Media Dinamika Global: Ketahanan
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2026

Tiga Pilar Strategis NTB 2026: Perangi Kemiskinan, Perkuat Pangan, Genjot Pariwisata


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan daerah berbasis tiga pilar utama yang sejalan dengan visi misi kepala daerah serta program nasional. Tiga pilar tersebut yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan hal tersebut dalam rapat pimpinan Polda NTB di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Jumat (20/2/2026).

Menurut Miq Iqbal sapaan orang nomor satu di NTB ini, bahwa Gubernur dan Bupati selain sebagai kepala daerah, juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan program daerah harus selaras dan mendukung agenda nasional.

Pilar pertama dengan menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di NTB mendekati angka 12 persen, dengan kemiskinan ekstrem sekitar 2 persen. Dari estimasi jumlah penduduk hampir 6 juta jiwa, sekitar 720 ribu orang masih berada dalam kategori miskin.

Tercatat terdapat 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Bahkan di lebih dari 300 desa lainnya masih terdapat kantong-kantong kemiskinan ekstrem, yakni desa dengan lebih dari 20 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Berbagai persoalan sosial seperti stunting, pernikahan dini, narkoba hingga perdagangan manusia dinilai berakar dari kemiskinan. “The mother of all social problems is poverty. Ibu dari semua masalah sosial adalah kemiskinan. Maka penyelesaiannya harus dimulai dari sana,” tegas Gubernur Iqbal.

Salah satu program unggulan dalam pengentasan kemiskinan adalah Desa Berdaya. Dari total 106 desa kategori miskin ekstrem dan absolut, penanganan dilakukan bertahap sebanyak 40 desa per tahun.

Pendekatannya langsung menyasar kepala keluarga miskin ekstrem. Tahun ini, sekitar 7.000 kepala keluarga di 40 desa menjadi prioritas intervensi.

Langkah pertama adalah verifikasi dan validasi data penerima agar bantuan tepat sasaran. Selanjutnya, dilakukan identifikasi potensi penghidupan yang memungkinkan setiap kepala keluarga memperoleh penghasilan minimal Rp1 juta per bulan, sehingga mampu keluar dari garis kemiskinan.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah mendorong setiap desa memiliki minimal satu greenhouse untuk memastikan produksi sayur dan cabai dapat berlangsung sepanjang tahun. Langkah ini juga sebagai respons atas tingginya permintaan pasar yang kerap memicu lonjakan harga komoditas.

Pemprov NTB mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, perguruan tinggi, TNI-Polri hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi menyukseskan program Desa Berdaya.

Dengan konstruksi tiga pilar yang saling terintegrasi, pengentasan kemiskinan sebagai tujuan utama serta ketahanan pangan dan pariwisata sebagai solusi, maka NTB optimistis mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan mewujudkan desa-desa yang berdaya serta mandiri.

Untuk mengatasi kemiskinan, Pemprov NTB mengoptimalkan pilar kedua dan ketiga, yakni ketahanan pangan dan pariwisata. Sektor pertanian, peternakan, agroforestri hingga agro maritim dipandang sebagai kekuatan historis NTB. Begitu pula pariwisata yang telah lama menjadi andalan daerah.

Pendekatan ini juga diselaraskan dengan program nasional seperti MBG yang mengedepankan penciptaan permintaan (demand) sebelum meningkatkan produksi (supply). Jika sebelumnya pemerintah fokus pada produksi lalu mencari pasar, kini permintaan lebih dulu dipastikan agar petani tidak kesulitan menjual hasil panen.

Fenomena anjloknya harga saat panen raya menjadi pelajaran penting. Melalui pendekatan baru, pemerintah daerah didorong meningkatkan produksi sekaligus memastikan pasar tersedia, guna mencegah gejolak harga dan inflasi.

Pemprov NTB menargetkan pada Juli mendatang suplai kebutuhan pokok strategis seperti sayur, telur, dan ikan telah terpenuhi 100 persen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Pemprov NTB mengakui tantangan terbesar ada pada komoditas susu. Pengembangan sapi perah dinilai tidak mudah karena membutuhkan kawasan dataran tinggi dan prosesnya memakan waktu hingga dua tahun. Karena itu, fokus percepatan saat ini diarahkan pada komoditas telur, ikan, dan sayur.

“Kita dikejar waktu. Juli harus sudah 100 persen suplai aman, maka percepatan jadi kunci”, tegasnya.

Upaya percepatan ini diintegrasikan dengan skema pembiayaan melalui Bank NTB Syariah. Penerima bantuan produktif akan dievaluasi per siklus usaha dengan sistem kategorisasi merah, kuning, dan hijau.

