Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

Belum Dibayar, Supplier di Lunyuk Ancam Blokir Proyek Milik Pemprov NTB


Mataram, Media Dinamika Global - Persoalan tunggakan pembayaran supplier dalam proyek Long Segmen Lunyuk-Lenangguar kembali memanas. Sejumlah supplier asal Kecamatan Lunyuk yang mengaku telah ikut menopang kelancaran proyek kini mempertanyakan komitmen PT Amar Jaya Perkasa (AJP) dan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran mereka.

Ironisnya, ketika proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut telah dikerjakan, para supplier yang mengaku memasok kebutuhan material dan operasional justru masih harus menunggu hak mereka.

Para supplier bahkan menilai PT AJP terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan iktikad yang mereka harapkan untuk menyelesaikan tunggakan.

Proyek Long Segmen Lunyuk–Lenangguar diketahui memiliki nilai kontrak Rp19 miliar lebih yang bersumber dari APBD Provinsi NTB. Dalam perjalanannya, proyek tersebut sempat mengalami persoalan, bahkan disebut mengalami tiga kali adendum.

Kini, persoalan baru justru muncul di belakang proyek, siapa yang bertanggung jawab atas tunggakan kepada supplier?

Salah seorang supplier asal Kecamatan Lunyuk, Aditia, mengaku sudah kehilangan kesabaran. Ia mengatakan dirinya bersama supplier lainnya telah mengeluarkan modal untuk membantu memenuhi kebutuhan proyek, namun pembayaran yang menjadi hak mereka hingga kini belum kunjung diselesaikan.

“Kami sangat kecewa. Kami dipingpong ke sana kemari, tetapi tidak ada penyelesaian sama sekali. Kami tuntut hak kami untuk segera dibayarkan,” ujar Aditia kepada media, Sabtu 12 September 2026.

Menurutnya, para supplier selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Namun setelah pekerjaan berjalan, mereka justru merasa ditinggalkan.

Aditia juga menyoroti adanya janji pekerjaan Pekerjaan Langsung (PL) yang disebut-sebut pernah ditawarkan sebagai jalan keluar persoalan tunggakan. Namun, menurut dia, pekerjaan PL tersebut hingga kini tidak jelas realisasinya.

“Kami sudah berusaha menjadi mitra atau supplier yang membantu mereka di lokasi proyek. Tetapi kami merasa dipermainkan. Kami mengeluarkan modal, membantu pekerjaan, tetapi pembayaran tidak jelas,” katanya.

Yang membuat para supplier semakin kecewa, kata Aditia, sebagian dari mereka harus menggunakan modal pribadi untuk memenuhi kebutuhan proyek.

Bahkan, ia mengaku ada supplier yang sampai harus menggadaikan aset demi memastikan kebutuhan pekerjaan tetap berjalan.

“Kami ini bukan pekerja rodi yang diperas dan hanya dibutuhkan tenaganya tanpa dibayar. Kami menggunakan modal sendiri. Bahkan ada yang harus menggadaikan aset untuk modal kerja demi membantu proyek ini sukses,” tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Provinsi NTB tidak sekadar menjadi penonton dalam persoalan tersebut.

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan APBD sehingga pemerintah harus memastikan persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya tidak berujung pada kerugian masyarakat kecil.

“Jangan setelah proyek selesai, kami masyarakat kecil justru ditinggalkan. Kami juga punya hak. Kami sudah mengeluarkan modal dan mempertaruhkan semuanya untuk membantu proyek ini,” katanya.

Keluhan lebih keras disampaikan Herman, salah seorang supplier yang memasok BBM untuk kebutuhan proyek.

Herman mengaku berada dalam posisi tertekan karena pihak tempat ia mengambil BBM terus menagih pembayaran.

“Saya sudah beberapa kali didatangi dan dihubungi oleh orang tempat saya ambil BBM. Saya merasa malu dan tertekan,” ungkapnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut bukan karena dirinya tidak mau membayar, tetapi karena pembayaran dari PT AJP yang menjadi sumber pelunasan belum diterimanya.

“Saya minta tanggung jawab PT AJP untuk selesaikan pembayaran kami. Jangan sampai kami dituding menggelapkan atau membawa lari uang, sementara kami belum dibayarkan oleh PT AJP,” tegas Herman.

