Media Dinamika Global: Media Dinamika Global.Id
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Dinamika Global.Id. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2026

Perjalanan Inspiratif Opik Paradewa, Guru Honorer yang Kini Menjadi Advokat Pembela Rakyat

Taufikurahman, S.Pd., S.H., M.H saat wisuda Universitas
Muhammadiyah Surabaya, (Ist/Surya).

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Perjalanan hidup Taufikurahman, S.Pd., S.H., M.H., yang lebih dikenal dengan sapaan Opik Paradewa, menjadi kisah inspiratif tentang perjuangan, ketekunan, dan pengabdian kepada masyarakat. Berasal dari Desa Asal, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Opik membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Karier Opik dimulai dari dunia pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di STKIP Taman Siswa Bima, ia mengabdikan dirinya sebagai guru honorer. Dengan penuh dedikasi, ia mendidik generasi muda dan berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan di daerahnya.

Namun, semangat belajar dan keinginannya untuk berbuat lebih bagi masyarakat membawanya menapaki dunia jurnalistik. Di bidang pers, Opik dikenal sebagai sosok pekerja keras yang aktif menyuarakan berbagai persoalan sosial dan pembangunan. Pengalamannya sebagai wartawan membentuk kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok yang kurang mendapatkan perhatian.

Dedikasinya di dunia jurnalistik semakin terlihat ketika ia mendirikan dan mengembangkan Media Incinews, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu media informasi yang dikenal luas di wilayah Bima dan sekitarnya. Melalui media tersebut, ia berupaya menghadirkan informasi yang akurat, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik.

Meski telah menorehkan berbagai pencapaian di dunia pendidikan dan jurnalistik, Opik tidak berhenti belajar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang hukum dengan menempuh S1 Hukum di STIH Muhammadiyah Bima. Langkah tersebut menjadi titik awal pengabdiannya dalam dunia advokasi dan penegakan hukum.

Keinginannya untuk memperdalam ilmu hukum terus berlanjut hingga ia berhasil meraih gelar Magister Hukum Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dengan bekal akademik yang kuat serta pengalaman panjang dalam berinteraksi dengan berbagai persoalan masyarakat, Opik kemudian memilih berkiprah sebagai advokat profesional.

Bagi Opik, profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan sarana untuk memperjuangkan keadilan. Ia dikenal aktif memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat kecil yang sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap bantuan hukum dan perlindungan hak-hak mereka.

"Ilmu yang saya miliki harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan hak-haknya sendiri. Membela kebenaran dan keadilan adalah bagian dari tanggung jawab moral saya," ungkap Opik.

Perjalanan hidup Opik Paradewa menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh dari mana seseorang memulai, melainkan oleh seberapa besar kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, dan berkontribusi bagi sesama. Dari seorang guru honorer, wartawan, pendiri media, hingga advokat, seluruh perjalanan tersebut dijalani dengan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Bima bahwa pendidikan, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Lebih dari itu, Opik mengajarkan bahwa makna kesuksesan sejati terletak pada kemampuan untuk menggunakan ilmu dan pengalaman demi membantu serta memperjuangkan kepentingan orang lain.

Riwayat Pendidikan Taufikurahman, S.Pd., S.H., M.H.:

1. S1 Pendidikan – STKIP Taman Siswa Bima.

2. S1 Hukum – STIH Muhammadiyah Bima.

3. S2 Hukum Ekonomi Syariah – Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Redaksi |

Kapolsek Tegaskan Aktivitas Pelabuhan Poto Tano Tetap Normal, Aksi PPS Tak Ganggu Penyeberangan

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano saat memantau lansung
aktivitas lancar, (Ist/Surya)

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Aktivitas di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Senin (2/6/2026) berlangsung normal dan lancar meskipun terdapat aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Presidium Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano, IPDA Rino Ansori, SH, menegaskan bahwa kegiatan demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan pelabuhan tidak mengganggu operasional pelabuhan maupun arus lalu lintas kendaraan yang hendak menyeberang.

