Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2026

LSM Semua Soroti PT INTAM, Warga Sepukur Minta Dilibatkan dalam Aktivitas Perusahaan Tambang


Sumbawa, Media Dinamika Global – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumbawa Emas (SUMEA) bersama masyarakat Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas perusahaan tambang emas PT INTAM yang beroperasi di wilayah tersebut. Warga menilai perusahaan belum memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha dan tenaga kerja setempat, untuk terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.

Ketua LSM SUMEA, Yosi Larian, S.Sos, mengatakan bahwa masyarakat selama ini telah berupaya membangun komunikasi dengan pihak perusahaan melalui berbagai cara, mulai dari hearing hingga aksi unjuk rasa. Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut belum mendapatkan tanggapan yang memadai dari pihak perusahaan.

“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan. Jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri. Kalian mengambil hasil bumi kami, kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami,” tegas Yosi.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak menolak investasi yang masuk ke wilayah Kecamatan Lantung. Sebaliknya, masyarakat mendukung setiap investasi yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Namun, keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi hal yang sangat penting agar manfaat ekonomi dari keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.

Selain menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat lokal, Yosi juga mengungkapkan persoalan kompensasi penggunaan jalan akses yang selama ini diklaim sebagai jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga sejak tahun 2017. Menurutnya, saat ini PT INTAM telah membangun jalur akses baru melalui Desa Padesa, Kecamatan Lantung, sehingga jalan yang sebelumnya digunakan perusahaan tidak lagi dimanfaatkan.

Meski demikian, masyarakat berharap persoalan yang berkaitan dengan penggunaan akses jalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Yosi menegaskan bahwa masyarakat Sepukur siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok berbagai kebutuhan perusahaan.

“Kami mendukung investasi, tetapi perusahaan juga harus memperhatikan masyarakat sekitar. Libatkan masyarakat sebagai tenaga kerja dan berikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk menjadi mitra perusahaan. Dengan begitu, manfaat investasi dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dan warga guna mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang muncul. Dengan terjalinnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan secara komprehensif sehingga tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

Redaksi |

Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas, Sekda NTB Minta OPD Fokus pada Hasil


Mataram, Media Dinamika Global - Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair menekankan, agar seluruh aparatur pemerintah harus memiliki pemahaman dan arah gerak yang sama dalam mendukung triple agenda pembangunan yang menjadi fokus pemerintahan Iqbal-Dinda, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Desa Berdaya, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata mendunia.

"Ketika Pak Gubernur menyampaikan program unggulannya, itu menjadi concern kita untuk mencapainya bersama-sama, tidak bergerak sendiri-sendiri," kata Abul Chair dalam keterangannya usai Rapat Pimpinan (Rapim) dengan seluruh Pejabat Eselon Dua lingkup Pemprov NTB di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/6/26).

Ia menjelaskan, pola kerja birokrasi saat ini harus berbasis kinerja yang terukur dan berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap OPD diminta tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata.

"Arahnya sudah jelas, bagaimana menurunkan kemiskinan bahkan menuju nol kemiskinan ekstrem. Ukurannya harus jelas, dan yang paling penting adalah dampaknya," ujarnya.

Abul Chair secara khusus menyoroti program Desa Berdaya yang menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan.

Ia menegaskan, bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kunjungan ke desa atau besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan dari perubahan kondisi masyarakat setelah menerima intervensi pemerintah.

"Jangan sampai kemudian yang dihitung hanya berapa kali kita datang atau berapa uang yang sudah dihabiskan. Desa Berdaya bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memberdayakan. Sebelum dibantu seperti apa, setelah dibantu menjadi seperti apa, itu yang harus terlihat," tegasnya.

Abul Chair mengatakan, bantuan yang diberikan melalui program Desa Berdaya harus mampu menjadi pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, setiap program wajib memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat diukur.

Terkait pengawasan penggunaan anggaran, ia memastikan proses pengendalian dilakukan sejak tahap awal perencanaan, bukan hanya setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Inspektorat, kata dia, dilibatkan untuk melakukan pemantauan secara berkelanjutan mulai dari proses verifikasi usulan hingga pelaksanaan program di lapangan.

"Pengawasan itu bukan di ujung setelah kegiatan selesai. Sejak pra-perencanaan, perencanaan, penyaluran bantuan hingga pelaksanaannya terus dipantau. Jadi pengawasan merupakan bagian dari proses yang berjalan terus-menerus," katanya.

Ia menambahkan, aspek paling krusial dalam pengawasan adalah memastikan bantuan yang diberikan digunakan sesuai proposal yang telah diverifikasi dan dinilai layak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Pastikan usaha yang dijalankan dan penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan proposal yang telah diajukan," ujarnya.

