Media Dinamika Global

Senin, 11 Mei 2026

Menu B3 SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA Hadir untuk Posyandu Desa Rai oi dan Posyandu Na’e


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Parangina 1 ADIBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan Menu B3 untuk kegiatan Posyandu di Desa Raioi dan Posyandu Na’e.(Senin.11/05/2026)

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya para ibu dan balita yang mengikuti layanan Posyandu. Menu B3 yang disiapkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Pihak SPPG Parangina 1 ADIBA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya pelayanan dan dukungan menu bergizi, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat,” ujar salah satu pihak penyelenggara.

Kegiatan Posyandu sendiri menjadi salah satu program penting dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberian edukasi gizi serta pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(Team.MDG.03)

Ujian SAF SDN 2 Maria Dikunjungi Korwil Dikbudpora: Berjalan Aman, Tertib dan Sesuai Prosedur

Foto : Korwil Dikbudpora Kec. Wawo
 Ismail, S. Pd tinjau lokasi ujian SAF
di SDN 2 Maria

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pelaksanaan Ujian Sumatif Akhir Fase (SAF) Tahun Pelajaran 2025/2026 di SD Negeri 2 Maria mendapat perhatian khusus dari pihak pengawas wilayah. Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kecamatan Wawo melakukan peninjauan dan pemantauan langsung ke sekolah, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan, aman, dan tertib.

Kedatangan Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo disambut langsung oleh Kepala Sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan setempat. Dalam peninjauan tersebut, menyambangi ruang kelas yang sedang digunakan untuk pelaksanaan ujian, memeriksa kesiapan fasilitas, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan petugas pengawas di lapangan.

Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo, Ismail, S. Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan agenda rutin dan wajib dilakukan sebagai bentuk pengawasan, pendampingan, serta jaminan mutu dalam setiap kegiatan penilaian pendidikan. Ujian SAF yang saat ini dilaksanakan merupakan evaluasi tahap akhir jenjang pendidikan dasar, yang bertujuan mengukur capaian kompetensi siswa sekaligus mengevaluasi kinerja pembelajaran di sekolah.

"Saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan prosedur, semua berjalan adil, dan suasana kondusif bagi siswa. Berdasarkan pantauan, pelaksanaan di SDN 2 Maria berjalan sangat baik, aman, tertib, dan benar-benar mengikuti seluruh panduan teknis yang telah ditetapkan dinas. Mulai dari penjadwalan, pembagian ruangan, hingga cara pengawasan, semuanya sudah rapi dan terstandar,” ungkap Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo.

Ia juga memuji kesiapan pihak sekolah dalam mempersiapkan segala kebutuhan ujian, mulai dari kenyamanan ruang belajar, ketersediaan naskah soal, hingga kesiapan para pendidik dalam menjalankan tugas. Suasana ujian pun terlihat tenang, siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, serta para guru bertindak profesional dalam mengawasi jalannya kegiatan.

Foto : Kepsek SDN 2 Maria
Minarni, S. Pd 

Kepala Sekolah SDN 2 Maria, Minarni, S. Pd menyambut baik kehadiran Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo. Ia mengaku pihaknya telah mempersiapkan segala hal secara matang jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan ujian berjalan lancar dan memberikan hasil yang mencerminkan kemampuan asli peserta didik. Dukungan dan arahan dari Korwil dinilai sangat berharga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya.

“Kami sangat bersyukur dikunjungi dan dipantau langsung. Masukan dan arahan dari Bapak Ismail, S. Pd selaku Korwil menjadi bekal kami untuk lebih baik lagi ke depannya. Alhamdulillah sejauh ini seluruh rangkaian ujian berjalan aman, tertib, dan lancar sesuai rencana. Kami pastikan proses penilaian ini berjalan jujur, adil, dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Minarni, S. Pd.

Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo juga berpesan agar sekolah tetap menjaga ketertiban hingga seluruh rangkaian ujian selesai, serta segera menindaklanjuti hasil penilaian tersebut untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang. 