Menurutnya, seluruh aktivitas penyeberangan kapal serta mobilitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Pengguna jasa pelabuhan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, masih dapat melintas tanpa hambatan yang berarti.

“Memang benar hari ini ada aksi unjuk rasa, namun aktivitas pengguna jalan dan operasional pelabuhan tetap berjalan normal. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat tetap lancar seperti biasa,” ujar IPDA Rino Ansori.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar terkait adanya penutupan akses pelabuhan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan pengguna jasa penyeberangan, agar tidak takut untuk beraktivitas. Pelabuhan Poto Tano tetap buka dan tidak ada penutupan,” tegasnya.

Kapolsek menambahkan, aparat keamanan terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya aksi penyampaian pendapat di muka umum, sehingga hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terjamin tanpa mengganggu kepentingan umum.

Dengan kondisi yang aman dan terkendali tersebut, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Poto Tano diharapkan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa, sembari menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Redaksi: Surya Ghempar.

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia dari NTB

Gubernur NTB Pimpinan Upacara Peringatan Hari
Lahir Pancasila, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada Senin (01/06/26).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema yang sangat strategis dan visioner: "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Upacara peringatan hari Lahir Pancasila dihadiri Forkompinda, Kepala OPD, TNI Polri, ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB serta perwakilan dari berbagai lembaga vertikal wilayah NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal selaku Inspektur Upacara menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini merupakan refleksi mendalam untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

"Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Miq Iqbal menekankan bahwa di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik, Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Melalui politik luar negeri yang bebas aktif, nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa ini menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, lanjut gubernur, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata di kancah internasional. Mulai dari kontribusi aktif Pasukan Perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi dalam konflik regional, hingga konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah.

"Ini adalah pengejawantahan dari Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," tegasnya.

Menutup pidato tersebut, Gubernur menyampaikan pesan kuat agar Pancasila dijadikan sebagai living ideology (ideologi yang hidup), terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan. Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hiasan dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Mantan Kedubes Turki tersebut, menitipkan pesan khusus agar setiap kebijakan publik yang lahir selalu berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Seluruh elemen bangsa juga diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmonisasi kebangsaan.

Upacara yang berlangsung tertib dan penuh nasionalisme ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang kuat karena persatuan dan nilai-nilai kemanusiaannya.

Redaksi |

Minggu, 31 Mei 2026

Tokoh Pemuda NTB Ingatkan Aksi PPS Jangan Ganggu Transportasi dan Ekonomi Masyarakat

Tokoh Pemuda NTB, Al Mukhmin Betika, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang rencana aksi serentak pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026, Tokoh Pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB), Al Mukhmin Betika, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa, untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah dalam menyampaikan aspirasi.

Menurut Al Mukhmin, perjuangan masyarakat untuk mendorong terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, ia menghormati dan mendukung setiap bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan secara demokratis dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan aksi tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas serta tidak menimbulkan gangguan terhadap pelayanan publik maupun aktivitas ekonomi warga.

"Kami menghormati dan mendukung setiap bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan sesuai aturan. Namun, jangan sampai semangat perjuangan tersebut justru menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat, mengganggu pelayanan publik, atau menghambat aktivitas ekonomi warga," ujar Mukhmin, Minggu (31/5/2026).

Bung Al Mukmin sapaan akrabnya, secara khusus mengingatkan para peserta aksi agar tidak melakukan penutupan maupun penghambatan aktivitas pada fasilitas-fasilitas vital yang menjadi urat nadi transportasi dan perekonomian masyarakat, termasuk Pelabuhan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kata Bung Al Mukmin, Pelabuhan Poto Tano memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, sekaligus menjadi akses utama distribusi barang, jasa, serta mobilitas masyarakat.

"Pelabuhan Poto Tano bukan hanya akses transportasi, tetapi juga penopang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, saya mengimbau seluruh peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat operasional pelabuhan maupun fasilitas publik lainnya," tegasnya.

