Media Dinamika Global

Senin, 02 Juni 2025

Tangisan Seorang Ibu Dan Duka Generasi Bangsa Efek Mal Praktek Salah Satu RSUD


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Tangisan Seorang Ibu Dan Duka Generasi Bangsa Efek Mal Praktek Salah Satu RSUD. Tepatnya Pada tanggal 10 April 2025, Ibu Menceritakan Kronologis Awalnya saat anak saya masuk IGD Puskesmas Bolo karena demam dan muntah. Infus dipasang di tangan kiri, namun terjadi pembengkakan setelah penyuntikan. Saya, ibu pasien, melaporkan ke perawat, dan infus dicabut. Beberapa jam kemudian dipasang lagi infus di tangan kanan, lalu anak dipindahkan ke ruang perawatan anak pada 11 April 2025.

Setelah dirawat selama empat hari tanpa perubahan kondisi anak saya , pada 13 April 2025 saya meminta rujukan ke RSUD Sondosia. Sebelum dirujuk, perawat hendak menyuntikkan obat melalui infus di tangan kanan, meski saya sudah memperingatkan bahwa tangan terlihat bengkak. Perawat menyepelekan dengan mengatakan itu efek plester, lalu tetap melakukan penyuntikan pemberian obat pada tangan kanan anak saya. 

Beberapa jam kemudian, ketika saya memegang tangan kanan anak saya, tiba tiba anak saya menarik tangannya sambil menangis seperti kesakitan, kemudian saya langsung melapor ke perawat saat itu dan di lakukan pencabutan infus dan kondisi tangan anak saya pada waktu itu tampak bengkak dari jari jari tangan hingga punggung tangan. Infus dicabut dan saya mengompres tangan anak dengan air hangat.

Lalu pada Tanggal 13 April 2025 Rujukan ke RSUD Sondosia diberikan tanpa Pemasangan infus karena petugas tidak berhasil memasangnya kembali. Malam hari kami tiba di IGD RSUD Sondosia dan infus dipasang kembali di tangan kiri anak saya oleh perawat IGD RSUD Sondosia Dan di lanjutkan pemberian obat melalui infus dan setelah observasi beberapa jam di IGD RSUD sondosia keadaan anak saya mulai membaik maka di pindahkan keperawatan anak . 

Kemudian pada Pada 14 April pagi, Ketika saya melihat kembali tangan kanan anak saya malah tampak semakin bengkak , dan saya pun melaporkan keadaan tangan anak saya pada waktu itu sama dokter yg sedang melakukannya visite dan Dokter spesialis anak menyebut itu penumpukan cairan dan menyarankan kompres air dingin.

Namun setelah beberapa jam saya dan suami kompres tangan anak saya yang ada tangan anak saya mengalami pembengkakan lebih parah sampai diatas siku , tangan menghitam, keras, dan jari-jari kaku. Saya meminta rujukan ke RSUD Bima tapi ditolak dan hanya di berikan salep dan suntikan di infus. 

Baru pada tangga 15 April sore saya mendapatkan rujukan ,itupun rujukan paksa setelah saya berlari ke IGD RSUD Sondosia  menangis sambil menggendong anak saya dan  memohon untuk diberikan rujukan ke RSUD bima karena anak saya kesakitan.

Setelah itu pada Tanggal 15 April 2025 Malam ,anak saya di rujuk ke RSUD Bima .Di RSUD Bima, dokter jaga menyepelekan kondisi tangan anak saya dan tidak melakukan pemeriksaan fisik, meski saya telah menyampaikan kekhawatiran akan risiko amputasi. 

Saya malah diberi jawaban merendahkan oleh dokter jaga di IGD  seperti “itu hanya peradangan Bu dan tangan anak ibu akan kempes sendiri setelah dikasih obat dan tidak perlu operasi hanya penyedotan , dan disaat saya mengatakan ketakutan tangan anak saya akan di amputasi  ,jawaban menyepelekan juga dari perawat IGD RSUD bima  " tidak usah terlalu Tinggi pemikiran nya bu , tidak usah terlalu overthinking ” dan “ selama anak ibu tidak menangis histeris anak ibu akan baik-baik saja “. 

