Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2026

Dewan Pembina IMBD UIN Mataram Dukung Kunjungan Kapolri Ke Sembalun

 Dewan Pembina IMBD Mataram, Fitrah Zaiman, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Rencana kunjungan Kapolri ke Sembalun Lombok Timur, Rabu 19 Agustus 2026 hadirkan dukungan positif dari berbagai lembaga, salah satunya adalah Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Bima-Dompu UIN Mataram, Fitrah Zaiman.

Pria yang akrab disapa Uba Leu ini mengatakan, sesuai dengan Informasi yang beredar, bahwa rencana kunjungan Kapolri adalah berupa panen raya Bawang Putih dan Peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Sembalun Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB. 

“Kehadiran atau kunjungan Kapolri, Pak Listyo Sigit merupakan kunjungan kebaikan, dan harus kita dukung bersama,” kata Uba Leu saat diwawancarai awak Media ini, Senin, (17/8/26).

Bagi Uba Leu, adanya pembangunan gudang ketahanan pangan seperti ini merupakan langkah negara atau negara hadir dalam rangka mendukung percepatan swasembada Bawang Putih Nasional khususnya di NTB. Provinsi NTB sedang di promosi dan di Endorse oleh Negara, begitu perhatiannya Negara terhadap provinsi tercinta ini.

“Karena Negara membawa kebaikan, baiknya saya dukung, dan saya mengajak semua pihak membersamai kebaikan ini,” jelas Uba Leu 

Akademisi ini juga menjelaskan, gudang pangan sangat berguna sebagai tempat penyimpanan sementara bahan makanan untuk menjaga mutu, mengamankan ketersediaan stok, dan menstabilkan harga komoditas dalam rantai pasok distribusi nasional.

“Sekali lagi, saya atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran nya, semoga dengan kunjungan ini dapat mewujudkan cita-cita NTB,” ujarnya.

Redaksi |

Tolak Pasar Malam di Mpuri, IKA PMII Madapangga Desak Pemdes dan Polsek Jangan Terbitkan Izin


KABUPATEN BIMA, Media Dinamika Global - IKA PMII Madapangga menolak keras rencana pasar malam di Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga kabupaten Bima.

Wakil Ketua IKA PMII Madapangga, Syaiful, S.Pd., meminta pemerintah desa dan Polsek Madapangga mengkaji ulang rencana kegiatan tersebut.

Menurut Syaiful, pasar malam berpotensi memicu gangguan ketertiban, perjudian terselubung, perkelahian pemuda, hingga aktivitas yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan kehidupan keagamaan.

“Kami bukan anti hiburan atau menolak ekonomi masyarakat. Tetapi jangan sampai hiburan justru menimbulkan penyakit masyarakat dan mengganggu kondusivitas,” tegasnya.

IKA PMII Madapangga mendesak Kepala Desa Mpuri, Camat Madapangga, dan Polsek Madapangga tidak menerbitkan izin keramaian sebelum seluruh potensi dampaknya dipastikan aman.

"Ia akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian terkait pelaksanaan pasar malam di Desa Mpuri," tegasnya.

Pihak-pihak terkait belum bisa konfirmasi hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Minggu, 16 Agustus 2026

Pemprov NTB Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah, Bibit Cabai Jadi Senjata Tekan Inflasi


MATARAM, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Lingkungan Pagutan Permai, Mataram. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan serta menekan inflasi di daerah mulai dari level rumah tangga (16/8/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, menekankan bahwa penyelesaian masalah inflasi tidak cukup hanya mengandalkan operasi pasar temporal.

Di tengah hiruk-pikuk pembagian sembako terjangkau, paket sayuran gratis, dan pembagian bibit cabai kepada warga, Lalu Mirza menguraikan akar masalah yang sering luput dari perhatian adalah mata rantai konsumsi dan perilaku belanja di tingkat rumah tangga.

"Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah daerah. Namun, fokus kami bukan sekadar membagikan komoditas. Kami membagikan bibit cabai salah satu pemicu inflasi mingguan agar masyarakat terdorong melakukan budidaya mandiri di lahan pekarangan masing-masing. Jika skala rumah tangga sudah mandiri, tekanan inflasi di tingkat konsumen bisa kita tekan secara signifikan," ujar Lalu Mirza di sela-sela kegiatan.

Penanganan gejolak harga komoditas ini, lanjutnya, dijalankan atas instruksi langsung Gubernur NTB agar jajaran dinas turun langsung menghadirkan pelayanan publik yang berdampak konkret. GPM di Pagutan Permai ini sendiri merupakan seri pembuka dari empat agenda intervensi pasar yang dirancang dinas sepanjang bulan ini.

Di sisi lain, Lalu Mirza menyoroti pentingnya gerakan Stop Boros Pangan. Ia memaparkan bahwa ketahanan pangan yang berkelanjutan membutuhkan efisiensi di meja makan. Edukasi masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, mengonsumsi makanan sesuai porsi, dan memanfaatkan sisa makanan dengan bijak menjadi benteng pertahanan utama terhadap pemborosan ekonomi keluarga.

Mengenai ketahanan stok pangan daerah menjelang peringatan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, pihak dinas memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan komoditas utama, khususnya beras, tercatat melimpah di gudang Bulog. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan tidak terjebak dalam aksi aksi borong (panic buying), sebab sinergi ketersediaan pasokan dan edukasi konsumsi menjadi kunci utama NTB mempertahankan stabilitas pangannya.

Lurah Pagutan Barat, Irawan Kusumahadi, menilai kehadiran GPM membawa efek domino positif yang signifikan. Menurutnya, tingginya antusiasme warga kompleks perumahan dan sekitarnya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka ruang publikasi bagi produk-produk UMKM lokal.

"Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut dari tahun ke tahun karena memberikan manfaat besar. Selain membantu warga memperoleh bahan pangan berharga murah, acara ini menciptakan efek domino bagi UMKM lokal. Produk-produk warga menjadi lebih dikenal, tersosialisasi dengan baik, dan mendorong minat beli konsumen," ungkap Irawan.

Sinergi antara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pembinaan pola konsumsi bijak melalui Stop Boros Pangan, serta pemberdayaan ekonomi warga di tingkat kelurahan ini diharapkan mampu menjadi benteng kokoh dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan NTB secara berkelanjutan.

Redaksi |

Bupati Sumbawa Kukuhkan 26 Paskibraka, Siap Jalankan Amanah di HUT RI


Sumbawa Besar, Media Dinamika Global - Sebanyak 26 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumbawa resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P sebagai persiapan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Aula H. Madelaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu malam (15/8/2026). Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs.H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para Asisten Sekda, serta kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah melewati proses seleksi, pembinaan, dan latihan hingga dipercaya mengemban tugas di momentum bersejarah bangsa.

Menurut H.Jarot, tugas sebagai Paskibraka memiliki makna lebih dari sekadar rangkaian gerakan dalam upacara.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, keberanian, tanggung jawab dan kepedulian,” kata Bupati.

Ia menekankan, pengalaman selama pembinaan Paskibraka harus menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberi manfaat di tengah masyarakat.

Para anggota Paskibraka juga diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Kuncinya membangun kepercayaan diri, keberanian, sikap kritis yang santun, serta tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan jati diri.

Bupati juga mengingatkan agar semangat kedisiplinan yang didapat selama pembinaan tidak berhenti setelah upacara. Nilai itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjauhi narkoba, kekerasan, perundungan, intoleransi, dan perilaku negatif lainnya.

“Jadilah generasi muda Sumbawa yang disiplin, berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, 26 anggota Paskibraka Kabupaten Sumbawa kini siap menjalankan amanah mengibarkan Sang Merah Putih, pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sumbawa. Tugas tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi mereka.

