Media Dinamika Global: Sarana Prasarana
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2026

Kementerian PUPR- Pemkab Bima Bahas Transformasi PDAM dan Penguatan SPAM


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kamis, (19/02/26) menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev)  sektor Air Minum, Sanitasi, serta Pengembangan Kawasan Strategis di wilayah Kabupaten Bima, dengan fokus utama pada pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bersama perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Bima di Ruang Rapat Wakil Bupati Bima.

Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPW) Nusa Tenggara Barat, Dedes Prinandes dan dihadiri Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy.

‎Dalam pembahasan operasional, PDAM Bima masih mengacu pada Perda Nomor 6 Tahun 1985 yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962.  Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, PDAM diwajibkan bertransformasi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menekankan pentingnya pembenahan pengelolaan aset, manajemen keuangan, serta kelembagaan PDAM agar sesuai dengan dasar hukum yang jelas.

‎“Pembentukan Perseroan Daerah (Perseroda) diharapkan dapat mendorong PDAM bertransformasi namun terlebih dahulu PDAM harus berada dalam kondisi sehat, mengingat masih terdapat berbagai kendala yang dialami,” Ungkapnya.

‎Wabub juga berharap kehadiran Kepala Balai BPPW NTB dapat memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi PDAM, sehingga penyaluran air bersih di Kabupaten Bima dapat berjalan tanpa hambatan.

‎Sementara itu, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Taufik, ST., M.T., menyampaikan bahwa penyehatan PDAM pada tahap awal wajib diawali dengan penyusunan Peraturan Daerah tentang pembentukan Perumda PDAM, meskipun target jangka panjangnya adalah pembentukan Perseroda.

‎Ia menambahkan, bentuk kerja sama tahap awal yang akan diusulkan adalah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PDAM Kabupaten Bima dan Pemerintah Kota Bima. Skema kerja sama tersebut meliputi pengembangan sistem utama layanan penyediaan air minum di wilayah Kota Bima secara bersama, dengan PDAM bertanggung jawab atas operasional dan pemeliharaan, serta penerapan sistem berbagi investasi dan pembagian pendapatan.

‎Rapat evaluasi dan monitoring turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima Drs. Agus Salim, M.Si., Kepala Dinas PUPR, Perkim, para kepala bagian lingkup Setda dan Direktur PDAM Kabupaten Bima Muhammad Daud Akbar.

‎Selain membahas SPAM, Dedes Prinandes juga memaparkan rencana pengembangan kawasan strategis di kawasan Teluk Bima. Paparan tersebut mencakup pengembangan komoditas unggulan seperti pertanian, perikanan, peternakan dan kelautan, dukungan swasembada pangan dan pariwisata, serta pemantauan keberfungsian infrastruktur sanitasi bidang air limbah.

‎Secara khusus, monitoring juga menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Waduwani di Kecamatan Woha sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan sanitasi di Kabupaten Bima.

‎Melalui rapat ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola air minum, sanitasi, serta pengembangan kawasan strategis demi meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat demi Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh dan  Berkelanjutan.  (Team)

Sabtu, 14 Februari 2026

Jalan Lintas Tente-Parado Rusak Parah, Masyarakat Mendesak Pemerintah Provinsi NTB Perbaiki


Bima. Media Dinamika Global.Id.– Jalan lintas Tente-Parado yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bima berada dalam kondisi rusak parah, dengan banyak bagian berlubang dan tergenang lumpur. Kondisi tersebut dikemukakan oleh seorang pengguna jalan sekaligus mantan aktivis asal Desa Simpasai, Aba Dinyan NTB, yang menyatakan bahwa kerusakan paling berat terjadi di Desa Sie, Simpasai, Kabupaten Sakuru Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Menurut Aba Dinyan, kerusakan jalan telah berlangsung lama namun belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Jalan lintas tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat lokal, sehingga kondisi yang tidak layak ini memberikan dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari dan perekonomian wilayah sekitar.

"Percuma kita sebagai masyarakat taat bayar pajak tetapi akses jalan kami tidak diperbaiki," ujarnya kepada awak media pada Jumat (13/2/2026).

Selain mendesak tindakan perbaikan segera, Aba Dinyan juga mengajak Gubernur NTB untuk melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jalan lintas Tente-Parado. Ia menyampaikan rasa kecewa terhadap perlakuan yang dinilai kurang memperhatikan kepentingan rakyat.

