Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2026

Agus Jabo Minta Kader Partai PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo


Jakarta, Media Dinamika Global - Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono meminta seluruh kader partainya mengawal program-program kerakyatan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, sejumlah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan arah perjuangan politik PRIMA.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat membuka Rapat Koordinasi bersama 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 385 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PRIMA yang digelar secara daring, Sabtu (4/7/2026).

Dalam arahannya, Agus Jabo kembali mengingatkan identitas PRIMA sebagai partai yang lahir dari rakyat biasa. Karena itu, ia meminta seluruh kader tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama perjuangan politik partai.

"Partai kita adalah partai rakyat biasa yang lahir dari ruh rakyat biasa. Hati kita bersama rakyat biasa dan semangat kita adalah memperjuangkan rakyat biasa," ujar Agus Jabo.

Ia menjelaskan, PRIMA memiliki sembilan agenda perjuangan, yaitu reformasi perpajakan yang berkeadilan, industrialisasi nasional, penguatan kedaulatan pangan, pemberdayaan UMKM dan koperasi, pemerintahan yang bersih dan efisien, demokrasi yang melibatkan partisipasi rakyat, kesetaraan gender, keadilan ekologis, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Agus Jabo, sejumlah agenda tersebut mulai tercermin dalam berbagai program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, hilirisasi industri, serta upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Program politik kita saat ini sedang dikerjakan dan diperjuangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, tugas kita adalah mengawal dan memenangkan perjuangan tersebut," katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus Jabo juga menyampaikan pandangannya mengenai arah perubahan yang sedang berlangsung di bawah pemerintahan Prabowo. Ia menyebut perubahan tersebut sebagai sebuah revolusi yang bertujuan mengembalikan kebijakan negara agar berpihak kepada rakyat dan berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menilai perubahan tersebut akan menghadapi tantangan dari berbagai kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem ekonomi yang berlaku. Oleh sebab itu, Agus Jabo meminta kader PRIMA memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus aktif menyampaikan gagasan partai melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

Menjelang Pemilu 2029, Agus Jabo menegaskan PRIMA harus tetap mempertahankan karakter sebagai partai pergerakan yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau nanti diberi kesempatan memimpin, bukan untuk mencari jabatan, mencari uang, atau mencari proyek, tetapi untuk membebaskan rakyat Indonesia dari segala bentuk penindasan agar bangsa ini menjadi bangsa yang berdikari, adil, dan makmur," ujarnya.

Redaksi |

Jumat, 03 Juli 2026

Profil AKBP Rendy Andy Julikhlas, Perwira Kelahiran Mataram Jadi Kapolres Sumbawa Barat

AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K dengan Background
Kantor Polres Sumbawa Barat, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan langkah penyegaran organisasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam rotasi terbaru yang menyasar sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda NTB, AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K. resmi mengemban amanah baru sebagai Kapolres Sumbawa Barat, Rabu 30 Juni 2026.

Mutasi tersebut tertuang dalam enam surat telegram Kapolri, yakni Nomor ST/1336 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026. Pergeseran jabatan ini merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus strategi penguatan kinerja institusi kepolisian dalam merespons tantangan keamanan yang dinamis.

Penunjukan AKBP Rendy Andy Julikhlas sebagai Kapolres Sumbawa Barat dinilai sebagai bentuk kepercayaan pimpinan Polri terhadap sosok perwira yang dikenal muda namun kaya pengalaman. 

Berbekal rekam jejak panjang di lingkungan Polri, terutama di bidang lalu lintas dan registrasi identifikasi kendaraan bermotor, ia diharapkan mampu membawa perubahan positif di wilayah hukum Sumbawa Barat.

Lahir di Mataram pada 17 Juli 1984, AKBP Rendy Andy Julikhlas memiliki latar belakang karier yang mumpuni. Sebelum dipercaya memimpin Polres Sumbawa Barat, beliau menjabat sebagai Kasidapanmat SBST Subditfasmat SBST Ditregident Korlantas Polri. 

Pengalamannya menangani pelayanan publik juga teruji saat menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Brebes, di mana ia berhasil mengelola kompleksitas pengamanan arus mudik dan inovasi pelayanan masyarakat.

Memasuki jabatan barunya, AKBP Rendy berkomitmen membawa semangat Polri Presisi dengan mengedepankan pelayanan yang profesional, modern, transparan, dan humanis.

"Kami akan mengedepankan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Sumbawa Barat," tegas AKBP Rendy.