Ujian SAF di seluruh sekolah dasar dijadwalkan berlangsung hingga 4 hari dimulai tanggal 11, 12, 13 dan tanggal 16 serta dilanjutkan dengan pengolahan nilai dan pelaporan hasil belajar siswa. (MDG05)  

SDN Inpres Kawae Gelar Ujian Sumatif Akhir Fase: Penilaian Akhir Tahun, Fokus Mutu dan Kesiapan Siswa Lanjut Jenjang

Foto : Peserta ujian siswa SDN Inpres Kawae, dengan tim pengawas 1 Tri Yuliana, S. Pd. SD & pengawas 2 Astuti Mulyaningsih, S. Pd. 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Di tengah pelaksanaan kegiatan penilaian akhir tahun, Kartini, S.Pdi., Kepala Sekolah SDN Inpres Kawae, memberikan penjelasan mendalam mengenai Ujian Sumatif Akhir Fase atau yang biasa disingkat SAF. Kegiatan ini merupakan penilaian tahap akhir yang kini menggantikan istilah sebelumnya seperti Sumatif Akhir Semester (SAS) atau ujian akhir tahun pada masa lalu. Meski namanya berubah seiring pembaruan kurikulum, hakikatnya tetap sama: menjadi tolak ukur akhir jenjang pendidikan dasar sebelum siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP maupun MTs. 

“Kalau zaman dulu namanya ujian akhir tahun, sekarang namanya SAF atau Sumatif Akhir Fase, ada juga yang menyebut Sumatif Akhir Jenjang. Tahun lalu masih dikenal dengan istilah SAS, tahun ini berubah jadi SAF. Intinya, ini adalah evaluasi menyeluruh dari seluruh rangkaian proses pendidikan yang sudah kita lalui bersama. Tujuannya dua hal: pertama, mengukur sejauh mana kemampuan dan penguasaan materi anak-anak. Kedua, menjadi cermin bagi sekolah untuk mengevaluasi kinerja kita seberapa jauh keberhasilan kami dalam mendidik dan mengajar, apakah semua siswa sudah mencapai standar ketuntasan atau belum,” jelas Kartini saat ditemui awak media ini. Senin (11/5/2026). 

Ia menegaskan, di era sekarang, kelulusan siswa sudah menjadi hal yang pasti dan terjamin. Namun demikian, tantangan utama yang diemban sekolah bukan sekadar kelulusan, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia baik siswa maupun tenaga pendidik. Bagi Kartini, letak keberhasilan pendidikan bukan hanya di atas kertas, melainkan pada kesiapan dan bekal kemampuan yang dibawa siswa saat melangkah keluar dari gerbang sekolah dasar.

Kepsek SDN Inpres Kawae
Kartini Muhaimin, S. Pdi

Ditanya mengenai persiapan khusus yang dilakukan sekolah maupun siswa menjelang pelaksanaan ujian ini, Kartini mengungkapkan bahwa persiapan sudah digencarkan jauh hari sebelumnya dengan berbagai program pendampingan intensif.

“Tentu ada persiapan matang. Dari pihak sekolah, kami berikan pembinaan tambahan layaknya les privat khusus untuk siswa Kelas 6. Kegiatan ini berjalan dua jalur: bimbingan rutin saat jam sekolah, dan pendampingan tambahan di luar jam belajar. Kami mengaktifkan seluruh guru yang berdomisili di lingkungan Dusun Kawae untuk terlibat mengajar, namun dengan pembedaan metode pelayanan,” paparnya.

Untuk siswa kelas rendah atau jenjang lain, pembinaan tambahan dilakukan secara bergantian. Namun, perlakuan khusus diterapkan bagi siswa Kelas 6 sebagai angkatan yang akan lulus. “Khusus Kelas 6 tidak bergiliran. Mereka kami jadwalkan rutin setiap malam, sekitar habis Maghrib hingga setelah Isya, belajar langsung di rumah guru. Jadi di samping dibimbing pagi sampai siang di sekolah, malam hari pun proses belajar tetap berjalan. Kami pastikan pendampingan itu terus ada agar mereka semakin matang pemahamannya,” tambahnya.

Kartini juga menyebutkan bahwa pola pendampingan intensif ini sudah diterapkan sejak persiapan mengikuti berbagai ajang lomba sebelumnya, yang terbukti membuahkan hasil prestasi gemilang. Menariknya, meskipun lokasi sekolah berada di wilayah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, ia berani menjamin bahwa kualitas dan karakter lulusan SDN Inpres Kawae tidak kalah, bahkan setara dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di kota besar sekalipun.