Redaksi |

Anggota DPRD NTB Nadirah Sampaikan Pesan Kebangsaan di HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat


MATARAM, Media Dinamika Global - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan kibaran Sang Merah Putih. Di balik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, tersimpan harapan besar agar kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan setiap rakyat, termasuk masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Pesan tersebut disampaikan Nadirah, S.E., Akt, selaku Anggota DPRD Provinsi NTB dari Daerah Pemilihan VI (Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima) sekaligus Ketua DPW PBB NTB, dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Nadirah menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB yang terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan kehidupan yang semakin sejahtera bagi seluruh rakyat,” pesan Nadirah. Minggu, (16/8/26).

Menurutnya, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia merupakan perjalanan panjang yang harus menjadi refleksi bersama. Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga merupakan amanah untuk membangun bangsa dengan menghadirkan keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat.

Kemerdekaan Harus Menyentuh Kehidupan Rakyat

Sebagai wakil rakyat, Nadirah menegaskan bahwa pembangunan harus terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baginya, suara rakyat merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat dari Dompu, Kabupaten Bima, hingga Kota Bima harus terus diperjuangkan agar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan NTB.

“Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika rakyat merasakan hadirnya negara dalam kehidupan mereka. Ketika anak-anak dapat belajar dengan baik, masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak, ekonomi bergerak, dan setiap keluarga memiliki harapan untuk hidup lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah. Menurutnya, Indonesia dibangun oleh keberagaman yang dipersatukan oleh cita-cita bersama.

Merah Putih, Simbol Persatuan dan Harapan

Momentum 17 Agustus 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

Nadira mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, pendidikan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan tidak berhenti sebagai cerita sejarah, tetapi menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Mari kita rawat persatuan, kita jaga Indonesia, dan kita isi kemerdekaan dengan karya nyata. Dari NTB untuk Indonesia, bersama kita wujudkan bangsa yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” tuturnya.

Di penghujung pesannya, Nadira kembali menyampaikan ucapan kepada seluruh rakyat Indonesia. “Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku. Semoga Merah Putih terus berkibar, persatuan tetap terjaga, dan kemerdekaan semakin dirasakan oleh seluruh rakyat.”

Redaksi |

Jelang Perkuliahan, STKIP Taman Siswa Bima Dampingi CAMABA dan Orang Tua, Perkuat Transparansi Akademik dan Keuangan

STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan Pendampingan
Pra-Kuliah dan Sosialisasi Visi Keilmuan Program
Studi Pendidikan Sejarah bagi Calon Mahasiswa Baru
 (CAMABA) bersama orang tua/wali, (Ist/Surya)

KABUPATEN BIMA, Media Dinamika Global - Menjelang dimulainya tahun akademik baru, STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan Pendampingan Pra-Kuliah dan Sosialisasi Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah bagi Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) bersama orang tua/wali, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WITA tersebut menjadi bagian dari persiapan awal bagi calon mahasiswa sebelum memasuki dunia perkuliahan. Sebanyak 165 CAMABA dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika mengikuti sesi umum. Sementara itu, 20 CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah mengikuti sesi khusus bersama orang tua/wali.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara kampus dengan mahasiswa dan keluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan pemahaman mengenai proses akademik, administrasi, pembiayaan, hingga arah pengembangan keilmuan selama mahasiswa menempuh pendidikan selama delapan semester.

Transparansi Biaya Pendidikan Sejak Awal

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian informasi akademik, administrasi, dan keuangan yang disampaikan oleh Dr. Fatma, M.Pd., selaku Kepala Pusat Data Administrasi Akademik STKIP Taman Siswa Bima.

Dalam pemaparannya, berbagai komponen biaya pendidikan yang perlu dipersiapkan mahasiswa selama masa studi dijelaskan kepada CAMABA dan orang tua/wali, termasuk kewajiban pembiayaan yang menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Penyampaian informasi secara langsung tersebut menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi yang terbuka antara pihak kampus, mahasiswa, dan keluarga.

