Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Agustus 2026

Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Gelar Lomba Rakyat Penuh Kebersamaan


LANGGUDU-BIMA, Media Dinamika Global - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Kabupaten Bima berlangsung meriah. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bima menggelar Lomba Rakyat di Lapangan Mongisidin, Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara jajaran pengurus Partai Demokrat dengan masyarakat. Suasana penuh keceriaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Beragam perlombaan rakyat disuguhkan, mulai dari tarik tambang, memasukkan paku ke dalam botol, hingga balon dangdut. Perlombaan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Tawa dan sorak-sorai warga pecah sepanjang perlombaan berlangsung. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati suasana perayaan tanpa sekat.

Menariknya, seluruh pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima bersama empat anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bima turut hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat. Para pengurus tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menikmati berbagai rangkaian kegiatan bersama warga.

Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai agenda internal partai, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menjadi gambaran bahwa kegiatan bernuansa kebersamaan masih mendapat tempat yang kuat di tengah masyarakat. Politik pun tidak selalu harus berbicara tentang kekuasaan dan kontestasi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah partai dapat hadir, menyapa, mendengar, serta berbagi kebahagiaan bersama rakyat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Hj. Misfalah, S.Pd., bahkan turut turun langsung dalam keseruan lomba balon dangdut. Keterlibatan tersebut membuat suasana semakin meriah sekaligus memperlihatkan kedekatan antara pimpinan partai dengan masyarakat.

Bagi DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, usia 25 tahun bukan sekadar angka. Seperempat abad perjalanan Partai Demokrat menjadi momentum untuk terus memperkuat komitmen dalam mendengar aspirasi masyarakat dan menjaga kedekatan dengan rakyat.

Semangat tersebut tercermin dalam pesan yang digaungkan dalam kegiatan tersebut: “Dari rakyat, bersama rakyat, dan untuk rakyat.”

Melalui peringatan HUT ke-25 ini, Partai Demokrat Kabupaten Bima menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat, baik untuk kemajuan Kabupaten Bima, NTB, maupun Indonesia.

“Demokrat bersama rakyat. Demokrat untuk rakyat. Demokrat terus bergerak untuk Indonesia, untuk NTB, dan untuk Kabupaten Bima yang lebih maju dan sejahtera.”

Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pun ditutup dengan semangat kebersamaan dan optimisme untuk terus membangun kekuatan bersama masyarakat.

Selamat HUT ke-25 Partai Demokrat.

Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit!

Redaksi |

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). Baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa M7,7, Gubernur Iqbal segera menuju Sade saat api masih berkobar.

Di lokasi kejadian, Gubernur Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Di tengah suasana kepanikan dan duka, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dalam penanganan musibah tersebut.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.

Kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Sade diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari salah satu bangunan, sebelum kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, bambu, dan atap ilalang membuat kobaran api mudah meluas.

Petugas Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah bersama unsur TNI, Polri, warga, serta bantuan armada dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan untuk mengendalikan api. Hingga tengah malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.

Di tengah upaya pemadaman, pemerintah segera menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Desa Rambitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Gubernur menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.

Untuk langkah selanjutnya, Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. Karena itu, kebakaran yang melanda Sade tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga duka bagi Nusa Tenggara Barat.

Di tengah kobaran api dan kepanikan malam itu, kehadiran Gubernur Iqbal membawa pesan bahwa penanganan musibah tidak dapat ditunda. Setelah warga berada dalam kondisi aman dan kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, Sade tidak boleh menghadapi malam musibah ini sendirian. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari abu kebakaran.

Redaksi |

Jumat, 21 Agustus 2026

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur


MANGGARAI TIMUR, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB memutuskan memperpanjang agenda di Nusa Tenggara Timur selama satu hari. Kepulangan yang semula dijadwalkan pada Jumat pagi (21/8/2026) ditunda setelah melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur.

