Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2026

Ahmad Dahlan, S.Sos Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H


Mataram, NTB, Media Dinamika Global — Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTB sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTB, Ahmad Dahlan, S.Sos (Dae Leo), menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Dalam momentum hari besar keagamaan ini, Ahmad Dahlan mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Menurut Dae Leo sapaan akrabnya, Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari jadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Dae Leo dalam pesannya.

Ia berharap semangat Idul Adha mampu mempererat persatuan masyarakat serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Ahmad Dahlan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan, persaudaraan, dan nilai gotong royong demi terciptanya NTB Makmur Mendunia.

Redaksi |

Wakapolda NTB Kunjungi Polsek Ampenan dan Selaparang, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima


Mataram, Media Dinamika Global – Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, SIK., melakukan kunjungan kerja ke Mapolsek Ampenan dan Polsek Selaparang, Sabtu (23/05/2026). 

Kedatangan Wakapolda disambut langsung Kapolsek Ampenan Muhammad Ryanto bersama jajaran personel dan Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi SH., beserta seluruh personelnya. 

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda NTB turut didampingi Karo SDM Polda NTB serta Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK. 

Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari pengecekan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas personel di tingkat Polsek, sekaligus memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menjelaskan bahwa kunjungan pimpinan tersebut merupakan bentuk pembinaan dan pengawasan langsung kepada personel jajaran.

“Kunjungan Wakapolda NTB dan Karo SDM ke Mapolsek Ampenan dan Selaparang ini sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan pimpinan terhadap personel jajaran,” ujarnya kepada media.

Dalam arahannya, Wakapolda NTB menekankan pentingnya kedisiplinan anggota dalam menjalankan tugas serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, personel juga diminta untuk terus meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan melalui patroli rutin maupun Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Tak hanya soal tugas kepolisian, Wakapolda juga memberikan perhatian terhadap kesehatan personel. 

Menurutnya, kondisi fisik yang prima sangat penting guna mendukung kesiapan anggota saat bertugas di lapangan.

Arahan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berharap kunjungan Wakapolda NTB ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi seluruh personel Polsek Ampenan dan Selaparang dalam melayani masyarakat serta menciptakan harkamtibmas yang kondusif di wilayah hukumnya,” tutup Kabid Humas.

Redaksi |

Jumat, 22 Mei 2026

Golkar NTB Gagap Kritik? Banjir Pemberitaan Sari Yuliati Dinilai Cermin Kepanikan Politik


Lombok, Media Dinamika Global – Ruang digital Nusa Tenggara Barat mendadak dipenuhi gelombang pemberitaan seragam yang mengangkat klaim capaian Anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok, Sari Yuliati. Alih-alih menuai simpati publik, banjir publikasi yang terkesan terkoordinasi itu justru memantik cibiran dan kritik tajam dari aktivis hingga pengamat politik lokal.

Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar upaya pencitraan biasa, melainkan indikasi kuat adanya kepanikan politik di lingkaran pendukung politisi Partai Golkar tersebut. Kritik kecil yang sebelumnya muncul di ruang publik disebut langsung dibalas dengan “serangan” puluhan berita tandingan, seolah ada kegelisahan besar yang sedang disembunyikan.

Direktur Nasional Politik (NasPol) NTB, Ardiansyah, menilai reaksi berlebihan itu memperlihatkan rapuhnya fondasi sosial dan politik yang menopang eksistensi Sari Yuliati di Pulau Lombok.

Menurutnya, secara sosiologis, kemunculan Sari Yuliati di panggung politik NTB sejak awal tidak dibangun dari kerja politik organik di akar rumput, melainkan lebih banyak bertumpu pada efek nama besar keluarga mantan mertuanya, almarhum Harun Al-Rasyid.

“Ketika figur politik tidak memiliki basis sosial yang benar-benar tumbuh dari bawah, maka kritik sekecil apa pun akan dianggap ancaman serius. Itu sebabnya muncul respons yang sangat reaktif dan terkesan panik,” ujar Ardiansyah.