Padahal Malam itu anak saya kesakitan, demam tinggi, dan mual, tetapi tidak ada tindakan berarti. Dan tidak ada satupun dokter yang pergi memeriksa keadaan anak saya pada waktu itu dari tanggal 15 april 2025 tengah malam sampai tanggal 16 april 2025 sebelum di lakukan tindakan operasi darurat oleh dokter spesialis.

Kemudian Pada 16 April 2025 pukul 11.00, karena kondisi anak saya semakin lemah, saya menangis histeris. Barulah dokter dan perawat panik dan dokter spesialis datang kemudian memeriksa tangan anak saya. Dinyatakan kondisi sangat parah dan harus dioperasi segera. 

Operasi darurat pun dilakukan pada saat itu dan hasilnya jari-jari tangan anak saya tidak berfungsi lagi. Dokter pun menjelaskan kalau tangan anak saya terinfeksi bakteri yang ganas dan terjadinya infeksi itu berasal dari bekas tusukan jarum.

Dan tepatnya Pada 18 April malam karena keadaan tangan anak saya semakin parah maka anak saya dirujuk ke RSUP Mataram. Lalu Tanggal 19 April pagi, anak saya dirawat intensif di RSUP Mataram dan dokter pun  menyarankan agar tangan anak saya harus diamputasi karena tidak bisa diselamatkan lagi jari jarinya dan takut infeksi nya semakin menyebar di organ organ yang lain dan jadwal untuk operasi amputasi pun telah ditentukan oleh dokter spesialis atas persetujuan saya dan suami. Dan pada tanggal 12 Mei 2025 amputasi dilakukan di telapak dan jari jari tangan anak saya. Di RSUP Mataram, tangan kanan Arumi diamputasi.

Tangisan seorang ibu yg melahirkan ANAK masuk krn sakit lain tp berdampak AMPUTASI  TANGAN EFEK INFEKSI JARUM INFUS

Mohon bantu ATENSI kasus ini PAK krn sudah masuk LAPORAN POLISI di Polres KABUPATEN BIMA.(Team)

Satresnarkoba Polres Dompu Ringkus Pengedar Sabu Asal Pekat


Dompu, Media Dinamika Global.Id – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Dompu berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Penangkapan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025, sekitar pukul 02.30 Wita, di sebuah rumah yang terletak di Desa Pekat.

Tersangka berinisial S, seorang pria berusia 27 tahun, warga setempat yang masih tercatat sebagai pelajar/mahasiswa. Ia ditangkap atas dugaan memiliki, menyimpan, dan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu.

Kronologi penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di kediaman terduga pelaku, yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H. langsung memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan intensif.

Setelah dilakukan pengintaian dan memastikan kebenaran informasi, sekitar pukul 01.00 Wita tim bergerak ke lokasi dengan menyamar sebagai pembeli. 

Saat pelaku membuka pintu, tim langsung merangsek masuk dan mengamankan tersangka tanpa perlawanan.

Dalam rangka menjamin transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum, dua warga setempat dihadirkan sebagai saksi umum saat proses penggeledahan. Setelah membaca surat perintah di hadapan saksi dan terduga, petugas melanjutkan penggeledahan di dalam rumah.

Dari hasil interogasi di tempat, terduga mengakui menyimpan narkotika jenis sabu dan menyerahkannya secara sukarela. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:

1 buah klip berisi 6 gulung sabu

1 buah klip berisi 5 gulung sabu

1 buah klip berisi 4 gulung sabu

Total bruto 8,03 gram, netto 3,76 gram

Seluruh barang bukti dibungkus menggunakan plastik dan disimpan dalam kotak rokok yang dibalut isolasi hitam.

Sekitar pukul 05.10 Wita, kegiatan selesai dan tim membawa pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Dompu untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas AKP Zuharis, S.H., membenarkan penangkapan tersebut. 

“Pengungkapan ini adalah bentuk komitmen Polres Dompu dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkoba di wilayah hukum kami,” tegasnya.