Dari Posko Inti Tim NTB di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Miq Iqbal memilih melanjutkan perjalanan darat menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur. Perjalanan selama sekitar lima jam itu ditempuh untuk melakukan koordinasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah terkait langkah penanganan lanjutan.

Setibanya di Posko Borong, rombongan Tim NTB disambut Sekretaris Daerah Manggarai Timur bersama jajaran perangkat daerah, relawan, dan masyarakat, karena Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di lapangan membersamai masyarakat terdampak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan haru.

Miq Iqbal menegaskan, kehadiran NTB merupakan wujud solidaritas kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Tim Solidaritas KR-BNN NTB yang telah berada di lapangan, kata dia, siap terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, kebersamaan adalah kekuatan yang paling penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Kami datang dari NTB sebagai saudara. Tim kami sudah berada di lapangan, dan apa yang bisa kami bantu tentu akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah,” ujar Miq Iqbal.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga berbagi pengalaman penanganan dan pemulihan pascagempa Lombok. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, dan kesabaran dalam mendampingi masyarakat melewati masa darurat hingga pemulihan.

“Kami pernah merasakan situasi yang sama. Karena itu kami memahami apa yang dirasakan saudara-saudara kami di sini. Yang terpenting adalah tetap kuat, tetap bersama, dan tidak kehilangan harapan untuk bangkit kembali,” katanya.

Keputusan memperpanjang agenda di NTT menjadi bagian dari komitmen tersebut. Bagi Miq Iqbal, solidaritas kemanusiaan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga membutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kerja bersama agar masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana sendirian.

Dari Dampe hingga Borong, perjalanan itu membawa pesan yang sama: ketika bencana datang, batas wilayah tidak boleh menjadi batas bagi persaudaraan dan solidaritas.

Redaksi |

Kamis, 20 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Kelompok 55 Desa Baru Raih Penghargaan Terbaik II Expo KKN Reguler UMMat 2026

Mahasiswa KKN Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 55 Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Kategori Kelompok Teknologi Tepat Guna dalam Expo KKN Reguler UMMat Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Expo KKN Reguler UMMat yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Mataram, Kamis (20/8/2026).

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh anggota KKN Kelompok 55 sekaligus menjadi bukti atas kreativitas, kerja keras, kekompakan, dan inovasi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Baru.

Ketua Kelompok 55, Nova Pauzan Amri, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu bukan semata-mata tentang hasil akhir, melainkan bentuk apresiasi terhadap proses dan kerja keras seluruh anggota kelompok dalam mengembangkan berbagai program selama berada di tengah masyarakat.

“Penghargaan ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, kreativitas dan dedikasi seluruh anggota Kelompok 55 selama melaksanakan KKN di Desa Baru,” ujar Nova.

Ia menilai kegiatan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan gagasan dan menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Melalui kategori Teknologi Tepat Guna, mahasiswa dituntut menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki manfaat serta relevansi terhadap kehidupan masyarakat.

“Bagi kami, KKN bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi bagaimana program tersebut bisa memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang positif bagi masyarakat,” katanya.

Expo KKN Reguler UMMat Tahun 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai hasil kegiatan, program, serta inovasi yang telah dilaksanakan di masing-masing lokasi KKN.

Berbagai karya mahasiswa ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kreativitas, tetapi juga manfaat, inovasi, serta relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan Kelompok 55 Desa Baru meraih Terbaik II diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Nova juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Desa Baru beserta jajaran pemerintahan desa, Camat Alas, serta seluruh elemen masyarakat Desa Baru yang telah memberikan dukungan selama mahasiswa melaksanakan KKN.

“Terima kasih kepada Kepala Desa Baru beserta jajaran dan seluruh elemen masyarakat Desa Baru serta Camat Alas yang telah menerima, mendukung dan membantu kami selama melaksanakan KKN. Tanpa dukungan masyarakat, tentu pencapaian ini tidak akan bisa kami raih,” ungkapnya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Baru dapat terus terjaga meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.

