Media Dinamika Global: Hukum
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2026

Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Kab Bima Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Salah satu Tokoh Politik Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan. Tidak semua hubungan lahir karena ketulusan melainkan atas segala kepentingan.

Politik semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena ada sesuatu yang bisa mereka ambil. Bisa perhatianmu, bantuanmu, koneksimu, waktumu, atau sekadar kenyamanan emosional yang kamu berikan.

Ironisnya, hubungan seperti ini sering terlihat sangat dekat di awal. Mereka sering menghubungi, sering hadir, dan membuatmu merasa dibutuhkan. Tetapi pola aslinya mulai terlihat ketika keadaan berubah. Saat kamu tidak lagi bisa memberi apa yang mereka inginkan, perlahan mereka menjauh tanpa rasa bersalah.

Ada teman yang hanya menghubungi saat butuh bantuan. Ada yang tiba tiba dekat ketika hidupnya sedang kacau, tetapi menghilang saat semuanya kembali baik. Ada juga yang terus menjadikanmu tempat bercerita, tetapi tidak pernah benar benar hadir saat kamu yang sedang jatuh.

Masalahnya, manusia punya kebutuhan untuk merasa dibutuhkan. Karena itu banyak orang bertahan dalam hubungan yang tidak seimbang hanya karena takut kehilangan kedekatan sosial. Padahal tidak semua kehadiran berarti kepedulian.

Inilah alasan kenapa banyak hubungan pertemanan sebenarnya dibangun lebih atas kebutuhan daripada ketulusan.

1. Banyak Hubungan Sosial  Politik Bersifat Transaksional Atau Balas Jasa dengan Kontribusi Kemenangan 

Ini kenyataan yang jarang diakui secara jujur. Banyak hubungan bertahan karena ada timbal balik tertentu. Selama seseorang masih memberi manfaat emosional atau praktis, hubungan terasa hangat.

Tetapi ketika manfaat itu hilang, hubungan juga perlahan memudar. Karena sebagian orang sebenarnya tidak terikat dengan dirimu, melainkan dengan apa yang bisa mereka dapatkan darimu. Dan semakin dewasa, pola ini semakin mudah terlihat.

2. Orang yang Kalah Sudah Rahasia Umum Kesepian Sering Datang Saat Hidupnya Sedang Berat

Ada orang yang tiba tiba sangat dekat saat dirinya sedang hancur. Mereka butuh tempat bercerita, butuh didengarkan, butuh ditemani.

Masalahnya, setelah hidupnya membaik, mereka perlahan pergi. Karena sebenarnya hubungan itu lebih banyak dibangun dari kebutuhan emosional sementara, bukan kepedulian yang tulus. Itulah kenapa beberapa orang hanya hadir ketika mereka membutuhkan tempat bersandar.

3. Banyak Orang Sedang Menyukai Manfaat Kehadiranmu, Bukan Dirimu Seutuhnya

Ada orang yang suka energimu karena kamu pendengar yang baik. Ada yang suka dekat denganmu karena kamu selalu membantu. Ada yang nyaman karena kamu sulit berkata tidak.

Tetapi ketika kamu mulai menjaga batas, mulai sibuk dengan hidup sendiri, atau tidak lagi selalu tersedia, sikap mereka berubah. Karena yang mereka nikmati bukan benar benar dirimu, melainkan kenyamanan yang mereka dapatkan dari keberadaanmu.

Kalau kamu suka pembahasan seperti ini tentang psikologi manusia, relasi sosial, dan sisi tersembunyi hubungan pertemanan yang jarang dibahas secara mendalam, kamu bisa ikut konten eksklusif Logika Filsuf. Banyak pembahasan yang lebih tajam dan lebih relevan dengan realitas hubungan manusia.

4. Orang yang Kerja Tulus Tetap Hadir Meski Tidak Sedang Membutuhkan Apa Apa

Perbedaan terbesar antara hubungan tulus dan hubungan penuh kepentingan terlihat saat tidak ada keuntungan yang bisa diambil.

Orang yang benar benar peduli tetap menghubungimu tanpa alasan khusus. Mereka tetap hadir meski kamu tidak sedang berguna bagi mereka. Karena hubungan yang sehat dibangun dari rasa peduli, bukan hanya kebutuhan sesaat.

