Pelaku UMKM Soligi dan Kawasi Mengembangkan Usaha di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Pulau Obi - Media Dinamika Global

Jumat, 21 Agustus 2026

Pelaku UMKM Soligi dan Kawasi Mengembangkan Usaha di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Pulau Obi


Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan, 22 Agustus 2026 – Perkembangan aktivitas ekonomi di Pulau Obi turut membuka kebutuhan dan peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Di Desa Soligi dan Desa Kawasi, peluang tersebut dimanfaatkan melalui usaha pengolahan pangan dan perdagangan kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dijalankan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Kelompok usaha yang dibentuk pada 2021 ini mengembangkan produksi tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar kawasan industri.

Koordinator RUTE sekaligus warga asli Desa Soligi, Rusman Baharudin, menceritakan usaha ini diawali dari keraguan akibat minimnya pengalaman warga dalam mengolah kedelai. Namun melalui pendampingan dari tim CSR Harita Nickel, warga yang tadinya selalu gagal membuat tahu dan tempe kini berhasil menguasai teknik produksi yang berkualitas.

"Produk kami tidak serta-merta diterima, selalu ada uji kualitas yangketat sebelum masuk ke dapur perusahaan. Alhamdulillah, berkat pendampingan, kualitas produk kami kini sangat baik dan selalu memenuhi Purchase Order (PO) perusahaan," jelas Rusman, yang juga seorang guru PPPK.


RUTE saat ini berproduksi 8 hingga 9 kali dalam sebulan dengan volume 300 hingga 1.000 potong tahu per sekali produksi. Menariknya, kelompok tersebut melibatkan ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga sebagai bagian dari tenaga produksinya.

Komitmen Rusman terhadap program ini ditunjukkan secara nyata dengan menghibahkan lahan warisan orang tuanya yang berlokasi jauh dari permukiman untuk dibangun Rumah RUTE, guna mengatasi kendala aroma proses pengolahan kedelai.

"Saya hibahkan lahan warisan orang tua agar memberi manfaat ekonomi dan tempat mencari nafkah bagi masyarakat. Harapan saya ini menjadi amal jariyah untuk almarhum orang tua," tuturnya.

Rusman berharap dengan keterampilan dan keahlian yang telah dimiliki oleh kelompok RUTE mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan keterampilannya saat ini, kelompok RUTE tidak hanya mampu menjaga konsistensi kualitas produk olahan kedelai untuk memenuhi kebutuhan pasokan ke perusahaan, tetapi juga siap memperluas jangkauan pasar ke masyarakat umum


Geliat ekonomi dari hadirnya kawasan industri juga dirasakan oleh Jani, wanita asal Baubau yang sudah bermukim lama di Desa Kawasi. Mengawali usahanya sebagai penjual tomat keliling dari indekos ke indekos di permukiman lama Kawasi, Jani kini sukses mengelola toko sembako di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi.

"Awalnya saya datang dari Baubau hanya coba-coba membawa tomat dan jualan keliling. Sempat juga berencana jualan gorengan, sebelum akhirnya beralih ke sembako," kenang Jani.

Perubahan besar terjadi pada Agustus 2023. Melihat geliat ekonomi yang berkembang, ia memberanikan diri menyewa ruko di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi seharga Rp 20 juta per tahun. Keputusan tersebut membuahkan hasil manis, pasokan sembako dari Bacan, Ternate, hingga Ambon selalu ludes diserap pasar. Bahkan komoditas minyak goreng di tokonya mampu terjual hingga ratusan kardus hanya dalam satu hingga dua minggu.

"Di DesaKawasi ini peluang ekonomi sangat terbuka bagi siapapun yang ingin berusaha. Pendapatan bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sehari, bahkan hingga ratusan juta per bulan. Menariknya di sini, pembeli dari warga maupun pihak perusahaan selalu membayar tunai (cash)," ungkapnya bersyukur.

Kesuksesan ini tak hanya membuat Jani mampu membeli tanah untuk investasi masa depan anak-anaknya, tetapi juga membuka lapangan kerja. Saat ini, ia mempekerjakan 8 orang karyawan dengan upah harian Rp100 ribu hingga Rp150 ribu (setara Rp3 juta – Rp4,5 juta per bulan) beserta jaminan konsumsi harian.

Bagi RUTE di Soligi dan Jani di Kawasi, perubahan aktivitas ekonomi di Pulau Obi menjadi ruang untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan pasar yang mereka temui. Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa peluang ekonomi di sekitar kawasan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal melalui peningkatan kapasitas, penyesuaian usaha, dan akses terhadap pasar.

Lek////

Comments