Media Dinamika Global: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2026

Dikes NTB Siapkan Indeks Kesehatan Desa Mendukung Desa Berdaya


Mataram, Media Dinamika Global - Stunting, kemiskinan ekstrim dan pariwisata berkualitas menyasar masyarakat desa melalui program Desa Berdaya. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam intervensi sektor kesehatan berupaya menuntaskan tiga program strategis tersebut sebagai bagian dari orkestrasi dan kolaborasi pemangku kebijakan. 

Dinas Kesehatan NTB dalam mendukung Desa Berdaya telah menyiapkan indeks kesehatan desa yang akan menjadi panduan dalam pengentasan stunting melalui kecukupan gizi dan mengendalikan perilaku masyarakat dalam konsumsi rokok yang menjadi salah satu penyebab kemiskinan. 

"Konsumsi rokok itu nomor dua setelah beras. Ini juga faktor kemiskinan dan turunnya kualitas kesehatan masyarakat yang membuat produktifitas berkurang", ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS. 

Dikatakannya, indeks kesehatan desa adalah instrumen intervensi kesehatan transformatif di 40 desa pertama untuk mendukung pengentasan triple agenda dan sedang dibahas bersama dalam forum lintas organisasi perangkat daerah. 

" Dinas kesehatan sendiri melalui jejaringnya mulai Puskesmas sampai Posyandu memastikan peningkatan nilai gizi masyarakat dan melibatkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG", sebutnya. 

Program MBG seperti dijelaskan Kadikes akan   menaikkan layanan seratus persen untuk makanan bergizi bagi ibu hamil, menyusui dan balita yang sangat berkorelasi dengan peningkatan status gizi masyarakat dalam penyelesaian stunting.

Dinas Kesehatan telah banyak memberikan masukan kepada Satgas MBG NTB agar koordinator wilayah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  yang terlibat benar benar memperhatikan kualitas gizi dan distribusi pada tiga kategori warga tersebut. 

Dalam hal pelayanan kesehatan transformatif, Dikes NTB dalam mendukung  triple agenda Pemprov terkait dengan masalah kesehatan umum seperti penyakit menular dan tidak menular serta emerging diseases. 

Bagi desa terpencil dan terisolasi karena fasilitas alat kesehatan, Pemprov NTB mengupayakan pasien jantung, stroke atau cuci darah mendapat pelayanan di pulau Sumbawa dengan menaikkan status RS Manambai menjadi tipe B dengan seluruh fasilitas kesehatan pendukungnya. Begitupula dengan RSUP kota Bima yang pada Juni nanti sudah dapat melayani pasien dengan penyakit diatas. 

Dan untuk kasus ekstrim yang harus dirujuk ke rumahsakit provinsi di pulau Lombok, Pemprov telah menyediakan fasilitas rumah singgah dan menggratiskan biaya penyeberangan bagi ambulans yang membawa pasien. 

Adapun Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pedoman Kemenkes dan Perda Nomor 3 Tahun 2014 adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar (sekolah), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. 

"Ini salah satu dari upaya pengendalian kesehatan masyarakat dalam perilaku merokok. Inisiatif baru, kita integrasikan dengan Desa Berdaya menciptakan percontohan rumah atau kampung bebas asap rokok", ujarnya. 

Rekomendasi lain sebagai kegiatan teknis dalam upaya pengendalian tersebut adalah unit bantuan berhenti merokok di Puskesmas dengan screening riwayat kesehatan pasien dan edukasi bahaya rokok yang lebih masif dengan penegakan aturan yang serius serta memperluas KTR di kawasan kawasan wisata. 

Secara ekonomi, konsumsi rokok yang tinggi ini juga belum banyak memberikan kontribusi bagi pemeliharaan dan pelayanan kesehatan masyarakat dari cukai rokok sebagai penghasil tembakau terbesar nasional. 

Oleh karena itu, Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan terus mengupayakan intervensi kesehatan dalam menunjang keberhasilan penuntasan stunting, mengentaskan kemiskinan dan menjadikan daerah wisata ini berstandar dunia dengan fasilitas dan ekosistem pelayanan kesehatan yang baik. 

Redaksi |

Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dorong Masyarakat Patuhi Kawasan Tanpa Rokok


Mataram, Media Dinamika Global - Kawasan Tanpa Rokok sesuai Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2014 belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat baik oleh pengelola maupun perokok. 

Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pedoman Kemenkes dan Perda di berbagai daerah  adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar (sekolah), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. 

"Ini salah satu dari upaya pengendalian kesehatan masyarakat dalam perilaku merokok. Inisiatif baru, kita integrasikan dengan Desa Berdaya menciptakan percontohan rumah atau kampung bebas asap rokok", ujar Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS dalam forum Rapat Koordinasi Strategis Tindak Lanjut Aksi Penguatan Program  Pengendalian Rokok untuk Kesehatan di Provinsi NTB (Lombok Plaza Hotel, 31/03/2026). 

