Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2026

Cabor Menembak Jadi Penyumbang Medali Terbanyak Kota Bima di Porprov ke-XII 2026


KOTA BIMA, Media Dinamika Global - Cabang olahraga (Cabor) Menembak tampil gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII tahun 2026 dengan menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Kontingen Kota Bima.

Hingga pelaksanaan pertandingan berjalan, tim menembak Kota Bima berhasil mengoleksi total 17 medali, terdiri atas 7 medali emas, 6 medali perak, dan 4 medali perunggu. Capaian tersebut menempatkan Cabor Menembak sebagai lumbung medali utama bagi Kota Bima pada pesta olahraga tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat itu.

Manajer Cabor Menembak Kota Bima, Mayor Inf Asep Okinawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kota Bima yang terus memberikan dukungan dan doa kepada para atlet.

“Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Bima. Alhamdulillah, atlet-atlet menembak mampu memberikan hasil terbaik dan menyumbangkan medali bagi daerah,” ujar Asep.

Menurutnya, raihan tersebut merupakan buah dari kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah menjalani persiapan panjang menghadapi Porprov 2026.

Meski telah mencatatkan prestasi membanggakan, Asep menegaskan perjuangan tim menembak belum berakhir. Sejumlah nomor pertandingan masih akan diikuti dan peluang menambah medali masih terbuka.

“Semoga pada pertandingan selanjutnya kami dapat menambah perolehan medali dan terus mengharumkan nama Kota Bima di ajang Porprov 2026,” katanya.

Redaksi |

Senin, 20 Juli 2026

Cabor Menembak Kota Bima Menggila, Borong 5 Medali Emas di Porprov NTB 2026


LOMBOK BARAT, Media Dinamika Global — Atlet menembak Kota Bima tampil perkasa pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat 2026. Dalam dua hari pelaksanaan pertandingan, cabang olahraga (cabor) menembak sukses memborong lima medali emas, tiga perak, dan empat perunggu, sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Kota Bima.

Dominasi atlet Perbakin Kota Bima terlihat di Lapangan Tembak Sandik, Lombok Barat, dan Arena Saraswati Mataram. Sejumlah nomor andalan berhasil dikuasai hingga mengantarkan Kota Bima bersaing di papan atas perolehan medali sementara.

Lima medali emas tersebut masing-masing diraih pada nomor 10 meter air pistol putra beregu melalui Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma, Rahmad Hidayat, dan Bripda Muh Ade Kentari. Emas berikutnya disumbangkan tim 50 meter prone putra beregu yang diperkuat I Gede Kaesa Hendri Pranata, Ratu Bagus Reka Kusuma, dan Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma.

Nama I Gede Kaesa Hendri Pranata menjadi salah satu bintang Kota Bima pada ajang ini. Atlet tersebut berhasil menambah tiga emas lainnya melalui nomor 50 meter prone putra perorangan, 50 meter tiga posisi putra beregu bersama Ratu Bagus Reka Kusuma dan Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma, serta nomor 50 meter tiga posisi putra perorangan.

Selain emas, atlet menembak Kota Bima juga mengoleksi tiga medali perak dari nomor 10 meter air rifle putra atas nama Bripda Muh Ade Kentari, nomor 10 meter air rifle mixed melalui pasangan Bripda Muh Ade Kentari dan Nurgita Fitria Sari, serta nomor 10 meter air pistol putri beregu yang diperkuat Nurgita Fitria Sari, Ratu Aisyah Januar, dan Zafira Aulya.

Empat medali perunggu diraih dari nomor 10 meter air pistol putri atas nama Nurgita Fitria Sari, nomor 10 meter air pistol mixed melalui pasangan Nurgita Fitria Sari dan Rahmad Hidayat, nomor 10 meter air rifle putra beregu yang diperkuat Rahmad Hidayat, Bripda Muh Ade Kentari, dan Bripda Moh Firman Fitrianto, serta nomor 10 meter air rifle putri beregu yang diperkuat Nurgita Fitria Sari, Zafira Aulya, dan Ade Wiran Ina Pratiwi.

Manajer Cabor Menembak Kota Bima, Mayor Inf Asep Okinawa, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk menambah perolehan medali pada hari-hari berikutnya. Pasalnya, masih terdapat sejumlah nomor pertandingan yang belum dipertandingkan.

