Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas
4 Mei 2026 Tanggamus Lampung MediaDinamikaGlobal.id.
Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas
Petugas KSDA bersama aparat dan warga mengevakuasi satwa liar jenis siamang menggunakan kendaraan operasional di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).
Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dari BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang di Dusun 4, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).
Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB. Tim menggunakan kombinasi metode penanganan berupa restraint fisik (manual) dan pembiusan (kimia) guna memastikan keselamatan satwa serta warga di sekitar lokasi.
Kegiatan ini melibatkan tim KSDA yang terdiri dari Irhamuddin, S.P., Sujadi, Ujang Suryadi, S.E., dan Fredy Rahmandani, S.Hut. Proses evakuasi juga didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, drh. Erni Suyanti, S.K.H., M.Ling.
Dalam pelaksanaannya, tim turut dibantu oleh aparat setempat, yakni Babinsa Sertu Iryadi dan Bhabinkamtibmas Wonosobo Bripka Akbar Tanjung, serta partisipasi aktif masyarakat Pekon Way Panas.
Diketahui, lokasi evakuasi merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang berada di bawah pengelolaan UPTD KPH Kotaagung Utara.
Irhamuddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan interaksi langsung dengan satwa liar yang masuk ke area permukiman. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Jika ada satwa liar, jangan dipermainkan atau didekati. Segera laporkan kepada kepala pekon, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa perilaku agresif satwa dapat disebabkan oleh kondisi stres, kepanikan, atau faktor alami seperti mencari pasangan maupun terganggunya habitat asli.
“Satwa liar bisa menjadi agresif karena panik atau mencari pasangan. Itu hal yang wajar di alam,” tambahnya.
Selanjutnya, siamang tersebut akan dibawa ke lokasi yang aman untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya (Umar.MDG)














