Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

AHY Tegaskan Komitmen Demokrat: “Bapak Presiden Dapat Mengandalkan Partai Demokrat”


JAKARTA, Media Dinamika Global -  Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada momentum HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY menyampaikan Partai Demokrat siap menjalankan amanah dengan loyalitas dan penuh tanggung jawab untuk membantu pemerintahan mencapai keberhasilan.

“Malam hari ini tentunya tidak mudah bagi saya, karena tadi saya berdiri di antara dua Presiden Republik Indonesia, dan kebetulan di antara dua jeneral. Yang pertama Pak Prabowo, dan tentunya yang kedua adalah Pak SBY,” ujar AHY.

AHY mengatakan, dalam kehidupan militer terdapat nilai penting dalam menjalankan sebuah misi, yakni mengetahui siapa yang berdiri teguh di samping ketika menghadapi berbagai keadaan, baik suka maupun duka. Menurutnya, seseorang yang dapat diandalkan akan tetap hadir dalam situasi apa pun.

“Dalam kehidupan militer, kita mengenal satu nilai, bahwa dalam sebuah misi, kita harus tahu persis siapa yang berdiri teguh di samping kita, terutama ketika terjadi sesuatu keadaan apa pun, dalam suka maupun duka.

Kita harus tahu bahwa orang itu tetap dapat diandalkan. Karena, karena itu izinkan Bapak Presiden, saya menyampaikan dengan tulus, bahwa Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat.

Kami akan bekerja dengan loyalitas, kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintahan ini berhasil,” tegas AHY.

AHY menekankan, loyalitas kepada pemerintahan tidak bertentangan dengan kesetiaan kepada rakyat. Justru, keinginan agar pemerintahan berhasil mendorong Partai Demokrat untuk terus mendengarkan suara rakyat dan ikut mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bagi kami, tidak ada pertentangan, antara loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat. Justru karena kami ingin pemerintahan ini berhasil, kami harus terus mendengar suara rakyat dan ikut mencari jalan keluarnya. Itulah politik yang bertanggung jawab,” kata AHY.

AHY juga mengutip pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo untuk tidak takut menghadapi kenyataan, melainkan berani memperbaikinya. Prinsip tersebut, menurutnya, turut menjadi pedoman Partai Demokrat dalam menjalankan pengabdian.

“Seperti yang sering Bapak Presiden ingatkan, kita tidak boleh takut kepada kenyataan, tetapi kita harus berani memperbaiki kenyataan. Ini yang juga kami pedomani dan kami jalankan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, AHY turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memasuki usia ke-77 tahun. Ia menyampaikan apresiasi atas fondasi, keteladanan, dan pengabdian SBY kepada Partai Demokrat, demokrasi, dan Indonesia.

“Semoga panjang umur, dalam kesehatan, dalam kekuatan, dalam kebahagiaan dan keberkahan. Terima kasih atas fondasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada Partai ini, kepada demokrasi, dan kepada Indonesia,” tutur AHY.

Memasuki usia 25 tahun, AHY mengajak para senior dan seluruh kader Partai Demokrat terus menjaga rumah besar partai. Ia menegaskan, seperempat abad perjalanan Demokrat bukan menjadi garis akhir, melainkan awal dari babak baru perjuangan.

“Kepada para senior Partai Demokrat dan seluruh kader demokrat dimanapun berada, terima kasih telah menjaga rumah besar ini selama 25 tahun. Tetapi 25 tahun bukanlah garis akhir. Ini bukan garis selesai.

Ini adalah awal dari capter baru kita. 25 tahun pertama adalah masa lalu, sedangkan 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab besar kita semuanya,” ujar AHY.

Khusus kepada generasi muda Demokrat, AHY berpesan agar tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah berikutnya.

“Jangan hanya menjadi pewaris sejarah, jadilah pembuat sejarah berikutnya,” pesannya.

AHY juga mengingatkan seluruh kader Demokrat untuk tetap rendah hati, terus bekerja, dan hadir bersama rakyat. Menurutnya, Demokrat tidak cukup hanya menjadi partai yang kuat di parlemen maupun pemerintahan, tetapi harus menjadi kekuatan yang berarti dalam kehidupan rakyat.

“Dan kepada seluruh kader Demokrat, tetaplah rendah hati, teruslah bekerja, teruslah hadir bersama rakyat. Karena Demokrat tidak boleh hanya menjadi partai yang kuat di parlemen atau di pemerintahan. Demokrat harus menjadi kekuatan yang berarti dalam kehidupan rakyat. Terima kasih,” pungkas AHY.

Perayaaan 25 tahun Partai Demokrat ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Menteri, Wakil Menteri dan Kepala Badan, Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih. Selain itu turut hadir Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI hingga Ketua dan Sekjend partai politik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Indonesia Arena Jakarta ini dihadiri ribuan kader Partai Demokrat dari seluruh Indonesia.

