Buenos Aires, Media Dinamika Global.id.-- Pusat kota Buenos Aires, Argentina, berubah mencekam setelah tim nasional mereka menelan kekalahan di laga final. Ribuan suporter yang frustrasi mengamuk, memicu kerusuhan hebat di kawasan ikonik Monumen Obelisk hingga meluas ke sejumlah jalan protokol ibu kota.
Massa yang kecewa mulai bertindak anarkis dengan melemparkan batu, botol kaca, dan benda tumpul ke arah petugas keamanan. Menanggapi eskalasi tersebut, aparat kepolisian antihuru-hara langsung mengambil tindakan tegas. Petugas menembakkan gas air mata, meriam air (water cannon), dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan yang semakin beringas. Jalanan utama kini dipenuhi puing-puing, sampah, dan sisa bentrokan.
Akibat insiden ini, puluhan warga sipil dan personel kepolisian dilaporkan terluka, dengan beberapa petugas mengalami luka parah. Pihak berwenang bergerak cepat dan telah menahan sedikitnya 15 orang yang diduga menjadi provokator kericuhan.
Guna meredam ketegangan massa sekaligus menjaga stabilitas keamanan pasca-pertandingan, Pemerintah Argentina resmi menetapkan hari libur nasional. Langkah ini diambil agar situasi kondusif dapat segera dipulihkan, sementara aparat keamanan tetap disiagakan penuh di berbagai sudut kota untuk mengantisipasi adanya kerusuhan susulan.(Sekjend MDG)

