Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2026

Polda NTB Sembelih Ratusan Hewan Kurban, Daging Dibagikan Kepada Masyarakat Penerima Manfaat

Kades Bumi Pajo, Syarifudin H. Yasin, saat menyampaikan
amanat Bupati Bima, (Ist/Surya)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polda NTB menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitussalam Polda NTB, Rabu (27/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol.  Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., dan dihadiri para pejabat utama Polda NTB, panitia kurban, pengurus Masjid Baitussalam, serta perwakilan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, Polda NTB bersama seluruh Polres/ta jajaran tahun ini menyalurkan sebanyak 216 ekor sapi dan 45 ekor kambing sebagai hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat.

Rinciannya, Polda NTB menyembelih 24 ekor sapi dan 14 kambing, Sat Brimob Polda NTB 21 sapi dan 1 kambing, Polresta Mataram 9 sapi, Polres Lombok Barat 7 sapi dan 4 kambing, Polres Lombok Tengah 8 sapi dan 1 kambing, Polres Lombok Timur 26 sapi dan 8 kambing, Polres Lombok Utara 2 sapi dan 1 kambing, Polres Sumbawa Barat 54 sapi, Polres Sumbawa 9 sapi, Polres Dompu 16 sapi, Polres Bima Kabupaten 25 sapi, serta Polres Bima Kota 7 sapi.

Dalam keterangannya, Kapolda NTB menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk keteladanan Nabi Ibrahim AS sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

“Kita bersyukur pada Hari Raya Idul Adha tahun ini Polda NTB kembali dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Daging hewan kurban tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, di antaranya anak yatim piatu, kaum duafa, purnawirawan Polri, janda, serta warga kurang mampu lainnya di seluruh wilayah NTB.

“Daging hewan kurban ini disalurkan melalui Polda NTB dan seluruh Polres/ta jajaran di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Kapolda NTB berharap momentum Hari Raya Kurban dapat meningkatkan nilai keimanan dan keikhlasan personel Polri, sekaligus memperkuat sinergitas antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTB.

“Semoga keberkahan dari niat baik dan keikhlasan ini menjadi nilai ibadah bagi kita semua,” tutupnya. 

Redaksi |

Sholat Idul Adha, Kades Bumi Pajo Syarifudin H. Yasin Sampaikan Amanat Bupati Bima tentang Spirit “Maja Labo Dahu” Menuju Bima Bermartabat


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan SD Inpres Padende Desa Bumi Pajo kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Kamis (27/05/26).

Dalam momentum hari raya kurban tersebut, Kepala Desa Bumi Pajo, Syarifudin H. Yasin, menyampaikan amanat Bupati Bima yang sarat pesan moral, spiritual, dan ajakan membangun daerah dengan semangat pengorbanan serta nilai luhur budaya Bima.

Di hadapan jamaah Idul Adha, Syarifudin menegaskan bahwa tema Idul Adha tahun ini, “Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam Semangat Maja Labo Dahu Menuju Bima Bermartabat”, bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan moral dan peradaban bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bima.

Menurutnya, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan, keteguhan iman, keberanian moral, serta kesediaan mengutamakan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

“Nilai-nilai pengorbanan itulah yang sesungguhnya menjadi napas dari falsafah hidup masyarakat Bima, yakni Maja Labo Dahu — malu berbuat salah dan takut melanggar nilai-nilai kebenaran serta ketentuan Allah SWT,” ujar Syarifudin saat membacakan amanat Bupati Bima.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kualitas moral, budaya, dan karakter masyarakatnya. Karena itu, semangat Idul Adha harus menjadi pijakan untuk membangun Kabupaten Bima yang maju pembangunannya, kuat budayanya, mulia akhlaknya, dan bermartabat masyarakatnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan keprihatinan terhadap tantangan sosial di era modern, mulai dari lunturnya budaya kebersamaan, meningkatnya individualisme, hingga maraknya penyebaran fitnah dan ujaran kebencian di ruang digital.