“Memang secara lokasi kita jauh dari kota. Tapi lihat semangat dan hasilnya. Alhamdulillah, karakter dan kualitas anak-anak kita Insya Allah setara bahkan sebanding dengan apa yang ada di kota, tidak kalah jauh. Itu bukti dari kerja keras bersama, ketekunan siswa, dan dedikasi penuh para guru yang bahu-membahu mencerdaskan anak bangsa di sini,” tegas Kartini dengan penuh keyakinan.

Pelaksanaan Ujian SAF di SDN Inpres Kawae berjalan tertib, aman, dan penuh semangat. Bagi Kartini, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administrasi pendidikan, melainkan momen pembuktian bahwa sekolah di daerah pun mampu melahirkan generasi berkualitas, berkarakter kuat, dan siap bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya.

Keunggulan lain SDN Inpres Kawae adalah jumlah tenaga pendidik yang tergolong paling banyak dibandingkan sekolah lain se-Kecamatan Wawo. Kartini menegaskan, jumlah guru yang banyak tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan prestasi. Oleh karena itu, seluruh tenaga pendidik dimaksimalkan perannya agar sekolah setidaknya mampu bersaing dan berada di jajaran menengah hingga atas di tingkat kecamatan Wawo. 

Ditanya terkait kendala pelaksanaan program, Kartini mengaku bersyukur tidak menemukan hambatan berarti. Ia memuji semangat dan sikap para guru yang sangat kooperatif, sportif, dan memiliki jiwa kerja sama tim yang sangat solid.

“Sejauh ini tidak ada kendala sama sekali. Guru-guru saya luar biasa, siap sedia kapan saja. Kami bahu-membahu, tidak pernah mempersoalkan keterbatasan apa pun. Tujuan kami satu: mencerdaskan anak bangsa. Kerja sama tim inilah kekuatan utama kita,” katanya.

Di akhir perbincangan, Kartini menyampaikan harapan besarnya bagi seluruh siswa SDN Inpres Kawae. Ia berdoa agar anak-anak didiknya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan kelak saat bersekolah di SMP atau jenjang selanjutnya, mereka tetap bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater SDN Inpres Kawae.

“Harapan saya sederhana tapi besar: anak-anak saya bisa lanjut ke jenjang lebih tinggi, dan saat di sana, mereka tetap bisa mengharumkan nama sekolah asalnya. Itu kebanggaan terbesar kami,” tutupnya.(MDG05) 

Minggu, 10 Mei 2026

Gubernur NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Gubernur NTB terima kunjungan Deputi Direksi Wilayah
XI BPJS Kesehatan wilayah Bali, NTB, dan NTT, Sofyeni,
bersama rombongan di ruang kerjanya, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan yang mencakup wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sofyeni, bersama rombongan di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di NTB.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Iqbal menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung keberlanjutan program JKN, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait validasi data peserta dan penganggaran sektor kesehatan.

“Kami sangat mendukung karena manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan jaminan kesehatan, warga tidak perlu lagi khawatir terhadap biaya saat membutuhkan layanan medis,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Sofyeni menjelaskan bahwa capaian kepesertaan JKN di NTB secara administratif telah mencapai 99 persen dari total jumlah penduduk. Namun, tingkat keaktifan peserta saat ini masih berada pada angka 82 persen.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, terutama di wilayah yang tingkat keaktifan pesertanya masih di bawah 80 persen.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami mencatat Lombok Timur dan Lombok Tengah masih berada di bawah 80 persen akibat penonaktifan peserta PBI APBN yang cukup signifikan,” kata Sofyeni.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Lombok Timur terdapat sekitar 100 ribu peserta yang dinonaktifkan menyusul proses validasi data dari pemerintah pusat.

Untuk mengantisipasi kendala pelayanan kesehatan bagi peserta nonaktif, BPJS Kesehatan telah membentuk sistem koordinasi cepat lintas sektor.