Menurutnya, penghargaan Terbaik II tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota Kelompok 55 sekaligus motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Dengan diraihnya Penghargaan Terbaik II Kategori Kelompok Teknologi Tepat Guna Expo KKN Reguler UMMat 2026, mahasiswa KKN Kelompok 55 Desa Baru tidak hanya berhasil menorehkan prestasi di tingkat universitas, tetapi juga membawa nama Desa Baru sebagai lokasi pengabdian ke panggung apresiasi akademik UMMat.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang bernilai serta memberikan manfaat bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa," pungkasnya.

Redaksi |

Pemprov Sumsel Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan studi tiru ke Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait penerapan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Studi tersebut menjadi bagian dari upaya Sumatera Selatan menyiapkan tata kelola pertambangan rakyat yang legal, aman, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Studi tiru berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/8/2026). Rombongan Pemprov Sumatera Selatan diterima Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekda NTB Abul Chair, Kepala Dinas ESDM Samsudin dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya. 

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan, pengalaman NTB dalam menata pertambangan rakyat menjadi hal penting untuk dipelajari, terutama karena aktivitas pertambangan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian sekaligus lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan tambang tidak cukup hanya mengejar manfaat fiskal. Pemerintah daerah juga harus memastikan kegiatan pertambangan tidak meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi berikutnya.

“Kita tidak memungkiri bahwa sumber penghasilan dari tambang cukup membantu dari fiskal di masing-masing daerah. Tetapi tentunya kita juga tidak ingin daerah yang subur dan sangat terjaga ini tidak bisa kita warisi pada generasi selanjutnya,” kata Indah.

Indah menyebut persoalan pertambangan kini menjadi isu strategis secara nasional. Kesalahan dalam kajian, perizinan maupun pelaksanaan kegiatan tambang dapat menimbulkan persoalan serius, termasuk pencemaran lingkungan.

Karena itu, Pemprov NTB menyambut baik kedatangan rombongan Sumatera Selatan untuk melihat langsung proses penataan IPR yang tengah dilakukan di NTB.

Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin menjelaskan, NTB memiliki potensi mineral yang besar karena berada di kawasan Ring of Fire. Sejumlah mineral logam seperti emas, perak dan tembaga tersebar di sejumlah wilayah Lombok dan Sumbawa.

Dalam penataan pertambangan rakyat, NTB saat ini memiliki 68 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang tersebar di lima kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 16 blok telah memiliki dokumen pengelolaan wilayah yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Dari 68 itu, 16-nya sudah menetapkan dokumen pengelolaannya oleh pemerintah pusat yaitu ada 5 di Lombok Barat, 3 di KSB, 3 di Sumbawa, 4 di Dompu, dan 1 di Bima,” jelas Samsudin.

Menurut dia, pemerintah provinsi kemudian menyiapkan sejumlah tahapan lanjutan, termasuk dokumen reklamasi pascatambang, sosialisasi kepada masyarakat, pembagian blok, serta verifikasi dan validasi koperasi yang menjadi pengelola.

Langkah tersebut menjadi penting karena IPR dirancang bukan hanya untuk memberikan legalitas kepada masyarakat yang selama ini melakukan aktivitas pertambangan, tetapi juga untuk menekan praktik pertambangan ilegal.

“Target utama dari IPR adalah untuk menyelesaikan illegal mining yang terjadi yang oleh masyarakat. Sehingga kalau usul-usul terkait dengan masyarakatnya betul-betul masyarakat setempat, harus dipastikan itu,” ujar Samsudin.

Ia mengatakan proses penerbitan IPR tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. ESDM harus bekerja bersama Dinas Koperasi, Dinas Tenaga Kerja, DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Setiap lokasi juga harus diverifikasi agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik terkait kawasan hutan, lahan pertanian, wilayah sungai, kepemilikan lahan maupun potensi konflik sosial.

Hingga saat ini, terdapat 21 koperasi yang telah mengajukan IPR di NTB. Dari jumlah tersebut, tiga koperasi telah ditetapkan memperoleh IPR.