"Saya lewat jalan ini setiap hari, sangat kecewa dengan pemerintah Provinsi NTB abai dengan kepentingan rakyat," tambahnya.

Apabila tidak ada tindakan konkret dari pemerintah dalam waktu dekat, Aba Dinyan mengungkapkan bahwa masyarakat berpotensi melakukan blokade jalan sebagai bentuk aksi tekanan agar permasalahan segera teratasi.

(Tim).

Rabu, 14 Januari 2026

Puluhan Tahun Jalan Di Belakang Rumah Wali Kota Bima Tak Diperhatikan, Pemerintah Tutup Mata


Kota Bima.-Dari Periode kepemimpinan Walikota Bima selama ini, hanya menjanjikan saja hingga Puluhan Tahun Jalan Di Belakang Rumahnya Bapak Wali Kota Bima Tak Diperhatikan, Pemerintah Tutup Mata terhadap Kebutuhan Warga. Jalan yang Sudah puluhan tahun jalan ini tidak perna dilirik pemerintah Kota Bima, Padahal Lokasinya di belakang rumah wali Kota Bima. Rabu, 14-01-2026

Pantauan langsung Media ini nampak sekali upaya Pembicaraan oleh Pemerintah terhadap Jalan ini, sebab Sudah beberapa kali di usulkan tapi tetap saja tidak di indahkan bahkan setiap musim hujan lalu selalu becek dan rusak sulit dilalui bahkan sering tergelincir.

Adapun Lokasi Jalan tersebut adalah di Lokasi BTN Sadia- Sambiane tepatnya di RT.07 RW.05. lokasi yang dihuni oleh Warga sekitar hampir Puluhan Tahun mengalami Kesulitan Akses Jalan, sehingga tak Jarang Anak-anak yang melewatinya merasa sangat keberatan dengan adanya Jalan yang tidak di Perhatikan oleh Pemerintah saat ini.

Yaman salah seorang Warga sekitar pada Media ini menuturkan bahwa merasa sangat kesal dan menyesalkan sikap Pemerintah Kota Bima yang seolah-olah Apatis dan/atau Menutup mata terhadap Sarana Infrastruktur Jalan yang di lewati Warga sekitar, padahal Jalan tersebut berada di Belakang Orang Nomor Satu di Kota ini yakni Wali Kota Bima.

"Coba bayangkan Jalan yang berada di Belakang rumah orang nomor satu di Kota Bima tidak diperhatikan oleh Pemerintah saat ini, kemana pikiran dan Nuraninya apabila kemudian ada Warga yang lain yang melewatinya lalu mengatakan Kok Jalan di Belakang Rumah Bapak Wali Kota Bima tidak mampu di perbaiki atau diperhatikan, ini sesuatu yang memalukan sekali". Ujarnya Kesal

Disisi lainnya, Bang Choy sapaan akrabnya menyarankan kepada Pemerintah agar Jangan hanya memperhatikan hal besar, tetapi juga hal yang kecil bisa mempengaruhi menjadi Besar. Bayangkan Puluhan Tahun Jalan ini tak diperhatikan sehingga terkesan Walikota Bima yang Apatis terhadap Aspirasi Masyarakat yang ada di sekitarnya. Pungkasnya

Sementara itu, Dinas terkait kami coba menghubungi baik melalui Washaapnya, atau tlpnnya belum bisa di hubungi hingga berita ini di Publikasikan.(Team).

Rabu, 05 November 2025

Jembatan Lewa Mori Dibangun, UMKM Akan Mati, Bandara Bima Dipindahkan Kemana?


Bima, Media Dinamika Global.Id - Jika rencana pembangunan Jembatan Lewamori penghubung Kecamatan Belo dan Bolo Kabupaten Bima berlanjut. Maka dipastikan lalulintas transportasi udara (Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima) terganggu. Selain itu, UMKM sepanjang jalan lingkar akan mati. 

Muhidin salah satu tokoh masyarakat di Woha, menganggap rencana pembangunan jembatan Lewamori tidak terlalu memiliki dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar. 

"Hadirnya jembatan Lewamori justru akan berdampak negatif bagi pelaku UMKM disebelah selatan Bandara Bima, kami sangat tidak setuju bila paksa dibangun," kata 

Selain itu, dia menilai aktivitas transportasi udara akan sangat terganggu secara sistem, disebabkan landasan pacu pesawat sangar dekat dengan titik pembangunan jembatan. 