Kelompok hijau yang dinilai berhasil dan produktif dapat langsung mengakses pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Saat ini Bank NTB telah menyiapkan dana awal KUR sebesar Rp30 miliar untuk kredit sektor produktif/UMKM, serta tengah diajukan tambahan Rp20 miliar untuk PMI dan buruh migran. Dukungan pembiayaan untuk sektor peternakan juga akan menyusul dengan nilai lebih besar yaitu 3 persen.

Skema ini diharapkan memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan, sehingga intervensi pemerintah tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut pada pembiayaan usaha mandiri.

Selain ketahanan pangan, pariwisata menjadi pilar ketiga dalam strategi pembangunan NTB. Daerah ini dinilai memiliki potensi alam kelas dunia yang menjadi daya tarik utama.

Pemerintah daerah mencatat peningkatan konektivitas udara dengan dibukanya tujuh rute domestik baru. Dalam waktu dekat, NTB juga menargetkan pembukaan rute internasional menuju Darwin, Perth dan Bangkok, serta penjajakan ke sejumlah kota lain di kawasan Asia dan Australia.

Strategi utama yang diperkuat adalah pengembangan Meeting, Incentive, Convention, and Event (MICE) melalui penyelenggaraan event berskala besar. Pengalaman penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) sebelumnya menunjukkan dampak signifikan. Kehadiran sekitar 22 ribu wisawatan mampu mendorong kenaikan kunjungan wisata dari 9,9 persen menjadi 12 persen pada bulan berikutnya.

Pemerintah menilai wisatawan domestik memberikan dampak belanja (spending) yang lebih besar bagi ekonomi lokal dibanding wisatawan internasional, karena konsumsi mereka langsung menyentuh UMKM, kuliner, dan sektor informal.

Tahun ini, sejumlah event besar telah disiapkan termasuk penyelenggaraan Pocari Sweat Run, MotoGP dan beberapa agenda nasional lainnya. Pemerintah juga mendorong lebih banyak kementerian dan lembaga menggelar kegiatannya di NTB.

Salah satu tantangan dalam pengembangan event adalah proses perizinan keamanan yang dinilai masih rumit dan memakan waktu, bahkan untuk event berskala besar harus melalui Mabes Polri.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Polda untuk menyusun sistem perizinan yang lebih sederhana, transparan, dan memiliki kepastian biaya. Model indeks biaya berdasarkan skala kegiatan tengah dirumuskan agar pelaku usaha mendapatkan kepastian prosedur dan kepastian anggaran.

“Bagi pelaku usaha, yang terpenting adalah kepastian prosedur dan kepastian biaya. Kalau itu jelas, mereka bisa memasukkannya dalam perencanaan usaha,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan integrasi ketahanan pangan, pembiayaan produktif, penguatan konektivitas serta strategi event pariwisata, Pemprov NTB optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026.

Pemprov NTB menyoroti pentingnya penguatan keamanan destinasi wisata seiring meningkatnya kunjungan dan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sejumlah kasus pencurian infrastruktur seperti kabel lampu jalan, baterai, hingga komponen penerangan di kawasan wisata selatan NTB menjadi perhatian serius. Bahkan, infrastruktur yang baru dipasang kerap hilang dalam hitungan hari.

“Kalau hari ini kita pasang lampu, besok kabelnya sudah tidak ada atau baterainya hilang. Ini jadi tantangan serius, terutama di wilayah selatan,” ungkapnya.

Berbeda dengan wilayah utara yang relatif aman, kawasan selatan masih menghadapi gangguan keamanan berulang. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan serta merusak citra daerah.

Sebagai langkah strategis, Pemprov NTB mengusulkan pembentukan Polisi Pariwisata untuk memperkuat pengamanan objek wisata dan infrastruktur pendukungnya. Pemprov siap mendukung peningkatan kapasitas personel, termasuk penyediaan peralatan dan penguatan infrastruktur bagi satuan yang ditugaskan khusus di sektor pariwisata. Koordinasi dengan jajaran kepolisian daerah terus dilakukan guna merumuskan skema terbaik.

“Kami ingin ada kepastian sistem pengamanan destinasi. Pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa rasa aman,” tegasnya.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa keberhasilan tiga pilar pembangunan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh aparat keamanan.

Selain isu keamanan pariwisata, pemerintah daerah juga menyoroti perkembangan kebijakan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sejak 2024, pemerintah pusat mendelegasikan sebagian kewenangan pengelolaan IPR kepada pemerintah provinsi, sebuah langkah yang dinilai jarang terjadi dalam pola hubungan pusat-daerah.