Namun, penerimaan daerah dari aktivitas tersebut belum dapat dilakukan karena regulasi terkait pemungutan retribusi IPR masih dalam proses di pemerintah pusat.

Samsudin mengatakan Pemprov NTB juga tengah menunggu penyelesaian Perda tentang pendelegasian kewenangan di bidang minerba yang sedang dibahas DPRD NTB. Regulasi tersebut diharapkan mempercepat proses legalisasi pertambangan rakyat di daerah.

Di sisi lain, Pemprov NTB mengingatkan legalisasi tambang harus dibarengi penerapan praktik pertambangan yang baik. Keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, kepastian kepemilikan lahan serta keterlibatan masyarakat setempat menjadi sejumlah aspek yang harus dipastikan.

Samsudin menyebut masih terdapat tantangan karena sebagian penambang rakyat belum memperhatikan keselamatan kerja maupun dampak lingkungan. Selain itu, pemerintah juga menemukan potensi konflik ketika pengelola tambang bukan masyarakat setempat atau belum memiliki kesepakatan yang jelas dengan pemilik lahan.

Karena itu, IPR di NTB diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, kepastian hukum, hingga tambahan pendapatan daerah.

“Tiga fungsi. Pertama adalah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Yang kedua, mampu menjaga lingkungannya agar lingkungan yang dititipkan ke anak cucu kita bisa kita jaga kelestariannya. Yang ketiga, adanya komitmen bahwa sebagai PAD untuk masyarakat untuk kita bisa membiayai pembangunan,” kata Samsudin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengatakan pihaknya sengaja datang ke NTB untuk mempelajari tata kelola pertambangan rakyat, khususnya pertambangan emas.

Sumatera Selatan telah memiliki wilayah pertambangan rakyat yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, masyarakat di sejumlah wilayah masih melakukan aktivitas pertambangan secara tradisional dan menghadapi persoalan legalitas maupun keselamatan kerja.

“Kami mau belajar, mau bersilaturahmi, komunikasi gimana caranya supaya tambang yang ada di Sumatera Selatan, khususnya tambang emas, karena daerah Sumatera Selatan ini batu bara banyak. Kalau batu bara di sini ada, Bu? Enggak ada. Tapi banyak batu bara? Batu yang banyak,” kata Cik Ujang.

Menurutnya, pemerintah Sumatera Selatan ingin memastikan masyarakat dapat mengelola potensi pertambangan secara legal tanpa mengabaikan keselamatan dan lingkungan. Dengan begitu, manfaat ekonomi pertambangan dapat lebih banyak dirasakan masyarakat lokal.

Ia menilai pengalaman NTB dalam menata IPR dapat menjadi referensi bagi Sumatera Selatan untuk mengembangkan pola pengelolaan pertambangan rakyat yang lebih tertib.

Cik Ujang juga menyoroti pentingnya memastikan kekayaan alam daerah memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, bukan justru meninggalkan persoalan lingkungan sementara keuntungan ekonominya mengalir keluar daerah.

“Kalau kita dikelola terus sama yang NPWP-nya bukan di situ, dari Jakarta semua, uangnya dibawa ke Jakarta semua, Pak. Kita dapat debunya, kita dapat lingkungan rusaknya, paling kita bekerja,” ujarnya.

Studi tiru tersebut diharapkan memperkuat kerja sama antardaerah dalam membangun tata kelola pertambangan rakyat yang memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga lingkungan.

Bagi NTB, keberadaan IPR bukan semata-mata instrumen legalisasi aktivitas pertambangan. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan pertambangan ilegal, menjaga lingkungan, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Prov NTB, anggota Komisi IV DPRD Sumatera Selatan serta kepala OPD lingkup pemerintahan kedua provinsi dan perwakilan pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara. 