Di bawah kepemimpinannya, Polres Sumbawa Barat ditargetkan untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih komunikatif, responsif terhadap berbagai persoalan, serta mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

​Profil Singkat Kapolres Sumbawa Barat

  • ​Nama: AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K.
  • ​Tempat Tanggal Lahir: Mataram, 17 Juli 1984
  • Pangkat: Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
  • ​Pendidikan: Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Sarjana Hukum (S.H.)

​Riwayat Jabatan:

  • ​Kasat Lantas Polres Brebes
  • ​Kasidapanmat SBST Subditfasmat SBST Ditregident Korlantas Polri
  • ​Kapolres Sumbawa Barat

Redaksi | Surya Ghempar.

Perkuat Kemitraan, Komisaris PT Dompu Golden Abadi Silahturahmi dengan Kapolda NTB dan Wakil Gubernur

Kapolda NTB, Komisaris PT Dompu Golden Abadi,
Wakil Gubernur NTB, dan Wakapolda NTB, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global – Memperkuat sinergi antara dunia usaha dan aparat penegak hukum terus diperkuat. Komisaris PT Dompu Golden Abadi (DGA), FX Dennis Saputra, melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., di ruang kerja Kapolda NTB, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas antara Pemerintah Provinsi NTB dan Polda NTB, sekaligus mempererat komunikasi serta koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain bersilaturahmi, kunjungan Wakil Gubernur NTB itu juga diisi dengan hearing yang membahas berbagai isu strategis, termasuk upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kapolda NTB, Komisaris PT Dompu Golden Abadi, dan
Wakapolda NTB, (Ist/Surya).

Komisaris PT Dompu Golden Abadi, FX Dennis Saputra, mengatakan bahwa hubungan baik antara pelaku usaha dengan aparat kepolisian merupakan modal penting dalam menciptakan iklim investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.

"Kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polda NTB. Semoga Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Bagi kami sebagai pelaku usaha, situasi kamtibmas yang kondusif merupakan faktor penting dalam mendukung keberlangsungan investasi, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami siap terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Polda NTB dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan di daerah," ujar Dennis Saputra.

Sementara, Wakil Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polda NTB. Ia berharap institusi kepolisian di NTB semakin kuat, profesional, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polda NTB semakin sukses dan semakin kuat sehingga pengabdiannya dapat terus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat NTB,” ujarnya.

Kapolda NTB, Komisaris PT Dompu Golden Abadi,
Wakil Gubernur NTB, dan Wakapolda NTB, (Ist/Surya).

Menanggapi hal itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menegaskan komitmen Polda NTB untuk mendukung seluruh program Pemerintah Provinsi NTB demi mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polda NTB tentu siap membantu dan mendukung seluruh pelaksanaan program Pemerintah NTB, terutama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah NTB,” tegas Kapolda.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap berbagai pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

“Kita berharap sinergi yang telah terbangun solid antara Polda NTB dan Pemerintah Provinsi NTB ini dapat terus dipelihara demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.


Redaksi | Surya Ghempar

Kamis, 02 Juli 2026

Intervensi Serentak Dimulai, NTB Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi


Lombok Timur, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB (PP3S) yang dirangkaikan dengan Pasar Rakyat, Kamis (2/7), di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Peluncuran tersebut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur Mohammad Edwin Hadiwijaya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Lombok Timur tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa. Kondisi tersebut menjadikan persoalan kemiskinan dan stunting membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kepedulian keluarga dan masyarakat.

“Kita hadir hari ini bukan sekadar meluncurkan sebuah program, tetapi untuk membangun kepedulian bersama. Penurunan stunting tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk generasi yang sehat,” ujar Wagub Dinda.

Wagub Dinda juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak sebelum pernikahan melalui edukasi kesehatan reproduksi, kesiapan calon orang tua, pemenuhan status gizi calon ibu, hingga penguatan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mengembangkan Program Desa Berdaya sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang berjalan beriringan dengan percepatan penurunan stunting.

Ia berharap Desa Lendang Nangka Utara menjadi contoh lahirnya semangat kolaborasi yang mampu menginspirasi desa-desa lain di seluruh NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Dinda juga mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk komoditas unggulan nanas agar memiliki nilai tambah melalui inovasi produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal menjelaskan bahwa Program PP3S dibangun melalui proses panjang dengan mengedepankan pendekatan intervensi serentak dan terintegrasi.

Menurutnya, pengalaman pendampingan di berbagai desa menunjukkan bahwa penyebab stunting sangat beragam dan tidak selalu berasal dari persoalan kesehatan.

“Di lapangan kami menemukan persoalan pola asuh, kebiasaan konsumsi makanan instan, sanitasi, hingga pola pengasuhan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, solusi yang diberikan juga harus sesuai dengan kondisi setiap keluarga,” ujarnya.

