Pencalonan Miq Iqbal di KONI NTB: Momentum Emas Konsolidasi Daerah Menuju Sukses PON 2028 - Media Dinamika Global

Minggu, 16 Agustus 2026

Pencalonan Miq Iqbal di KONI NTB: Momentum Emas Konsolidasi Daerah Menuju Sukses PON 2028


MATARAM, Media Dinamika Global - Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 resmi menghangat. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Langkah strategis ini dinilai banyak pihak sebagai babak baru dalam persiapan NTB menyambut agenda olahraga terbesar nasional.Fokus utama dari pencalonan Miq Iqbal adalah memastikan kesiapan total NTB sebagai tuan rumah bersama NTT dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. 

Melalui pencalonan ini, ia berkomitmen memaksimalkan pembinaan atlet sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor demi suksesnya prestasi dan penyelenggaraan. Miq Iqbal juga mengajak seluruh insan olahraga untuk menjaga suasana Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB tetap kondusif, tenang, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Respons dan Dukungan Strategis Pemuda

Langkah politik olahraga ini mendapat respons positif dan analisis mendalam dari berbagai elemen, termasuk Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) NTB. Dalam keterangannya pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Ketua PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnain, S.M., menegaskan bahwa tantangan PON 2028 membutuhkan model kepemimpinan KONI yang kokoh dan visioner."KONI NTB ke depan membutuhkan lebih dari sekadar administrator organisasi. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menyatukan pemerintah, cabang olahraga, atlet, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam satu visi besar menuju PON 2028," ujar Irwan Julkarnain.

KAMMI NTB menilai Miq Iqbal memiliki modal kelembagaan yang sangat relevan secara objektif. Sebagai kepala daerah, posisi Miq Iqbal memberikan kapasitas koordinasi lintas sektor yang mutlak diperlukan untuk mengelola urusan strategis PON mulai dari infrastruktur, transportasi, kesehatan, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, KONI Pusat telah menunjuk Gubernur NTB dan Gubernur NTT sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) PON XXII 2028.

Menjaga Independensi dan Legacy

OlahragaMeskipun memberikan pandangan objektif terhadap kapasitas Miq Iqbal, PW KAMMI NTB mengingatkan agar seluruh proses pemilihan Ketua KONI tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi. Profesionalisme, transparansi, dan independensi dunia olahraga harus tetap dijaga sebagai panglima utama.

"Yang harus kita pastikan bukan siapa yang menang, tetapi apakah kepemimpinan KONI nanti mampu menjamin atlet mendapatkan pembinaan terbaik, organisasi dikelola profesional, dan PON 2028 benar-benar menjadi legacy bagi NTB," pungkas Irwan.

Pendaftaran Miq Iqbal yang diiringi dukungan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) serta KONI kabupaten/kota ini dipastikan membuat peta persaingan dengan petahana, Mori Hanafi, menjadi momentum adu gagasan terbaik demi masa depan olahraga Bumi Gora.

Redaksi |

Comments