Media Dinamika Global: Sarana Prasarana
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2026

Aksi Pemblokiran Jalan Lintas Bima-Tente, Akibat Jalan Rusak Depan SDN Rabakodo


Woha Bima. Media Dinamika Global.Id.- Aksi pemblokiran jalan di jalan lintas Bima-tente tepatnya di jalan rusak depan SDN Inpres Rabakodo Desa Rabakodo Kec. Woha Kab. Bima. Pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 Pukul 10.40 Wita Bertempat di jalan Lintas Tente-Bima depan SDN Inpres Rabakodo kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Pantauan langsung Media ini bahwa Telah di lakukan pemblokiran jalan dengan menggunakan Batu dan kayu serta penanaman Pohon Pisang yang di lakukan oleh Pemuda Rabakodo dan Talabiu yanh dipimpin oleh Sdr. Syamsudin alias Sambo Dengan jumlah massa sekitar 25 orang, aksi pemblokiran jalan tersebut terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan di depan Inpres Desa rabakodo Kec. Woha.

Dalam Kegiatan tersebut mereka terus menyuarakan Aspirasinya dalam bentuk Tuntutan sebagai berikut:

a. Meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak dan di biarkan begitu saja .

b. Meminta kepada kepala daerah Kab Bima agar melakukan koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur agar jalan yang rusak cepat di perbaiki karena sering terjadinya kecelakaan R2 .

Dapat kami Sampaikan pula bahwa Para pemuda Deaa Rabakodo dan Desa Talabiu tiba di area jalan yang rusak tersebut langsung melakukan blokir jalan dan menanam beberapa pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah dan Propinsi karna belum di perbaiki jalan yang rusak.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh anggota Polsek Woha bersama Babinsa serta Babin Trantibum (Ahmadin ab) desa Rabakodo tiba di tempat pemblokiran jalan langsung melakukan komunikasi dengan massa aksi yang intinya:

a. Kami harap kepada warga agar jalan ini di buka, karna akan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

b. Tetap menjaga Kamtibmas, dan hal ini mari kita Carikan solusi terhadap pemerintah daerah agar melakukan Komunikasi dengan pemerintah Provinsi.

Namun, Pukul 11.00 Wita setelah mendengarkan penyampaian dari pihak keamanan menerima dengan baik dan jalan kembali di buka oleh aparat gabungan. Seluruh rangkaian aksi selesai dalam keadaan lancar dan aman .

Adapun yang menjadi kesan/pesan antara Pendemo dengan Pemerintah tersebut yakni:

A. Adanya blokir jalan dan penanaman pohon terkait jalan rusak yang sering terjadi kecelakaan dan menimbulkan konflik antar pengendara.

B. Perlunya pihak pemerintah Daerah agar melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi agar jalan tersebut bisa di kerjakan untuk menghindari kecelakaan para pengguna jalan. 

C. Jika tuntutan tersebut tidak di respon baik oleh pemerintah daerah kabupaten Bima maupun pemerintah Provinsi di khawatirkan akan terjadi lagi aksi pemblokiran jalan dengan massa yang lebih besar.(Team).

Minggu, 22 Maret 2026

Memprihatinkan ! Puluhan Tahun Pasutri di Lingk. Sigi Paruga Kota Bima Tinggal di Rumah Roboh, Pemerintah Jangan Apatis


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.- Sungguh miris, sudah hampir puluhan tahun Pasangan Suami-Istri (Pasutri) Siti Mariam - Jaharudin warga Lingkungan Sigi RT 10 Rw. 03 Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima tinggal di rumah reot yang hampir roboh. Mereka mengaku tidak pernah tersentuh bantuan bedah rumah dari pemerintah. Seperti dikutip dari Media SorotNTB.com

Menurut Siti Mariam, rumah mereka sudah beberapa kali difoto dan didata, tapi nama mereka tidak pernah keluar sebagai penerima manfaat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah. "Sudah lama kami tinggal di sini, tapi belum pernah dapat bantuan apa-apa," ujarnya.

Mariam dan Jaharudin berharap semoga pemerintah dapat memperhatikan kondisi mereka dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. 

Selain ke pemerintah, Pasutri ini juga sungguh berharap kepada Baznas Kota Bima untuk di akomodir pada program bedah rumah Baznas. 