"Sekitar area Bandara tidak boleh ada bangunan tinggi, apalagi jembatan lewamori itu pasti lebih tinggi, jadi pesawat tidak bisa landing," kata dia. 

Apabila dipaksakan dibangun, menurut dia, Bandara Bima dipindahkan kemana oleh pemerintah. 

"Lebih besar keuntungannya besarkan dan tambah landasan pacu bandara ketimbang hadirkan jembatan lewamori," kata dia. 

Sementara salah satu tokoh terkemuka di Ibu Kota Kabupaten Bima Fahri, S.Sos, Menegaskan rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori perlu dikaji ulang secara mendalam. 

"Jika proyek tersebut tetap dipaksakan tanpa perencanaan matang, hal itu justru dapat mengancam perputaran ekonomi masyarakat di Kecamatan Woha," kata dia.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

"Kalau arus transportasi dan perdagangan dialihkan secara tiba-tiba, maka pusat ekonomi Woha bisa kehilangan aktivitasnya," ujar Teta Putra biasa disapa dalam keterangan persnya, Selasa (4/11).

Ia menjelaskan, selama ini, Kecamatan Woha menjadi simpul utama pergerakan barang dan jasa antara wilayah timur dan barat Kabupaten Bima. 

Dengan adanya rencana jembatan baru yang mengubah jalur utama transportasi, para pelaku usaha lokal dikhawatirkan akan mengalami penurunan pendapatan signifikan.

"Pemerintah daerah dan pihak terkait harus lakukan studi kelayakan komprehensif, melibatkan masyarakat terdampak, serta meninjau potensi relokasi atau revitalisasi pusat ekonomi agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan antarwilayah," kata dia. 

“Pembangunan harus menghadirkan kesejahteraan, bukan mematikan aktivitas ekonomi yang sudah tumbuh. Jangan sampai niat baik menjadi bumerang bagi masyarakat sendiri,” tegasnya.

Pihaknya juga membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah, DPRD, Dinas Perhubungan, Otoritas Bandara dan tokoh masyarakat agar solusi terbaik dapat ditemukan bersama demi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Red).

Jumat, 13 Juni 2025

Camat Soromandi Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Bima Dan Gubernur NTB, Jalan Lintas Lia Ditambal Sulam, Ini Komentar Masyarakat !


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- Perjuangan untuk Menggapai sebuah Impian itu tidaklah Mudah seperti membalikkan telapak Tangan, ini perlu Dukungan Moril Maupun Materil kepada semua Pihak terutama Para Mahasiswa yang bersama-sama dengan saya menemui Bupati Bima hingga Gubernur NTB setahun yang lalu, untuk Perjuangkan Pengaspalan Jalan Lintas Pantura yang dimulai dari Dusun Lia Desa Punti hingga ke Wadupaa Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Dan Alhamdulillah tepatnya pada hari ini Sabtu, 14 Juni 2024 sekitar Pukul 11. 00 Wita Jalan tersebut mulai di Kerjakan walaupun hanya Tambal Sulang saja. Tak cuma itu, Camat Soromandi Julkifli SH MH pun tak hentinya mengucapkan Terimakasih Kepada Bupati dan Wakil Bima Dan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, karena telah memerintahkan Dinas PUPR Provinsi NTB untuk segera melakukan Pekerjaan Memperbaiki Jalan Lintas Lia walau Ditambal Sulam saja,

Walaupun disadari dengan adanya efisiensi Anggaran itu, minimal antisipasi jalan Harus dilakukan meski hanya Tambal Sulam saja, demikian juga pasti ada saja Komentar Masyarakat terkait dengan Operasi yang berlangsung saat ini.

Camat juga menjelaskan Pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2025, mulai pukul 10.30 wita, atau Pukul 11 ini sedang di lakukan perbaikan (penambalan) jalan Pantura lintas Soromandi Kabupaten Bima yang di mulai dari dusun Lia Desa Punti Kecamatan Soromandi oleh PUPR Provinsi NTB. Tuturnya

Lanjutnya, Kegiatan perbaikan tersebut akan di lakukan secara menyeluruh pada bagian yang rusak namun akan di perioritas kan atau di lakukan perbaikan terlebih dahulu pada bagian yang sudah rusak parah.