Saat ini, tersangka S masih menjalani pemeriksaan intensif dan dijerat dengan pasal sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

IKA PMII Apresiasi Bupati Bima, Upaya Selesaikan Masalah dengan 6 Aktivis


Bima, Media Dinamika Global.Id - Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bima memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang telah mengambil langkah bijak dengan melakukan mediasi dan upaya perdamaian bersama organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Bima setelah kejadian perusakan mobil Dinas Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Atas peristiwa dalam aksi menuntut pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa sumbawa (PPS) yang berlangsung pada tanggal 28 Mei 2025 lalu itu, enam mahasiswa Cipayung Plus Bima di laporkan kasus dugaan pengrusakan mobil dinas sehingga ditahan oleh Polres Bima dan kini mereka berada di Polda NTB.

"Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai dan dialog," kata Ketua Pengurus Cabang IKA PMII Kabupaten Bima, Adiman Husain dalam pernyataan resminya, Senin (2/6/2025).

IKA PMII Kabupaten Bima berharap bahwa langkah ini dapat menjadi contoh bagi penyelesaian konflik di masa depan, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. "Kami percaya bahwa dialog dan mediasi adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan membangun kepercayaan," tambahnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Cipayung dan mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tensi dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pembangunan daerah.

IKA PMII Kabupaten Bima juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga perdamaian dan mendukung upaya pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa. "Mari kita bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Bima yang bermartabat sesuai visi misi bupati dan wakil bupati Bima Ady-Irfan, kemudian terus memberikan dukungan terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa," ajak Adiman.

Selain itu, Adiman juga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi adik-adik mahasiswa agar kedepan dalam menyampaikan aspirasi lebih terkontrol serta menghindari tindakan yang dapat merugikan pihak lain. 

"Ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita semua terutama adik-adik mahasiswa, agar kedepannya dalam menyampaikan aspirasi sebisa mungkin menghindari tindakan yang dapat merugikan orang atau pihak lain," pungkasnya. (Surya Ghempar).

Jelang Lebaran Idul Adha,Pemdes Rasabou Sape Salurkan BLT Dana Desa Triwulan Kedua Kepada 20 KPM 2025


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Empat hari Jelang Lebaran Idul Adha 1446 H/2025 M Pemerintah Desa (Pemdes) Rasabou Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB Melaksanakan Pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk Triwulan kedua Tahun Anggaran 2025 yaitu (April,Mei,Juni) Kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang digelar di Aula Kantor Desa Rasabou (Senin.02/05/2025).


Kegiatan ini turut di hadiri langsung oleh Kepala Desa Rasabou, Bhabintrantibun,Pendamping Desa Kecamatan Sape,Pendamping Lokal Desa,BPD Serta KPM Penerima Manfaat BLT.

Dalam sambutannya Kades Rasabou (Makruf.S.Adm)  menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan ini, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh KPM, dan kami berharap bantuan yang diterima KPM dapat digunakan dengan sebaik-baiknya terutama jelang lebaran idul adha.


Kades Juga menambahkan bahwa penyaluran BLT DD tahap kedua ini yaitu untuk 3 bulan sekaligus (April, Mei,Juni) kepada 20 Penerima Manfaat dengan nominal Rp.900.000 setiap KPM atau Rp.300.000/Bulan.

Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban bapak ibu sekalian, dan sekiranya bantuan ini dapat dibelanjakan didesa kita, agar manfaat BLT DD ini dapat juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang memiliki usaha dan tidak menerima bantuan dari pemerintah, karena sejatinya BLT DD ini adalah bentuk perhatian dari Pemerintah dalam rangka percepatan penurunan dan penghapusan kemiskinan ekstrim,” ucapnya.

KPM BLT Dana Desa Yang Sakit 

Pantauan awak media sebagian KPM BLT Dana Desa yang tidak bisa hadir dikantor Desa dikarenakan yang bersangkutan Menderita Sakit Menahun Kronis dan Lansia, Pemdes dan BPD akan mendatanginya langsung di rumah masing-masing guna menyerahkan bantuan tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan lancar tertib dan sukses.

(Team.MDG.03)

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Penuntun Indonesia Raya.


Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Polda Lampung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 di Lapangan Mapolda Lampung, Senin 02 Juni 2025.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengajak seluruh peserta untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya", upacara ini tidak hanya menjadi peringatan historis, tetapi juga momentum refleksi dan revitalisasi semangat persatuan dan keadilan sosial di tengah keberagaman bangsa.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Irjen Pol Helmy Santika dalam amanatnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan terhadap Pancasila semakin nyata di era globalisasi dan digitalisasi. Penyebaran paham radikal, intoleransi, hingga disinformasi, menurutnya, harus dilawan dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila di seluruh dimensi kehidupan, mulai dari pendidikan hingga ruang digital.

“Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” tegas Helmy.

Lebih lanjut, Kapolda Lampung menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga kemajuan moral. 

“Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” ucapnya.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Helmy Santika juga menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi saat ini. 

“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara, pada pukul 10.00 WIB, Kapolda Lampung bersama para Pejabat Utama Polda Lampung turut menyaksikan secara daring pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan secara nasional di Jakarta melalui layar lebar yang disiapkan di Gedung Siger Lounge Polda Lampung.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga kunci untuk menjawab tantangan masa depan.( Fs/Red)

Terima Audiensi DPC GRANAT Tulang Bawang, Simak Pesan Bupati Tulang Bawang Qudrotul.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, MM, menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkoba (DPC GRANAT) Kabupaten Tulang Bawang, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Tulang Bawang, Senin 02 Juni 2025.

Dapam pertemuan ini merupakan bagian dari upaya sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan organisasi kemasyarakatan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di wilayah Sai Bumi Nengah Nyappur.

Dalam audiensi tersebut, Ketua DPC GRANAT Tulang Bawang beserta jajaran menyampaikan program kerja organisasi serta harapan untuk mendapat dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah dalam menyukseskan gerakan anti narkoba di tengah masyarakat.

Bupati Qudrotul Ikhwan menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam mendukung segala bentuk gerakan positif yang bertujuan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika yang marak terjadi. 

"Pemerintah daerah akan selalu terbuka dan siap bersinergi dengan elemen masyarakat, termasuk GRANAT, dalam menciptakan Tulang Bawang yang bersih dari narkoba," ujar Bupati Qudrotul. 

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerjasama strategis dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat Tulang Bawang. 

Dengan kerjasama, koordinasi dan saling bersinergi semua pihak termasuk pemerintah, masyarakat dan organisasi termasuk Granat haraoan kedepan kabupaten tulang bawang bisa menekan angka peredaran narkoba lebih kuat lagi agar kita bisa lebih banyak menyelamatkan generasi muda sebagai generasi penerus sebagai pemimpin di kabupaten tukang bawang, ujar Qudrotul Ikhwan Bupati Tulang Bawang.
( Fs/Red)

Bhabinkamtibmas Kokarlian Berikan Pengamanan Upacara Keagamaan Ngulapin


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id — Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Kokarlian, Brigadir I Nengah Kartu Wijaya, melaksanakan tugas pengamanan kegiatan upacara keagamaan Ngulapin yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Dusun Samarekat, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Minggu (1/6/2025) pukul 17.00 WITA.

Kegiatan upacara Ngulapin ini merupakan bagian penting dari prosesi keagamaan dalam rangka pembangunan Sanggah/Merajan, yakni tempat suci umat Hindu untuk melakukan persembahyangan dan kegiatan spiritual lainnya. Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga umat Hindu di Dusun Samarekat.

Brigadir I Nengah Kartu Wijaya hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memastikan kelancaran jalannya upacara, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah. Ia juga turut menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh adat dan tokoh agama sebagai bentuk sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberagaman dan toleransi antar umat beragama.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan ataupun potensi kericuhan di lapangan.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas yang terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan seperti ini.

“Pengamanan kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bentuk komitmen Polres Sumbawa Barat dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah hukum kami. Kami juga ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujar Kasi Humas.

Ia menambahkan, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai ujung tombak kepolisian di desa, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.

Dengan berjalannya kegiatan secara aman dan lancar, diharapkan semangat toleransi serta semangat gotong royong antar warga di Kecamatan Poto Tano khususnya Desa Kokarlian dapat terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera. (Surya Ghempar).

Kapolres Sumbawa Barat Hadiri Upacara Bendera Hari Lahir Pancasila 2025


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id - Kapolres Sumbawa  Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bertempat di Lapangan Graha Fitrah Kantor Bupati Sumbawa Barat hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila ke-80 tahun, Senin 2 Juni 2025.