Perlu diketahui pasutri ini merupakan warga katagori miskin ekstrem tak punya apa-apa sama sekali. Kesehariannya hanya kerja serabutan untuk menyambung Hidup.

Sementara itu, Pihak Lurah Paruga Kota Bima belum dapat di Konfirmasi hingga Berita ini di Turunkan.(Team)

Jumat, 13 Maret 2026

Kepala Pelni : Kesiapan Posko Pelayanan Laut Pelabuhan Kawasan Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pelni pelabuhan nasional Indonesia cabang bima telah melaksanakan berbagai kesiapan untuk menyambut arus mudik angkutan laut lebaran 2026, kepala pelni cabang bima Budiarto mengatakan bahwa pelni bima telah siap dalam menyambut arus mudik dengan memastikan kesiapan posko pelayanan kelautan kapal.

Pelni bima telah menyiapkan 6 kapal cadangan untuk Armada angkutan laut lebaran 2026 bila terjadi lonjakan penumpang, kapal kapal tersebut telah di lakukan uji petik dan pemeriksaan kelaiklautan, semua layak Laut ujar Budiarto usai mengikuti apel kesiapan angkutan lebaran 2026 dilapangan KSOP bima 13 Maret 2026.

Budiarto juga mengatakan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket, namun hanya di berikan diskon 30 porsen dari tarif dasar mulai berlaku tanggal 11 sampai 5 April selama kuota masih ada. Namun tiket gratis hanya berlaku untuk angkutan laut di pelabuhan bima tertentu seperti Surabaya dan Balikpapan.

Semoga apa yang diharapkan oleh Ditjen perhubungan Laut(HUBLA) untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dapat kami jalankan sebaik-baiknya tutup Budiarto.(Sekjend MDG)

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur NTB Ajak Warga Talabiu Hijaukan Bima dan Dukung Perbaikan Jalan


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyapa masyarakat Desa Talabiu dalam kegiatan silaturahmi di Masjid Besar Al-Hidayah, Kabupaten Bima, (3/3). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti persoalan kesehatan, infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan di Bima.

Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa selama ini tiga jenis penyakit, yakni stroke, jantung, dan gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah menjadi penyebab utama warga Bima harus dirujuk berobat ke Mataram. Namun, dirinya mengungkapkan kabar baik bahwa mulai Juni mendatang rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bima akan naik status dari tipe D menjadi tipe C.

“Alhamdulillah, mulai Juni statusnya meningkat. Ini bagian dari komitmen kami agar pelayanan kesehatan di Bima semakin baik dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam kepemimpinan di NTB. Pemerintah Provinsi, katanya, berkomitmen menjadi pemimpin yang adil bagi seluruh daerah.

Dalam dialog bersama warga, Gubernur Iqbal juga menyinggung kondisi puluhan kilometer jalan Provinsi di Bima yang rusak hingga sempat viral di media sosial karena ditanami pohon pisang. Kerusakan jalan diperparah dengan kondisi perbukitan yang gundul sehingga lumpur turun ke badan jalan saat hujan.

“Saya sudah ke Donggo, Samili, dan melihat langsung kondisi jalan yang memprihatinkan. Berikan kami waktu untuk melihat secara menyeluruh kondisinya. Dengan keterbatasan anggaran dan teknologi, kami terus mencari solusi dan teknologi baru agar perbaikan jalan di NTB bisa dilakukan lebih efektif,” jelasnya.

Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali bukit dan hutan di Bima. Menurutnya, penghijauan menjadi kunci untuk menjaga alam sekaligus melindungi infrastruktur.

“Mari kita tinggalkan Bima yang baik bagi anak cucu kita. Masih ada waktu untuk memperbaiki, asalkan kita bergerak bersama dari Provinsi hingga Desa untuk merawat alam Bima,” ajaknya.

Dirinya menyebutkan, saat ini terdapat tiga prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB, yakni penurunan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan berbasis kelestarian alam serta pengembangan pariwisata. Meski infrastruktur tidak termasuk dalam tiga prioritas utama tersebut, dirinya menegaskan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, ketiga program tersebut tidak akan berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat untuk membesarkan Bank NTB Syariah. Dirinya menyampaikan bahwa perbaikan di tubuh bank daerah tersebut terus dilakukan sehingga penyaluran KUR dapat kembali berjalan serta dalam waktu dekat BPR NTB akan bertransformasi menjadi bank berbasis syariah.