Para supplier sebelumnya telah mendatangi Inspektorat Provinsi NTB untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Inspektur Inspektorat NTB Dr. Budi Herman, S.H., M.H., disebut menyampaikan akan membantu mencari penyelesaian atas tunggakan yang dialami supplier dari Kecamatan Lunyuk.

Namun, para supplier mengaku hingga saat ini belum melihat penyelesaian konkret.

Mereka mempertanyakan tindak lanjut dari pertemuan tersebut dan meminta pemerintah tidak berhenti pada sebatas pertemuan dan janji. Bagi para supplier, yang dibutuhkan sekarang bukan lagi janji, melainkan pembayaran.

Sementara itu, pihak PT AJP yang diwakili Direktur Cabang Hendra Dinata, menurut para supplier, hingga kini belum memberikan solusi penyelesaian tunggakan yang dianggap konkret.

Para supplier menilai PT AJP harus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai persoalan pembayaran tersebut, termasuk kapan dan bagaimana kewajiban kepada para supplier akan diselesaikan.

Mereka tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut hingga masyarakat kecil menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

Kesabaran para supplier kini berada di ujung tanduk. Jika tidak ada penyelesaian, mereka mengancam akan melakukan aksi dan blokade di lokasi proyek Long Segmen Lunyuk-Lenangguar.

Ancaman tersebut menjadi sinyal keras bahwa persoalan tunggakan supplier tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan kecil.

“Kami sudah cukup bersabar. Ini bentuk penghianatan dan penghinaan terhadap kami masyarakat kecil yang hanya mempermainkan kami dengan cara menipu dan menguras tenaga kami. Kami akan lawan dan berjuang sampai hak kami diselesaikan,” pungkas Aditia.

Redaksi |

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat: “Bapak Presiden Dapat Mengandalkan Partai Demokrat”


JAKARTA, Media Dinamika Global -  Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada momentum HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY menyampaikan Partai Demokrat siap menjalankan amanah dengan loyalitas dan penuh tanggung jawab untuk membantu pemerintahan mencapai keberhasilan.

“Malam hari ini tentunya tidak mudah bagi saya, karena tadi saya berdiri di antara dua Presiden Republik Indonesia, dan kebetulan di antara dua jeneral. Yang pertama Pak Prabowo, dan tentunya yang kedua adalah Pak SBY,” ujar AHY.

AHY mengatakan, dalam kehidupan militer terdapat nilai penting dalam menjalankan sebuah misi, yakni mengetahui siapa yang berdiri teguh di samping ketika menghadapi berbagai keadaan, baik suka maupun duka. Menurutnya, seseorang yang dapat diandalkan akan tetap hadir dalam situasi apa pun.

“Dalam kehidupan militer, kita mengenal satu nilai, bahwa dalam sebuah misi, kita harus tahu persis siapa yang berdiri teguh di samping kita, terutama ketika terjadi sesuatu keadaan apa pun, dalam suka maupun duka.

Kita harus tahu bahwa orang itu tetap dapat diandalkan. Karena, karena itu izinkan Bapak Presiden, saya menyampaikan dengan tulus, bahwa Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat.

Kami akan bekerja dengan loyalitas, kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintahan ini berhasil,” tegas AHY.

AHY menekankan, loyalitas kepada pemerintahan tidak bertentangan dengan kesetiaan kepada rakyat. Justru, keinginan agar pemerintahan berhasil mendorong Partai Demokrat untuk terus mendengarkan suara rakyat dan ikut mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bagi kami, tidak ada pertentangan, antara loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat. Justru karena kami ingin pemerintahan ini berhasil, kami harus terus mendengar suara rakyat dan ikut mencari jalan keluarnya. Itulah politik yang bertanggung jawab,” kata AHY.

AHY juga mengutip pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo untuk tidak takut menghadapi kenyataan, melainkan berani memperbaikinya. Prinsip tersebut, menurutnya, turut menjadi pedoman Partai Demokrat dalam menjalankan pengabdian.