Oleh sebab itu, sekali lagi Saya atas Nama Pemerintah Kecamatan Soromandi Mengucapkan Terimakasih kepada Seluruh Komponen mulai dari Bupati Bima dan Wakilnya, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, adik-adik Mahasiswa yang turut Memperjuangkan Aspirasinya bersama saya waktu sehingga Perjuangan itu terwujud pada hari ini, walaupun hanya Tambal sulam saja. Ungkapnya


Sementara itu, dibagian lainnya Tokoh Pemuda sekitar pada Media ini menuturkan bahwa memang selama ini, sangat di Harapkan sekali, mengingat ini sangat rusak sekali bahkan sangat parah karena hampir setiap hari terjadi Kecelakaan akibat banyaknya Lubang. Kecelakaan itu lebih banyak ketika berlawanan arah apalagi Jalannya sangat sempit sekali.

Ini yang menjadi Masalah, bahkan kemarin ada Adik-adik kami yang di Penjara, gara-gara memperjuangkan kepentingan Masyarakat Umum saat itu. Karena itu, untuk Kedepannya Kami selaku Masyarakat tidak pernah perjuangkan hak secara Pribadi tetapi Untuk Umum. Tuturnya singkat.(MDG 024/026).

Sabtu, 31 Mei 2025

Wabup Irfan : Perencanaan Pembangunan Daerah harus Terintegrasi Dan Berkelanjutan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 untuk Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima Tahun 2025-2029 dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bima Tahun 2026. Selasa (28/05/2025).

Dengan tema “Memantapkan Kemandirian Perekonomian Masyarakat melalui Peningkatan Daya Saing Daerah untuk Mewujudkan Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh dan Berkelanjutan, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan membuka Musrenbang secara Hybrid yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bima, para Staf Ahli, para Asisten, para Kepala Perangkat Daerah, para Kepala Bagian, Badan/Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Pimpinan Lembaga Pendidikan, LSM/NGO, Insan Pers. Para camat mengikuti secara virtual melalui aplikasi zoom.

Wakil Bupati dalam arahannya mengatakan Musrenbang ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang selaras dan terintegrasi, tidak saja untuk rencana pembangunan jangka pendek akan tetapi bagaimana meletakkan dasar-dasar pembangunan yang kokoh dan berkelanjutan.

Dikatakannya, dalam merumuskan strategi dan arah kebijakan dalam dokumen perencanaan harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dengan penuh rasa tanggungjawab sehingga diperoleh dokumen perencanaan pembangunan yang dapat diterapkan dan dijabarkan secara logis dan realistis.

“Pemerintah dalam menyusun rencana harus berorientasi pada kepentingan publik agar masyarakat merasakan adanya kehadiran pemerintah dalam upaya penyelesaian permasalahan daerah, ” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda, Taufik, ST.,MT menyampaikan Pelaksanaan musrenbang ini merupakan rangkaian tahapan yang dilaksanakan dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan, sebelum perumusan rancangan akhir RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Tahun 2026.

“Tujuannya adalah untuk menyempurnakan rancangan RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Tahun 2026 Kabupaten Bima, “ kata Taufik.

Rancangan RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Tahun 2026 menyepakati permasalahan, isu strategis, prioritas pembangunan Daerah, menyepakati program, kegiatan, indikator dan target kinerja, Penyelarasan program dan kegiatan, dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi dan Nasional, ” ujarnya.

Taufik juga menguraikan penjabaran visi 2025-2029 “Bima Bermartabat yang berkemajuan, Makmur, Tangguh dan Berkelanjutan yang terdiri dari 5 Misi, 18 Program Unggulan dan 103 Kegiatan Strategis.

Disamping itu, dijabarkan indikator makro ekonomi daerah, tata kelola pemerintahan, daya saing dan potensi pengembangan daerah, isu strategis daerah, hingga proyeksi belanja dan pembiayaan daerah tahun 2025-2030.

Sesi inti dari Musrenbang ini adalah diskusi panel yang dipandu oleh moderator,  selain diskusi panel, Musrenbang juga diisi dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat mengajukan pertanyaan langsung. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan klarifikasi dan informasi lebih lanjut tentang program-program pembangunan yang direncanakan.

Dengan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bima optimis dapat mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan menuju masyarakat yang sejahtera.(Sekjend MDG)