Modus Baru Peredaran Sabu Terungkap di Kalimantan Timur - Media Dinamika Global

Minggu, 09 Agustus 2026

Modus Baru Peredaran Sabu Terungkap di Kalimantan Timur


Kalimantan timur, Media Dinamika Global.id.-- Modus baru peredaran sabu terungkap di Kalimantan Timur. Untuk mengecoh polisi, sindikat narkoba diduga mengganti isi bungkus sabu seberat satu kilogram dengan kentang olahan (frozen potato), sementara sabu asli disembunyikan di lokasi lain.

Modus tersebut berhasil dibongkar Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim dalam Operasi Antik Mahakam 2026. Polisi menangkap dua tersangka berinisial IN (37) dan NU (45) serta menyita sabu dengan total berat 1.796 gram bruto atau hampir dua kilogram.

Pengungkapan bermula pada Kamis (16/7/2026) saat polisi menangkap IN di sebuah kamar Apartemen Grand Valley, Balikpapan Tengah. Saat penggeledahan, petugas hanya menemukan bungkus bekas sabu satu kilogram yang ternyata telah diisi kentang olahan. Namun, adanya sisa butiran sabu yang masih menempel pada plastik membuat penyidik curiga dan melakukan pengembangan.

“Ini merupakan modus baru. Sepanjang sejarah pengungkapan sindikat sabu di Kalimantan Timur, baru kali ini kami menemukan pelaku menggunakan kentang sebagai pengganti sabu untuk mengecoh petugas,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Jumat (24/7/2026).

Berbekal keterangan IN, tim bergerak ke Samarinda dan pada Jumat (17/7/2026) berhasil menangkap NU. Pengembangan kembali dilakukan hingga pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 03.30 WITA, polisi menemukan lokasi penyimpanan sabu di kawasan Jalan Sangga Buana, Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Di lokasi tersebut, petugas menyita satu paket sabu seberat 1.046 gram bruto dan 15 paket sabu siap edar dengan total berat 750 gram bruto, sehingga total barang bukti yang diamankan mencapai 1.796 gram bruto.

Polisi menduga NU berperan sebagai bandar yang terhubung dengan jaringan narkotika lebih besar. Saat ini penyidik masih memburu pelaku lain dan menelusuri asal narkotika yang diduga berasal dari luar Kalimantan Timur.(Sekjend MDG)

Comments