Ia bahkan menyebut langkah “membanjiri” media dengan berita pembelaan sebagai bentuk nyata gagap politik.

“Kalau kerja politiknya kuat di lapangan, tidak perlu membredel ruang digital dengan propaganda berlebihan. Publik bisa menilai sendiri,” tegasnya.

Sorotan lebih keras datang dari kalangan pemuda. Mahmud, aktivis asal Parampuan, Lombok Barat, menyebut klaim keberhasilan melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir) tidak layak dipuja berlebihan karena memang sudah menjadi hak normatif setiap anggota legislatif.

“Klaim pernah membawa program ke Lombok lewat dana aspirasi itu biasa saja. Itu melekat dengan jabatan. Yang dipertanyakan publik adalah keberanian memperjuangkan isu strategis masyarakat NTB secara nyata,” cetus Mahmud.

Ia mempertanyakan secara terbuka kontribusi konkret Sari Yuliati selama berada di Senayan, terutama saat duduk di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Menurut Mahmud, Lombok sebagai salah satu kantong terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) justru terus dihantui kasus kekerasan, kriminalisasi, hingga pemulangan jenazah pekerja migran tanpa ada langkah perjuangan yang terlihat signifikan.

“PMI NTB terus jadi korban. Banyak kasus hukum dan tragedi kemanusiaan terjadi. Pertanyaannya, apa yang benar-benar diperjuangkan untuk mereka selama di Komisi III?” sindirnya.

Tak berhenti di situ, Mahmud juga menyoroti minimnya keberpihakan terhadap petani dan buruh tembakau di Lombok. Padahal, menurutnya, sebagai kader partai besar dengan akses politik nasional, Sari Yuliati semestinya mampu mendorong kebijakan yang berpihak pada sektor riil masyarakat NTB.

“Lombok ini lumbung tembakau. Tapi mana perjuangan soal harga tembakau? Mana pembelaan terhadap nasib buruh pabrik tembakau? Jangan hanya sibuk membangun citra,” katanya tajam.

Di tengah derasnya kritik tersebut, muncul pula dorongan agar Partai Golkar NTB berhenti bergantung pada figur yang dianggap hanya “menumpang tenar” dari bayang-bayang masa lalu.

Sejumlah tokoh lokal disebut jauh lebih layak tampil sebagai representasi politik masyarakat Lombok, di antaranya Baiq Isvie Rupaeda, Mohan Roliskana, hingga Firadz Pariska.

Ardiansyah menilai Lombok sudah saatnya memiliki representasi politik yang benar-benar tumbuh dari denyut persoalan masyarakat lokal, bukan figur yang hanya mengandalkan nama besar keluarga dan pencitraan media.

“Kita butuh wakil rakyat yang urat nadinya menyatu dengan persoalan daerah. Bukan yang sibuk panik setiap kali dikritik,” tandasnya.

Fenomena ini pun mulai dibandingkan dengan ketegasan politik masyarakat Pulau Sumbawa yang selama ini dikenal keras menjaga marwah keterwakilan daerahnya di Senayan. Publik masih mengingat bagaimana resistensi besar muncul ketika partai mencoba mendorong figur non-organik untuk bertarung di Dapil NTB I.

Sementara, awak media ini terus berupaya mengkonfirmasi Sari Yuliati, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Irjen Kalingga Paparkan 8 Program Strategi Polda NTB


Mataram, Media Dinamika Global — Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. mulai tancap gas usai tiba di NTB, Kamis (21/5/2026). Sehari berselang, Jumat (22/5/2026) pukul 09.00 Wita, jenderal bintang dua itu langsung memimpin kegiatan Commander Wish di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.

Commander Wish jadi pijakan awal Irjen Kalingga, untuk membawa arah baru Polda NTB lewat delapan program prioritas strategis. Program itu menitikberatkan penguatan SDM, pelayanan humanis, penegakan hukum profesional hingga penguatan komunikasi publik.