5. Banyak Orang Tidak Sadar Bahwa Mereka Memanfaatkan Orang Lain

Ini yang menarik dalam psikologi sosial. Tidak semua orang sengaja menjadi manipulatif. Kadang mereka memang terbiasa menjadikan orang tertentu sebagai tempat pelarian emosional tanpa sadar bahwa hubungannya sangat sepihak.

Mereka terus datang saat butuh didengar, tetapi tidak pernah belajar hadir secara seimbang. Karena itu penting bagi seseorang untuk sadar kapan dirinya sedang membangun hubungan sehat dan kapan dirinya hanya dijadikan tempat persinggahan sementara.

6. Takut Kehilangan Pertemanan Membuat Banyak Orang Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Seimbang

Banyak orang sebenarnya sadar dirinya hanya dicari saat dibutuhkan. Tetapi mereka tetap bertahan karena takut kesepian.

Akibatnya mereka terus mengorbankan waktu, tenaga, dan emosinya demi mempertahankan hubungan yang sebenarnya menguras dirinya sendiri. Padahal hubungan yang sehat seharusnya tidak membuat satu pihak terus merasa dipakai tanpa pernah benar benar dihargai.

7. Kedewasaan Politik Membuatmu Lebih Selektif Memberi Energi pada Orang Lain

Semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa energinya terbatas. Dia tidak bisa terus hadir untuk semua orang sambil mengabaikan dirinya sendiri.


Karena itu dia mulai memilih hubungan yang saling mendukung, bukan hanya hubungan yang datang saat butuh lalu menghilang saat keadaan membaik. Dan di fase ini, seseorang mulai memahami bahwa lebih baik punya sedikit hubungan yang tulus daripada banyak hubungan yang hanya aktif ketika ada kepentingan.

Banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena mereka membutuhkan sesuatu dari dirimu. Dan memahami kenyataan ini bukan berarti menjadi sinis terhadap semua hubungan, tetapi supaya lebih bijak membedakan mana hubungan yang sehat dan mana yang hanya memanfaatkan kebaikanmu.

Menurutmu, apa tanda paling jelas bahwa seseorang hanya datang saat membutuhkan kita? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan share tulisan ini ke orang yang terlalu sering hadir untuk semua orang, tetapi jarang benar benar dihargai saat dirinya yang membutuhkan bantuan.

@sorotan

Kamis, 07 Mei 2026

Perkuat Sinergi Hukum, Sekda Kabupaten Bima Terima Audiensi Kanwil Kemenkum NTB


Bima. Media Dinamika Global.id. Kabupaten Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi, SE Rabu (06/menerima kunjungan audiensi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Nusa Tenggara Barat di ruang rapat Sekretariat Daerah Pada Rabu, (06/05/26) 

Dalam arahannya, Sekda Adel Linggi Ardi menjelaskan, pertemuan ini ditujukan untuk mempererat kolaborasi terkait edukasi produk hukum dan perlindungan potensi daerah.

Karena itu, sinergi ini penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan di daerah, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola desa.

Adel berharap kehadiran perwakilan Kemenkum NTB dapat memberikan penguatan literasi hukum bagi perangkat desa maupun masyarakat.

‎"Kami berharap perwakilan Kemenkumham NTB dapat membantu mengedukasi masyarakat dan pemerintah daerah terkait produk-produk hukum yang ada, guna meminimalisir permasalahan hukum di tingkat desa," ujar Sekda.

Melalui audiensi ini, diharapkan tata kelola hukum di Kabupaten Bima semakin transparan, akuntabel, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat serta aset budaya daerah.

Kepala Kanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, yang hadir didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Anna Ernita, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret.

"Ada dua poin utama yang disarankan oleh Kanwil Kemenkumham NTB kepada Pemerintah Kabupaten Bima. "Menyarankan pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atau Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Namun, hal ini memerlukan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Bantuan Hukum agar dukungan anggaran dan operasional memiliki dasar yang kuat." Ujar Kakanwil.

Aspek lainnya, mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bima untuk segera melegalisasi dan mendaftarkan potensi kearifan lokal maupun produk khas Kabupaten Bima ke Kemenkum. Hal ini penting untuk mencegah klaim identitas budaya oleh daerah lain." tegasnya..