Masyarakat pun diajak untuk lebih bijak menggunakan media sosial dengan menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, membangun optimisme, serta menghadirkan edukasi bagi masyarakat.

“Sebagai masyarakat yang memegang teguh nilai Maja Labo Dahu, kita harus malu menyebarkan kebohongan dan takut menjadi penyebab lahirnya perpecahan di tengah umat,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama menjaga persatuan dan memperkuat nilai budaya serta nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Momentum Idul Adha, lanjutnya, harus menjadi titik kebangkitan moral dan spiritual masyarakat Kabupaten Bima, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Di akhir amanat, doa dipanjatkan untuk seluruh jamaah haji asal Bima yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, kemudahan, dan kembali sebagai haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bima, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kurban kita,” tutupnya.

Redaksi |

Senin, 25 Mei 2026

Bank NTB Syariah Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

 


Mataram, Media Dinamika Global - Segenap Insan Amanah Bank NTB Syariah Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M

Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Sesuai Ketentuan dan Prinsip Syariah


Mataram, Media Dinamika Global — Bank NTB Syariah menegaskan bahwa seluruh proses layanan pembiayaan yang dijalankan Bank dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, kebijakan internal perusahaan, serta ketentuan dan regulasi yang berlaku di industri perbankan.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya informasi di ruang publik terkait layanan pembiayaan Bank NTB Syariah yang disampaikan oleh nasabah atas nama Rudi Purtomo dan Suparman HMT.

Dalam klarifikasinya, Bank menyampaikan bahwa terdapat sejumlah informasi yang berkembang mengenai mekanisme pembiayaan, perhitungan kewajiban nasabah, maupun administrasi dokumen akad yang perlu dipahami secara utuh berdasarkan data dan dokumen yang dimiliki pihak Bank.

“Fasilitas pembiayaan yang diterima nasabah dilaksanakan melalui akad yang disepakati bersama antara Bank dan nasabah, termasuk terkait hak dan kewajiban para pihak, mekanisme pembayaran, jadwal angsuran, ketentuan pelunasan, serta administrasi dokumen pembiayaan,” demikian pernyataan resmi Bank NTB Syariah, Senin (25/5/2026).

Bank menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut dijalankan sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta ketentuan dalam industri perbankan syariah.

Terkait informasi mengenai salinan akad pembiayaan dan jadwal angsuran, Bank NTB Syariah menegaskan bahwa dokumen tersebut pada prinsipnya merupakan bagian dari hak nasabah sesuai mekanisme yang berlaku. Penyampaian dokumen kepada nasabah dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan sebagai bentuk komitmen Bank dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan nasabah.

Selain itu, Bank NTB Syariah juga menanggapi adanya pengajuan permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) oleh Asosiasi Konsumen Anti Riba (AKAR) kepada DPRD Kabupaten Dompu terhadap Bank NTB Syariah.

Pihak Bank menyatakan menghormati mekanisme penyampaian aspirasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Bank menegaskan bahwa setiap penyampaian keberatan, pengaduan, maupun permintaan informasi dari nasabah akan ditindaklanjuti melalui mekanisme layanan yang tersedia dengan mengedepankan penyelesaian secara konstruktif dan proporsional.

Sebagai institusi perbankan syariah, Bank NTB Syariah menyatakan terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta perlindungan nasabah dalam seluruh aktivitas operasional dan layanan yang diberikan. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) juga disebut menjadi landasan utama dalam menjalankan kegiatan usaha Bank.

Sehubungan dengan adanya proses hukum maupun penyampaian keberatan oleh pihak tertentu, Bank NTB Syariah menegaskan akan menghormati setiap proses yang sedang berjalan dan bersikap kooperatif apabila diperlukan oleh otoritas yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bank juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses yang berlangsung serta mengedepankan informasi yang objektif dan berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dengan mengedepankan sumber informasi yang objektif dan terverifikasi,” tulis pihak Bank dalam keterangannya.

Bank NTB Syariah menegaskan akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui layanan perbankan syariah yang amanah, profesional, dan berintegritas.

