Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2026

Rukun Keluarga Dompu Mataram Sebut Pemda Dompu dan 4 Anggota DPRD NTB Asal Dompu Tak Berqurban

Ketua RKD Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Ketua Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM, menyampaikan tidak ada partisipasi Pemerintah Kabupaten Dompu dan empat anggota DPRD provinsi NTB asal Dompu dalam kegiatan qurban Idul Adha 1447 Hijriah H/2026 M yang dilaksanakan RKD di Mataram.

Menurut Saiful Insan, hingga menjelang pelaksanaan Idul Adha, pihak RKD belum menerima bantuan hewan qurban dari Pemerintah Kabupaten Dompu, termasuk dari Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Dompu Syirajuddin, SH.

“Kami dari RKD sudah berupaya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Dompu, namun sampai hari ini belum ada realisasi bantuan hewan qurban,” ujarnya kepada saat diwawancara sejumlah Wartawan saat mendiskusikan daging kurban di sekretariat RKD Mataram. Kamis, (28/5/2026).

Ia mengatakan, kegiatan qurban yang dilaksanakan RKD bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat Dompu yang berada di tanah rantau, khususnya di Pulau Lombok.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah akan menjadi simbol perhatian kepada masyarakat Dompu di perantauan sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan daerah asal.

“Yang kami lakukan ini bukan untuk kepentingan perorangan, tetapi untuk masyarakat Dompu di Pulau Lombok yang tidak terlepas dari tanah kelahiran dan leluhur kita. Dengan adanya dukungan pemerintah daerah, tentu nama baik daerah juga akan semakin dikenal di tengah masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti pemerintah daerah, Saiful juga menyebut empat anggota DPRD Provinsi NTB asal Kabupaten Dompu belum memberikan respons terkait  informasi qurban yang telah disampaikan panitia RKD.

Keempat anggota DPRD NTB tersebut yakni Akhdiansyah dari Fraksi PKB, Efan Limantika dari Fraksi Golkar, Marga Harun dari Fraksi PPP, dan Nadirah dari Fraksi PBB.


“Kami sudah beberapa kali menyampaikan informasi kepada empat anggota DPRD Provinsi NTB asal Dompu, tetapi sampai saat ini belum ada yang merespons terkait sumbangan hewan qurban,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak RKD tetap membuka ruang komunikasi dan berharap ke depan para pejabat maupun wakil rakyat asal Dompu dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat Dompu di Pulau Lombok.

“Kemungkinan mereka sedang sibuk. Walaupun begitu, RKD tetap berharap ke depan mereka bisa ikut menyumbang hewan qurban dan bersama-sama membangun kebersamaan masyarakat Dompu di rantauan ini,” tutupnya.

Redaksi |

Garda Terdepan di Laut, Ditpolairud Polda NTB Tegaskan Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Ditpolairud Polda NTB melaksanakan kegiatan penandatanganan
Komitmen Anti Narkoba, (Ist/Surya)

Lembar-Lobar, Media Dinamika Global — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB melaksanakan kegiatan penandatanganan Komitmen Anti Narkoba yang berlangsung di Mako Polairud Lembar. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., beserta Ibu Ketua Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda NTB.(28/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Ditpolairud Polda NTB dan Bhayangkari sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian maupun masyarakat.

Dalam arahannya, Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. menegaskan kepada seluruh personel agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apa pun.

“Jangan coba-coba terlibat narkoba. Ini menjadi arahan dan atensi serius bagi seluruh personel. Anggota Polri harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat serta menjaga nama baik institusi,” tegas beliau.

Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama, seluruh personel dan Bhayangkari melaksanakan penandatanganan Komitmen Anti Narkoba yang diharapkan mampu memperkuat disiplin serta integritas anggota dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai wujud nyata Ditpolairud Polda NTB dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Redaksi |

Kombes Pol Dewa Wijaya, Sosok Tegas dalam Penegakkan Hukum

Kombes Pol Dewa Wijaya, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global - Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai sosok polisi lapangan dengan rekam jejak panjang dalam operasi penanganan Kejahatan khusus, hingga misi kemanusiaan berskala besar.

Namanya mendapat perhatian nasional setelah Timnya dari Pol Airud berhasil melumpuhkan aksi teror dalam serangan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016.

