Bima, Media Dinamika Global.id. – Kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima, Muhammad Bos Keu membenarkan adik kandungnya telah dilantik sebagai Kepala SMPN 5 SATAP Kecamatan Bolo. Atas kepercayaan Bupati Bima, Ady Mahyudi, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi.
Namun, sebagai kader PAN yang sudah 10 tahun mengabdi, ia mengaku sangat kecewa dan kesal atas pelantikan oknum-oknum Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima yang dilantik pada Rabu (22/7/2026).
Kekecewaan itu muncul karena banyak nama yang dilantik dinilai berasal dari kubu rival politik pasangan Ady-Irfan pada Pilkada 2024. “Sudah jelas dan nyata mereka bandar dalam kubu rival politik,” tegasnya.
Menurutnya, pelantikan tersebut telah melukai hati para pejuang yang berjuang dari nol memenangkan Ady-Irfan.
Ia menyoroti ketidakkonsistenan Bupati terhadap jargon “jabatan tanpa mahar” yang dulu digaungkan saat kampanye. Jargon itu disambut antusiasme masyarakat dari desa ke desa.
“Jika tidak dengan mahar, mustahil oknum-oknum yang membuat kami tidak tidur selama perjuangan bisa dilantik. Pasti pakai mahar dan maharnya saya yakin tidak sedikit lho,” ujarnya.
Lebih menyakitkan, ia menyebut nama-nama yang dilantik justru adalah “pengendali” dan “bandar” dari kubu lawan. “Kami rasa ini adalah pengkhianatan terhadap para pejuang yang mengantar kemenangan,” katanya.
“Mau taruh di mana muka orang-orang yang berjuang selama ini dengan sikap politik Bupati begitu? Kami sangat kecewa,” ujarnya. Ia menilai pelantikan ini hanya untuk memperkaya diri, keluarga, dan antek-antek kekuasaan.
Buntut dari pelantikan tersebut, sejumlah sekolah di Kabupaten Bima disegel oleh pihak yang tidak puas. Bupati Bima yang dikonfirmasi enggan menanggapi hingga berita ini ditayangkan. Chat yang dilayangkan masih terlihat tanda centang dua. (Sekjend MDG)