“Seperti yang sering Bapak Presiden ingatkan, kita tidak boleh takut kepada kenyataan, tetapi kita harus berani memperbaiki kenyataan. Ini yang juga kami pedomani dan kami jalankan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, AHY turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memasuki usia ke-77 tahun. Ia menyampaikan apresiasi atas fondasi, keteladanan, dan pengabdian SBY kepada Partai Demokrat, demokrasi, dan Indonesia.

“Semoga panjang umur, dalam kesehatan, dalam kekuatan, dalam kebahagiaan dan keberkahan. Terima kasih atas fondasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada Partai ini, kepada demokrasi, dan kepada Indonesia,” tutur AHY.

Memasuki usia 25 tahun, AHY mengajak para senior dan seluruh kader Partai Demokrat terus menjaga rumah besar partai. Ia menegaskan, seperempat abad perjalanan Demokrat bukan menjadi garis akhir, melainkan awal dari babak baru perjuangan.

“Kepada para senior Partai Demokrat dan seluruh kader demokrat dimanapun berada, terima kasih telah menjaga rumah besar ini selama 25 tahun. Tetapi 25 tahun bukanlah garis akhir. Ini bukan garis selesai.

Ini adalah awal dari capter baru kita. 25 tahun pertama adalah masa lalu, sedangkan 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab besar kita semuanya,” ujar AHY.

Khusus kepada generasi muda Demokrat, AHY berpesan agar tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah berikutnya.

“Jangan hanya menjadi pewaris sejarah, jadilah pembuat sejarah berikutnya,” pesannya.

AHY juga mengingatkan seluruh kader Demokrat untuk tetap rendah hati, terus bekerja, dan hadir bersama rakyat. Menurutnya, Demokrat tidak cukup hanya menjadi partai yang kuat di parlemen maupun pemerintahan, tetapi harus menjadi kekuatan yang berarti dalam kehidupan rakyat.

“Dan kepada seluruh kader Demokrat, tetaplah rendah hati, teruslah bekerja, teruslah hadir bersama rakyat. Karena Demokrat tidak boleh hanya menjadi partai yang kuat di parlemen atau di pemerintahan. Demokrat harus menjadi kekuatan yang berarti dalam kehidupan rakyat. Terima kasih,” pungkas AHY.

Perayaaan 25 tahun Partai Demokrat ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Menteri, Wakil Menteri dan Kepala Badan, Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih. Selain itu turut hadir Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI hingga Ketua dan Sekjend partai politik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Indonesia Arena Jakarta ini dihadiri ribuan kader Partai Demokrat dari seluruh Indonesia.

Redaksi |

Kamis, 10 September 2026

IKA PMII Desak Bupati Bima Perbaiki Jalan Rusak di Madapangga


Bima, Media Dinamika Global - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kecamatan Madapangga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui momentum program Selasa Menyapa yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima. IKA PMII Madapangga meminta Bupati Bima bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya melihat kondisi masyarakat secara langsung, tetapi juga menindaklanjutinya melalui kebijakan dan penganggaran yang nyata.

Sedikitnya terdapat dua ruas jalan strategis yang menjadi perhatian, yakni jalur lintas Desa Bolo menuju Desa Campa serta jalur lintas Desa Ncandi menuju Desa Monggo.

Wakil Ketua PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga, Saiful, S.Pd, menegaskan bahwa program Selasa Menyapa seharusnya menjadi momentum untuk menyerap dan menjawab persoalan masyarakat, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.

“Program Selasa Menyapa adalah momentum tepat bagi Pemda Bima untuk melihat langsung realita di lapangan. Kami dari IKA PMII Madapangga sangat berharap Pemda Bima jangan tutup mata melihat kondisi jalan di Kecamatan Madapangga saat ini,” tegas Saiful.

Menurutnya, ruas jalan Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi jalur penghubung untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga mobilitas warga sehari-hari.

“Jalan lintas Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo adalah urat nadi perekonomian, pendidikan, dan mobilitas warga. Pemda harus segera mengalokasikan anggaran perbaikan untuk dua poros jalan ini,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Pertama, sektor ekonomi pertanian ikut terdampak. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil panen keluar wilayah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik serta berpengaruh terhadap pendapatan petani.