Meski bantuan Desa Berdaya diberikan satu kali dalam setahun dengan nilai sekitar Rp300 juta per desa, Abul Chair menegaskan, program tersebut tidak bekerja sendiri dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, Desa Berdaya merupakan salah satu instrumen yang berfungsi sebagai pengungkit dan akan diperkuat oleh berbagai program pemerintah lainnya.

"Pemerintah memiliki banyak program intervensi. Desa Berdaya adalah salah satu pengungkit untuk mengurangi kemiskinan ekstrem. Semua program itu harus bergerak bersama menuju tujuan yang sama," kata Sekda.

Sekda juga meminta kepada seluruh pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan program pembangunan daerah.

Sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan target program prioritas Gubernur NTB Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Redaksi |

Hari Kesadaran Nasional, Sekda NTB Ingatkan ASN Perkuat Integritas dan Pelayanan Publik


Mataram, Media Dinamika Global – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/6/26).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta unit pelayanan di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, Ak., bertindak sebagai pembina upacara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai wujud komitmen dalam memperkuat disiplin, integritas, dan semangat pengabdian sebagai aparatur negara.

Dalam amanatnya, Sekda NTB menyampaikan bahwa pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang menggunakan seragam KORPRI merupakan momentum penting untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“KORPRI bukan sekadar identitas atau seragam yang dikenakan setiap tanggal 17 setiap bulannya. KORPRI adalah simbol pengabdian, profesionalisme, loyalitas, dan komitmen kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan, bahwa ASN dituntut untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, menjaga integritas, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi.

Menurutnya, pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel harus menjadi budaya kerja yang terus diperkuat di seluruh perangkat daerah.


Ia juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam mendukung program pembangunan daerah serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kesadaran sebagai pelayan masyarakat harus senantiasa tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas. Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan publik, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemerintah Provinsi NTB berharap seluruh ASN semakin memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar ASN, meningkatkan disiplin dan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas demi terwujudnya NTB yang makmur dan mendunia.

Redaksi |

Lombok Tengah Juara Umum, MTQ XXXI Teguhkan Ikhtiar NTB Menuju Serambi Al-Qur’an

Bupati Loteng (Kiri) dan Wagub NTB (Kanan), (Ist/Surya)

Lombok Tengah, Media Dinamika Global – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bertepatan dengan malam pergantian 1 Muharram 1448 Hijriah, penutupan MTQ menjadi momentum strategis untuk menguatkan komitmen membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus meneguhkan ikhtiar mewujudkan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Lombok Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan sukses sebagai tuan rumah sekaligus keluar sebagai Juara Umum MTQ XXXI.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang karib disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar membangun peradaban Qur'ani dengan menyiapkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan fondasi pembangunan daerah.

“Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi benteng yang kokoh bagi generasi-generasi Islami yang kelak mewarisi estafet pembangunan di NTB,” ujar Umi Dinda.

Menurutnya, ukuran keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara, tetapi juga oleh semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tumbuhnya persaudaraan di antara seluruh kabupaten dan kota, serta lahirnya semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong agar MTQ menjadi bagian dari gerakan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an, yakni daerah yang tidak hanya melahirkan qari, qariah, mufassir, mufassirah, hafiz, dan hafizah berprestasi, tetapi juga masyarakat yang menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Umi Dinda, juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, aparat keamanan, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Ia berharap para juara yang lahir dari MTQ XXXI mampu menjadi duta terbaik NTB di tingkat nasional sekaligus mengembalikan tradisi prestasi daerah di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI di daerahnya. Menurutnya, berakhirnya musabaqah bukan berarti berakhir pula gema Al-Qur’an, melainkan menjadi awal untuk semakin membumikan ajaran dan akhlak Qur'ani dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi penilaian jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyebut penyelenggaraan MTQ XXXI NTB memiliki kualitas dan atmosfer setara dengan MTQ tingkat nasional. Bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, apresiasi tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an dan menjaga tradisi prestasi yang telah diraih.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Kabupaten Lombok Tengah, yang berhasil meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dengan perolehan 245 poin, sekaligus melengkapi keberhasilannya sebagai tuan rumah. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat (147 poin), Kabupaten Bima (142 poin), Kabupaten Sumbawa Barat (141 poin), Kabupaten Sumbawa (102 poin), Kota Mataram (101 poin), Kota Bima (87 poin), Kabupaten Dompu (58 poin), dan Kabupaten Lombok Utara (42 poin).

Hasil tersebut mencerminkan semakin berkembangnya pembinaan Tilawatil Qur’an di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ telah menjadi ruang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memotivasi setiap daerah untuk terus melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berprestasi.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkokoh sinergi membangun NTB yang religius, harmonis, maju, dan mendunia. Ia menegaskan bahwa semangat MTQ tidak boleh berhenti di arena perlombaan, tetapi harus terus hidup dalam keluarga, lembaga pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan sosial sebagai bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an.