Dengan mengetahui kebutuhan pembiayaan sejak awal, orang tua/wali dapat melakukan persiapan secara lebih terencana sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pendidikan anak selama menjalani perkuliahan.

Keterbukaan informasi mengenai biaya juga diharapkan dapat meminimalkan potensi kesalahpahaman di kemudian hari. Orang tua/wali memiliki kesempatan untuk memahami berbagai kebutuhan administrasi dan pembiayaan sebelum mahasiswa resmi menjalani proses pendidikan.

Kenalkan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan Pendidikan Sejarah

Setelah sesi umum yang berlangsung di Auditorium Sudirman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi khusus masing-masing program studi.

CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah bersama orang tua/wali mendapatkan pendampingan khusus melalui sosialisasi visi keilmuan dan profil lulusan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah.

Dalam sesi tersebut, calon mahasiswa diperkenalkan dengan arah pengembangan keilmuan, kompetensi yang akan dikembangkan selama proses perkuliahan, serta gambaran profil lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pengenalan tersebut dinilai penting agar calon mahasiswa tidak hanya mengetahui mata kuliah yang akan dipelajari, tetapi juga memahami kompetensi dan kemampuan yang akan dibangun selama menjalani pendidikan.

Dengan demikian, CAMABA diharapkan memiliki orientasi yang lebih jelas mengenai perjalanan akademiknya selama delapan semester sekaligus memahami hubungan antara proses pembelajaran di kampus dengan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.

Orang Tua Sambut Positif Keterbukaan Kampus

Kegiatan pendampingan tersebut mendapat respons positif dari orang tua/wali yang hadir. Mereka mengapresiasi adanya penyampaian informasi secara langsung mengenai proses akademik dan pembiayaan sebelum mahasiswa memulai perkuliahan.

Bagi orang tua/wali, informasi tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pendidikan anak yang harus dipersiapkan selama masa studi.

Keterbukaan mengenai pembiayaan juga dinilai membantu keluarga menyusun perencanaan pendidikan secara lebih terukur. Sementara informasi akademik memberikan pemahaman mengenai tahapan pendidikan yang akan dijalani mahasiswa.

Salah seorang orang tua/wali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu keluarga memahami proses yang akan dilalui anak selama menjalani pendidikan tinggi, baik dari sisi akademik maupun keuangan.

Respons positif juga datang dari para CAMABA. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai program studi yang dipilih, termasuk visi keilmuan, kompetensi yang akan dikembangkan, serta peluang kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Bangun Kepercayaan Sebelum Perkuliahan Dimulai

Melalui kegiatan Pendampingan Pra-Kuliah tersebut, STKIP Taman Siswa Bima menunjukkan upaya membangun komunikasi dengan mahasiswa dan orang tua/wali sejak sebelum proses perkuliahan dimulai.

Keterlibatan keluarga sejak tahap awal pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara perguruan tinggi dengan orang tua/wali.

Di sisi lain, pengenalan visi keilmuan dan profil lulusan membantu calon mahasiswa memahami bahwa pilihan program studi bukan hanya berkaitan dengan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga dengan pengembangan kompetensi dan persiapan menghadapi dunia kerja.

Pendampingan pra-kuliah yang memadukan informasi akademik, administrasi, keuangan, serta pengenalan visi keilmuan menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, STKIP Taman Siswa Bima tidak sekadar menyambut mahasiswa baru, tetapi juga membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa dan keluarga agar memahami proses pendidikan sejak awal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk membangun proses pendidikan yang terbuka, terarah, dan komunikatif dengan melibatkan mahasiswa, orang tua/wali, serta perguruan tinggi dalam mempersiapkan perjalanan pendidikan sejak sebelum perkuliahan dimulai.

Redaksi |