangka telah memenuhi unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 ayat (2) KUHP atau Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf g KUHP Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara yang cukup berat. Saat ini, pelaku telah diamankan di sel tahanan Polsek Menggala guna menjalani proses hukum selanjutnya, mulai dari pembuatan berita acara, pelengkapan berkas perkara, hingga tahap pengajuan berkas perkara ke Penuntut Umum.
 
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengamankan barang berharga miliknya. Kepada para pelaku kejahatan, kami ingatkan bahwa wilayah hukum Polsek Menggala bukanlah tempat yang aman untuk bersembunyi.

Kami akan terus berpatroli dan mengusut tuntas setiap laporan yang masuk demi mewujudkan rasa aman dan damai bagi seluruh warga Tulang Bawang," tegas IPTU Yusrizal menutup keterangannya.
 
Kini, kasus ini sudah dalam tahap pengembangan dan penyelesaian berkas perkara, untuk kemudian diserahkan ke Kejaksaan agar proses persidangan dapat segera berjalan dan keadilan dapat terwujud bagi korban maupun masyarakat luas. (Fs/Red) 

Danau Karo dan Benteng De Brill, Warisan Budaya yang Dijaga Bersama di Pulau Obi

Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan, 23 Mei 2026 – Lebih dari 30 masyarakat Desa Kawasi mengikuti kegiatan Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan Harita Nickel di Kawasan Industri Obi pada Sabtu pagi ini (23/5). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat situs-situs sejarah, budaya, dan lingkungan yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan di Pulau Obi.

Kegiatan dipandu oleh dua tokoh pemuda Desa Kawasi, Jofi Cako dan Teo Jurumudi, berkolaborasi dengan tim dari perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah titik penting seperti Danau Karo dan Benteng De Brill, yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Obi, khususnya Desa Kawasi.

Jofi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan untuk sama-sama menjaga sejarah serta warisan budaya yang ada di Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa warisan budaya di Kawasi dan Pulau Obi adalah milik bersama. Karena itu, masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan perlu berjalan bersama untuk menjaga sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jofi.


Lokasi pertama yang dikunjungi peserta adalah Danau Karo, danau alami yang sejak lama dikenal masyarakat sebagai sumber kehidupan dan air bersih bagi desa-desa di lingkar Pulau Obi. Danau tersebut juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Desa Kawasi.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan Danau Karo sebagai salah satu sumber air untuk operasional industri, termasuk upaya pemantauan kualitas air secara berkala serta program penghijauan dan revegetasi yang dilakukan perusahaan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan danau.

Beberapa peserta juga tampak berbagi cerita mengenai hubungan masyarakat dengan kawasan Danau Karo, termasuk kebun-kebun sagu milik warga yang berada di sekitar area danau. Dialog berlangsung terbuka antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan perusahaan mengenai sejarah kawasan serta perubahan yang terjadi di Pulau Obi dari masa ke masa.

Setelah dari Danau Karo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Benteng De Brill, peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1674 di Pulau Obi. Benteng yang dahulu digunakan untuk menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah ini sempat lama tertutup vegetasi sebelum kembali ditemukan dan dibersihkan pada awal operasional Harita Nickel di Obi. Saat ini, situs tersebut telah tercatat sebagai cagar budaya di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara bersama Harita Nickel.

Tetua adat masyarakat Desa Kawasi, Otniel Datang, mengatakan bahwa masyarakat setempat juga mengenal Danau Karo dengan beberapa sebutan lokal, seperti Talaga Diki-Diki maupun Talaga Ma Hilo dalam bahasa Tobelo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Danau Damar. Menurutnya, nama tersebut muncul karena pada masa lalu warga sering mengambil getah damar di sekitar kawasan danau untuk kebutuhan penerangan.

“Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke sini. Suasananya masih terasa seperti dulu, dengan pulau kecil di tengah danau yang tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat Kawasi. Kondisinya masih terawat dan perlu terus dijaga bersama, karena selain bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat, danau ini juga punya nilai sejarah,” ujar Otniel.

Ia berharap generasi muda Kawasi bersama seluruh pihak dapat terus menjaga Danau Karo agar tetap lestari, karena danau tersebut juga menyimpan sejarah dan identitas budaya masyarakat.

Tokoh pemuda Desa Kawasi sekaligus Pembina Himpunan Solidaritas Pelajar Mahasiswa Kawasi (HSPMK), Teo Jurumudi, mengatakan kegiatan semacam ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung situs-situs bersejarah yang berada di Pulau Obi.

“Danau Karo yang biasa disebut masyarakat sebagai danau besar, maupun Benteng De Brill atau Benteng Loji, merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kawasi. Setelah melihat langsung, kondisi danau masih terjaga dengan air yang jernih dan dikelilingi pepohonan hijau. Ini menunjukkan kawasan tersebut masih dijaga dengan baik,” ujar Teo.

Teo menambahkan, keluarganya dahulu merupakan satu dari sekitar sepuluh kepala keluarga yang pernah tinggal di pulau kecil di tengah Danau Karo. Karena itu, kawasan tersebut memiliki kedekatan emosional bagi sebagian masyarakat Kawasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sejarah dan lingkungan di Pulau Obi.

Tanggapan dari Pemerintah Desa Kawasi

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menyampaikan apresiasi kepada Harita Nickel yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional perusahaan, termasuk lokasi-lokasi budaya bersejarah yang berada di sekitar area industri.

“Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, tidak rusak seperti yang sering diisukan di luar.

Kondisi danaunya masih terjaga, airnya jernih, dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau. Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan,” ujarnya.

Upaya Berkelanjutan Perusahaan

Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan operasional pertambangan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Menurut Dian, perusahaan memahami bahwa area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill bukan hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, serta kedekatan emosional bagi masyarakat Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami menyadari bahwa menjaga area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perusahaan menetapkan batas dan perimeter khusus untuk melindungi area-area tersebut dari aktivitas operasional pertambangan maupun smelter agar kelestariannya tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Dian.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap area bernilai budaya dan lingkungan menjadi bagian dari komitmen dan prioritas perusahaan dalam menjalankan operasional di Kawasan Industri Obi, termasuk melalui penerapan Chance Find Procedure. Melalui prosedur tersebut, aktivitas kerja akan dihentikan sementara, apabila ditemukan indikasi benda atau situs bernilai sejarah maupun budaya, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan area dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai prosedur perusahaan.


Usai mendengarkan penjelasan dari Dian, Jofi menambahkan bahwa bagi masyarakat Desa Kawasi, menjaga situs sejarah bukan hanya tentang melindungi lokasi fisik, tetapi juga menjaga ingatan dan cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya. “Semoga hubungan baik dan kepedulian terhadap warisan budaya di Pulau Obi bisa terus dijaga bersama,” tutup Jofi.

Lik////