Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Kab Bima Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan
Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Salah satu Tokoh Politik Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan. Tidak semua hubungan lahir karena ketulusan melainkan atas segala kepentingan.
Politik semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena ada sesuatu yang bisa mereka ambil. Bisa perhatianmu, bantuanmu, koneksimu, waktumu, atau sekadar kenyamanan emosional yang kamu berikan.
Ironisnya, hubungan seperti ini sering terlihat sangat dekat di awal. Mereka sering menghubungi, sering hadir, dan membuatmu merasa dibutuhkan. Tetapi pola aslinya mulai terlihat ketika keadaan berubah. Saat kamu tidak lagi bisa memberi apa yang mereka inginkan, perlahan mereka menjauh tanpa rasa bersalah.
Ada teman yang hanya menghubungi saat butuh bantuan. Ada yang tiba tiba dekat ketika hidupnya sedang kacau, tetapi menghilang saat semuanya kembali baik. Ada juga yang terus menjadikanmu tempat bercerita, tetapi tidak pernah benar benar hadir saat kamu yang sedang jatuh.
Masalahnya, manusia punya kebutuhan untuk merasa dibutuhkan. Karena itu banyak orang bertahan dalam hubungan yang tidak seimbang hanya karena takut kehilangan kedekatan sosial. Padahal tidak semua kehadiran berarti kepedulian.
Inilah alasan kenapa banyak hubungan pertemanan sebenarnya dibangun lebih atas kebutuhan daripada ketulusan.
1. Banyak Hubungan Sosial Politik Bersifat Transaksional Atau Balas Jasa dengan Kontribusi Kemenangan
Ini kenyataan yang jarang diakui secara jujur. Banyak hubungan bertahan karena ada timbal balik tertentu. Selama seseorang masih memberi manfaat emosional atau praktis, hubungan terasa hangat.
Tetapi ketika manfaat itu hilang, hubungan juga perlahan memudar. Karena sebagian orang sebenarnya tidak terikat dengan dirimu, melainkan dengan apa yang bisa mereka dapatkan darimu. Dan semakin dewasa, pola ini semakin mudah terlihat.
2. Orang yang Kalah Sudah Rahasia Umum Kesepian Sering Datang Saat Hidupnya Sedang Berat
Ada orang yang tiba tiba sangat dekat saat dirinya sedang hancur. Mereka butuh tempat bercerita, butuh didengarkan, butuh ditemani.
Masalahnya, setelah hidupnya membaik, mereka perlahan pergi. Karena sebenarnya hubungan itu lebih banyak dibangun dari kebutuhan emosional sementara, bukan kepedulian yang tulus. Itulah kenapa beberapa orang hanya hadir ketika mereka membutuhkan tempat bersandar.
3. Banyak Orang Sedang Menyukai Manfaat Kehadiranmu, Bukan Dirimu Seutuhnya
Ada orang yang suka energimu karena kamu pendengar yang baik. Ada yang suka dekat denganmu karena kamu selalu membantu. Ada yang nyaman karena kamu sulit berkata tidak.
Tetapi ketika kamu mulai menjaga batas, mulai sibuk dengan hidup sendiri, atau tidak lagi selalu tersedia, sikap mereka berubah. Karena yang mereka nikmati bukan benar benar dirimu, melainkan kenyamanan yang mereka dapatkan dari keberadaanmu.
Kalau kamu suka pembahasan seperti ini tentang psikologi manusia, relasi sosial, dan sisi tersembunyi hubungan pertemanan yang jarang dibahas secara mendalam, kamu bisa ikut konten eksklusif Logika Filsuf. Banyak pembahasan yang lebih tajam dan lebih relevan dengan realitas hubungan manusia.
4. Orang yang Kerja Tulus Tetap Hadir Meski Tidak Sedang Membutuhkan Apa Apa
Perbedaan terbesar antara hubungan tulus dan hubungan penuh kepentingan terlihat saat tidak ada keuntungan yang bisa diambil.
Orang yang benar benar peduli tetap menghubungimu tanpa alasan khusus. Mereka tetap hadir meski kamu tidak sedang berguna bagi mereka. Karena hubungan yang sehat dibangun dari rasa peduli, bukan hanya kebutuhan sesaat.
5. Banyak Orang Tidak Sadar Bahwa Mereka Memanfaatkan Orang Lain
Ini yang menarik dalam psikologi sosial. Tidak semua orang sengaja menjadi manipulatif. Kadang mereka memang terbiasa menjadikan orang tertentu sebagai tempat pelarian emosional tanpa sadar bahwa hubungannya sangat sepihak.
Mereka terus datang saat butuh didengar, tetapi tidak pernah belajar hadir secara seimbang. Karena itu penting bagi seseorang untuk sadar kapan dirinya sedang membangun hubungan sehat dan kapan dirinya hanya dijadikan tempat persinggahan sementara.
6. Takut Kehilangan Pertemanan Membuat Banyak Orang Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Seimbang
Banyak orang sebenarnya sadar dirinya hanya dicari saat dibutuhkan. Tetapi mereka tetap bertahan karena takut kesepian.
Akibatnya mereka terus mengorbankan waktu, tenaga, dan emosinya demi mempertahankan hubungan yang sebenarnya menguras dirinya sendiri. Padahal hubungan yang sehat seharusnya tidak membuat satu pihak terus merasa dipakai tanpa pernah benar benar dihargai.
7. Kedewasaan Politik Membuatmu Lebih Selektif Memberi Energi pada Orang Lain
Semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa energinya terbatas. Dia tidak bisa terus hadir untuk semua orang sambil mengabaikan dirinya sendiri.
Karena itu dia mulai memilih hubungan yang saling mendukung, bukan hanya hubungan yang datang saat butuh lalu menghilang saat keadaan membaik. Dan di fase ini, seseorang mulai memahami bahwa lebih baik punya sedikit hubungan yang tulus daripada banyak hubungan yang hanya aktif ketika ada kepentingan.
Banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena mereka membutuhkan sesuatu dari dirimu. Dan memahami kenyataan ini bukan berarti menjadi sinis terhadap semua hubungan, tetapi supaya lebih bijak membedakan mana hubungan yang sehat dan mana yang hanya memanfaatkan kebaikanmu.
Menurutmu, apa tanda paling jelas bahwa seseorang hanya datang saat membutuhkan kita? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan share tulisan ini ke orang yang terlalu sering hadir untuk semua orang, tetapi jarang benar benar dihargai saat dirinya yang membutuhkan bantuan.
@sorotan