Redaksi |

Kamis, 10 September 2026

IKA PMII Desak Bupati Bima Perbaiki Jalan Rusak di Madapangga


Bima, Media Dinamika Global - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kecamatan Madapangga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui momentum program Selasa Menyapa yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima. IKA PMII Madapangga meminta Bupati Bima bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya melihat kondisi masyarakat secara langsung, tetapi juga menindaklanjutinya melalui kebijakan dan penganggaran yang nyata.

Sedikitnya terdapat dua ruas jalan strategis yang menjadi perhatian, yakni jalur lintas Desa Bolo menuju Desa Campa serta jalur lintas Desa Ncandi menuju Desa Monggo.

Wakil Ketua PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga, Saiful, S.Pd, menegaskan bahwa program Selasa Menyapa seharusnya menjadi momentum untuk menyerap dan menjawab persoalan masyarakat, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.

“Program Selasa Menyapa adalah momentum tepat bagi Pemda Bima untuk melihat langsung realita di lapangan. Kami dari IKA PMII Madapangga sangat berharap Pemda Bima jangan tutup mata melihat kondisi jalan di Kecamatan Madapangga saat ini,” tegas Saiful.

Menurutnya, ruas jalan Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi jalur penghubung untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga mobilitas warga sehari-hari.

“Jalan lintas Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo adalah urat nadi perekonomian, pendidikan, dan mobilitas warga. Pemda harus segera mengalokasikan anggaran perbaikan untuk dua poros jalan ini,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Pertama, sektor ekonomi pertanian ikut terdampak. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil panen keluar wilayah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik serta berpengaruh terhadap pendapatan petani.

Kedua, risiko kecelakaan meningkat. Jalan yang berlubang dan rusak dinilai membahayakan pengguna kendaraan. Saat musim kemarau, kondisi jalan juga dipenuhi debu, sementara ketika musim hujan, sejumlah titik menjadi licin dan berlumpur.

Ketiga, akses pelayanan dasar masyarakat ikut terganggu. Kondisi jalan yang tidak layak dapat menyulitkan warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Akses anak-anak menuju sekolah juga menjadi tidak optimal.

Atas kondisi tersebut, PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga meminta Pemkab Bima menjadikan perbaikan dua ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

IKA PMII Madapangga juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga terdapat respons konkret dari Pemkab Bima, terutama terkait perbaikan dan pengaspalan jalur Bolo-Campa serta Ncandi-Monggo.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Harapan masyarakat sederhana, yakni jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan sehari-hari,” pungkas Saiful.

Redaksi |

Senin, 07 September 2026

GAKADA BIDOM Perkuat Komunikasi dengan Pemprov NTB untuk Kemajuan Pemuda dan Budaya


Mataram, Media Dinamika Global - Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mendorong kegiatan kepemudaan dan pelestarian budaya Bima-Dompu di NTB.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB. Senin (7/9/26).

Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi sekaligus silaturahmi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam membahas sejumlah agenda kegiatan, khususnya program kepemudaan dan budaya Bima-Dompu di Provinsi NTB.

Ketua GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, S.Pd., SH, menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan organisasi diarahkan dalam memperkuat peran pemuda untuk ikut serta membangun kebersamaan, menjaga nilai-nilai budaya, serta memberikan kontribusi positif.

Menurut Arif, silaturahmi tersebut merupakan langkah penting dalam membuka ruang komunikasi dan membangun kerja sama yang lebih baik dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, yang telah merespons baik kedatangan GAKADA BIDOM Pulau Lombok. Silaturahmi ini menjadi semangat bagi kami untuk bersama sama pemerintah provinsi membangun daerah,” ujar Arif.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga berbagai kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, menyambut baik silaturahmi GAKADA BIDOM Pulau Lombok.

Umi Dinda, sapaan akrabnya, menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu yang dilaksanakan secara positif, konstruktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Umi Dinda menilai pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah terutama menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh kegiatan kepemudaan dan budaya Bima-Dompu yang dilaksanakan secara positif, konstruktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta daerah NTB” ujar Umi Dinda.

Umi Dinda berharap kedepannya GAKADA BIDOM Pulau Lombok terus melaksanakan kegiatan yang dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kontribusi pemuda di Provinsi NTB.

Ia juga mendorong agar komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan.

Kata Umi Dinda, terbuka terhadap berbagai inisiatif kepemudaan dan budaya yang sejalan dengan pembangunan daerah serta memperkuat hubungan kekeluargaan masyarakat Bima-Dompu di NTB.

“Semoga kegiatan GAKADA BIDOM Pulau Lombok berjalan dengan lancar dan insyaallah nanti saya akan hadir pada saat kegiatan,” pungkasnya.