Sebagai penutup, pihak Bank menyampaikan bahwa informasi klarifikasi tersebut disampaikan berdasarkan data dan dokumen yang dimiliki Bank serta tidak dimaksudkan untuk mendahului maupun mempengaruhi proses yang sedang berjalan.

Redaksi |

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global - 25 Mei 2026 - PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang menyasar masyarakat serta calon nasabah baru di Kota Bima.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., perwakilan Kantor OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pariwisata, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TPKAD Kota Bima, PT Bank NTB Syariah, dan OJK Provinsi NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Wali Kota Bima juga menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendukung penguatan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha agar dapat tumbuh lebih produktif serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan, namun juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami manfaat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat. Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Bank NTB Syariah meyakini bahwa kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif. Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan, namun juga semakin percaya dan memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program literasi dan edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan yang memberikan Berkah Bermakna bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Redaksi |

Viral Isu Hepatitis di SPPG Donggo Rora, Kepala SPPG Tegaskan Lima Relawan Dipecat Sejak 16 Mei

Kepala SPPG Bima Donggo Rora, Nanang Putra Irawan di dampingi
Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, (Ist/Surya)

Bima-NTB, Media Dinamika Global – Kepala SPPG Bima Donggo Rora, Nanang Putra Irawan, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan adanya karyawan terpapar hepatitis yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Nanang menegaskan bahwa pihak SPPG telah mengambil langkah cepat dan tegas jauh sebelum isu tersebut viral di Facebook. Bahkan, lima relawan atau karyawan yang teridentifikasi reaktif HBsAg telah diberhentikan sejak 16 Mei 2026.

“Pernyataan bahwa pihak SPPG diam dan tidak mengambil tindakan itu tidak benar. Kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan langsung mengambil keputusan pemberhentian terhadap lima relawan yang terindikasi reaktif HBsAg,” tegas Nanang dalam keterangan resminya. Senin, (25/05/26).

Nanang Putra Irawan menjelaskan, sejak awal proses penerimaan tenaga relawan, seluruh pelamar diwajibkan melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit yang ditandatangani dokter. Setelah memenuhi syarat administrasi, para pelamar kemudian dipekerjakan di lingkungan SPPG Bima Donggo Rora.

Lebih lanjut, pihak SPPG juga menerapkan pemeriksaan kesehatan rutin setiap empat bulan sekali guna memastikan seluruh relawan berada dalam kondisi sehat dan layak menjalankan tugas pelayanan pemenuhan gizi.

Pada periode 11 hingga 16 Mei 2026, Kepala SPPG menginstruksikan seluruh relawan untuk kembali menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, ditemukan lima relawan yang dinyatakan reaktif HBsAg.

“Begitu hasil pemeriksaan keluar pada 16 Mei 2026, kami langsung menerbitkan surat pemberhentian terhadap lima relawan tersebut,” jelasnya.

Namun pada 21 Mei 2026, sebuah akun Facebook bernama Muhammad Soalihin Jamaludin mengunggah pernyataan yang menyebut adanya karyawan SPPG yang mengidap hepatitis dan menuding pihak KaSPPG tidak mengambil tindakan.

Menanggapi hal itu, Nanang menegaskan bahwa klarifikasi perlu disampaikan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya terkait program pelayanan makan bergizi gratis bagi anak sekolah.

Menurutnya, langkah pemeriksaan kesehatan berkala merupakan bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 11 Tahun 2026 tentang Usia Kerja Relawan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Surat edaran tersebut bertujuan memastikan relawan SPPG memiliki kondisi fisik dan mental yang memadai serta terbebas dari penyakit menular dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Nanang juga menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh SPPG, khususnya SPPG Bima Donggo Rora, agar pengawasan kesehatan relawan dilakukan lebih ketat dan berkala ke depannya.

“Kesehatan jasmani dan rohani relawan harus benar-benar diperhatikan agar tidak ada potensi penularan penyakit dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkasnya.

Redaksi |