“Commander Wish ini jadi pedoman kerja seluruh personel Polda NTB, demi menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Dalam pemaparannya di depan para Pejabat Utama (PJU), Irjen Kalingga menyorot pentingnya penguatan SDM unggul dan berintegritas. Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi peran Polmas, FKPM, BKPM serta sinergi tiga pilar untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Tak cuma fokus pada keamanan, program tersebut ikut menekankan pelayanan publik humanis dan transformasi menuju institusi modern. Kawasan destinasi wisata super prioritas di NTB juga masuk perhatian utama, demi menciptakan rasa aman bagi wisatawan.

“NTB punya potensi besar sektor pariwisata. Situasi aman dan nyaman wajib terus dijaga bersama,” ujarnya.

Irjen Kalingga juga mengangkat pentingnya aksi nyata Polri, dalam mitigasi bencana dan penanganan konflik sosial. Nilai kearifan lokal NTB ikut didorong hadir dalam pola harkamtibmas di tengah masyarakat.

Sementara pada sisi penegakan hukum, Kapolda NTB meminta seluruh jajaran mengedepankan profesionalisme dan rasa keadilan. Ia juga menaruh perhatian besar terhadap manajemen media dan komunikasi publik, supaya informasi kepolisian tersampaikan cepat dan transparan.

“Kepercayaan publik tumbuh dari kerja nyata, komunikasi baik, serta pelayanan tulus kepada masyarakat,” tegasnya.

Redaksi |

Pimpin Apel Perdana, Kapolda NTB: Kalau Belum Bisa Berprestasi, Jangan Mendatangkan Masalah


Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., memimpin apel perdana di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, Jumat (22/5/2026).

Apel perdana tersebut menjadi momentum awal konsolidasi jajaran Polda NTB di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja. Dalam arahannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa berbagai hal positif yang telah dilakukan Kapolda NTB sebelumnya, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., akan dilanjutkan, ditindaklanjuti, dan ditingkatkan melalui program-program yang akan diterapkan ke depan demi kebaikan Polda NTB.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., akan kita lanjutkan, kita tindak lanjuti, dan kita tingkatkan lagi dengan program-program yang nanti akan kita terapkan demi kebaikan Polda NTB,” ujar Kapolda NTB.

Irjen Pol. Kalingga menekankan bahwa tugas utama Polri adalah sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat. Menurutnya, seluruh personel Polda NTB harus benar-benar memahami dan mengimplementasikan tugas tersebut dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Sesuai dengan tugas kita, pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat. Bagaimana Polri bisa melayani masyarakat dengan baik, itu yang kita utamakan. Sekali lagi, pelayan, pengayom, pelindung, itu yang kita utamakan,” tegasnya.

Kapolda NTB juga mengingatkan seluruh personel agar menanamkan jiwa melayani dalam diri masing-masing. Ia menegaskan bahwa mindset anggota Polri harus diarahkan untuk melayani masyarakat, bukan meminta untuk dilayani.

“Jiwa melayani harus kita tanamkan. Hilangkan jiwa-jiwa minta dilayani. Itu yang harus kita tanamkan dalam mindset kita. Bagaimana kita melayani masyarakat dengan baik, melindungi, dan mengayomi,” ungkapnya.

Selain pelayanan, pengayoman, dan perlindungan, Kapolda NTB menyampaikan bahwa penegakan hukum juga merupakan bagian penting dari tugas Polri. Namun, seluruh tugas tersebut harus dijalankan dengan profesional, proporsional, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam apel perdana tersebut, Kapolda NTB juga berpesan kepada seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kedisiplinan, loyalitas, dan hirarki organisasi. Ia menekankan bahwa disiplin harus dimulai dari diri sendiri, sedangkan loyalitas harus diberikan kepada organisasi, negara, pimpinan, dan terutama kepada masyarakat.