Kembali, Arif Kurniadin menegaskan, GAKADA BIDOM Pulau Lombok berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi pemuda Bima-Dompu di NTB.

Menurutnya, dukungan dan komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mendorong kegiatan organisasi agar semakin terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“GAKADA BIDOM Pulau Lombok berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi pemuda Bima-Dompu di NTB,” tutupnya.

Redaksi |

Rabu, 02 September 2026

20 Desa di Sumbawa Gelar Pilkades, DPMD Tekankan Netralitas dan Sportivitas


SUMBAWA, Media Dinamika Global - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 20 desa yang tersebar pada 15 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026.

Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, S.E., mengajak seluruh masyarakat, panitia, para calon kepala desa (Cakades), tim pemenangan serta para pendukung untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Ulumuddin menegaskan, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan munculnya konflik, permusuhan maupun tindakan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.

“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan itu hal yang biasa. Yang paling penting bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan,” ujarnya.

Menurutnya, para calon kepala desa dan seluruh pendukung harus mampu memberikan contoh politik yang sehat dan bermartabat kepada masyarakat. Kompetisi untuk memperoleh dukungan hendaknya dilakukan secara fair, tanpa provokasi, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa siapapun yang nantinya memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai kepala desa terpilih merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi kelompok atau pendukungnya.

“Jangan sampai karena berbeda pilihan, hubungan keluarga, tetangga dan persaudaraan menjadi rusak. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap akan hidup berdampingan dan membangun desa yang sama,” tegasnya.

Ulumuddin mengajak masyarakat di 20 desa yang melaksanakan Pilkades agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu, kabar maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain itu, seluruh pihak diminta menghormati setiap tahapan dan mekanisme Pilkades yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila terdapat persoalan, keberatan atau dugaan pelanggaran, penyelesaiannya diharapkan ditempuh melalui jalur dan mekanisme yang telah disediakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jaga desa masing-masing. Jangan karena kepentingan sesaat, kondusivitas daerah yang sudah terbangun justru terganggu. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa mampu menjalankan demokrasi secara dewasa, aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Sumbawa itu berharap seluruh rangkaian Pilkades serentak di 20 desa dapat berjalan aman, lancar dan kondusif hingga proses penetapan kepala desa terpilih.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan keamanan, persatuan serta kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun kandidat tertentu.

Sebagai pesan terakhir menjelang pelaksanaan Pilkades, Ulumuddin kembali mengajak seluruh panitia, masyarakat, calon kepala desa, tim pemenangan dan pendukung untuk menjaga netralitas serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses pemilihan.

“Wujudkan Kamtibmas yang kondusif selama Pemilihan Kepala Desa Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa. Jaga netralitas, junjung sportivitas dan tetap semangat menjaga persatuan,” pesannya.

Dengan semangat demokrasi yang sehat dan kedewasaan politik seluruh pihak, Pilkades serentak di Kabupaten Sumbawa diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin desa yang legitimate, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun desa masing-masing.

Redaksi |

Senin, 31 Agustus 2026

Gerakan Literasi Daerah Digelar, IGI Dompu Dorong Guru dan Siswa Gemar Menulis

IGI Kabupaten Dompu Gelar Gerakan Literasi Daerah, (Ist/Surya)

DOMPU, Media Dinamika Global - Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu menggelar Gerakan Literasi Daerah di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Guru Cerdas Finansial, Literasi Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju” tersebut dirangkaikan dengan launching dan bedah buku IGI Dompu “Sepatu Fentofel di Depan Pintu”, literasi keuangan bersama Bank NTB Syariah Cabang Dompu, serta Anugerah Penulis Cerita Rakyat Dompu.

Kegiatan dihadiri Bupati Dompu diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu H. Khairul Insyan, SE., MM yang mewakili Bupati Dompu, Ketua DPRD Dompu, jajaran Dikpora Dompu, Bank NTB Syariah Cabang Dompu, para guru SMA/SMK, serta tamu undangan.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bentuk kecintaan terhadap daerah, budaya, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah saat sambutan, (Ist/Surya)

Menurut Ida, menulis merupakan salah satu cara meninggalkan jejak pengetahuan. Karena itu, IGI Dompu mendorong program “Satu Guru, Satu Buku” dan “Satu Siswa, Satu Buku”, sekaligus mendokumentasikan cerita rakyat Dompu agar menjadi bagian dari literatur dan pembelajaran budaya lokal.

“Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak kebaikan dan pengetahuan,” ujarnya.

Ida juga menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, akademisi, swasta, budayawan, sastrawan, guru, orang tua, dan masyarakat.

Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan saat sambutan, (Ist/Surya)

Sementara, Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan, menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memanfaatkan informasi, membangun karakter, berpikir kritis, serta memilah informasi yang benar.