Kedua, risiko kecelakaan meningkat. Jalan yang berlubang dan rusak dinilai membahayakan pengguna kendaraan. Saat musim kemarau, kondisi jalan juga dipenuhi debu, sementara ketika musim hujan, sejumlah titik menjadi licin dan berlumpur.

Ketiga, akses pelayanan dasar masyarakat ikut terganggu. Kondisi jalan yang tidak layak dapat menyulitkan warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Akses anak-anak menuju sekolah juga menjadi tidak optimal.

Atas kondisi tersebut, PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga meminta Pemkab Bima menjadikan perbaikan dua ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

IKA PMII Madapangga juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga terdapat respons konkret dari Pemkab Bima, terutama terkait perbaikan dan pengaspalan jalur Bolo-Campa serta Ncandi-Monggo.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Harapan masyarakat sederhana, yakni jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan sehari-hari,” pungkas Saiful.

Redaksi |

Senin, 07 September 2026

GAKADA BIDOM Perkuat Komunikasi dengan Pemprov NTB untuk Kemajuan Pemuda dan Budaya


Mataram, Media Dinamika Global - Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mendorong kegiatan kepemudaan dan pelestarian budaya Bima-Dompu di NTB.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB. Senin (7/9/26).

Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi sekaligus silaturahmi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam membahas sejumlah agenda kegiatan, khususnya program kepemudaan dan budaya Bima-Dompu di Provinsi NTB.

Ketua GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, S.Pd., SH, menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan organisasi diarahkan dalam memperkuat peran pemuda untuk ikut serta membangun kebersamaan, menjaga nilai-nilai budaya, serta memberikan kontribusi positif.

Menurut Arif, silaturahmi tersebut merupakan langkah penting dalam membuka ruang komunikasi dan membangun kerja sama yang lebih baik dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, yang telah merespons baik kedatangan GAKADA BIDOM Pulau Lombok. Silaturahmi ini menjadi semangat bagi kami untuk bersama sama pemerintah provinsi membangun daerah,” ujar Arif.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga berbagai kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, menyambut baik silaturahmi GAKADA BIDOM Pulau Lombok.

Umi Dinda, sapaan akrabnya, menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu yang dilaksanakan secara positif, konstruktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Umi Dinda menilai pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah terutama menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu yang dilaksanakan secara positif, konstruktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta daerah NTB” ujar Umi Dinda.

Umi Dinda berharap kedepannya GAKADA BIDOM Pulau Lombok terus melaksanakan kegiatan yang dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kontribusi pemuda di Provinsi NTB.

Ia juga mendorong agar komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan.

Kata Umi Dinda, terbuka terhadap berbagai inisiatif kepemudaan dan budaya yang sejalan dengan pembangunan daerah serta memperkuat hubungan kekeluargaan masyarakat Bima-Dompu di NTB.

“Semoga kegiatan GAKADA BIDOM Pulau Lombok berjalan dengan lancar dan insyaallah nanti saya akan hadir pada saat kegiatan,” pungkasnya.

Kembali, Arif Kurniadin menegaskan, GAKADA BIDOM Pulau Lombok berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi pemuda Bima-Dompu di NTB.

Menurutnya, dukungan dan komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mendorong kegiatan organisasi agar semakin terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“GAKADA BIDOM Pulau Lombok berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi pemuda Bima-Dompu di NTB,” tutupnya.

Redaksi |

Rabu, 02 September 2026

20 Desa di Sumbawa Gelar Pilkades, DPMD Tekankan Netralitas dan Sportivitas


SUMBAWA, Media Dinamika Global - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 20 desa yang tersebar pada 15 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026.

Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, S.E., mengajak seluruh masyarakat, panitia, para calon kepala desa (Cakades), tim pemenangan serta para pendukung untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Ulumuddin menegaskan, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan munculnya konflik, permusuhan maupun tindakan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.

“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan itu hal yang biasa. Yang paling penting bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan,” ujarnya.

Menurutnya, para calon kepala desa dan seluruh pendukung harus mampu memberikan contoh politik yang sehat dan bermartabat kepada masyarakat. Kompetisi untuk memperoleh dukungan hendaknya dilakukan secara fair, tanpa provokasi, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa siapapun yang nantinya memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai kepala desa terpilih merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi kelompok atau pendukungnya.

