Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB Gerak Cepat Cek Dampak Gempa di Bima - Media Dinamika Global

Sabtu, 15 Agustus 2026

Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB Gerak Cepat Cek Dampak Gempa di Bima


BIMA.NTB.Media Dinamika Global id— Jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman sekitar 10–15 kilometer. Guncangan tersebut turut dirasakan hingga wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, NTB.




Getaran yang berlangsung sekitar 3–5 detik sempat membuat warga panik, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB bersama personel kepolisian melakukan pemantauan di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak gempa terhadap rumah warga, fasilitas umum, maupun bangunan pemerintahan.

Hasil pendataan awal menunjukkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terdampak, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.

Di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima, rumah milik Suhardin, 40 tahun, mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur berukuran sekitar 3 x 3 meter. Dinding yang belum diplester dan menggunakan tiang tengah berbahan kayu tersebut ambruk hingga menimpa rak piring. Kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta.

Kerusakan cukup parah juga terjadi di Dusun Moti, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Rumah milik M. Saleh, 57 tahun, dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta. Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak ditempati pemiliknya.

Di dusun yang sama, rumah panggung milik Fujiah, 36 tahun, juga mengalami kerusakan sedang setelah ambruk akibat guncangan gempa. Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta.

Sementara itu, rumah milik Suhardin, 58 tahun, warga Dusun Jamangko, Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang dapur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Selain rumah warga, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Gudang Bulog Bima, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Bagian pintu depan, dinding belakang, dan dinding samping kanan mengalami kerusakan. Sejumlah karung beras di dalam gudang juga dilaporkan berjatuhan.

Kerusakan gudang diduga terjadi akibat dorongan timbunan beras terhadap dinding bangunan. Tingkat kerusakan bangunan serta kondisi dan jumlah beras yang terdampak masih dalam tahap pendataan dan verifikasi lebih lanjut. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp15 juta.

Kerusakan pada bagian atap juga dilaporkan terjadi di SMP PGRI 2 Belo yang berada di Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.





Di sejumlah kawasan pesisir, kepanikan warga sempat terjadi. Beberapa wilayah yang terdampak kepanikan antara lain Desa Bugis, Kecamatan Sape; Desa Sangiang, Kecamatan Wera; serta Desa Nipa, Desa Mawu, dan Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi.

Di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, warga di sekitar pesisir melaporkan sempat melihat air laut mengalami pasang surut sebanyak lima kali setelah gempa. Namun, kondisi air laut kemudian kembali normal.

Sementara warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, melaporkan air laut sempat mengalami pasang sekitar pukul 07.20 WITA. Kendati demikian, situasi wilayah Kecamatan Wera secara umum masih aman dan terkendali. Hingga saat itu belum ditemukan kejadian menonjol yang berkaitan langsung dengan gempa.

Pasca-kejadian, personel Polsek jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, terus melakukan patroli dialogis di wilayah pesisir. Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Personel kepolisian juga melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah desa dan kelurahan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus melakukan pendataan apabila ditemukan kerusakan tambahan.

Secara umum, kondisi di wilayah hukum Polres Bima Kota pascagempa dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berangsur kembali normal, meskipun warga masih diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gerak cepat jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa di wilayah Bima.

(Team.MDG.03)

Comments