Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di balik setiap ketukan rebana ini, ada semangat yang sedang dibangun. Di balik setiap lantunan sholawat, ada kebersamaan yang sedang dirajut. Dan di balik setiap proses latihan, ada generasi muda yang sedang belajar tentang arti perjuangan, kekompakan, dan pengabdian. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan pembinaan marawis yang kembali dilaksanakan di Kampus STIT SUNAN GIRI BIMA.
Kegiatan ini menjadi salah satu ruang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga warisan seni yang sarat akan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Suasana pembinaan berlangsung di penuhi kebahagiaan yang terlihat di raut wajahnya. Mereka mengikuti setiap arahan dengan sungguh-sungguh, berusaha menyelaraskan setiap irama dan menjaga keharmonisan dalam setiap penampilan. Tidak jarang tawa, rasa semangat, dan kerja sama menjadi warna tersendiri yang membuat kegiatan ini semakin bermakna.
Marawis bukan hanya tentang memainkan alat musik atau menyanyikan sholawat. Lebih dari itu, marawis mengajarkan bagaimana setiap individu harus mampu menyatukan langkah, menghargai perbedaan kemampuan, serta membangun kekompakan demi menghasilkan penampilan yang indah dan berkesan. Nilai-nilai inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi setiap mahasiswa yang terlibat di dalamnya.
Melalui pembinaan ini, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuannya dalam bidang seni, tetapi juga dibentuk karakternya. Kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan rasa persaudaraan tumbuh seiring dengan proses latihan yang dijalani bersama. Sebab sesungguhnya, keberhasilan sebuah kelompok tidak lahir dari kemampuan satu orang, melainkan dari kebersamaan seluruh anggotanya.
Maka dari itu, dengan hadirnya pembinaan marawis di STIT Sunan Giri Bima menjadi bukti bahwasannya kampus tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, dan pelestarian nilai-nilai budaya Islam yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan potensi terbaik yang mereka miliki. Dari ruang latihan sederhana inilah lahirnya semangat, pengalaman, dan kebersamaan yang kelak akan menjadi kenangan berharga dalam perjalanan mereka sebagai mahasiswa. Karena terkadang, sebuah ketukan rebana tidak hanya menghasilkan irama yang indah. Ia juga melahirkan persaudaraan, membangun karakter, dan mengajarkan arti kebersamaan yang sesungguhnya.(Sekjend MDG)



