![]() |
| Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengecekan langsung kondisi pasokan dan distribusi LPG 3 kg di lapangan setelah menerima informasi adanya keluhan masyarakat, (Ist/Surya) |
Kota Bima, Media Dinamika Global.id – Menanggapi pemberitaan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) yang dikeluhkan masyarakat di Kota Bima dan sejumlah wilayah lainnya di Pulau Sumbawa, Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi bahwa pasokan LPG bersubsidi 3 kg dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pasokan dan distribusi LPG 3 kg di lapangan setelah menerima informasi adanya keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh gas melon.
"Penyaluran dari level SPPBE hingga pangkalan dipastikan normal dan sesuai alokasi. Jumlah pasokan LPG 3 kg juga dipastikan aman dan mencukupi," ujar Ahad dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, kondisi yang terjadi di beberapa daerah dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. Untuk Kabupaten Dompu, peningkatan penggunaan LPG dipicu oleh masuknya musim tanam, aktivitas pembukaan lahan pasca panen, serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya. Sementara di Kota Bima, pihak Pertamina juga tengah mencermati kondisi rantai distribusi yang menjadi perhatian masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan (extra dropping) LPG 3 kg ke sejumlah wilayah terdampak.
Untuk Kota Bima, Pertamina menyalurkan tambahan sebanyak 2.960 tabung pada pekan ini. Sementara Kabupaten Bima memperoleh tambahan 5.040 tabung dan Kabupaten Dompu sebanyak 6.720 tabung. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen konsumsi harian wilayah Bima dan Dompu.
![]() |
| Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengecekan langsung kondisi pasokan dan distribusi LPG 3 kg di lapangan setelah menerima informasi adanya keluhan masyarakat, (Ist/Surya) |
Tidak hanya itu, selama bulan Juni 2026, Pertamina mencatat telah menyalurkan tambahan LPG 3 kg sebanyak 8.960 tabung untuk Kota Bima, 22.656 tabung untuk Kabupaten Bima, dan 18.632 tabung untuk Kabupaten Dompu.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari penambahan jam operasional SPBE, prioritas pengiriman ke wilayah yang mengalami kendala stok, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat.
Di tingkat pangkalan, Pertamina kembali menegaskan agar penjualan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), membatasi penyaluran ke pengecer, serta memprioritaskan penjualan langsung kepada masyarakat yang berhak menerima LPG bersubsidi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying akibat informasi yang belum terverifikasi serta membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah.
"Masyarakat dapat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina dengan harga sesuai HET, yakni Rp18.000 per tabung, serta mendapatkan jaminan kualitas dan kuantitas yang sesuai," tegas Ahad.
Pertamina menambahkan bahwa pengawasan terhadap agen dan pangkalan terus diperketat. Apabila ditemukan pelanggaran dalam distribusi maupun penjualan LPG bersubsidi, maka akan diberikan sanksi tegas mulai dari penghentian alokasi hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).
Masyarakat yang ingin mengetahui lokasi pangkalan resmi terdekat dapat mengakses layanan informasi LPG 3 kg melalui situs resmi Pertamina.
Redaksi |

