Media Dinamika Global: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

TKW Asal Desa Boro Sanggar Bima Sakit Parah, Ingin Pulang Dibantu Pemerintah



Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Tenaga Kerja Wanita (TKW)  asal desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Juwiati (36) meminta pemerintah untuk membantu kepulangannya ke Indonesia. Karena,  menderita sakit mengalami tekan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan sebelah kiri, hingga mengakibatkan tidak dapat bergerak sama sekali.

Pihak keluarga Juwiati, Ida Farida (45) meminta bantuan kepada pemerintah agar saudaranya dapat pulang ke Kampung halamannya Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima NTB. 

Dikatakan, juwiati bekerja di Malaysia kurang lebih sudah enam bulan berjalan," katanya. 

Namun, saat ini mengalami sakit  tekanan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan kiri, sehingga tidak bisa jalan, semua badannya bengkak.

“informasi terakhir yang saya terima, juwiati sempat dirawat dirumah sakit Malaysia, sekarang sudah dikeluarin karena tidak ada biaya pengobatan," ujanya.

Ida menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Gubernur NTB,  Bupati Bima,  dapat ikut memberikan atensi. Ia berharap kasus ini dapat dikomunikasikan hingga ke Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi pengobatan dan mempermudah proses pemulangan Juwiati ke Indonesia, khususnya ke desa Boro. 

Dalam hal ini, pihak keluarga sangat berharap, agar juwiati bisa dirawat di rumah sakit yang ada di Bima saja," harapnya. Seperti dikutip dari Media WARTABUMIGORA.ID sebelumnya.

Kamis, 05 Maret 2026

Kepsek SMPN 1 Woha, Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Oleh PKM Woha


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Sejumlah Guru di SMP Negeri 1 Woha mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh PKM Woha di ruangan TU Sekolah setempat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan bagi instansi-instansi yang berada di wilayah Kecamatan Woha. Selasa, (03/03/26).

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan secara langsung dengan tenaga medis. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para guru sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Kepala SMP Negeri 1 Woha, Najamudin, Spd, Menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi para guru, mengingat kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, pihak PKM Woha menjelaskan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai instansi di Kecamatan Woha sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(Tim)

Irjen Nurworo Tekankan Evaluasi MBG, Dokkes NTB Siap Tindaklanjuti


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Personel Biddokkes Polda NTB mengikuti zoom meeting sosialisasi food safety dari Mabes Polri. Kegiatan berlangsung di Aula Biddokkes Polda NTB, Kamis (5/3/2026), mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Agenda diawali pembukaan dan sambutan Kapusdokkes Polri, lalu masuk sesi pemaparan materi dari para pejabat utama di Mabes Polri. Fokus pembahasan mengarah pada penguatan keamanan pangan, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri.

Kabid Yankes Rokespol Kombes Pol. dr. Freddy Worang Johanes, M.A.R.S., memaparkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama, dalam penanganan kejadian tidak diharapkan saat pelaksanaan MBG.

“FKTP punya peran penting dalam deteksi dini dan penanganan cepat, jika muncul kejadian tidak diharapkan dalam program MBG. Sistem respons harus sigap dan terukur,” tegas dr. Freddy.

Sedangkan Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.IK. menyampaikan hasil analisis dan evaluasi (anev), pelaksanaan MBG di berbagai wilayah.

“Evaluasi rutin jadi kunci agar program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberi manfaat nyata,” ujar Irjen Nurworo Danang.

Sementara itu, Karo Dokpol Mabes Polri Brigjen Pol. dr. Nyoman Eddy PW., Sp.F., D.F.M. menekankan standar keamanan pangan wajib dipenuhi, dalam setiap tahapan distribusi makanan.

“Food safety bukan sekadar prosedur administratif, tetapi perlindungan kesehatan bagi penerima manfaat,” jelas Brigjen dr. Nyoman Eddy.

Dari Mataram, Kabid Dokkes Polda NTB Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, Sp.OG. (K), M.A.R.S., M.H.Kes., mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama personel Biddokkes.

Ia menyambut positif sosialisasi tersebut sebagai penguatan kapasitas teknis di daerah.

“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan MBG Polri, dengan memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan terjaga di wilayah NTB,” ungkap dr. Komang Tresna.

