Media Dinamika Global

Sabtu, 02 Mei 2026

Danramil Sape Berikan Materi Wawasan Kebangsaan pada PKD GP Ansor di Lambu

Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Komandan Rayon Militer (Danramil) 1608-03/Sape mewakili Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima memberikan materi wawasan kebangsaan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (2/5) pukul 13.45 WITA di ruang kelas MIN 2 Bima, Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kabupaten Bima sebagai bagian dari upaya membentuk kader muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme yang kuat.




Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala MIN 2 Bima, Danramil 1608-03/Sape, Danposramil Lambu, ketua panitia penyelenggara, seluruh panitia, serta peserta PKD dari GP Ansor.

Dalam penyampaiannya, Danramil memberikan berbagai materi penting terkait wawasan kebangsaan. Materi tersebut meliputi pembekalan tentang cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, tujuan dan nilai-nilai dasar wawasan kebangsaan, hingga tantangan keberagaman di tengah arus globalisasi.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa serta faktor-faktor yang dapat melemahkan ketahanan nasional.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta berakhir pada pukul 14.45 WITA dalam keadaan aman.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman kebangsaan generasi muda, khususnya kader GP Ansor, agar mampu berkontribusi positif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(Team.MDG.03)

Gubernur NTB Tetapkan Empat Pilar Pembangunan Desa


Mataram, Media Dinamika Global – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan desa sebagai pusat pembangunan daerah melalui penguatan empat pilar utama, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian lingkungan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur di Kantor Gubernur NTB, Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus menyelaraskan arah pembangunan berbasis desa.

“Pembangunan harus dimulai dari desa. Empat pilar ini menjadi fondasi utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Pada pilar pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB memprioritaskan intervensi pada desa yang masuk kategori kantong kemiskinan, terutama di Lombok Timur sebagai wilayah dengan jumlah desa terbesar.

Program Desa Berdaya menjadi instrumen utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dengan pendekatan yang terintegrasi antara bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas desa.

Di sektor ketahanan pangan, desa didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal, baik di bidang pertanian maupun peternakan, guna memastikan ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Sementara itu, pengembangan pariwisata desa diarahkan pada pemanfaatan potensi budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik ekonomi baru. Pendekatan ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam.

“Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Desa harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keseimbangan ini,” ujarnya.

Selain empat pilar utama, Pemprov NTB juga memperkuat dukungan terhadap sektor ekonomi melalui peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Bank NTB Syariah, dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pemerintah juga mendorong skema keberangkatan zero cost bagi PMI untuk memastikan mereka dapat bekerja ke luar negeri secara legal, aman, dan tanpa beban biaya awal.

“Lombok Timur merupakan penyumbang PMI terbesar. Kita ingin mereka berangkat tanpa utang dan memiliki masa depan yang lebih terencana,” jelas Miq Iqbal.

Selain itu, pembinaan pengelolaan keuangan bagi PMI juga disiapkan agar pendapatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif, termasuk untuk investasi dan pengembangan usaha melalui akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Perwakilan FKKD Lombok Timur, Khairul Ihsan, S.H, M.H, menyampaikan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung implementasi empat pilar pembangunan tersebut.

“Kami siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan potensi desa, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga pengembangan pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, sinergi antara pemerintah provinsi dan desa menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Kalau desa kuat, maka daerah akan kuat. Dari desa, kita bangun NTB yang makmur dan berdaya saing,” pungkasnya.

Redaksi |

Jumat, 01 Mei 2026

Pemprov NTB Genjot Penurunan Stunting, Fokus Intervensi Kasus dan Perbaikan Data


Mataram, Media Dinamika Global – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat langkah penurunan angka stunting dengan menekankan validasi data dan intervensi terarah pada kasus yang sudah teridentifikasi. Upaya ini ditargetkan berjalan serentak mulai pertengahan Mei 2026.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan akurasi data sebagai dasar intervensi. Validasi data dilakukan setelah pendataan posyandu April, sebelum kemudian seluruh perangkat bergerak menangani kasus di lapangan.

“Kita validasi dulu datanya di awal Mei. Setelah itu baru kita serentak bergerak, terutama untuk anak-anak yang sudah stunting. Kita fokus dulu ke yang kasus,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Pencegahan, Percepatan, Penurunan Stunting ( TP3S) provinsi NTB, Kamis (30/4/2026) bertempat di Ruang Rapat Bappeda.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak lagi terbatas pada desa tertentu, melainkan menjadi gerakan menyeluruh di seluruh wilayah NTB. Namun, daerah dengan angka tertinggi seperti Lombok Timur dan Lombok Utara akan menjadi prioritas utama.