‎Pertemuan tersebut berlangsung khidmat dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Afifudin, SE.,MM,  Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bima Fatahullah, S.Pd,, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Drs. H. Masykur, MM, Kepala BRIDA Bahrain, S.IP.,M.Si dan Kabag Hukum Setda Kabupaten Bima Muchlis, SH. (Tim/ADV)

Rabu, 06 Mei 2026

Misteri Selisih PAD Bima Rp 28 Miliar, Siapa Salah Hitung ?


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena adanya perbedaan basis data yang digunakan. 

Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.


Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja. (Tim/ADV)

Kamis, 30 April 2026

Lestarikan Lingkungan, TP PKK dan GOW Lakukan Penghijauan di Lambitu


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangkaian kegiatan Selasa Menyapa di Desa Kaboro - Lambitu, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima Ny Anita Irfan melaksanakan penanaman pohon di lingkungan SMP Negeri 3 Lambitu, Kamis pagi (30/4/26).

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr H Irfan Zubaidy juga dihadiri para kepala perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Lambitu dan kepala desa setempat yang bersama-sama mengikuti aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan, khususnya bagi generasi muda di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para siswa dan seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menanam pohon adalah langkah sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan hidup di masa depan". Ujarnya.

Ny. Murni Suciyanti juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini, agar menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut karena masa depan lingkungan akan banyak ditentukan dan dirasakan dampaknya oleh anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita mengungkapkan, keterlibatan organisasi perempuan dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pelestarian lingkungan yang digalakkan pemerintah daerah.

Dengan adanya pendampingan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bima, kegiatan ini semakin menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Terangnya. (Tim/ADV).

Kabid SDA PUPR Kota Bima, Respon Keluhan Warga Penaraga, Soal Penyebab Luapan Banjir


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Persoalan warga yang terdampak akibat luapan banjir di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima, kini mendapat perhatian Pihak Pemerintah Kota Bima dalam hal ini Kabid  SDA Imam Baskoro. Rabu, (15/04/26)

Memang selama ini Warga sekitaran RT. 01, 03, dan 11, kerap menjadi sasaran luapan banjir, yang ketinggiannya mencapai satu meter, hal ini menyebabkan keresahan yang luar biasa bagi warga yang menjadi sasaran luapan banjir tersebut.

Namun hal ini sudah mendapat perhatian dari pihak PUPR Kota Bima, dalam hal ini Kabid SDA bersama Media ini, beliau menjelaskan bahwa dirinya akan segere melakukan konfirmasi ke pihak JAICA yang saat ini sedang melakukan penanganan pelebaran sungai si sekitar wilayah tersebut.

Dan tak hanya itu saja, ia berjanji bersama dengan pihak terkait juga meminta kepada warga setempat untuk sama-sama ke lokasi, guna memastikan terkait upaya penanggulangan terhadap akibat terjadinya luapan banjir yang begitu meresahkan warga selama ini.

Dalam hal ini, beliau meminta kepada warga agar bersabar sembari melihat bagaimana cara penanggulangan musibah tersebut, apakah nanti dilakukan pengalihan pintu keluar masuknya air atau dilakukan pembuatan pintu di kali kecil yang mengarah ke pemukiman, harapnya.

Terakhir disampaikannya, semoga kita bisa menemukan solusi dalam hal ini, namun kita tetap pada aturan atau prinsip-prinsip yang berlaku, juga diharapkan kerja yang baik agar semuanya bisa berjalan dengan baik. (Tim)

Pelayanan Terpadu PKH dan Kesehatan, Hadir di Selasa Menyapa Lambitu


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangkaian program Selasa Menyapa yang dipusatkan di Desa Kaboro dan Sambori Kecamatan Lambitu, Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya aspek bantuan sosial dan kesehatan. Kamis, (30/04/26)

Untuk menjabarkan komitmen tersebut Kamis pagi (30/4/2026) Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy dan kepala Perangkat Daerah, Camat Lambitu Hafid, S.Sos dan para Kepala desa setempat, meninjau langsung pelaksanaan berbagai layanan yang dihadirkan bagi masyarakat di SMP Negeri 3 Lambitu.