Dengan berakhirnya MTQ XXXI, perlombaan memang telah usai, namun ikhtiar membangun peradaban Qur’ani di Nusa Tenggara Barat justru memasuki babak yang lebih penting: menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita besar NTB sebagai Serambi Al-Qur’an yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi semua.

Redaksi |

Refleksi Tahun Baru Islam: Pemprov NTB Tekankan Kebersamaan untuk Tekan Angka Kemiskinan

Wakili Gubernur NTB, Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung khidmat. Acara yang dipusatkan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, pada Senin (15/6/2026) yang dihadiri ratusan jemaah yang memenuhi ruang utama masjid.

Hadir mewakili Gubernur NTB, Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Gubernur yang berhalangan hadir langsung dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Fathul Gani menekankan bahwa pergantian tahun baru Islam harus dimaknai lebih dari sekadar perubahan angka kalender. Berbeda dengan gegap gempita perayaan tahun baru masehi yang kerap diwarnai antrean terompet dan kembang api, ia mengapresiasi masyarakat NTB yang menyambut tahun baru Hijriyah ini dengan penuh kekhusyukan dan kebaikan.

"Pergantian tahun adalah momentum penting untuk kita merenungkan kembali apa saja yang telah kita lakukan di tahun 1447 Hijriyah, sebagai modal untuk menata langkah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriyah ini," ujar Fathul Gani.

Lebih lanjut, Pemprov NTB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama agar program-program pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tahun baru ini adalah pengentasan kemiskinan. Fathul Gani menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemerintah berkomitmen penuh untuk menekan angka kemiskinan yang dinilai masih cukup tinggi pada tahun sebelumnya.

"Insyaallah, jika di tahun 1447 Hijriyah angka kemiskinan kita masih terhitung tinggi, maka di tahun 1448 Hijriyah ini mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Fathul Gani berpesan agar momentum 1 Muharram ini dijadikan awal untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kebaikan bagi diri sendiri, melainkan juga aktif menebar manfaat dan memberikan perhatian nyata kepada tetangga serta kerabat di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Drs. TGH. Munajib Khalid yang mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, baik nikmat iman, kesehatan, maupun kesempatan untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan. Ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam tausiahnya, TGH. Munajib Khalid juga mengisahkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Melalui kisah tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan hati, kesabaran, dan tawakal Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman yang datang dari kaum Quraisy. Nilai-nilai hijrah tersebut dinilai tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan oleh kaum Muhajirin dan Anshar. Sikap saling membantu, berbagi, dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi teladan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh keberkaha.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang kuat, diharapkan NTB dapat terus bergerak menuju masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Redaksi |

Aksi Berani Bupati Sumbawa Celupkan Tangan ke Minyak Mendidih, Warga Beri Tepuk Tangan Meriah

Bupati Sumbawa Jarot saat Celupkan Tangan ke
Minyak Mendidih, (Ist/Surya)



Sumbawa, Media Dinamika Global – Momen unik dan menegangkan terjadi dalam rangkaian acara Tradisi Melala di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Selasa (16/6/2026). Bupati Sumbawa, Jarot, menjadi pusat perhatian saat diminta mencelupkan tangannya ke dalam wajan berisi minyak yang sedang mendidih.

Peristiwa itu bermula ketika perwakilan Kecamatan Tarano, Kamaruddin Nanang, mengajak Bupati Jarot untuk mencoba tradisi tersebut.

Awalnya, orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu tampak ragu dan sempat menarik kembali tangannya ketika hendak menyentuh minyak panas.

Namun, Kamaruddin terus meyakinkan bahwa melalui ritual dan mantra yang menjadi bagian dari tradisi Melala, minyak mendidih tersebut tidak akan menimbulkan rasa panas bagi orang yang menjalaninya.

Setelah beberapa saat, momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan disaksikan ratusan warga, Bupati Jarot akhirnya memberanikan diri mencelupkan tangannya ke dalam wajan berisi minyak mendidih.

Tak disangka, ia tampak terkejut sekaligus heran karena tidak merasakan panas seperti yang dibayangkan.

Aksi tersebut sontak mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari masyarakat yang hadir. Momen langka itu kemudian diabadikan dan dibagikan melalui akun Facebook Devi Erliza, sehingga menarik perhatian warganet.

Tradisi Melala sendiri merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sumbawa yang sarat nilai kearifan lokal.

Selain menjadi atraksi budaya yang unik, minyak yang digunakan dalam tradisi tersebut dipercaya masyarakat memiliki berbagai manfaat, baik sebagai obat luar maupun obat tradisional untuk pengobatan tertentu.

"Bupati pun dibuat heran, warga takjub. Tradisi Melala kembali menunjukkan kekayaan budaya Sumbawa yang masih terjaga hingga kini."

Redaksi | Surya Ghempar.