Melalui mekanisme tersebut, peserta yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak di rumah sakit dapat kembali diaktifkan pada hari yang sama melalui skema PBPU Pemda.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendorong keterlibatan badan usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu pembiayaan iuran masyarakat kurang mampu yang belum terakomodasi dalam anggaran daerah.

Redaksi |

Kartini S.Pdi : Baru Jadi Kepsek, Siswa SDN Inpres Kawae Langsung Harumkan Nama Sekolah Juara 1 Olimpiade IPAS

Foto : Kepsek SDN Inpres Kawae
Kartini Muhaimin, S. Pdi

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Semangat baru dan gebrakan positif segera terlihat di bawah kepemimpinan Kartini, S.Pdi., di SD Negeri Inpres Kawae yang berlokasi di Dusun Kawae, Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Belum lama menjabat sebagai Kepala Sekolah, ia langsung membuktikan kualitas dan dedikasinya setelah salah satu siswa binaannya Muhammad Azzam Kelas VI berhasil meraih Peringkat Pertama pada ajang Olimpiade Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tingkat kecamatan, yang digelar pekan lalu.

Prestasi ini menjadi kebanggaan besar sekaligus tanda awal yang gemilang bagi masa depan sekolah. Di bawah arahan Kartini yang baru saja dilantik beberapa bulan lalu, semangat belajar dan budaya berprestasi digencarkan sejak hari pertama bertugas. Ia menanamkan prinsip bahwa setiap siswa memiliki potensi hebat yang perlu ditempa dan diarahkan dengan baik.

“Saya sangat bangga dan bahagia. Ini adalah hasil kerja keras anak-anak, dukungan para guru, serta kerja sama yang baik dengan orang tua. Saya baru saja memegang amanah ini, dan alhamdulillah, dalam waktu singkat kita sudah bisa mencetak prestasi yang membanggakan. Ini bukti bahwa SDN Inpres Kawae memiliki bibit-bibit unggul yang luar biasa. Untuk saat ini saya fokus pada peningkatan mutu kualitas peserta didik dan para guru disekolah,” ujar Kartini dengan penuh rasa syukur dan antusias.

Persiapan menuju olimpiade ini dilakukan secara matang. Kartini langsung meminta tim guru untuk menyusun program pembinaan khusus (Les Privat), menambah jam pendalaman materi, bukan hanya pada siswa yang mengikuti lomba saja akan tetapi berlaku pada semua siswa dengan sistim bergilir oleh para guru, serta memberikan motivasi agar siswa berani tampil dan percaya diri. Ia pun kerap turun langsung memantau latihan, memberikan arahan, dan menyemangati siswa agar tidak mudah menyerah.

"Walaupun sekolah ini jauh dari pusat perkotaan, namun fasilitas sekolah sangat memadai dalam menunjang kegiatan belajar mengajar siswa dan guru tidak kalah dengan sekolah-sekolah diperkotaan. Saya bersyukur dengan peran guru yang aktif sehingga dapat meciptakan kerjasama yang baik antar kepala sekolah dan guru," Jelasnya. 

Salah satu guru pendamping mengaku, perubahan suasana sekolah terasa sangat nyata sejak Kartini memimpin. Selain fokus pada kualitas mutu sumber daya manusia juga fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pembinaan bakat menjadi prioritas utama yang didorong penuh oleh kepala sekolah baru tersebut. “Ibu Kartini sangat peduli. Beliau tidak hanya memberi arahan, tapi juga terjun langsung mendampingi kami. Semangatnya menular ke kami dan ke anak-anak,” ungkapnya.

Kemenangan di olimpiade IPAS ini tidak sekadar membawa juara, namun juga mengharumkan nama SDN Inpres Kawae di kancah persaingan pendidikan tingkat wilayah Kecamatan Wawo. Prestasi ini sekaligus menjawab tantangan dan harapan masyarakat akan kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.

Menanggapi hasil gemilang ini, Kartini menegaskan bahwa ini hanyalah langkah awal. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas mutu sumber daya manusia, memperbanyak program pengembangan bakat, dan membangun lingkungan sekolah yang kondusif agar lebih banyak lagi siswa berprestasi yang lahir dari sekolah ini ke depannya.