Upacara dipimpin oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si selaku Inspektur upacara, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanifah, S.Pt., M.M.Inov, Ketua DPRD Sumbawa Barat, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain S.I.K, Perwakilan Dandim 1628/ Sumbawa Barat, Perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Sekda Sumbawa Barat Drh. Khairul, M.M, Para Asisten dan Kepala OPD lingkungan Pemkab Sumbawa Barat.

Dalam amanatnya Bupati,  mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia, la mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ditempat terpisah, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K menyampaikan Hari Lahir Pancasila tahun  2025 mengangkat tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya", yang mengandung makna   menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi ideologi bangsa dalam menghadapi tantangan global dan perbedaan pendapat yang kerap muncul.

"Momentum ini, mari kita rajut dan perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, tanamankan idiologi Pancasila dan kita amalkan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila menuju Indonesia Emas," ujar AKBP Zulkarnain.

Seluruh rangkaian upacara  berlangsung dengan khidmad, aman dan lancar. (Surya Ghempar).

Ibu Menangis, Bangga Melahirkanmu Menjadi Seorang Pejuang Untuk Kepentingan Masyarakat PPS


Bima, Media Dinamika Global.id.--
 Kisah haru mewarnai perjalanan 6 aktivis Cipayung Plus Bima. Pejuang pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) itu harus berurusan dengan penegak hukum.

Mereka diduga merusak 1 Unit Mobil Dinas jenis Isuzu Panther aset Pemkab Bima. Saat berlangsung aksi PPS depan Bandara Sultan Muhammad Salahudin, di Desa Belo, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Rabu (28/05).

Tidak lama, sehari setelahnya, (Kamis 29/05) pendemo itu dijadikan Tersangka. Pasal 170 Ayat (1) KUH jo. Pasal 212 KUHP. Ancaman hukuman tinggi sekali, maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

Usai jadi tersangka polisi gerak cepat mengurung mereka di Ruang Tahanan (Rutan) Polres Bima.  Mereka ditahan sehari disana, kemudian diumumkan di pindahkan ke Rutan Polda NTB.

Pengumuman status hukum mereka diumumkan langsung Kapolres Bima, AKBP Eko Sutomo, Sabtu (31/05). Bersamaan dengan itu demonstran PPS diangkut dari Polres Bima menuju Polda NTB.

Penahanan demonstran itu menjadi ujian perasaan, yang teramat mendalam khususnya bagi orang tua. Salah satunya orang tua M. Alfiansyah, Iya Fitria. Ia “merekam” detik-detik yang menegangkan perasaan itu dengan mencurahkan isi hatinya.

“Mama bangga melahirkanmu menjadi seorang pejuang, untuk kepentingan masyarakat. Sehat-sehat ya Nak. Semoga fisikmu kuat untuk pemindahan (tahanan) ke Polda (NTB) malam ini. Doa Mama menyertaimu,” tulisnya melalui akun facebooknya, Sabtu (31/05).

Iya Fitria, tidak lupa memanjatkan doa, mengharap Tuhan mempermudah perjalanan anaknya. “10 rakaat untuk malam ini. Semoga Allah mempermudah perjalananmu Pian,” imbuhnya.

Kecewa Pada Pemerintah

Ibu kandung dari Sekertaris HMI Cabang Bim, juga itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Terutama untuk pemimpin daerah (Adi-Irfan) yang ia perjuangkan untuk memimpin Kabupaten Bima.

Kekecewaan ia sampaikan khusus dalam sebuah postingan. Postingan itu memuat foto lengkap dengan keterangan, juga sebuah vidio yang menampilkan rekaman suara.

Foto itu memuat gambar dirinya menggunakan “jilbab biru” dengan kemeja Ijo. Seperti menegaskan posisinya sebagai pejuang perubahan.

Foto itu berisi keterangan: “Iyo mu pak dokter e. Ake ending perjuangan mada yang gak kenal lelah memenangkan ita doho. Tidak kenal lelah dan berdesak-desakan karena memperjuangkan ita doho menjadi orang nomor satu”.