“Alhamdulillah, dua hari ini kami sudah menyumbang lima medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Kami masih optimistis ada tambahan medali emas dari nomor multi range dan 17 meter,” ujarnya usai penyerahan medali, Senin (20/7).

Menurut Asep yang juga menjabat Kasdim 1608/Bima, peluang Kota Bima untuk menambah medali masih terbuka lebar karena dari total 40 nomor yang dipertandingkan, masih ada beberapa nomor yang akan diikuti atlet-atlet Perbakin Kota Bima.

Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, mengapresiasi pencapaian para atlet menembak yang dinilainya menunjukkan peningkatan dibandingkan Porprov sebelumnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pengurus Perbakin Kota Bima.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Perbakin Kota Bima yang telah bekerja keras membina atlet. Hasil ini membuktikan bahwa kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan prestasi,” katanya.

Meski demikian, Alfian mengingatkan para atlet dan pelatih agar tetap fokus menghadapi nomor-nomor pertandingan yang tersisa. Ia berharap raihan sementara tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus menambah medali dan mengharumkan nama Kota Bima di ajang Porprov XII NTB 2026.


Gekrafs NTB Bahas Tantangan Pelaku Ekonomi Kreatif Lewat Talkshow OBOR

Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat saat sambutan, (Ist/Surya

MATARAM, Media Dinamika Global - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Talkshow Obrolan Ekonomi Kreatif (OBOR) bertajuk “Jalan Terjal Pelaku Ekonomi Kreatif” di Sayung Hotel Restaurant, Kota Mataram, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi dan kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, serta pelaku ekonomi kreatif untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif di NTB.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Dr. Ufran dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram, Ketua DPC Gekrafs Karo Sumatera Utara Amsal Sitepu, serta Wakil Ketua Umum KABIN NTB Bidang Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Anas Amrullah. Acara juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia, anggota DPRD NTB, pengurus Gekrafs, akademisi, komunitas, dan para pelaku ekonomi kreatif.

Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia mengapresiasi inisiatif DPW Gekrafs NTB dalam menyelenggarakan forum tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti OBOR memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah dan terus dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada DPW Gekrafs Provinsi NTB serta Jajaran yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Obrolan Ekonomi Kreatif ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah,” ujarnya.

Ahmad Nur Aulia menilai ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa visi Gekrafs sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang diusung Pemerintah Provinsi NTB.

“Gekrafs memiliki misi yang sejalan dengan semangat membangun NTB Makmur Mendunia. Ini menjadi modal penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan para pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Menurutnya, perkembangan sektor ekonomi kreatif yang saat ini mencakup 17 subsektor dan terus berkembang menuju 21 subsektor membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat mengatakan bahwa kegiatan OBOR dirancang sebagai ruang dialog terbuka guna menggali berbagai persoalan, peluang, serta strategi pengembangan ekonomi kreatif di NTB.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir berbagai gagasan dan langkah konkret yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di NTB, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Yeyen.

Setelah sesi talkshow selesai, lanjut sesi foto bersama, dan kemudian dilanjutkan diskusi interaktif bersama para narasumber.

Redaksi |

Minggu, 19 Juli 2026

Jelang Muktamar NU ke-35, SQ Literasi Gelar Nobar Final PILDUN dan Dialog

Suaeb Qury Pendiri SQ saat dialog, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Komunitas SQ Literasi menggelar Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia yang dirangkai dengan Dialog Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Kegiatan ini akan berlangsung di KOJO Mataram, Jalan Sriwijaya No. 25, Kota Mataram, sebagai ruang silaturahmi, diskusi, dan penguatan semangat literasi di tengah masyarakat. 19-20 juli 2026.

kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bertemunya pegiat literasi, akademisi, mahasiswa, warga Nahdliyin, dan masyarakat umum untuk berdialog mengenai tantangan serta peluang Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar ke-35.