Sebelum dikenal luas sebagai perwira kepolisian, Dewa Wijaya merupakan bagian dari tim khusus Polisi Udara. Ia juga seorang pilot yang menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara. Berbagai latihan intensif dan penugasan di daerah konflik, baik di dalam maupun luar negeri, turut membentuk pengalaman dan kapasitasnya di lapangan.

Kariernya kemudian berlanjut di Polda Metro Jaya. Ia beberapa kali dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim dan memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus di lingkungan reserse Polda Metro Jaya. Pengalaman panjang sebagai eksekutor lapangan dalam penanganan kasus-kasus besar membuat namanya dikenal sebagai sosok perwira yang tegas, berpengalaman, dan disiplin.

“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.

Tak hanya di bidang penegakan hukum, Kombes Pol Dewa Wijaya juga dikenal melalui kiprahnya dalam operasi kemanusiaan saat gempa bumi Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Agustus 2018.

Saat menjabat sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia memimpin langsung proses evakuasi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara dari kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal. Dalam operasi tersebut, jajaran Polair Polda NTB mengerahkan sejumlah kapal untuk mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan guna menghindari dampak gempa susulan.

Sikap sigap dan ketenangannya saat menenangkan ratusan wisatawan yang panik dan mengantre di Gili Trawangan menjadi sorotan media nasional maupun internasional kala itu.

“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” kata Dewa Wijaya terkait operasi evakuasi saat gempa Lombok.

Pasca bencana, Dewa Wijaya juga menginisiasi pendirian Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dan pemulihan wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok.

Dengan pengalaman di bidang antiteror, reserse kriminal, penerbangan, hingga misi kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan yang memiliki kombinasi kepemimpinan, ketegasan, serta kepedulian sosial yang kuat.

Redaksi |

PP STN Dukung TNI Wujudkan Swasembada Pangan, Dorong Kolaborasi dengan Petani dan Nelayan

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global - Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) untuk menanam padi dan jagung, serta TNI Angkatan Laut (AL) untuk memproduksi kedelai guna mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan langkah strategis menuju swasembada pangan nasional. Namun, ia menyarankan agar TNI AL lebih difokuskan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta nelayan dalam meningkatkan produksi garam nasional yang hingga saat ini masih lemah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

“Kami dari PP STN memberikan dukungan penuh terhadap tugas baru yang diberikan Menhan kepada prajurit TNI. Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun, keberhasilan menuju swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan prajurit TNI semata,” tegasnya.

“Petani dan nelayan adalah pelaku utama produksi pangan. Mereka harus dilibatkan secara aktif dan menjadi subjek utama dalam program ini. Khususnya nelayan dan petani garam dalam mendukung produksi garam nasional. Saat ini produksi garam kita baru mencapai sekitar 2 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 5 juta ton. Dengan kolaborasi yang kuat bersama TNI AL, kita optimis di tahun 2027 Indonesia sudah dapat menghentikan impor garam dan mencapai swasembada garam,” lanjutnya.

“Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI harus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah untuk mengerahkan seluruh petugas lapangan dalam mengawal program pertanian dan kelautan. Pembenahan kelompok tani di bawah Kementan serta rukun nelayan di bawah KKP mutlak diperlukan agar program bantuan modal, bibit, dan teknologi tidak sia-sia,” ujar Ketua Umum PP STN.

PP STN juga mengapresiasi langkah pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana konsolidasi petani dan nelayan.

“Yang paling mendasar adalah menghidupkan kembali kelompok tani dan rukun nelayan. Di sinilah peran strategis organisasi massa tani-nelayan seperti STN untuk meningkatkan keterampilan, membuka cara pikir, dan memastikan petani serta nelayan semakin produktif. Ini merupakan bagian dari hilirisasi pertanian dan kelautan sebagai basis industri nasional,” jelasnya.

“Kami mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian RI atas peningkatan produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dengan melibatkan 28,78% penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan (BPS), PP STN meyakini program ini dapat menjadi basis kekuatan revolusi pangan yang sedang dimulai dari Istana.

“Program ini harus didukung seluruh kekuatan rakyat yang menghendaki Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian nasional. STN siap berkolaborasi dengan TNI, Kementan, KKP, serta pemerintah daerah untuk memastikan kedaulatan pangan benar-benar terwujud dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan,” pungkasnya.