Sementara untuk vidio memuat suara percakapan antara salah satu pemuda dengan Dokter H. Irfan Zubaidy, belum lama ini. Dimana Wakil Bupati Bima, menolak secara tegas permohonan damai pemuda itu.

“Ya Allah. Lembo Ade Anak. Percuma tidak dilihat jasa. Walau sedikit” tulisnya dalam foto yang menunjukkan bahwa dirinya mengunakan kemeja putih, dengan jilbab biru,” tulisnya, Minggu, (1/06).

Sebagai informasi, dikabarkan bahwa telah terjadi perdamaian antara terlapor dan pelapor kasus pengerusakan mobil dinas itu. Namun surat tersebut belum sempat dimasukin ke Polres Bima, keburu tahanan diangkut ke Polda NTB.(Sekjend MDG)

Minggu, 01 Juni 2025

Semmi Bima Bersama Aliansi Masyarakat Kembali Menggelar Demo Unjuk Rasa di Depan Kantor Perum Bulog Cabang Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.— Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima bersama Aliansi Mahasiswa dan Rakyat kembali turun ke jalan, menggelar aksi di depan Kantor Perum Bulog Cabang Bima sebagai bentuk kemarahan terhadap carut-marut kebijakan Bulog yang dinilai tidak berpihak pada petani dan rakyat kecil.

Namun ironis, ketika massa aksi datang membawa suara-suara jeritan petani dan rakyat, yang muncul hanya Kepala Gudang, bukan penanggung jawab utama di balik keputusan kebijakan. Pernyataan yang diberikan pun tidak menyentuh subtansi persoalan, tidak menjawab keluhan massa aksi, dan semakin mempertegas bahwa Bulog hari ini sedang lumpuh dalam fungsi pelayanan publik dan perlindungan petani.

Ketua Umum SEMMI Cabang Bima, Bung Irul Ambalawi, menyatakan sikap keras terhadap sikap tidak kooperatif dan tidak seriusnya pihak Bulog dalam menangani persoalan pangan di Bima.

“Kami tidak datang untuk bersalaman, kami datang membawa keringat dan tangisan petani yang hasil panennya ditolak! Jika Bulog tidak bisa menyerap jagung rakyat, maka jangan duduki kantor itu! Kami akan bersurat secara resmi ke legislatif dan pimpinan Bulog pusat untuk melakukan audiensi terbuka. Ini bukan akhir, tapi awal dari perlawanan,” tegas Bung Irul dalam pernyataannya di lokasi aksi.

Lebih lanjut, SEMMI Cabang Bima menyampaikan 5 tuntutan utama:

1. Mendesak Perum Bulog Cabang Bima untuk membuka akses maksimal dalam penyerapan jagung petani—jangan lagi ada alasan soal gudang penuh atau kualitas, karena itu tanggung jawab Bulog, bukan petani.

2. Menuntut Bulog mengambil langkah konkret dan cepat dalam menyelesaikan kelebihan stok, sebab hingga kini banyak jagung petani membusuk karena tidak terakses.

3. Meminta Bulog segera membayar seluruh hasil panen yang sudah dibongkar oleh petani. Penundaan pembayaran adalah bentuk pelecehan terhadap jerih payah petani.

4. Menuntut Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima segera memecat Kepala Bulog Cabang Bima, yang terbukti tidak efisien dan sering menolak hasil panen petani. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah negara.

5. Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk meningkatkan pengawasan ketat—jangan sampai jagung yang terserap hanya milik orang-orang yang punya bekingan kekuasaan. Jika ini terjadi, maka ini bukan hanya gagal, tapi sudah mengarah ke tindak pidana korupsi dan kolusi.


SEMMI Cabang Bima menegaskan bahwa bila tidak ada perubahan nyata dalam waktu dekat, maka gelombang perlawanan akan diperluas hingga ke tingkat provinsi dan nasional. Bung Irul juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi rakyat, petani, dan mahasiswa untuk membangun gerakan rakyat yang lebih besar dalam melawan sistem distribusi pangan yang timpang dan diskriminatif.

“Kami tidak akan diam melihat rakyat kami diinjak oleh sistem yang dikelola untuk kepentingan segelintir elite,” tutup Bung Irul dengan penuh semangat perlawanan.(Sekjend MDG)