Wawo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) wawo tetap berjalan selama bulan Ramadan. Akan tetapi, mekanisme pembagian makanannya mengalami sedikit perubahan agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak yang menjalankan ibadah puasa.
“Untuk Ramadan tetap dilaksanakan. Jadi kalau sekolah masuk maka program makan bergizi tetap dilaksanakan,” ujar Kepala Dirut (BGN), H. Kasnun di wawo kabupaten bima.
Selama Ramadan, kata H. Kasnun, makanan yang biasanya dikonsumsi langsung di sekolah kini bisa dibawa pulang agar dapat dinikmati saat berbuka puasa. “Jadi untuk yang puasa bisa dimakan saat buka. Untuk yang tidak puasa bisa dimakan sembunyi-sembunyi di sekolah atau di rumah,” ujar dia.
Menu MBG Selama Ramadan
Adapun menu makanan yang disediakan selama bulan puasa dirancang agar tahan lama dan tidak mudah basi. Beberapa contohnya antara lain susu, telur rebus, kurma, kue kering fortifikasi, buah, serta sesekali bubur kacang hijau atau kolak, dengan tetap memperhatikan komposisi gizi.
“Atau kolak yang jelas sumber komposisi gizinya tetap, di mana di situ ada protein karbohidrat dan ada serat,” ujar Kepala Dirut BGN uma lengge wawo tersebut.
Selain itu, BGN Uma Lengge Wawo juga melakukan inovasi dalam hal kemasan makanan. H. Kasnun mengatakan pihaknya akan menggunakan kantong sebagai kemasan baru dalam pendistribusian makanan di sekolah-sekolah. Penggunaan kantong ini telah dilakukan sebelumnya dalam uji coba MBG Uma Lengge Wawo di Wawo kabupaten bima.
Kantong tersebut, lanjutnya, harus dibawa kembali keesokan harinya untuk ditukar dengan kantong baru yang berisikan makanan. Mekanisme ini kata H. Kasnun, tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga melatih kedisiplinan siswa.
“Besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantong yang isi sehingga tidak menimbulkan sampah,” ujarnya.
Pelaksanaan MBG Uma Lengge Wawo Sampai Lebaran.
Lebih lanjut, kepala Dirut BGN Uma Lengge Wawo H. Kasnun itu menjelaskan bahwa program MBG akan terus berjalan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaannya pun berlaku sama untuk seluruh siswa, tanpa memandang mereka, termasuk yang muslim.
H. Kasnun mengungkap meskipun ada usulan agar daerah mayoritas tetap menjalankan program MBG Uma Lengge Wawo seperti biasa, BGN Uma Lengge Wawo memutuskan untuk menyamakan mekanisme di semua wilayah. Evaluasi akan dilakukan setelah satu minggu pelaksanaan untuk menentukan apakah perlu ada penyesuaian khusus untuk daerah wawo.
“Nanti kita akan evaluasi setelah berjalan satu minggu begitu, apakah di daerah yang muslim sama seperti yang pada umumnya atau diberikan perlakuan khusus,” ujarnya.
Dadan berharap makanan yang disediakan dapat menjadi contoh bagi para orang tua dalam menyajikan makanan sehat di rumah, khususnya selama bulan Ramadhan. Hal ini penting untuk mengurangi kebiasaan menyajikan makanan manis dan berminyak yang kurang baik untuk kesehatan anak-anak.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan makanan segar setiap hari dan mengurangi konsumsi gula berlebihan, sehingga makanan sehat yang diberikan oleh BGN Uma Lengge Wawo selama Ramadhan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga di rumah.(Sekjend MDG)