“Saya minta seluruh jajaran senantiasa menjaga kedisiplinan, loyalitas, dan hirarki. Disiplin kepada diri sendiri, loyalitas kepada organisasi, kepada negara, kepada pimpinan, dan lebih khusus kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolda NTB juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh personel Polda NTB agar menjaga nama baik institusi. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab moral dan organisasi untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng kepercayaan masyarakat.

“Bagi anggota Polri di Polda NTB, kalau rekan-rekan tidak bisa mendatangkan prestasi bagi organisasi dan institusi, tolong jangan mendatangkan masalah,” tegas Kapolda NTB.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar seluruh personel senantiasa menjaga perilaku, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam bertugas. Setiap tindakan anggota Polri, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari, memiliki dampak langsung terhadap citra dan kepercayaan publik kepada institusi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa arahan Kapolda NTB menjadi penegasan penting bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“Bapak Kapolda NTB menekankan bahwa tugas Polri harus berangkat dari jiwa melayani. Ini menjadi pesan kuat bagi seluruh personel agar terus menjaga disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kombes Pol Mohammad Kholid.

Menurutnya, Polda NTB akan terus menjalankan berbagai program yang telah berjalan baik, sekaligus melakukan penguatan terhadap aspek pelayanan publik, pemeliharaan kamtibmas, komunikasi dengan masyarakat, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Semangatnya adalah melanjutkan yang sudah baik, memperbaiki yang masih kurang, dan meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat NTB. Arahan Bapak Kapolda juga menjadi pengingat agar seluruh anggota menjaga nama baik institusi dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan bagi organisasi maupun masyarakat,” tutupnya.

Redaksi |

Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja Resmi Jabat Kapolda NTB, Sambut Tongkat Komando dari Irjen Pol. Edy Murbowo


Mataram, Media Dinamika Global — Rangkaian peralihan tongkat estafet kepemimpinan di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi bergulir. Jabatan Kapolda NTB kini resmi beralih dari Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. kepada Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H.

Prosesi sakral ini ditandai dengan upacara penyerahan Pataka Polda NTB "Wira Bhakti" yang berlangsung khidmat di Lapangan Bharadaksa Mapolda NTB, dilanjutkan dengan tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan dan pelepasan pejabat lama.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohamad Kholid, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Welcome and Farewell Parade ini berjalan dengan lancar dan penuh rasa haru sekaligus optimisme.

"Hari ini kita menyaksikan momen penting peralihan amanah dan tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan Polda NTB. 

Penyerahan Pataka di Lapangan Bharadaksa menjadi simbol resmi bahwa Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja kini memegang tongkat komando untuk menjaga kamtibmas di Bumi Gora," ujar Kombes Pol. Mohamad Kholid.

"Kami juga melepas Irjen Pol. Edy Murbowo melalui tradisi pedang pora. Seluruh keluarga besar Polda NTB mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi, integritas, dan fondasi kuat yang telah beliau tancapkan selama memimpin di sini," tambahnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H dalam amanat pertamanya menegaskan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen penuh, ia menyadari bahwa jabatan Kapolda NTB bukanlah hal yang ringan, melainkan tanggung jawab besar yang membutuhkan kerja keras, tekad, dan komitmen. Pungkasnya. 

Irjen Kalingga juga berharap dirinya dan keluarga dapat diterima dengan hangat sebagai bagian dari keluarga besar Polda NTB sekaligus bagian dari masyarakat Provinsi NTB.

Menurutnya, Sinergi & Problem Solver: Mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, mendukung program pemerintah, dan hadir sebagai problem solver (pemecah masalah) di tengah masyarakat demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, ungkapnya. 

Kapolda NTB Menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Irjen Pol. Edy Murbowo atas pengabdiannya selama 4 bulan 18 hari di NTB.

"Mari kita teruskan prestasi gemilang yang telah ditorehkan oleh Irjen Pol. Edy Murbowo, kita ciptakan suasana kerja yang solid, terbuka, dan penuh dedikasi untuk membawa Polda NTB menjadi lebih baik lagi," tegas Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Redaksi |