Pria asal Bima itu menilai perjuangan pembentukan PPS dapat disampaikan secara efektif tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat yang membutuhkan akses transportasi dan layanan publik. Ia berharap seluruh elemen yang terlibat dalam aksi mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan menjaga suasana yang aman dan tertib.

Selain itu, ia mengajak kalangan pemuda di Pulau Sumbawa untuk menjadi pelopor aksi yang damai, beradab, dan bertanggung jawab sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pemerintah pusat.

"Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Pulau Sumbawa mampu menyampaikan aspirasi secara dewasa, bermartabat, dan tetap menjaga persatuan serta ketertiban. Perjuangan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.

Redaksi | Surya Ghempar.

Sabtu, 30 Mei 2026

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Segera Dibangun di Bima


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global - Harapan baru bagi pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa mulai terwujud. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah pusat tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang dihibahkan khusus untuk program tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5/26).

Menurut Miq Iqbal, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dikaji dengan luas masing-masing sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi dinilai cukup representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang dirancang dalam konsep Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda NTB.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyampaikan bahwa kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum pembangunan dapat dimulai.

Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan sejumlah fasilitas di sekitar kawasan pembangunan.

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Dody.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB saat ini terus melakukan koordinasi dan kajian kelayakan untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas dan paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Redaksi |

Patroli Rinjani Presisi Digelar Serentak, Kapolda NTB: Upaya Nyata Cegah Kriminalitas dan Beri Rasa Aman


Mataram-NTB, Media Dinamika Global – Komitmen Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Nusa Tenggara Barat dibuktikan melalui pelaksanaan Patroli Rinjani Presisi Polda NTB yang digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda NTB, Sabtu malam (30/05/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan Apel Kesiapan yang dipimpin langsung Kapolda NTB di Lapangan Islamic Center NTB. Apel dihadiri Wakapolda NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, Kapolresta Mataram, serta ratusan personel yang terlibat dalam patroli skala besar tersebut.

Usai apel, Kapolda NTB secara langsung melepas rombongan patroli yang akan bergerak menyisir sejumlah titik strategis sesuai rute yang telah ditentukan. Patroli tidak hanya dilaksanakan oleh Polda NTB dan Polresta Mataram, tetapi juga dilakukan secara bersamaan oleh 10 Polres jajaran di seluruh wilayah NTB.

Dalam keterangannya, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menegaskan bahwa Patroli Rinjani Presisi merupakan langkah nyata kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

 “Kita memahami bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif merupakan syarat utama bagi berlangsungnya seluruh aktivitas masyarakat. Oleh karena itu diperlukan langkah konkret untuk mewujudkannya, salah satunya melalui pelaksanaan Patroli Rinjani Presisi ini,” ujarnya.

Sebanyak 868 personel dari berbagai fungsi kepolisian diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi tindak kriminalitas, gangguan ketertiban umum, hingga berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Menurutnya, keberhasilan menciptakan kamtibmas yang kondusif tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat.

 “Kami sangat berharap masyarakat ikut berperan dalam menjaga dan memelihara keamanan di lingkungannya masing-masing. Kamtibmas yang kondusif adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K. menjelaskan bahwa pelaksanaan patroli serentak tersebut dipantau langsung oleh Kapolda NTB untuk memastikan seluruh jajaran melaksanakan kegiatan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

 “Patroli ini berlangsung serentak di seluruh Polres jajaran Polda NTB. Pelaksanaannya dipantau langsung oleh Kapolda NTB untuk memastikan kegiatan berjalan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan,” ungkapnya.

Menurutnya, Patroli Rinjani Presisi akan menjadi agenda rutin Polda NTB sebagai bagian dari strategi pemeliharaan keamanan daerah. Dengan kehadiran polisi secara masif di tengah masyarakat, diharapkan stabilitas kamtibmas di Nusa Tenggara Barat semakin terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, nyaman, dan produktif.

Patroli berskala besar ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Polda NTB terus meningkatkan langkah-langkah preventif guna menjaga keamanan daerah, sejalan dengan komitmen mewujudkan NTB yang aman, tertib, dan kondusif. 

Redaksi |