Suaeb Qury pendiri SQ Literasi mengatakan bahwa kegiatan ini memadukan semangat kebersamaan melalui olahraga dengan tradisi intelektual melalui dialog. Menurutnya, sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan, sementara diskusi menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran NU dalam memperkuat kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

"Melalui nobar Piala Dunia, kami ingin menghadirkan suasana yang akrab dan inklusif. Setelah itu, peserta diajak berdialog mengenai harapan dan gagasan menyongsong Muktamar NU ke-35 sebagai momentum memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Selain menyaksikan pertandingan bersama, peserta juga mengikuti dialog yang membahas penguatan tradisi literasi, kaderisasi, kepemimpinan, serta kontribusi NU dalam membangun masyarakat yang moderat, toleran, dan berkemajuan.

SQ Literasi berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempererat persaudaraan, menumbuhkan budaya membaca dan berdiskusi, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif untuk menyongsong Muktamar NU ke-35. 

"Melalui perpaduan olahraga, literasi, dan dialog kebangsaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan serta partisipasi masyarakat dalam membangun masa depan bangsa'' jelasnya

Sejumlah tokoh muda NU tanpak hadir, di antaranya Akhdiansyah, Umar Ahmad Seth, M. Husni Abidin, Abdul Hafiz, Hery Widodo, Sabolah, M. Azami Hery Nurdiansyah dan kurang lebih 70 an pimpinan serta kader Banom dan lembaga NU di wilayah NTB.

Redaksi |

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi


Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang dimulainya kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7), Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program guna memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan, kualitas gizi terjaga, serta rantai pasok pangan semakin berpihak kepada petani dan peternak lokal.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Ahad (19/7/26).

Menurut Pria yang akrab disapa Aka ini, Bapak Gubernur menyambut baik langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan penyempurnaan tata kelola sebelum operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali berjalan. Dan  SPPG di NTB pasti akan taat azas, sehingga perbaikan tersebut diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaat MBG benar-benar diterima oleh masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Gubernur juga memandang penyempurnaan tata kelola ini sebagai langkah positif. Program sebesar MBG harus dibangun di atas tata kelola yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat, sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Aka.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB telah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat pengawasan melalui perangkat daerah terkait dan satuan tugas (Satgas) yang telah dibentuk. Pengawasan dilakukan mulai dari kualitas bahan pangan, pemenuhan standar gizi, proses distribusi, hingga kepatuhan setiap SPPG terhadap ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Selain memastikan kualitas layanan, pengawasan juga diarahkan untuk membangun rantai pasok pangan yang lebih adil. Pemerintah daerah didorong agar kebutuhan bahan baku MBG semakin banyak melibatkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas.

"Jangan sampai ada praktik yang justru mengurangi manfaat program, termasuk mencari keuntungan yang tidak wajar dari harga bahan pangan. Program ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi penerima manfaat sekaligus membuka ruang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal," tegas Aka.

Ia menambahkan, Gubernur NTB juga menginstruksikan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang tidak menjalankan operasional sesuai ketentuan. Apabila masih ditemukan pelanggaran yang dapat diperbaiki, pembinaan harus menjadi langkah pertama. Namun apabila pelanggaran terus berulang dan tidak menunjukkan perbaikan, pemerintah daerah diminta segera melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

"Kalau masih bisa dibina, lakukan pembinaan. Tetapi kalau tetap tidak mematuhi ketentuan, laporkan kepada Badan Gizi Nasional agar dilakukan evaluasi. Jika memang tidak layak lagi beroperasi, pemerintah daerah dapat mengusulkan penghentian operasional sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.

Aka menambahkan, usulan penyempurnaan tata kelola tersebut merupakan bagian dari masukan yang telah disampaikan Asosiasi SPPG kepada pemerintah pusat dan saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah berharap, setelah proses penyempurnaan selesai, seluruh SPPG yang beroperasi benar-benar memenuhi standar pelayanan, tata kelola, dan akuntabilitas yang telah ditetapkan.

Pemerintah Provinsi NTB optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok pangan lokal. Dengan pengawasan yang lebih ketat, tata kelola yang semakin baik, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, MBG diharapkan berjalan lebih berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Redaksi |

Aksi Pelecehan dan Pengerusakan, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Cederai Marwah Publik


Kota Bima - Geliat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang seharusnya menjadi panggung sportivitas dan prestasi, mendadak tercoreng oleh sebuah aksi yang memalukan. Sebuah rekaman video yang beredar luas di jagat maya memperlihatkan tindakan yang sangat tidak terpuji: seorang wakil Ketua DPRD Kota Bima, yang juga memegang tongkat komando sebagai Ketua  DPD Partai Golkar Kota Bima, diduga kuat melakukan perusakan fasilitas di Kantor KONI NTB dan diduga melakukan pelecahan terhadap pengurus perempuan KONI NTB. Aksi anarkis tersebut dipicu oleh ketidakpuasan atas keputusan pertandingan yang dinilai merugikan atlet daerahnya.