Di akhir sambutannya, Gubernur Iqbal memohon doa dan dukungan agar dirinya bersama Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri, dapat menjalankan amanah dengan baik, demikian pula Bupati dan Walikota di Bima.

Pada kegiatan tersebut turut diserahkan sejumlah bantuan, antara lain dari Bank NTB Syariah berupa 50 paket sembako serta masing-masing 10 paket sarung, sajadah, dan mukena. Biro Kesra NTB menyerahkan sarung dan mukena. Baznas NTB menyalurkan bantuan sabilillah sebesar Rp20 juta dan paket sembako yang diberikan langsung kepada penerima malam itu. Pemerintah Kabupaten Bima memberikan bantuan Al-Qur’an dan sembako. Sementara Baznas Bima menyalurkan zakat fitrah berupa 27 paket beras serta tambahan bantuan uang tunai dari Bank NTB Syariah Cabang Tente.

Redaksi ||

Minggu, 01 Maret 2026

Seaplane Batujai: Arsitektur Besar Konektivitas Kepulauan NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan layanan seaplane pada 28 Februari 2026 antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fathul Bahri, dan PT Abadi Mega Angkutan, disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, menjadi babak baru yang menandai lebih dari sekadar pembukaan rute wisata baru. Ini adalah simpul awal dari arsitektur besar konektivitas kepulauan NTB. 

Kebijakan ini selaras dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD yang menempatkan penguatan konektivitas, pariwisata berkualitas, dan ekonomi biru sebagai pilar daya saing. Bagi provinsi kepulauan seperti NTB, konektivitas bukan pelengkap, ia adalah prasyarat pemerataan dan pertumbuhan.

Gubernu NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal menyadari bahwa NTB memiliki ratusan pulau kecil di perairan Lombok dan Sumbawa. Potensinya besar, namun aksesibilitas kerap menjadi hambatan. 

Transportasi laut tetap vital, tetapi memerlukan waktu tempuh panjang dan sangat bergantung pada cuaca. Dalam banyak kasus, perjalanan antarpulau bisa memakan waktu beberapa jam; seaplane berpotensi memangkasnya menjadi puluhan menit—sebuah lompatan efisiensi yang signifikan. 

Karena itu, transportasi udara berbasis air bukan simbol kemewahan, melainkan konsekuensi logis dari karakter kepulauan NTB.

Pemilihan Bendungan Batujai dilakukan melalui kalkulasi teknis yang ketat. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menghadirkan keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain:

- Integrasi ATC (Air Traffic Control) memungkinkan koordinasi komunikasi dan pengawasan ruang udara berada dalam satu klaster kendali, meminimalkan fragmentasi pengawasan.

- Radius navigasi menjadi lebih efisien karena proksimitas dengan infrastruktur utama menekan kebutuhan pembangunan sistem terpisah yang mahal. 

- Integrasi fasilitas juga mengurangi duplikasi perangkat dan biaya, meningkatkan kelayakan fiskal proyek.

- Dari sisi keselamatan, respons darurat menjadi lebih cepat karena berada dalam ekosistem pengendalian bandara internasional. 

Dengan pendekatan ini, Batujai dipilih berdasarkan aviation logic dan standar keselamatan, bukan pertimbangan estetika.

Adapun roadmap implemntasi dan tata kelola, adalah bagaimana pengembangan dilakukan secara bertahap dan terukur, dimulai dari:

- Penataan waterbase sesuai standar keselamatan penerbangan dan regulasi Kementerian Perhubungan, 

- Sinkronisasi perizinan dan SOP operasional termasuk prosedur water aerodrome, 

- Pembangunan fasilitas berkonsep ramah lingkungan, 

- Hingga uji coba operasional sebelum ekspansi rute. 

Koordinasi dengan pengelola bendungan memastikan fungsi utama pengairan tetap terlindungi. Operasional seaplane dirancang tidak mengganggu tata kelola air maupun keselamatan kawasan, sehingga pembangunan berjalan berdampingan dengan fungsi infrastruktur yang telah ada.