“Kita tidak bicara 40 desa saja. Ini seluruh NTB harus bergerak, tapi tentu fokus pada wilayah dengan angka tertinggi,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, prevalensi stunting triwulan I 2026 berada di angka 12,88 persen. Lombok Timur mencatat angka tertinggi sebesar 20,72 persen, disusul Lombok Utara 12,87 persen dan Kabupaten Bima 11,57 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Primer, Komunitas dan lanjutan Dinas Kesehatan NTB, H. Badaruddin, menjelaskan, bahwa penanganan stunting dilakukan melalui dua pendekatan, yakni intervensi spesifik di sektor kesehatan dan intervensi sensitif lintas sektor.

“Intervensi spesifik itu menyasar seribu hari pertama kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Di situ kontribusinya sekitar 30 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah konkret meliputi pemberian imunisasi, pemantauan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, hingga pemenuhan gizi bayi melalui ASI eksklusif dan makanan pendamping.

Sementara itu, intervensi sensitif yang berkontribusi hingga 70 persen melibatkan berbagai sektor, seperti penyediaan air bersih, sanitasi, edukasi pencegahan pernikahan dini, hingga penguatan ekonomi keluarga.

Badaruddin menekankan pentingnya pencegahan dibandingkan penanganan kasus yang sudah terjadi.

“Kalau sudah terjadi, penanganannya lebih sulit. Karena itu pencegahan di hulu menjadi kunci, mulai dari remaja putri, ibu hamil, sampai balita,” tegasnya.

Meski demikian, bagi anak yang sudah mengalami stunting, intervensi tetap dilakukan melalui pemenuhan asupan gizi, khususnya protein hewani, serta penanganan penyakit penyerta jika ada.

Sebelumnya Ketua tim penggerak PKK NTB Sinta M. Iqbal berpesan agar program intervensi stunting ini dalam pelaksanaannya sukses, ia mengajak semua element untuk bekerjasama termasuk melibatkan pengurus PKK dikabupaten/kota serta kader posyandu yang tersebar.

“Stunting ini urusan kita semua. Jadi saya harap kita juga kerja bareng-bareng”. Pesan bunda Sinta.

Upaya lintas sektor dan pendekatan berbasis data ini juga dilaksanakan bukan hanya dalam rangka penurunan stunting namun sebagai persiapan survei gizi tahun 2026.

Redaksi |

Peringati Hardiknas, Gubernur NTB Siapkan Insentif untuk Ribuan Guru P3K Paruh Waktu

Gubernur NTB saat Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan kualitas pendidikan dalam akses belajar, kompetensi dan kesejahteraan guru. Sebagai apresiasi dan perhatian kepada guru berstatus Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK - PW), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan anggaran untuk penghasilan tambahan minimal sebesar Rp500 ribu bagi 1.759 guru mulai September mendatang. 

"Khusus untuk guru P3K PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik", ucap Gubernur Dr. H.L.Muhamad Iqbal dalam upacara peringatan Hardiknas di lapangan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Mataram, Sabtu (02/05/2026). 

Gubernur mengatakan, kebijakan bagi guru PPPK- PW ini dilakukan sebesar harapan daerah dalam memajukan dunia pendidikan. 

Gubernur menegaskan bahwa Dinas Dikpora sebagai pengampu utama pendidikan, fokus kepada pembanguan manusia bukan sekadar fisik agar kualitas pendidikan meningkat. 

"Kualitas pendidikan artinya dinas, kepala sekolah dan guru mulai memikirkan agar seluruh anak memiliki akses pendidikan. Memastikan tidak ada anak putus sekolah, memastikan kualitas bahan ajar dan kualitas  guru", tegasnya. 

Dalam upacara peringatan Hardiknas ini, Gubernur menyampaikan amanat nasional pendidikan dasar dan menengah dalam lima kebijakan strategis nasional yakni, revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi, pemenuhan kualifikasi dan kompetensi guru sebagai teladan dan kesejahteraan dalam bentuk beasiswa kuliah bagi guru, penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah, kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan numerasi dalam science, technology, engineering and mathematics (STEM) dan tes kemampuan akademik termasuk olahraga dan kesenian serta kebijakan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel untuk berbagai penyebab putus sekolah dengan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, komunitas belajar dan sekolah terbuka. 

Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, empat ekosistrm pendidikan dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media diintegrasikan dalam regulasi dan kebijakan. 

Dalam upacara peringatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga orang pengajar dari SMA Negeri 5 Mataram, Siti Nurhani, SLB Negeri 1 Mataram, Kamtono dan SMK Negeri 1 Mataram, Ahmad Quroni.