TP PKK Provinsi NTB juga telah memulai program percontohan melalui pendampingan keluarga berisiko stunting yang melibatkan PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, serta berbagai mitra pembangunan.

Selain itu, TP PKK mengajak seluruh desa untuk mengaktifkan kembali forum pertemuan rutin ibu-ibu dan kader Posyandu sebagai ruang berbagi pengalaman mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan kesehatan keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak serta penerapan rumah bebas asap rokok juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Sementara itu, Wabup Lotim Mohammad Edwin Hadiwijaya menyampaikan bahwa tantangan terbesar percepatan penurunan stunting adalah memastikan seluruh kebijakan dibangun di atas data yang valid dan terintegrasi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini terus memperbaiki kualitas pendataan dengan mengintegrasikan data dari berbagai sektor agar intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Langkah pertama yang harus kita kawal bersama adalah data yang akurat. Dengan data yang benar, intervensi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi hingga balita dapat dilakukan secara tepat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Lombok Timur telah menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan dalam penguatan sistem data percepatan penurunan stunting.

Selain pembenahan data, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kemiskinan, pendidikan, sanitasi, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Saat ini, Lombok Timur juga telah memiliki 263 dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat juga membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Lendang Nangka Utara Lalu Wiranata menyampaikan bahwa desa yang dipimpinnya memiliki 15 pekadusan dengan jumlah penduduk lebih dari 11 ribu jiwa dan luas wilayah hampir 900 hektare yang didominasi lahan pertanian nanas.

Ia mengungkapkan bahwa desa tersebut masih menghadapi tantangan tingginya angka kemiskinan dengan sekitar 1.200 kepala keluarga miskin. Namun melalui Program Desa Berdaya, sekitar 200 kepala keluarga telah menerima manfaat secara langsung.

Selain itu, Desa Lendang Nangka Utara juga memperoleh Program PAMSIMAS untuk penyediaan air bersih dan dalam waktu dekat akan menerima dukungan anggaran sebesar Rp500 juta guna pembangunan rumah dan fasilitas pendukung desa.

Pemerintah Desa berharap berbagai program kolaboratif yang dilaksanakan pemerintah provinsi dan kabupaten mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Melalui peluncuran PP3S ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektor, memperbaiki kualitas data, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta membangun kepedulian keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Redaksi |

Hari Kedua KKN, Mahasiswa UMMat Kelompok 55 Perkuat Sinergi dengan Camat Alas, Dr. Usman: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

Mahasiswa KKN UMMat dan Camat Alas, (Ist/KKN)

Alas, Media Dinamika Global – Memasuki hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 menggelar silaturahmi dengan Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., di Kantor Camat Alas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (2/7/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Kelompok 55, Nova, bersama seluruh anggota KKN sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Alas sebelum melaksanakan berbagai program pengabdian di Desa Kampung Baru selama 40 hari.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan desa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 55, Nova, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Camat Alas atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan mahasiswa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat yang telah menerima kami dengan baik. Kami berharap dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa agar seluruh program kerja yang telah kami susun dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kampung Baru," ucap Nova.

Sementara itu, Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55. Ia mengapresiasi semangat pengabdian para mahasiswa dan berharap momentum KKN dimanfaatkan sebagai sarana belajar sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

"Saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 di Kecamatan Alas. Jadikan KKN sebagai wadah untuk belajar dari masyarakat, membangun komunikasi yang baik, menjaga nama baik almamater, serta memberikan pengabdian terbaik bagi Desa Kampung Baru. Semoga seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Dr. Usman juga berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dengan menghadirkan edukasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk meningkatkan wawasan masyarakat. Kehadiran mahasiswa hendaknya memberikan edukasi yang positif, pembinaan di bidang keagamaan maupun sosial, serta turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Desa Kampung Baru," harapnya.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergi antara Pemerintah Kecamatan Alas dan mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55. Diharapkan, kolaborasi yang telah dibangun sejak awal ini dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan program-program pengabdian yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kampung Baru.

Redaksi |

Rabu, 01 Juli 2026

Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil


Bogor, Media Dinamika Global - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus menjadi jati diri seorang polisi. Menurut Presiden, setiap anggota Polri harus hadir saat masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas untuk melindungi rakyat.

“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. 

Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Kepala Negara meminta seluruh personel Polri untuk berani membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah, serta tidak gentar menghadapi tekanan apa pun dalam menjalankan tugas.

“Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga mengingatkan Polri agar terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Menurut Presiden, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di masa kini maupun masa depan.

“Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh Polri seorang diri. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat.

“Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan. Presiden menegaskan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, sedangkan institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. Melalui kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, Polri diharapkan semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus pengawal utama stabilitas nasional.

Redaksi |