“Harapan saya, prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa. Jangan pernah ragu bermimpi tinggi. Ke depannya, kami akan terus berusaha mencetak lebih banyak juara di berbagai bidang, agar nama SDN Inpres Kawae semakin dikenal dan dibanggakan banyak orang,” tegas Kartini menutup pernyataannya.

Pihak sekolah dan Komite Sekolah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini, serta berjanji akan terus mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memajukan kualitas pendidikan dan prestasi siswa di bawah kepemimpinan Kartini, S.Pdi.(MDG05)  

NTB Targetkan Masuk Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026

Kadis Kominfotik NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi Elektronik (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2026 yang akan dilaksanakan Komisi Informasi Pusat yang dimulai akhirMei ini.

Melalui Rapat Koordinasi yang digelar Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Pemprov NTB pada Senin (11/5/2026), pemerintah provinsi NTB menargetkan NTB kembali masuk jajaran provinsi terbaik nasional dalam e-monev Keterbukaan Informasi Publik, minimal menempati posisi tiga besar nasional.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik menegaskan, seluruh PPID pelaksana di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kualitas pengelolaan serta penyajian dan pelayanan informasi publik, terutama terkait kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang diunggah dalam sistem E-Monev dimaksud.

“Catatan penting dalam evaluasi sebelumnya adalah masih ditemukannya ketidaksesuaian data yang diunggah oleh OPD," ungkap Ahsanul didampingi Kabid IKP Savrudin, MH.

Menurut Juru Bicara Pemprov NTB itu, tantangan tahun ini juga semakin kompleks seiring perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menyebabkan sejumlah OPD bergabung, sehingga membutuhkan penyesuaian data dan informasi secara menyeluruh.

Sebagai langkah pembenahan, Pemprov NTB juga akan melakukan sejumlah penguatan dari sisi sistem layanan informasi publik. Salah satunya melalui pembaruan tampilan website PPID dengan mengangkat identitas lokal NTB melalui desain rumah adat.

Selain itu, akses dokumen publik nantinya dibuat lebih mudah karena masyarakat dapat langsung mengakses dokumen tanpa harus melalui layanan pihak ketiga seperti Google Drive.

Pemprov NTB juga mulai memperluas penyebaran informasi publik melalui berbagai platform media sosial agar pelayanan informasi dapat menjangkau masyarakat lebih cepat dan luas.

Meski demikian, evaluasi internal masih menemukan sejumlah kelemahan. Beberapa OPD tercatat belum melengkapi sejumlah dokumen pada tahun 2025. Kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera dibenahi sebelum pelaksanaan E-Monev nasional.

Ke depan, seluruh OPD diarahkan menggunakan sistem penyimpanan terintegrasi milik Pemprov NTB atau storage ntbprov guna memperkuat integrasi data antar perangkat daerah.

Ahsanul menegaskan, keberhasilan meraih predikat provinsi informatif tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga koordinasi dan komitmen seluruh OPD dalam menyediakan informasi publik yang akurat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.

“PPID di masing-masing OPD, agar tetap perkuat Koordinasi komunikasi agar kekurangan dan kendala segera kita perbaiki bersama,” harap Ahsanul.

Dengan berbagai langkah perbaikan tersebut, Pemprov NTB optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan keterbukaan informasi publik sekaligus mengembalikan posisi NTB sebagai salah satu provinsi paling informatif di Indonesia. 

Redaksi |

Terima Audiensi PMI, Gubernur NTB Dukung Program Kerja PMI

Gubernur NTB saat terima Audiensi PMI NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh program kerja Palang Merah Indonesia (PMI) NTB. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB saat menerima audiensi dari Palang Merah Indonesia (PMI) NTB di ruang kerja Gubernur NTB. Senin, (11/5/25).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Audiensi mengatakan, Pemerintah NTB selalu mendukung apa yang menjadi hal baik demi kemajuan daerah. Adapun hal-hal atau Program-program yang mungkin belum sempat direalisasikan agar bisa secepatnya direalisasikan

“Atas nama Pemprov NTB, pastinya kami dukung,” Kata Gubernur NTB yang juga pembina PMI NTB

Miq Iqbal juga berpesan kepada Pelaksana Tugas (PLT) PMI NTB agar selalu ikhlas dan sabar dalam menjalankan tugas kesehatan, sosial dan kebencanaan.