Redaksi | 

Keluhan Hati Dalam Menghadapi Kenyataan Hidup ini

 



MediaDinamikaGlobal.id 

Dalam Renungan Hati Terkadang Sering Mengeluh

Namun Apala Daya Aku hanya Insan Biasa Yang Bisa

Menerima Dan Berdoa(Sabtu./2 /5/2026) Semoga kelak Bisa Mendapat

Kan,Ketenenangan Hati Dalam Menghapi Kenyataan ini.Memang Hati Manusia Selalu Kurang Bersukur,

Maka Dari Itu Saya Akan Belajar Untuk Bersuhkur.Karna

Kalau Kurang Bersuhkur Dalam Hidup ini Semua Akan 

Hancur.Apapun Yang Tuhan 

Berikan Akan Kuterimah Dengan Lapang Dada

Karna tuhan Memberikan Cobaan Baik Senang Maupun

Duka itu Semua Tuhan Yang

Tau.Untuk Mengingatkan Diriku Sendiri.(Umar.MDG

Kepala SDN Inpres 1 Tangga, Pimpin Upacara Hardiknas, Kenakan Pakaian Adat Bima


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Semangat dan partisipasi yang begitu besar serta suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Inpres 1 Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima. 

Upacara yang digelar di halaman sekolah berlangsung lancar dan diikuti oleh seluruh Dewan Guru, Pegawai serta seluruh Siswa SDN Inpres Tangga. Sabtu, (02/05/26)

Pada Upacara yang digelar ini, memiliki keunikan tersendiri, dimana para peserta Upacara, mulai dari Kepala Sekolah, guru hingga siswa mengenakan busana adat Bima, bahkan Kepala SDN Inpres Tangga Sulhaerati.S.Pd, terlihat begitu anggun dan bersemangat memimpin jalannya pelaksanaan Upacara dengan mengenakan pakaian adat Bima tersebut.

Pemandangan serupa juga terlihat pada seluruh siswa dan guru. Para siswa perempuan terlihat cantik dalam balutan baju "asi", sementara siswa laki-laki gagah mengenakan baju tenun lengkap dengan hiasan kepala "sambolo"khas adat Bima.

Dalam amanatnya, Kepala SDN Inpres 1 Tangga Sulhaerati, S.Pd menyampaikan pentingnya semangat Hardiknas untuk terus memajukan dunia pendidikan. Beliau juga mengapresiasi partisipasi seluruh warga sekolah yang telah mengenakan pakaian adat, sebagai wujud pelestarian dan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Hari ini kita tidak hanya memperingati Hardiknas, tetapi juga merayakan kekayaan budaya Bima melalui pakaian adat yang kita kenakan. Semoga semangat ini terus membara dalam diri kita semua untuk memajukan pendidikan dan melestarikan budaya.

Lebih lanjut disampaikannya, sesuai dengan tema pada Hardiknas tahun 2026 "Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". 

Dalam hal ini tentunya memiliki pesan penting yakni, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berinovasi, dan meneladani filosofi Ki Hadjar Dewantara, serta mendorong generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berani berinovasi.


Tema ini juga menegaskan bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah atau guru semata. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama—partisipasi semesta, ujar Sulhaerati, S.Pd.

Terakhir disampaikannya, terima kasih atas dedikasi tanpa batas. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Teruslah berinovasi dalam mengajar. Jadikan merdeka belajar sebagai semangat untuk menuntun bakat unik setiap murid, bukan memaksakan standar yang kaku. Pendidikan bermutu adalah yang mampu melahirkan generasi unggul secara intelektual dan memiliki budi pekerti yang luhur.

Upacara Hardiknas di SDN Inpres 1 Tangga Timur ini menjadi momen yang berkesan, tidak hanya sebagai peringatan hari penting bagi pendidikan nasional, tetapi juga sebagai ajang untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap identitas budaya daerah sejak dini. (Tim MDG)

Dalam Upaya Penanganan RTLH, Bupati Bima Minta Kepala Desa Segera Sampaikan Data Akurat

Foto : Bupati Bima
Ady Mahyudi 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Kabupaten Bima terus bergerak cepat dalam upaya menuntaskan permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tahun 2026. Bupati Bima memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kepala Desa di wilayahnya untuk segera menyampaikan data yang valid dan akurat terkait kondisi rumah warga di masing-masing daerah.

Instruksi ini disampaikan sebagai langkah awal agar program rehabilitasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu dapat berjalan tepat sasaran, efektif, dan tidak ada warga yang terlewatkan dari bantuan pemerintah. Intruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, melalui surat resmi dengan nomor : 600.2/005/06.10/2026, tertanggal 23 Aril 2026.