Redaksi |

Gubernur NTB dan NTT Temui Korban Gempa, Solidaritas NTB Menjangkau Manggarai Timur


Manggarai Timur, Media Dinamika Global - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menemui langsung masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur, Kamis (20/8). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN), yang kali ini diwujudkan dengan hadir langsung di tengah warga yang masih bertahan di pengungsian.

Di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, suasana pascagempa masih terasa. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara warga belum berani kembali ke rumah karena khawatir terhadap gempa susulan. Kepada kedua gubernur, warga menyampaikan kebutuhan mendesak selama berada di pengungsian, terutama air bersih dan bahan makanan.

Gubernur Miq Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi bencana membuat masyarakat NTB memahami apa yang sedang dirasakan warga NTT. Karena itu, kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat NTT memiliki saudara yang ikut merasakan dan siap menguatkan.

“Kami di NTB juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang Bapak dan Ibu rasakan saat ini. Kami memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semua. Tapi kita harus sabar, kuat dan tetap semangat,” ujar Miq Iqbal.

Ia meminta masyarakat tetap tabah menghadapi masa sulit dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

“Kami datang sebagai saudara. Kami membawa pesan dari masyarakat NTB bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri. Kita kuat, ya. Kita hadapi ini dengan semangat untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Kehadiran dua gubernur tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa KR-BNN tidak berhenti sebagai kerja sama antarpemerintah daerah. Dalam situasi bencana, hubungan tiga provinsi bertetangga itu bergerak menjadi solidaritas kemanusiaan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan NTB dan Bali yang hadir langsung membantu masyarakat NTT. Namun, setelah bertemu warga, Melki harus kembali lebih dahulu ke Labuan Bajo untuk mempersiapkan agenda penyambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di salah satu lokasi terdampak gempa.

Sebelum berpisah, Melki menitipkan salam kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang selanjutnya dikunjungi Miq Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan Miq Iqbal ke lima titik pengungsian. Di setiap lokasi, ia menyapa warga, berdialog dengan pengungsi, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menyerahkan bantuan berupa logistik, selimut, terpal, dan nasi bungkus.

Kehadiran Gubernur juga menjadi perhatian bagi anak-anak pengungsi. Di sela kunjungan, Miq Iqbal menyempatkan diri bercengkerama dengan mereka sambil membagikan roti, susu, dan cokelat. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam suasana pengungsian tampak lebih ceria ketika mendapat perhatian langsung dari Gubernur.

Bagi Miq Iqbal, perhatian terhadap anak-anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan logistik. Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung, tetapi juga rasa aman dan dukungan moral agar masyarakat, terutama anak-anak, perlahan dapat keluar dari trauma.

Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Kepala BPBD NTB Sadimin, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Hamzi Fikri, Kepala Biro Kesra Setda NTB H. Amir, serta Tim Solidaritas KR-BNN NTB turut mendampingi kunjungan tersebut.

Miq Iqbal dan Gubernur Melki sebelumnya tiba di Manggarai Timur menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 ER HA-5185 dari Bandara Komodo Labuan Bajo, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung kondisi wilayah dan masyarakat terdampak gempa.

Di sela rangkaian kunjungan, Miq Iqbal juga menyempatkan makan siang bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB di Dapur Umum Lapangan Tagana NTB yang diperkuat personel dari Kota dan Kabupaten Bima.

Peninjauan lima titik pengungsian berlangsung hingga menjelang Magrib. Setelah itu, Gubernur kembali ke Posko Tim Solidaritas KR-BNN NTB di halaman SMPN 1 Lamba Leda.

Kehadiran NTB di Manggarai Timur menegaskan bahwa solidaritas tidak cukup hanya disampaikan dari jauh. Ia harus hadir dalam bentuk kehadiran, bantuan, perhatian, dan keberanian untuk berdiri bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bagi KR-BNN, inilah makna persaudaraan yang sesungguhnya: ketika NTT terluka, Bali dan NTB datang menguatkan; ketika masyarakat sedang berjuang untuk bangkit, saudara-saudaranya berdiri di samping mereka.

Redaksi |