Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di SMAN 2 KOTA BIMA berlangsung khidmat. Bertindak selaku pembina upacara, Kepala Sekolah, Hj. Erot Sutianah, M.Pd., menyampaikan sejumlah arahan krusial terkait kedisiplinan, pemeliharaan fasilitas, hingga kesiapan administrasi guru.
Dalam amanatnya, Hj. Erot Sutianah menekankan bahwa kedisiplinan merupakan pondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Beliau memberikan peringatan tegas mengenai batas minimal kehadiran murid sebagai salah satu kriteria kelulusan dan kenaikan kelas.
"Kehadiran adalah syarat mutlak dalam proses pembelajaran. Murid dengan tingkat kehadiran di bawah 75 persen berpotensi kuat tidak naik kelas. Ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh murid," tegas Hj. Erot di hadapan peserta upacara.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa sekolah telah mencetak Tata Tertib Sekolah serta Hak dan Kewajiban murid dalam bentuk spanduk informasi yang dipasang di area strategis sekolah. Langkah ini bertujuan agar aturan tersebut dapat dibaca, dipahami, dan dicerna dengan mudah oleh seluruh murid.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, dokumen tata tertib tersebut juga telah dikirimkan secara langsung kepada para orang tua/wali murid. Langkah ini diambil agar terbangun kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan serta kedisiplinan anak.
Selain masalah presensi, kebersihan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian mendalam. Kepala Sekolah mengimbau seluruh murid untuk senantiasa menjaga kebersihan fasilitas bersama, terutama sanitasi toilet (WC), serta menghentikan aksi vandalisme seperti mencoret-coret meja, kursi, dan dinding sekolah.
Di akhir amanatnya, arahan juga ditujukan kepada jajaran pendidik. Hj. Erot menginstruksikan seluruh guru dan pembina ekstrakurikuler untuk segera merampungkan perangkat pengajaran dan program kerja.
"Perangkat pembelajaran dan program kerja ekstrakurikuler adalah panduan utama kita. Saya minta seluruh guru dan pembina ekskul segera menyelesaikannya tepat waktu agar proses pembelajaran dan pembinaan siswa berjalan terarah dan optimal," pungkasnya.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama sebelum seluruh murid dan guru kembali ke kelas untuk memulai Kegiatan Belajar Mengajar (Sekjend MDG).