“Literasi itu tidak saja mampu membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memanfaatkan apa yang ditulis dan apa yang dibaca. Kemudian membangun karakter, membangun pikiran kritis, dan juga dapat memilah serta memilih mana informasi yang benar,” katanya.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus negatif.

Menurutnya, sekolah harus membekali siswa bukan hanya dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memilah dan memilih informasi secara bijak agar perkembangan teknologi memberikan dampak positif.

“Literasi yang harus kita bangun, kita jadikan sebuah gerakan bersama dan menjadi komitmen kita semua,” tegasnya.

Gerakan Literasi Daerah diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya membaca, menulis, berdiskusi, berpikir kritis, sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Dompu.

Redaksi |

Rabu, 26 Agustus 2026

Inspektorat NTB Turun Tangan Usai Supplier Adukan Tunggakan PT AJP


Mataram, Media Dinamika Global - Sejumlah supplier asal Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, yang terlibat dalam mendukung pekerjaan proyek jalan long segment Lunyuk-Lenangguar mendatangi Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 26 Agustus 2026.

Kedatangan para supplier tersebut untuk menyampaikan sejumlah persoalan terkait tunggakan pembayaran material oleh PT Amar Jaya Perkasa (AJP), selaku kontraktor pekerjaan long segment Lunyuk-Lenangguar.

Para supplier didampingi Ketua Garda Satu NTB, Abdul Hakim alias Bang Akim. Mereka berharap adanya skema maupun solusi konkret agar tunggakan pembayaran yang hingga kini belum terselesaikan segera mendapatkan kepastian.

Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Dr. Budi Herman, S.H., M.H. Ia menyambut baik langkah para supplier yang datang untuk berkonsultasi dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

Dr. Budi mengatakan dirinya memahami kondisi para supplier yang telah berpartisipasi dalam mendukung kelancaran pekerjaan jalan tersebut.

"Saya sangat paham dengan kondisi teman-teman supplier yang belum dibayarkan. Haknya teman-teman ini tentu menjadi perhatian saya juga dan akan kami selesaikan semuanya," tegas Dr. Budi.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat masih menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, dirinya pernah meminta agar kontrak PT AJP diputus dan perusahaan tersebut diberikan sanksi blacklist.

"Saya minta saat itu pekerjaan diputus kontrak dan PT AJP di-blacklist karena sudah menggurita," ujar Dr. Budi.

Menurutnya, pada saat dilakukan rapat, pihak PT AJP menyampaikan bahwa progres pekerjaan telah mencapai sekitar 65 persen dan anggaran pekerjaan telah dicairkan.

"Duitnya sudah habis dicairkan, sementara pekerjaan masih belum terselesaikan pada saat itu," ungkapnya.

Dr. Budi menegaskan, saat ini Inspektorat Provinsi NTB tengah melakukan audit terhadap pekerjaan ruas jalan long segment Lunyuk-Lenangguar.

Ia juga meminta Dinas PUPR Provinsi NTB segera menyelesaikan seluruh administrasi yang dibutuhkan agar proses audit dapat segera dituntaskan.

"Saat ini kami sedang melakukan audit jalan long segment Lunyuk-Lenangguar. Insya Allah dalam minggu ini sudah clear," katanya.

Terkait persoalan tunggakan para supplier, Dr. Budi mengapresiasi langkah mereka yang memilih menempuh jalur komunikasi dan konsultasi dengan Inspektorat untuk mencari solusi.

"Kepada teman-teman di Lunyuk, saya titipkan jalan long segment Lunyuk-Lenangguar. Saya berusaha akan mencari jalan keluar menyelesaikan semua tunggakan yang belum terbayar. Mohon bersabar, insya Allah pasti kita selesaikan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Garda Satu NTB Abdul Hakim alias Bang Akim mengapresiasi sikap Inspektur Inspektorat NTB yang telah memberikan ruang kepada para supplier untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi.

Bang Akim menyebut para supplier asal Lunyuk telah berada di Mataram selama sekitar 22 hari untuk memperjuangkan kepastian pembayaran. Namun, menurutnya, mereka masih terkatung-katung karena sejumlah janji dari pihak yang disebutnya sebagai oknum kontraktor belum terealisasi.

Bahkan, kondisi tersebut membuat para supplier kesulitan memenuhi kebutuhan selama berada di Mataram, termasuk biaya penginapan.

"Saya sangat berterima kasih kepada Inspektur yang telah mengambil alih dalam penyelesaian teman-teman supplier ini. Langkah ini yang saya harapkan dari kemarin supaya ada kejelasan untuk teman-teman," tegas Bang Akim.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Bang Akim juga mengimbau masyarakat Lunyuk, khususnya para supplier yang terdampak persoalan pembayaran, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.

"Mari kita jaga kamtibmas agar tetap kondusif. Kita tunggu informasi selanjutnya dari Inspektorat. Insya Allah pasti terselesaikan," pungkasnya.

Redaksi |