Pemprov NTB menegaskan tidak ingin kewenangan tersebut disalahgunakan. Spirit utama pengelolaan IPR adalah menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai kita dikenang sebagai generasi yang mewariskan lingkungan rusak kepada anak cucu kita”, ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur pengawasan serta regulasi lingkungan sebelum implementasi berjalan optimal. Saat ini, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) terkait IPR tengah dipercepat bersama DPRD.

Perda induk dan aturan turunannya ditargetkan menjadi landasan praktik pertambangan rakyat yang tertib, berkelanjutan, serta berpihak pada masyarakat. Bahkan sejumlah daerah lain disebut mulai mempelajari langkah NTB dalam merancang tata kelola IPR.

Pemprov NTB menegaskan seluruh agenda pembangunan baik penguatan ketahanan pangan, percepatan pariwisata, maupun tata kelola pertambangan rakyat memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, DPRD, dan masyarakat. Ke depan, NTB menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjamin kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

“Apapun keberhasilan yang kita capai nanti, itu adalah keberhasilan kita bersama”, tutupnya.

Redaksi ||

Rabu, 18 Februari 2026

Unit Tipidter Satreskrim Polres Tanggamus Pantau Pedagang Agar Tidak Jual Harga HET


Tanggamus. Media Dinamika Global.Id– Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Tanggamus melakukan pemantauan harga beras premium dan medium di salah satu toko beras di Kecamatan Kota Agung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Pemantauan dilakukan oleh Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Tanggamus yang dipimpin Kanit II Sat Reskrim, Ipda Andrapala, S.H. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak menjual beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Saber Pangan di wilayah Kabupaten Tanggamus, yang dibentuk pemerintah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga-harga komoditas pangan. Upaya tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga serta melindungi masyarakat dari potensi lonjakan harga, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

"Kegiatan ini guna memantau serta menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan dan kami juga menghimbau terhadap para penjual untuk tidak menjual harga bahan pokok di atas harga eceran yang telah di tentukan" ucap Kanit 2 Satreskrim IPDA Andrapala, SH.

Polres Tanggamus menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjaga kondusivitas distribusi dan harga bahan pokok, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pangan.

Yunt

Rabu, 11 Februari 2026

Survei Lahan KDMP Oi Panihi Tambora Rampung, Gerai Koperasi Siap Dibangun dalam Waktu Dekat


Bima, Media Dinamika Global.Id.- Tim Pendamping Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bersama vendor melakukan survei lokasi lahan pembangunan gerai KDMP di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini menjadi langkah validasi luas dan kelayakan lahan sebelum pembangunan gerai koperasi dimulai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus KDMP, Pemerintah Desa, Babinsa, BPD, Danposramil Tambora, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Tim Pendamping KDMP Kabupaten Bima meninjau langsung lokasi dan memastikan bahwa lahan yang disiapkan memenuhi persyaratan pembangunan. Serma Zaid menyampaikan bahwa lahan yang tersedia dinilai layak dan siap untuk pembangunan gerai.

“Lahan untuk membangun gerai layak dan memenuhi syarat, dan secepatnya akan dibangun dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Ketua KDMP Oi Panihi, Aminullah, menjelaskan bahwa kehadiran tim bertujuan memastikan kesiapan lahan sesuai standar nasional. Ia menyebut lokasi gerai dinilai strategis karena berada di depan jalan raya dan dikelilingi akses gang.

“Alhamdulillah lahan KDMP Oi Panihi memenuhi standar nasional. Tim bahkan menyatakan tidak perlu dilakukan pematokan atau pengukuran ulang karena lahannya luas dan sangat strategis,” jelasnya.

Kepala Desa Oi Panihi, Sri Kurniatiningsih, menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan aset desa yang bebas dari sengketa maupun klaim kepemilikan pribadi.

“Lahan KopDes Merah Putih berada di Dusun Dorombolo, merupakan aset desa dan tidak dalam keadaan sengketa,” tuturnya.

Usai proses pengecekan, tim pendamping dan vendor meninggalkan lokasi.

Redaksi ||

Pastikan Warga NTB Bisa Akses Kebutuhan Pokok, Pemprov NTB Gelar Rakor Inflasi Jelang Tibanya Ramadan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.-Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar menjelang bulan Ramadan menggelar Rapat Koordinasi. Rapat koordinasi ini merupakan wujud kepedulian dalam memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Kegiatan Rakor Inflasi tersebut digelar di Hotel Golden Palace. Rabu, (11/2/2026) 

Plt. Sekretaris Daerah, Lalu Muhamad Faozal dalam sambutannya mengatakan, secara umum, ketersediaan bahan pangan di Nusa Tenggara Barat dalam kondisi aman. Namun, Pemprov mencermati adanya kenaikan harga pada komoditas tertentu, terutama cabai rawit, yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca, keterbatasan panen, distribusi ke luar daerah serta meningkatnya permintaan menjelang puasa. 