Dari sisi ekonomi, seaplane memperkuat strategi low volume–high value tourism: jumlah wisatawan yang terkontrol dengan kontribusi ekonomi lebih tinggi. Dampaknya tidak berhenti pada operator penerbangan, tetapi menjalar pada: 

- Pemerataan kunjungan ke pulau-pulau kecil, 

- Kenaikan okupansi homestay dan eco-resort, 

- Pertumbuhan UMKM pesisir, serta 

- Peningkatan PAD sektor pariwisata.

Dalam horizon 5–10 tahun, konektivitas cepat ini berpotensi mendorong investasi resort pulau kecil, memperluas pasar wisata konservasi, serta membuka akses logistik yang lebih efisien bagi komoditas perikanan premium bernilai tinggi.

Konektivitas udara - air ini juga memiliki implikasi lintas sektor. Ia juga: 

- Mendukung ekonomi biru dengan mempercepat mobilitas pelaku usaha dan investor, 

- Memungkinkan akses medis darurat dari pulau terpencil,

- Memperkuat jejaring regional Bali–NTB–NTT dalam arus wisata dan investasi. 

- Menjadi katalis kawasan berbasis keberlanjutan yang memadukan konservasi dan ekonomi lokal.

Dengan demikian, seaplane bukan proyek tunggal, melainkan simpul integrasi kebijakan yang mempertemukan pariwisata, perikanan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan dalam satu ekosistem.

Kebijakan baru ini pasti akan menimbulkan Pertanyaan publik, dan tentunya merupakan hal yang wajar muncul, sebagai perhatian publik dalam arah baru sebuah pembanguan. Pertanyaan yang pasti muncul adalah:

Apakah ini elitis? 

Segmen premium memang menjadi sasaran awal untuk mengoptimalkan nilai ekonomi per kunjungan, tetapi manfaatnya menyebar melalui lapangan kerja, kemitraan UMKM, dan jasa lokal. 

Kemudian Apakah ramah lingkungan? Fasilitas dirancang berkonsep hijau dan tunduk pada regulasi keselamatan serta lingkungan, dengan prinsip bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian harus berjalan seiring. 

Bagaimana dengan fungsi bendungan? Operasional mengikuti regulasi teknis dan tidak mengganggu fungsi utama pengairan, dengan koordinasi lintas instansi yang ketat. 

Transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi agar kebijakan ini memperoleh legitimasi publik.

Kita pastinya memahami, bahwa tidak banyak provinsi yang memiliki waterbase terintegrasi dengan bandara internasional. Diferensiasi ini memperkuat posisi NTB dalam peta pariwisata nasional dan regional.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahawa kebijakan ini merupakan transformasi dari sekedar destinasi unggulan menuju ekosistem kepulauan yang terhubung dan berdaya saing.

Seaplane Batujai bukan akhir, melainkan awal dari reposisi strategis NTB sebagai provinsi kepulauan yang mampu mengelola geografinya secara cerdas dan terukur. Ia adalah wujud keberanian mengambil langkah berbasis kalkulasi teknis, perencanaan kebijakan, dan visi jangka panjang. Jika konsisten dijalankan, kebijakan ini bukan hanya membuka akses ke ratusan pulau, tetapi juga membuka babak baru pembangunan yang lebih merata, modern, dan berkelanjutan, di mana kepulauan bukan lagi batas, melainkan kekuatan utama yang mengantarkan NTB menuju keunggulan kompetitif nasional dan regional.

Redaksi ||

Kamis, 26 Februari 2026

Disiplin Meningkat, Atmosfer Kerja Makin Solid: Dinas PUPR Dompu Tunjukkan Geliat Reformasi Birokrasi


Dompu, NTB — Media Dinamika Global.Id.– Di tengah dinamika birokrasi pemerintahan daerah, kualitas komunikasi antara pimpinan dan staf menjadi elemen krusial dalam menciptakan kinerja yang solid dan terukur. Tren positif itu kini mulai terlihat di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Dompu.