Sebelumnya, Plt. PMI NTB, Lalu Dodi Setiawan mengatakan, sebagai kewajiban PMI NTB melaporkan setiap dinamika organisasi, meminta arahan atas program-program PMI NTB.

“Salah satu program yang kami sampaikan ke Pembina adalah 10 gudang logistik di kabupaten-kota se NTB,” ujar pria yang akrab disapa Miq Dody ini.

Selain itu, PMI NTB juga melaporkan terkait persiapan Monitoring evaluasi atas program federasi Palang Merah Internasional, di mana NTB salah satu sebagai tempat dijadikan pilot project dalam penanggulangan bencana tingkat desa berbasis Komunitas.

“Program ini ada di Kecamatan Sekotong, Desa Candi manik, Taman Baru dan Sekotong Tengah, dan kami sudah siapkan regulasinya lewat Peraturan Desa,” jelasnya

Diakhir audiensi, Agus meminta arahan kepada Gubernur agar program-program PMI NTB dapat berjalan lancar demi terwujudnya cita-cita Nusa Tenggara Barat.

Redaksi |

SPPG Bima Sape Sangia 03 Dapur Aji Irwan Sajikan Menu Sehat dan Bergizi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Bima Sape Sangia 03 Dapur Aji Irwan kembali menghadirkan menu sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat pada Senin (11/5/2026). Menu yang disajikan kali ini terdiri dari nasi putih, ayam kecap, perkedel tahu, oseng sayur, serta buah apel Fuji.

Menu tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan perpaduan karbohidrat, protein, sayuran, dan buah segar guna menunjang kesehatan serta aktivitas sehari-hari masyarakat penerima manfaat.


Selain penyediaan makanan harian, SPPG Bima Sape Sangia 03 Dapur Aji Irwan juga menyalurkan rapelan makanan untuk layanan posyandu selama dua hari, yakni untuk Selasa dan Rabu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi bagi masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan melalui posyandu.

Program penyediaan makanan sehat tersebut merupakan bagian dari komitmen penyelenggara dalam menghadirkan asupan bergizi dengan menu yang bervariasi setiap harinya, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA Sajikan Menu Sehat dan Bergizi di Awal Pekan


SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA kembali menghadirkan menu sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat pada Senin (11/5/2026). Menu yang disajikan pada awal pekan ini terdiri dari nasi putih, ayam bumbu plecing, sayur asam, tempe orek, serta buah semangka segar.

Menu tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi seimbang masyarakat dengan tetap menghadirkan cita rasa yang lezat dan menggugah selera. Kombinasi lauk pauk, sayuran, dan buah segar dinilai mampu memberikan energi sekaligus mendukung kesehatan serta aktivitas sehari-hari para penerima manfaat.

Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa program penyediaan makanan sehat ini merupakan bentuk komitmen SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA dalam menghadirkan asupan bergizi bagi masyarakat. Selain memperhatikan kandungan nutrisi, variasi menu harian juga terus diupayakan agar penerima manfaat mendapatkan sajian yang sehat dan tidak membosankan.

Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh asupan makanan yang lebih berkualitas guna menunjang kesehatan dan produktivitas sehari-hari.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina 2 CV. Istiqomah Salurkan Paket Makanan Basah Menu Ayam Bumbu Bali bagi Penerima Manfaat


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, SPPG Bima Sape Parangina 2 CV. Istiqomah kembali menyalurkan paket makanan basah bagi para penerima manfaat pada Senin (11/05/2026). Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah sekitar.

Pada kegiatan kali ini, paket makanan yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam bumbu Bali, tempe bacem, tumis sayur, serta buah jeruk sebagai pelengkap menu bergizi. Seluruh hidangan disiapkan dengan memperhatikan kualitas makanan dan keseimbangan gizi guna memenuhi kebutuhan para penerima manfaat.

Perwakilan SPPG Bima Sape Parangina 2 CV. Istiqomah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga berjalan dengan lancar.

“Terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan pembagian paket makanan basah ini, SPPG Bima Sape Parangina 2 CV. Istiqomah berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.(Team.MDG.03)