“Jangan sampai karena berbeda pilihan, hubungan keluarga, tetangga dan persaudaraan menjadi rusak. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap akan hidup berdampingan dan membangun desa yang sama,” tegasnya.

Ulumuddin mengajak masyarakat di 20 desa yang melaksanakan Pilkades agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu, kabar maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain itu, seluruh pihak diminta menghormati setiap tahapan dan mekanisme Pilkades yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila terdapat persoalan, keberatan atau dugaan pelanggaran, penyelesaiannya diharapkan ditempuh melalui jalur dan mekanisme yang telah disediakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jaga desa masing-masing. Jangan karena kepentingan sesaat, kondusivitas daerah yang sudah terbangun justru terganggu. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa mampu menjalankan demokrasi secara dewasa, aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Sumbawa itu berharap seluruh rangkaian Pilkades serentak di 20 desa dapat berjalan aman, lancar dan kondusif hingga proses penetapan kepala desa terpilih.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan keamanan, persatuan serta kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun kandidat tertentu.

Sebagai pesan terakhir menjelang pelaksanaan Pilkades, Ulumuddin kembali mengajak seluruh panitia, masyarakat, calon kepala desa, tim pemenangan dan pendukung untuk menjaga netralitas serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses pemilihan.

“Wujudkan Kamtibmas yang kondusif selama Pemilihan Kepala Desa Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa. Jaga netralitas, junjung sportivitas dan tetap semangat menjaga persatuan,” pesannya.

Dengan semangat demokrasi yang sehat dan kedewasaan politik seluruh pihak, Pilkades serentak di Kabupaten Sumbawa diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin desa yang legitimate, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun desa masing-masing.

Redaksi |

Senin, 31 Agustus 2026

Gerakan Literasi Daerah Digelar, IGI Dompu Dorong Guru dan Siswa Gemar Menulis

IGI Kabupaten Dompu Gelar Gerakan Literasi Daerah, (Ist/Surya)

DOMPU, Media Dinamika Global - Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu menggelar Gerakan Literasi Daerah di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Guru Cerdas Finansial, Literasi Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju” tersebut dirangkaikan dengan launching dan bedah buku IGI Dompu “Sepatu Fentofel di Depan Pintu”, literasi keuangan bersama Bank NTB Syariah Cabang Dompu, serta Anugerah Penulis Cerita Rakyat Dompu.

Kegiatan dihadiri Bupati Dompu diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu H. Khairul Insyan, SE., MM yang mewakili Bupati Dompu, Ketua DPRD Dompu, jajaran Dikpora Dompu, Bank NTB Syariah Cabang Dompu, para guru SMA/SMK, serta tamu undangan.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bentuk kecintaan terhadap daerah, budaya, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah saat sambutan, (Ist/Surya)

Menurut Ida, menulis merupakan salah satu cara meninggalkan jejak pengetahuan. Karena itu, IGI Dompu mendorong program “Satu Guru, Satu Buku” dan “Satu Siswa, Satu Buku”, sekaligus mendokumentasikan cerita rakyat Dompu agar menjadi bagian dari literatur dan pembelajaran budaya lokal.

“Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak kebaikan dan pengetahuan,” ujarnya.

Ida juga menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, akademisi, swasta, budayawan, sastrawan, guru, orang tua, dan masyarakat.

Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan saat sambutan, (Ist/Surya)

Sementara, Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan, menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memanfaatkan informasi, membangun karakter, berpikir kritis, serta memilah informasi yang benar.

“Literasi itu tidak saja mampu membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memanfaatkan apa yang ditulis dan apa yang dibaca. Kemudian membangun karakter, membangun pikiran kritis, dan juga dapat memilah serta memilih mana informasi yang benar,” katanya.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus negatif.

Menurutnya, sekolah harus membekali siswa bukan hanya dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memilah dan memilih informasi secara bijak agar perkembangan teknologi memberikan dampak positif.

“Literasi yang harus kita bangun, kita jadikan sebuah gerakan bersama dan menjadi komitmen kita semua,” tegasnya.

Gerakan Literasi Daerah diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya membaca, menulis, berdiskusi, berpikir kritis, sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Dompu.

Redaksi |