Fokus layanan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, pengaduan bansos dan pelayanan kesehatan seperti BPJS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). 

Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi, melakukan pendaftaran, hingga menyampaikan keluhan terkait bantuan sosial dan layanan kesehatan.

Bupati Ady Mahyudi di sela peninjauan ke sejumlah Posko pelayanan mengungkapkan bahwa PKH dan sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan tepat sasaran dan mudah diakses.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa bantuan sosial seperti PKH dan sembako benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Demikian pula layanan kesehatan, harus dapat diakses secara cepat, mudah, dan tanpa kendala,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keterbukaan dan respons cepat dalam menangani pengaduan masyarakat terkait penyaluran Bansos agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menyampaikan, kehadiran layanan terpadu ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah kecamatan seperti Lambitu yang secara geografis tergolong jauh dari pusat pemerintahan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses layanan, baik terkait PKH maupun kesehatan. Semua hadir dalam satu tempat, sehingga lebih efektif dan efisien". Ungkap Wakil Bupati.(Tim/ADV)

LPK-RI Apresiasi Respons Cepat Bank Mandiri Cabang Bengkulu dalam Penyelesaian Kasus Pemblokiran Rekening Nasabah

 


MEDIA Dinamika Global 30 April 2026, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (DPP LPK-RI) menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri Cabang Bengkulu atas respons cepat, keterbukaan, serta itikad baik dalam menangani dugaan pemblokiran sepihak rekening nasabah yang sempat viral dan menjadi perhatian publik.

Kasus ini berawal dari adanya pengaduan nasabah Bank Mandiri yang disampaikan kepada LPK-RI, terkait dugaan pemblokiran rekening tanpa penjelasan yang transparan. Menindaklanjuti pengaduan tersebut, LPK-RI kemudian melakukan langkah klarifikasi dan pendampingan sebagai bagian dari fungsi perlindungan konsumen.

DPP LPK-RI juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah berperan aktif dalam mengawal dan menyuarakan perkembangan kasus ini, sehingga mendorong terbukanya ruang penyelesaian yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Ketua Umum DPP LPK-RI, Fais Adam, menyampaikan bahwa pihak Bank Mandiri telah berkomunikasi dengan LPK-RI dan menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, termasuk dengan menyatakan kesediaan membuka kembali blokir rekening nasabah.

“DPP LPK-RI mengapresiasi langkah cepat pihak Bank Mandiri Cabang Bengkulu yang merespons persoalan ini dengan baik serta menunjukkan itikad baik dengan bersedia membuka kembali blokir rekening nasabah. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan media yang telah mengawal isu ini sehingga mendorong terwujudnya penyelesaian yang lebih cepat dan transparan,” ujar Fais Adam.

Sebelumnya, tim LPK-RI yang dipimpin Humas DPP, Vector Darmawan Riskiandi, bersama Ketua DPC LPK-RI Kediri, Endras David Sandri, telah melakukan klarifikasi langsung ke Kantor Cabang Bank Mandiri S. Parman, Bengkulu pada Senin (27/4/2026) pukul 09.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut sempat terjadi kebuntuan komunikasi (deadlock). Namun setelah kasus ini menjadi perhatian publik, pihak bank kembali membuka ruang dialog lanjutan dengan LPK-RI serta menegaskan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan dengan membuka blokir rekening nasabah.

Meski memberikan apresiasi, DPP LPK-RI tetap menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur internal perbankan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Kami tetap mendorong adanya evaluasi sistem dan prosedur. Apresiasi ini tidak menghilangkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan yang berdampak pada hak konsumen,” tambah Fais Adam.

DPP LPK-RI juga menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap penyelesaian kasus ini dengan berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ombudsman Republik Indonesia, guna memastikan proses berjalan sesuai prinsip perlindungan konsumen serta tata kelola pelayanan publik yang baik.


Dengan adanya komunikasi terbuka, kesediaan membuka blokir rekening, serta penyelesaian yang ditempuh melalui dialog, diharapkan kasus ini dapat menjadi contoh positif dalam penanganan sengketa perbankan yang mengedepankan musyawarah, transparansi, perlindungan hak nasabah, serta peran aktif media sebagai kontrol sosial. By tim LPK-RI (MDG)