Bima, Media Dinamika Global.id.— STIKES Yahya Bima kembali menjadi sorotan publik. Setelah beredar video aksi pembakaran yang diduga almamater mahasiswa di depan ruang rektor, kini muncul pernyataan sikap yang menyoroti dugaan tindakan tidak profesional dan penyalahgunaan wewenang oleh oknum dosen di lingkungan kampus tersebut, Jum'at 21 Agustus 2026.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berpakaian putih membakar sebuah pakaian yang disebut dalam narasi unggahan sebagai almamater STIKES Yahya Bima. Dalam keterangan video yang diunggah akun M Fachrur Azhari, disebutkan aksi tersebut terjadi di depan ruang rektor.
Unggahan itu berbunyi, “Ada apa dgn stikes yahya bima hari ini sehingga terjadi pembakaran almamater tepat di depan ruang rektor STIKES YAHYA BIMA.”
Di tengah viralnya video tersebut, Ansor Kirana, Ketua Umum HMI Kabupaten Bima yang juga mantan Ketua BEM STIKES Yahya Bima dan saat ini berstatus mahasiswa profesi, menyampaikan desakan agar Ketua STIKES Yahya Bima segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen yang diduga menghambat hak akademik mahasiswa.
Menurut Ansor, dugaan persoalan tersebut menyangkut hak mahasiswa dalam proses akademik, termasuk bimbingan, verifikasi nilai hingga proses kelulusan.
Ia mendesak pimpinan kampus menjatuhkan sanksi tegas apabila berdasarkan pemeriksaan terbukti terdapat dosen yang menyalahgunakan wewenang atau mengorbankan kepentingan akademik mahasiswa karena persoalan pribadi.
“Dosen memiliki kewajiban membimbing dan memfasilitasi, bukan memajukan agenda atau konflik pribadi di atas nasib mahasiswa. Membiarkan oknum seperti ini tetap mengajar sama saja dengan merusak standar mutu tenaga kesehatan masa depan,” tegas Ansor dalam pernyataan sikapnya.
Selain meminta penindakan terhadap oknum yang diduga terlibat, Ansor juga meminta jaminan perlindungan bagi mahasiswa. Ia menekankan agar tidak ada intimidasi maupun tindakan balasan terhadap mahasiswa yang menyampaikan dugaan ketidakadilan.
Menurutnya, mahasiswa yang telah memenuhi kewajiban administrasi dan finansial tidak seharusnya mengalami hambatan dalam memperoleh hak akademiknya akibat persoalan atau kepentingan tertentu.
Ansor menilai pembiaran terhadap persoalan tersebut berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan dan citra STIKES Yahya Bima.
Apabila pimpinan kampus tidak menunjukkan ketegasan dalam menangani dugaan tersebut, pihaknya menyatakan akan mempertimbangkan pengaduan resmi kepada LLDIKTI Wilayah VIII dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sementara itu, viralnya aksi pembakaran almamater di depan ruang rektor menambah pertanyaan publik mengenai situasi yang terjadi di lingkungan STIKES Yahya Bima. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti apakah aksi dalam video tersebut berkaitan langsung dengan dugaan persoalan akademik yang disampaikan Ansor Kirana.
Media Dinamika Global, membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Ketua STIKES Yahya Bima, pihak kampus, serta dosen atau pihak terkait yang disebut dalam persoalan ini.
Redaktur II