“Kemarin Bapak Gubernur bersama Satgas pangan Daerah, turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk memantau harga dan pasokan komoditas strategis,” ujar Sekda yang akrab disapa Lalu Faozal tersebut 

Untuk itu, Lanjut Lalu Faozal, Pemerintah Provinsi NTB bersama para stakeholder terus melakukan langkah-langkah konkret, diantaranya dengan memasifkan informasi harga eceran tertinggi serta melaksanakan gerakan pangan murah di berbagai wilayah. 

“Ini sebagai upaya intervensi pasar agar masyarakat tetap tenang dan dapat menjalani ibadah ramadan dengan khusyuk,” kata Lalu Faozal 

Mantan Kepala Dishub NTB ini juga menegaskan, selain rapat koordinasi, Pemprov juga sering turun ke lapangan untuk memastikan tidak hanya ketersediaan, tetapi juga rentan terhadap lonjakan harga, namun masih dalam keterjangkauan harga oleh  masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus

mendorong agar produk-produk UMKM lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri, sekaligus menjadi pilihan utama masyarakat.

“Kita juga perlu menyebarkan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja dengan bijak, tidak berlebihan, serta mengutamakan produk lokal kepada para pedagang. Kami juga berharap dapat menjaga kejujuran, kualitas barang dan stabilitas harga, sehingga pasar menjadi tempat yang memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua,” jelasnya 

Diakhir arahannya  dirinya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan rapat koordinasi ini. 

Redaksi ||

Sabtu, 07 Februari 2026

Gelar Aksi Bersih Jalan Protokol di Kecamatan Sape, Semua Unsur Damkarmat Antusias


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima Pos Damkar Kecamatan Sape melaksanakan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang jalan protokol Kecamatan Sape pada Minggu, 8 Februari 2026.




Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir sampah-sampah yang tercecer, khususnya sampah yang terbawa aliran air di saluran dan parit sepanjang jalan protokol. Aksi bersih tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah sering dilaksanakan oleh Damkarmat, baik secara mandiri maupun bersama unsur lain seperti Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Meski kegiatan pembersihan telah dilakukan secara rutin, masih ditemukan banyak sampah yang berserakan di berbagai titik. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.

Melalui kegiatan ini, Damkarmat Kecamatan Sape mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Sape, mulai dari wilayah Sari hingga Naru, khususnya warga yang tinggal di sepanjang sungai dan parit, agar tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun parit. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti sumber penyakit, merusak keindahan lingkungan, serta mencemari lahan pertanian yang menjadi muara aliran sampah tersebut.

Dalam kesempatan ini, pihak Damkarmat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima yang telah meminjamkan armada truk untuk mendukung kelancaran kegiatan pembersihan.

(Team.MDG.03)

Kamis, 05 Februari 2026

Gerakan Indonesia ASRI, Polres Halsel Bersama Siswa SMA Gelar Aksi Bersih Pantai


Humas Polres Halsel - Polres Halmahera Selatan bersama Polsek Pulau Bacan melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang berlokasi di Pantai UMKM, Desa Tembal, Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi SMA Alkhairaat Labuha dan SMA Negeri 1 Halmahera Selatan sebagai bentuk kolaborasi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Jumat (06/02/26)

Gerakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, pada 2 Februari 2026, terkait penguatan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh daerah, khususnya dalam upaya memerangi permasalahan sampah.


Kegiatan bersih pantai tersebut diikuti oleh jajaran Polres Halmahera Selatan, Polsek Pulau Bacan, para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta seluruh personel, bersama para guru pendamping dan para pelajar. Seluruh peserta secara bersama-sama membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai UMKM Desa Tembal.

Wakapolres Halmahera Selatan Kompol Iksan Prananto, S.I.K., M.H., turut hadir dan turun langsung memungut sampah bersama peserta. Kehadiran Wakapolres di lapangan menjadi wujud nyata komitmen Polres Halmahera Selatan dalam mendukung program nasional serta memberikan contoh langsung kepada generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Wakapolres Halmahera Selatan Kompol Iksan Prananto menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Indonesia ASRI ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diperangi secara berkelanjutan, dimulai dari lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Polres Halmahera Selatan berharap sinergi antara Polri, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang berwawasan lingkungan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.


Lik////