"Kita tidak boleh salah dalam mengambil langkah. Oleh karena itu, saya minta seluruh Kepala Desa untuk segera mengirimkan data RTLH yang benar-benar akurat dan terbaru," tegas Bupati Bima, Ady Mahyudi. Minggu (02/05/2026).

Bupati Bima Ady Mahyudi menjelaskan, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan, khususnya di bidang perumahan. Dengan data yang jelas, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan, menyusun anggaran, serta menentukan prioritas wilayah yang paling membutuhkan penanganan. 

"Jangan sampai ada data yang tumpang tindih, atau justru ada warga yang sangat membutuhkan justru tidak terdata. Kepala Desa adalah ujung tombak di lapangan, maka tanggung jawab untuk memastikan kebenaran data ini ada di tangan Bapak/Ibu sekalian," tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Bima berharap agar para Kepala Desa dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, transparan, dan objektif. Pemkab Bima meminta setiap desa menyampaikan data melalui tautan yang telah disediakan, dengan melampirkan kondisi fisik rumah, identitas pemilik, dokumentasi foto serta data pendukung lainnya. 

Terkait surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pihak, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Gubernur Nusa Tenggara Barat, DPRD Kabupaten Bima serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dan berkomitmen untuk mengirimkan laporan sesuai waktu yang ditentukan agar program penanganan RTLH di Kabupaten Bima dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat. (MDG05)  

Camat Pinggir Dukung Kodim 0303 Bengkalis Sukseskan TMMD ke-128



BENGKALIS - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 yang berlangsung di desa Balai Pungut dan Tengganau, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau terus dikebut dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik nan pro rakyat.


Mulai dari pembuatan drainase, rumah layak huni, manunggal air bersih, peningkatan dan pengerasan jalan hingga program pekerjaan lainnya dinilai sangat membantu sejahterakan rakyat.


Apresiasi terucap langsung oleh Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay, Sabtu (2/5). Menurutnya, seluruh rangkaian pembangunan dalam bingkai TMMD sangat strategis dan membantu pemerintah daerah dalam memeratakan pembangunan hingga menembus desa-desa terisolir.


"Program-program yang dikerjakan Satgas TMMD ke-128 di wilayah kami sangat baik dan membantu sekali. Masyarakat sangat banyak mendapat manfaat oleh kehadiran TNI di wilayah Kodim 0303 Bengkalis beserta jajarannya," kata Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay.


"Mengingat sangat baiknya manfaat dari pelaksanaan TMMD, kami sangat mendukung dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensukseskan TMMD ke-128 di Kecamatan Pinggir demi pemerataan pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat," serunya. (Bres)

Anggota Koramil 1608-01 Tingkatkan Pengamanan Wilayah Teritorial, Cegah Gangguan Kamtibmas


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Jum'at, (01/005/26)

Kali ini kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, kembali di laksanakan dan dipimpin oleh Babinsa Lewirato Serka Adhar.

Adapun personil yang terlibat Patroli sebanyak 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran dibeberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Manggemaci.

5. Kelurahan Paruga 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Lewirato Serka Adhar bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 20.55 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.00 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,10$ wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencar Patroli dan Edukasi Warga Lewat Kegiatan “Kongkow-Kongkow”


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli sekaligus komunikasi sosial (komsos) melalui metode “kongkow-kongkow” di desa binaan masing-masing pada Jumat (1/5) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan.




Kegiatan dimulai pada pukul 19.30 WITA, ketika Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, melaksanakan patroli dengan menyambangi warga, khususnya kalangan pemuda. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau agar generasi muda menjaga ketertiban serta menjauhi penggunaan barang terlarang yang dapat merusak masa depan diri sendiri dan keluarga.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, turut melaksanakan patroli bersama warga. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaksanakan ronda malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah desa, sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Desa Lanta, Serka Khairuddin, pada pukul 20.30 WITA. Dalam interaksinya dengan warga, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari. Ia juga mengingatkan agar tidak terlibat dalam balap liar, konsumsi minuman keras, maupun penyalahgunaan narkoba. Selain itu, warga diminta segera melaporkan setiap kejadian atau permasalahan kepada pihak terkait seperti Ketua RT, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, pada pukul 21.00 WITA, Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari tindakan yang melanggar hukum. Ia juga menegaskan pentingnya melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Kegiatan “kongkow-kongkow” ini menjadi salah satu pendekatan humanis yang efektif dalam membangun kedekatan antara aparat teritorial dan masyarakat, sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis lingkungan.(Team.MDG.03)