Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam
![]() |
| Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya) |
Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).
Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.
Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.
Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.
Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Redaksi |