Peningkatan disiplin, etos kerja, serta kepatuhan terhadap tugas pokok dan fungsi pegawai menjadi indikator nyata perubahan tersebut. Sejumlah aparatur menyebut bahwa atmosfer kerja kini lebih terarah, komunikatif, dan produktif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu figur yang dinilai berperan penting dalam perubahan ini adalah Kasubag Kepegawaian, Eka Hikmah. Dalam rapat koordinasi beberapa hari lalu, ia menegaskan bahwa menjadi aparatur negara bukan sekadar hadir dan melakukan presensi melalui Sistem Informasi Presensi (SIP), melainkan mengemban amanat pengabdian kepada negara dan masyarakat.

“Kita digaji oleh negara untuk mengabdi. Bukan hanya soal hadir pagi dan sore, tetapi bagaimana kita bekerja sesuai tanggung jawab jabatan dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Eka juga mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki hak sekaligus kewajiban yang harus dijalankan secara profesional. Ia meminta seluruh jajaran mengikuti SOP, menjaga integritas, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etika kerja.

Dalam penutup arahannya, ia mengajak seluruh pegawai bekerja dengan keikhlasan serta menjaga keharmonisan lingkungan kerja.

“Saya berharap kita semua tetap bersemangat dan sabar dalam menjalankan tugas, tanpa melihat besar kecilnya upah. Ini pilihan kita. Tetap saling menghargai dan menjaga etika, karena hubungan emosional antarpegawai sangat memengaruhi harmonisasi kerja,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari internal ASN, baik PNS, PPPK, maupun tenaga paruh waktu. Salah satunya disampaikan oleh Imam Syafi’i, staf Bagian Umum dan Kepegawaian, yang ditemui pada 26 Februari 2026.

Menurutnya, perubahan kedisiplinan kini terasa nyata.

“Selama saya mengabdi, baru tahun-tahun terakhir ini peningkatan kedisiplinan terlihat sangat jelas. Baik dari ASN, PNS, PPPK, hingga tenaga paruh waktu,” katanya.

Ia menilai gaya kepemimpinan yang tegas namun komunikatif menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan tersebut.

“Beliau bukan hanya menyuruh, tetapi memberi contoh. Kami didorong untuk bekerja sesuai aturan, tidak menunda tugas, menjaga tanggung jawab, dan menghargai waktu. Atmosfer kerja sekarang jauh lebih positif.”

Imam juga menegaskan bahwa perubahan ini tidak sebatas formalitas administratif. Budaya kerja mulai menyentuh aspek mendasar seperti kedisiplinan waktu, akurasi pelaporan, serta kepatuhan terhadap tugas harian.

“Sekarang setiap pegawai lebih terarah. Kami tidak lagi menunggu diperintah. Semua bergerak sesuai peran masing-masing. Itu yang membuat pekerjaan lebih cepat, tepat, dan minim kesalahan,” jelasnya.

Koordinasi antarbidang yang sebelumnya kerap tersendat kini dinilai lebih lancar berkat komunikasi terbuka antara pimpinan dan staf.

“Jika ada kendala, langsung disampaikan dan ditindaklanjuti. Tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab,” tambahnya.

Tak hanya dari internal, masyarakat juga mulai merasakan dampak perubahan tersebut. Sejumlah warga Dompu mengaku pelayanan administrasi kini lebih cepat dan pegawai lebih disiplin hadir sebelum jam pelayanan dimulai.

“Dulu kadang pegawainya belum lengkap. Sekarang sudah jauh lebih siap dan responsif,” ungkap salah seorang warga.

Meski demikian, masyarakat juga memberikan catatan kritis. Mereka berharap peningkatan kedisiplinan diimbangi dengan pelayanan yang lebih humanis, transparan, serta bebas dari praktik yang merugikan publik.

“Perubahan memang ada, tapi kami ingin pelayanan yang jelas dan tidak bertele-tele. Kalau ini konsisten, Dompu bisa jauh lebih maju,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Momentum positif ini dinilai sebagai langkah strategis bagi Dinas PUPR Kabupaten Dompu dalam membangun tata kelola yang lebih profesional, efektif, dan akuntabel.

Dengan komitmen pimpinan dan semangat kolektif pegawai, harapan akan terwujudnya birokrasi yang bersih, responsif, dan benar-benar melayani masyarakat kini semakin terbuka lebar.

Redaksi ||