Redaksi |

Rabu, 27 Mei 2026

Qurban Ustad HM Ahyar, Bukti Cinta Ulama Jakarta untuk Tanah Kelahiran


Lombok Utara, Media Dinamika Global – Idul Adha selalu menjadi momen penuh makna bagi banyak umat Muslim. Namun bagi Ustad HM Ahyar, ulama yang kini aktif berdakwah di Jakarta, hari raya qurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan juga wujud cinta dan kepedulian kepada kampung halaman tercinta.

Rabu, 27 Mei 2026, masyarakat Desa Teluk Kombal, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, kembali menerima amanah qurban berupa seekor sapi dari para murid dan donatur Ustad HM Ahyar di Jakarta. Hewan qurban tersebut disalurkan untuk masyarakat setempat sebagai bentuk kebersamaan dan perhatian kepada warga di tanah kelahirannya.

“MasyaAllah tabarakallah. Ini qurban dari para murid dan donatur di Jakarta untuk saudara-saudara kita di Teluk Kombal,” ujar Ustad HM Ahyar dengan penuh syukur.

Meski kini menetap dan berdakwah di ibu kota, Ustad Ahyar mengaku hatinya tidak pernah jauh dari Lombok Utara. Menurutnya, qurban menjadi salah satu cara menjaga hubungan batin dan silaturahmi dengan masyarakat kampung halaman.

Ia juga menyampaikan doa tulus kepada seluruh donatur dan pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyaluran qurban tersebut.

“Semoga Allah menerima amal qurban mereka, melipatgandakan rezekinya, dan mengalirkan keberkahan dalam kehidupan mereka,” tuturnya.

Kehadiran qurban dari Jakarta itu disambut hangat oleh warga Teluk Kombal. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut juga menjadi simbol bahwa ikatan antara perantau dan kampung halaman tetap terjaga meski dipisahkan jarak.

Bagi Ustad HM Ahyar, dakwah bukan hanya tentang ceramah di atas mimbar, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Dari Jakarta ia mengajar dan berdakwah, namun cintanya kepada Lombok Utara tetap hidup dan terus diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian.

“Jazakumullah khairan jaza untuk semua kebaikan. Semoga menjadi amal sholeh yang diterima Allah SWT,” tutupnya penuh haru.

Redaksi |

Meski di Jakarta, Hatinya Tak Pernah Pergi dari Teluk Kombal


Lombok Utara, Media Dinamika Global —Jarak ribuan kilometer tak pernah mampu memisahkan hati seorang anak kampung dari tanah kelahirannya. Itulah yang tergambar dari sosok HM Ahyar, ulama yang kini berdakwah di Jakarta namun tetap menautkan cintanya pada Desa Teluk Kombal, Lombok Utara.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026), seekor sapi qurban kembali dikirimkan untuk masyarakat kampung halamannya. Bagi Ustad Ahyar, qurban itu bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada warga yang tak pernah ia lupakan.

Di tengah kesibukannya mengajar di berbagai majelis di Jakarta, hati Ustad Ahyar tetap tertambat di Teluk Kombal. Setiap Idul Adha tiba, ia selalu berusaha memastikan masyarakat kampungnya ikut merasakan kebahagiaan hari raya.

“Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallah,” ungkapnya penuh syukur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur di Jakarta yang telah menjadi perantara kebaikan bagi masyarakat Lombok Utara.

Menurutnya, para donatur adalah “channel kebaikan” yang dipilih Allah SWT untuk menyalurkan rezeki kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Ia pun mendoakan agar amal qurban mereka diterima dan dilipatgandakan pahalanya.

“Semoga Allah menerima amal ibadah qurban ini, melimpahkan keberkahan rezeki yang terus mengalir, jernih, dan tidak pernah putus,” tuturnya.

Kepedulian Ustad Ahyar menjadi bukti bahwa merantau bukan berarti melupakan akar dan asal-usul. Dari Jakarta, ia terus menebar ilmu dan manfaat, namun cintanya kepada Teluk Kombal tetap hidup dan tumbuh.

Bagi masyarakat desa, bantuan qurban tersebut bukan hanya soal daging yang dibagikan, tetapi juga tentang perhatian, cinta, dan ikatan batin yang tetap terjaga meski dipisahkan jarak.

“Jazakumullah khairan jaza. Terima kasih atas segala kebaikannya. Semoga Allah membalas dengan keberkahan yang berlipat ganda,” pungkasnya.

Redaksi |