Wujudkan Generasi Qurani Berkarakter Maja Labo Dahu Mahasiswa KKN UM Bima Sukses Gelar Festival Anak Sholeh di Wenggo - Media Dinamika Global

Minggu, 19 Juli 2026

Wujudkan Generasi Qurani Berkarakter Maja Labo Dahu Mahasiswa KKN UM Bima Sukses Gelar Festival Anak Sholeh di Wenggo


BIMA, Media Dinamika Global.id. – Dalam upaya merawat nilai-nilai spiritualitas dan memperkuat moralitas generasi muda di era modern, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 3 Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) mengambil langkah konkret. Melalui Divisi Pendidikan Keagamaan, mereka sukses menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Anak Sholeh yang dipusatkan di Masjid Baburahman, Lingkungan Wenggo, Kelurahan Penana'e, Kota Bima.


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (17/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026) ini, mengusung tema besar: *"Mewujudkan Generasi Lingkungan Wenggo yang Qurani dan Berakhlak Mulia"*. Festival ini dirancang sebagai ruang akselerasi mental dan spiritual bagi anak-anak sejak usia dini.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini tergolong sangat tinggi. Tercatat lebih dari 60 peserta yang berasal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai kelas 6 terlibat aktif. Panitia membuka tiga cabang mata lomba strategis, yaitu lomba adzan, lomba hafalan ayat-ayat pendek, dan lomba seni kaligrafi. Ketatnya kompetisi sehat ini terlihat dari meratanya keterwakilan peserta, di mana masing-masing mata lomba diisi oleh 16 partisipan.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Posko 3 KKN UM Bima Lingkungan Wenggo, Ayub Priadin, mengungkapkan bahwa program kerja ini lahir dari sebuah refleksi mendalam mengenai tantangan zaman yang dihadapi generasi penerus saat ini.

"Bagaimana mewujudkan generasi di Lingkungan Wenggo yang punya karakter islami yang kuat, mempertahankan nilai-nilai keislaman sehingga menciptakan karakter *Maja Labo Dahu* sesuai dengan semboyan kita," ujar Ayub menekankan esensi kegiatan tersebut.


Lebih lanjut, Ayub menjelaskan bahwa internalisasi falsafah lokal menjadi ruh utama dari gerakan keagamaan ini. "Alasan kami menitikberatkan pada *Maja Labo Dahu* karena semboyan ini memiliki kedalaman makna filosofis yang berkaitan erat dengan tatanan kehidupan kita sebagai warga Bima, sekaligus menjadi ikon moral untuk masa depan nanti," tambahnya.

Meski berakhir dengan kesuksesan yang menuai apresiasi, jalannya kegiatan ini bukan tanpa hambatan. Panitia sempat dihadapkan pada tantangan manajemen waktu akibat benturan berbagai macam kesibukan internal para anggota. Namun, kendala tersebut berhasil dielementasi secara adaptif melalui kolaborasi yang solid dan integratif. Mahasiswa KKN UM Bima tidak berjalan sendiri; mereka berhasil membangun sinergi lintas elemen dengan merangkul masyarakat lokal, Remaja Masjid Baburahman, serta pemuda dari Karang Taruna Kelurahan Penana'e.


Melalui kolaborasi inklusif di Masjid Baburahman Wenggo ini, benih-benih peradaban yang islami telah ditanamkan. Festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial musiman, melainkan mampu menjadi katalisator lahirnya generasi masa depan Bima yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara spiritual dan teguh memegang teguh kearifan lokal.

~Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin - Wartawati MDG

Comments