Rekomendasi lain sebagai kegiatan teknis dalam upaya pengendalian tersebut adalah unit bantuan berhenti merokok di Puskesmas dengan screening riwayat kesehatan pasien, pengaturan iklan rokok luar ruang, pemasangan tanda KTR lengkap dengan aturannya dan sidak reguler oleh Satgas KTR dengan melibatkan   pengelola. 

Sementara itu, Putu Ayu Swandewi Astuti dari Udayana Central, Universitas Udayana, Bali mengatakan, dari sepuluh kabupaten/ kota di NTB masih ada tiga yang belum memiliki peraturan daerah turunan dari peraturan Kemenkes. 

"Dan kalau diperlukan juga perubahan perubahan dalam perda menyesuaikan dengan keadaan sekarang atau membuat aturan aturan nonformal di masyarakat untuk mengubah perilaku", sebutnya. 

Dirinya juga menghimbau agar penegakan Perda dilaksanakan dengan sungguh sungguh dan edukasi bahaya rokok yang lebih masif. 

Dalam paparannya, Lina Nurbaiti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, menjelaskan, NTB menghadapi tantangan serius dengan angka perokok remaja usia 10-18 tahun mencapai 12,4% dari populasi remaja, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia. Data BPS 2023 menunjukkan prevalensi perokok usia 15-24 tahun di NTB mencapai 24,24%, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Bima. 

Namun demikian, sebagai daerah penghasil tembakau virginia terbesar nasional, meski dilematis, biaya kesehatan masyarakat tak sebanduming dengan pendapatan dari cukai tembakau. Begitupula dengan faktor ekonomi yang menempatkan rokok di urutan kedua setelah beras dalam pengeluaran keluarga. 

"Kita harus cemas karena perokok muda terus bertambah apalagi dengan varian merokok seperti vape yang menjadi gaya hidup anak muda", jelasnya. 

Hadir dalam Rapat Koordinasi ini, para Kepala/ Pejabat Dinas Kesehatan kabupaten/ kota, OPD terkait dan akademisi berbagai universitas di NTB. 

Redaksi |

Selasa, 17 Maret 2026

Respon Cepat Dinkes Kota Bima Tangani Penyebaran Campak Rubella


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima kini mulai gencar melakukan pencegahan penyebaran Campak Rubella melalui penguatan imunisasi MR (Measles Rubella) terutama bagi anak-anak. 

Dalam hal ini Kadis Kesehatan Kota Bima Ahmad. S. Sos..M.Kes menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus tahun 2025 sekitar 361 orang terpapar Suspek Campak, yaitu Virus yang gejalanya menyerupai Campak, sampai pada akhir Januari dan Februari tahun 2026. 

Dan setelah dilakukan pemeriksaan pengambilan sampel di laboratorium yang kemudian kita kirim ke Surabaya, Alhamdulillah hasilnya masih Negatif, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Lebih lanjut dijelaskannya, Pasca terjadi dugaan penyebaran virus tersebut, kami langsung menggelar pertemuan bersama tim Propinsi dan Kota Bima, juga dihadiri oleh tim WHO dari Indonesia, kemudian kami mengambil langkah-langkah tindakan.

Pertama, setelah dilakukan kajian Epidemiologi, bahwa dengan penyebar luasan Campak yang begitu banyak, itu akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian Vaksinasi anak yang berusia 9-59 bulan tanpa memperhatikan status Imunisasi sebelumnya.

ORI merupakan jenis Vaksin Campak yang diberi nama Measles Rubella (MR), pungkasnya 

Dikatakannya lagi, Pemberian Vaksinasi tersebut dengan sasaran di Kota Bima dengan usia 9-59 bulan sebanyak, 14.343 anak, maka pemberian ORI tersebut sudah berjalan sejak 5 Maret 2026.

Mudah-mudahan dengan upaya kita memutuskan rantai penyebaran Virus tersebut melalui pemberian Vaksin ORI, kami mampu memenuhi semua target 14.343 anak, dan Alhamdulillah capaian kita hari ini sudah mencapai 20 persen, dari jumlah tersebut.

Semoga tidak terjadi kematian akibat penyebaran Virus Campak yang terjadi di Wilayah Kota Bima, mari kita doakan bersama. 

Dan perlu kita ketahui bersama bahwa, sifat penyakit tersebut, dari satu anak yang terpapar, akan bisa menular hingga 10 atau lebih ke anak yang lain, yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang.

Campak ini sendiri berasal dari Kabupaten Bima, kemudian tertular dan menyebar dengan cepat, hal ini terjadi akibat adanya akibat mobilisasi masyarakat yang begitu cepat dari Kabupaten ke Kota Bima, sehingga dari banyaknya masyarakat terdapat satu orang terkena Campak, maka yang lainnya juga yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar oleh Virus tersebut., bahkan hingga belasan orang yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar.

Cara penularan Virus campak dapat menyebar melalui udara, ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, maka tetesan kecil yang mengandung virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu dan terhirup oleh orang lain di sekitarnya, sehingga tetesan itu akan menyebabkan orang lain tertular.