Membela kepentingan daerah dan memperjuangkan nasib para atlet adalah hal yang sah, bahkan wajib dilakukan oleh seorang representasi rakyat. Namun, ketika perjuangan itu diartikulasikan melalui tindakan destruktif, emosional, dan anarkis, maka esensi perjuangan itu seketika gugur. Berganti menjadi tontonan primitif yang meruntuhkan etika kepemimpinan.

Sebagai pejabat publik yang menduduki kursi nomor satu di lembaga legislatif kota Bima, figur tersebut memikul beban simbolis yang besar. DPRD bukan sekadar jabatan administratif, melainkan representasi dari marwah, wibawa, dan supremasi hukum di tingkat daerah. Ketika seorang pimpinan sidang paripurna yang biasa mengetuk palu keadilan justru menggunakan tangannya untuk merusak fasilitas umum, di sanalah kita melihat terjadinya degradasi moralitas kepemimpinan yang akut.

Bagaimana mungkin masyarakat, khususnya generasi muda, diminta untuk taat hukum dan menjaga ketertiban, jika elite politiknya sendiri mempertontonkan aksi premanisme saat keinginannya tidak terpenuhi?

Ketajaman sorotan ini menjadi berlipat ganda mengingat statusnya yang juga melekat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bima juga sebagai Wakil ketua DPRD Kota Bima. Sebagai nakhoda partai besar yang memiliki sejarah panjang dalam pengaderan politik nasional, tindakan ini menjadi preseden buruk bagi kaderisasi internal partai. Publik tentu akan bertanya-tanya: standar etika dan kedewasaan politik macam apa yang sedang dipertontonkan oleh seorang pemimpin partai besar di daerah?

Menyampaikan protes atas hasil pertandingan olahraga adalah perkara teknis yang memiliki mekanisme hukum dan regulasi formal. Ruang-ruang sidang, surat keberatan resmi, atau melalu albitrase dan jalur diplomasi adalah instrumen yang disediakan oleh negara untuk menyelesaikan sengketa. Melompati semua prosedur itu demi memuaskan ego sektoral dengan cara-cara kekerasan adalah bentuk kemunduran berpikir yang sangat disayangkan.

Bukti visual berupa rekaman video yang kini telah dikonsumsi oleh publik tidak bisa lagi dibantah dengan retorika pembenaran apa pun. Moralitas tidak lagi menjadi standar etik, dan marwah institusi terhormat telah telanjur dicoreng oleh ketidakmampuan mengendalikan amarah.

Kejadian ini tidak boleh lewat begitu saja sebagai sekadar 'berita angin lalu'. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bima harus berani mengambil sikap tegas demi menyelamatkan kehormatan institusi legislatif. Begitu pula dengan internal partai yang menaunginya, harus ada evaluasi mendasar mengenai kelayakan etis seorang pemimpin.

Pemimpin adalah teladan, Jika mereka yang berada di puncak kekuasaan memilih jalan anarkisme untuk menyelesaikan masalah, maka mereka sedang meruntuhkan sendi-sendi peradaban hukum yang mereka bangun sendiri. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pejabat publik di NTB: bahwa kekuasaan tidak pernah memberi Anda hak istimewa untuk bertindak di atas hukum.

PUKAD NTB, meminta kepada DPW Partai Golkar NTB untuk segera memanggil dan mengevaluasi DPD Partai Golkar Kota Bima yang melakukan pengerusakan fasilitas dan diduga melakukan pelecehan terhadap pengurus perempuan KONI NTB

PUKAD NTB juga akan melaporkan secara Resmi ke Polda NTB atas pengerusakan fasilitas Negara yang ada di KONI NTB dan diduga melakukan pelecehan terhadap pengurus perempuan KONI NTB.

Penulis: Firmansyah (Direktur PUKAD NTB)