Sesi diskusi berlangsung interaktif sebelum kegiatan ditutup. Sosialisasi itu diharapkan memperkuat sinergi bidang kesehatan, dalam mendukung keberlanjutan program MBG Polri secara profesional dan aman.

Redaksi ||

Gubernur NTB Dorong Penanganan Stunting di Batukliang Utara


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengunjungi Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting. Dirinya meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, agar penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Gubernur Iqbal.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan yang memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok. Kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.

“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, termasuk membuang sampah pada tempatnya.

“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.

Kepala Desa Lantan Lalu Irwan, menjelaskan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.

Dirinya mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan” sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah. 

Redaksi ||

Jumat, 27 Februari 2026

Gubernur NTB Ambil Langkah Cepat, Pastikan Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUP


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal mengambil langkah cepat untuk membantu seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa yang sempat tertahan di rumah sakit akibat kendala biaya dan administrasi.

Pasien tersebut telah menjalani perawatan selama lima hari di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan pertimbangan medis, pasien membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun proses rujukan terkendala tunggakan administrasi serta biaya operasional rujukan yang tidak mampu dipenuhi keluarga.

Selain itu, BPJS Kesehatan pasien tidak dapat digunakan karena persoalan regulasi yang berkaitan dengan kronologi kejadian, sehingga klaim penjaminan tidak dapat diproses secara normal.

Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur NTB segera menginstruksikan jajarannya untuk memastikan penanganan pasien tidak terhambat. Pemerintah Provinsi NTB membantu menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, serta menanggung biaya ambulans medis.

Tidak hanya itu, keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah di Mataram selama masa perawatan agar tidak terbebani biaya tambahan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” demikian arahan Gubernur Miq Iqbal dalam proses koordinasi penanganan. Jum'at (27/2/26).

Saat ini pasien telah tiba di RSUP NTB dan mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit diminta memberikan pelayanan optimal sesuai standar medis yang berlaku.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk hadir dan responsif dalam situasi darurat, khususnya ketika menyangkut keselamatan warga.

Redaksi ||

Kamis, 26 Februari 2026

Kunjungi Puskesmas Gerung, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Intervensi Stunting yang Presisi


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.– Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai dari pendataan yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi istri yang juga Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, serta berdialog langsung dengan para ibu dan kader posyandu setempat, Gerung (26/2/2026). 

“Kesimpulannya adalah kalau stunting ini yang paling perlu adalah pendataan. Datanya harus betul-betul akurat. Tidak satu faktor yang membuat terjadinya stunting. Bisa jadi genetik, sanitasi buruk, rumah tidak layak huni sehingga rentan terkena TBC dan kelembapan. Tidak ada satu solusi untuk stunting ini. Yang jelas, kalau kita punya data yang baik dan akurat maka kita bisa membangun kebijakan yang lebih presisi sesuai jenis intervensi yang dibutuhkan masing-masing anak,” tegas Gubernur.

Miq Iqbal, sapaan Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani stunting. 

“Banyak sekali kegiatan puskesmas dalam rangka menangani stunting. Saya ucapkan terima kasih atas upaya intervensi yang serius yang dilakukan Lombok Barat, termasuk pembagian susu. Kita juga akan membantu melakukan identifikasi di daerah-daerah lain, karena saya yakin kebutuhan intervensi di setiap tempat berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. 

“Alhamdulillah ada penurunan stunting, tapi ini perlu terus ditingkatkan. Ini masalah yang sangat serius karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Kita harus memberdayakan masyarakat untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus kita lakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting tinggi,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengentaskan stunting. Ini butuh dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama yang anaknya sudah menunjukkan kemajuan, untuk bersama-sama saling mendukung,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menyoroti persoalan pernikahan usia anak yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan rumah dalam penanganan stunting masih sangat besar. Ia menekankan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko menuju stunting.

“PR kita dalam penanganan stunting ini sangat berat. Ada anak-anak yang menuju stunting dan harus kita jaga agar jangan sampai benar-benar stunting. Ibu-ibu yang sudah berhasil menjaga anaknya tetap sehat agar bisa membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menjadikan pernikahan usia anak sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.

“Tolong dipesankan kepada anak-anak dan keluarga bahwa menikah bukan solusi, justru bisa menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.

Menutup arahannya, Sinta Agathia mengingatkan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak.

“Lebih baik kita capek sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pesannya.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, memperbaiki kualitas data, serta memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah NTB.

Redaksi ||