Terakhir disampaikannya, yang kedua, mudahnya penyebaran Virus Campak tersebut akibat proses Vaksinasi yang dilakukan tidak maksimal, ini sangat berpotensi meningkatnya penyebaran Campak pada anak-anak.

Dan jika para orang tua menemukan gejala berat, seperti, sesak napas, demam tinggi, kejang-kejang, atau anak terlihat sangat lemah, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan, maka segera bawa ke Rumah Sakit, agar anak mendapatkan perawatan secara medis, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. tutupnya. (Tim)

Senin, 16 Maret 2026

BKKBN Kota Bima Siap Bermitra Dengan LSM Dinamika Global Dalam Menyukseskan Program KB




Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Dengan menjalankan program Keluarga Berencana (KB) tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan mencegah lonjakan populasi yang tidak seimbang dengan sumber daya alam, yang berpotensi menimbulkan kekacauan dan keresahan secara sosial maupun ekonomi di masa depan.

Dalam hal ini, Kepala Dinas BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin, SP.MM, menjelaskan saat ini kami melaksanakan program pengendalian penduduk Keluarga Berencana (KB), dan fokus pada pelayanan KB dengan memanfaatkan Tim pendamping Kelurahan yang dari kesehatan, kami juga memiliki tim penyuluh untuk mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat itu paham apa itu Keluarga Berencana (KB). 

Karena dengan program KB, keluarga mereka sehat, sejahtera dan berkualitas, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Disisi lain, Ia juga mengajak seluruh masyarakat, maupun penggiat publik, seperti Wartawan, LSM untuk ikut terlibat dalam menciptakan perubahan positif, serta memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, 

Bahkan dengan tegas Ichwanul Muslimin SP.MM, selaku Kepala BKKBN Kota Bima, meminta ketertiban pihak NGO (Non-Govemmental Organization) untuk ikut membantu peran BKKBN dalam mensukseskan program KB, sehingga masyarakat memiliki keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Bahkan dirinya siap memfasilitasi keterlibatan pihak NGO untuk bermitra dengan pemerintah dalam hal ini BKKBN Kota Bima, karena menurutnya organisasi ini memiliki peran krusial dalam mengkampanyekan program KB (Keluarga Berencana), "Ia, jika ingin bermitra atau bekerja sama dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mendukung program KB melalui edukasi dan sosialisasi maupun penyediaan layanan, saya siap untuk memfasilitasinya, ujarnya.

Hebatnya lagi, ketika salah seorang Ketua Umum LSM Dinamika Global, Syahril menawarkan kemitraan, Kepala BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin SP.MM, menyambut baik keinginan tersebut, bahkan dirinya akan mempertemukan Ketua LSM Dinamika Global tersebut bersama seluruh relasi-relasinya agar bisa berkolaborasi dalam membantu menciptakan Keluarga yang sejahtera dan berkualitas melalui program Keluarga Berencana (KB). (Tim)

Jumat, 13 Maret 2026

TKW Asal Desa Boro Sanggar Bima Sakit Parah, Ingin Pulang Dibantu Pemerintah



Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Tenaga Kerja Wanita (TKW)  asal desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Juwiati (36) meminta pemerintah untuk membantu kepulangannya ke Indonesia. Karena,  menderita sakit mengalami tekan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan sebelah kiri, hingga mengakibatkan tidak dapat bergerak sama sekali.

Pihak keluarga Juwiati, Ida Farida (45) meminta bantuan kepada pemerintah agar saudaranya dapat pulang ke Kampung halamannya Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima NTB. 

Dikatakan, juwiati bekerja di Malaysia kurang lebih sudah enam bulan berjalan," katanya. 

Namun, saat ini mengalami sakit  tekanan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan kiri, sehingga tidak bisa jalan, semua badannya bengkak.

“informasi terakhir yang saya terima, juwiati sempat dirawat dirumah sakit Malaysia, sekarang sudah dikeluarin karena tidak ada biaya pengobatan," ujanya.

Ida menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Gubernur NTB,  Bupati Bima,  dapat ikut memberikan atensi. Ia berharap kasus ini dapat dikomunikasikan hingga ke Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi pengobatan dan mempermudah proses pemulangan Juwiati ke Indonesia, khususnya ke desa Boro. 

Dalam hal ini, pihak keluarga sangat berharap, agar juwiati bisa dirawat di rumah sakit yang ada di Bima saja," harapnya. Seperti dikutip dari Media WARTABUMIGORA.ID sebelumnya.

Kamis, 05 Maret 2026

Kepsek SMPN 1 Woha, Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Oleh PKM Woha


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Sejumlah Guru di SMP Negeri 1 Woha mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh PKM Woha di ruangan TU Sekolah setempat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan bagi instansi-instansi yang berada di wilayah Kecamatan Woha. Selasa, (03/03/26).

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan secara langsung dengan tenaga medis. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para guru sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Kepala SMP Negeri 1 Woha, Najamudin, Spd, Menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi para guru, mengingat kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, pihak PKM Woha menjelaskan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai instansi di Kecamatan Woha sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(Tim)