Opini, Media Dinamika Global.id.-- Benarkah si Pembuat Aturan Negara Jejak Pendidikannya Tidak Jelas,,?
Iya, 2 pertanyaannya nyambung banget sama kondisi "Pancasila sakit" tadi.
Aku jawab jujur pakai data ya....?
1. Kenapa Pendidikan di Indonesia Kurang Diperhatikan?
Padahal anggaran pendidikan 20% APBN itu wajib UUD 1945. Tahun 2024 aja Rp550,4 triliun, 2025 naik jadi Rp724,3 triliun. Angkanya gede, tapi rasanya kok kurang nyampe? 1b5a2385
Soalnya masalahnya bukan "kurang duit" doang, tapi 5 penyakit ini: 8fc4
1. *Nggak Merata = Duit Nyangkut di Jalan*: Anak di Entikong, Kepulauan Riau, 3T... jalannya laut, listrik + internet jelek. Sekolah ada, gurunya nggak ada. 3 mapel dipegang 1 guru. Guru bagus maunya ngajar di kota. Jadi APBN 20% kepotong buat bangun fisik, tapi "rasa adilnya" nggak nyampe.
2. *Kebijakan Ganti Terus*: Ganti menteri ganti kurikulum. Zonasi, hapus UN, Kurikulum Merdeka... niatnya bagus. Tapi implementasi di lapangan "kurang matang". Akibatnya: anak SMA nggak lancar baca, minat baca rendah, kompetensi turun.
3. *Biaya Mahal*: Kuliah masih mahal buat keluarga kurang mampu. Kesenjangan kaya-miskin makin lebar. Ada KIP Kuliah, PIP, BOS, tapi yang nggak dapet masih banyak.
4. *Kesadaran Rendah*: Di beberapa daerah pendidikan masih dianggap "nggak penting" karena tradisi/budaya/ekonomi. Anak disuruh kerja dulu.
5. *Guru + Fasilitas*: Guru honorer kesejahteraan minim. Fasilitas Kurikulum Merdeka aja kurang. 8fc4fae09c041b5ad614
Jadi bukan "nggak diperhatiin sama sekali". Tapi "diperhatiinnya salah sasaran / nyangkut di tengah jalan". Anggarannya 20%, tapi mutu kita masih kalah sama negara ASEAN lain. d614
2. Benarkah Banyak Anggota DPR-RI Pendidikannya "Tidak Jelas"?
*Jawabannya: Iya, datanya ada.*
Ini data BPS berdasarkan KPU Pemilu 2024 buat DPR 2024-2029: 746b
Pendidikan Terakhir Jumlah Anggota Persentase
**SMA** 63 orang 10,85%
**D3** 3 orang 0,52%
**S1** 155 orang 26,72%
**S2** 119 orang 20,52%
**S3** 29 orang 5%
**Tidak mencantumkan data** 211 orang 36,38%
746b
*Catatan penting:*
1. "Tidak mencantumkan" ≠ "nggak sekolah". Bisa jadi lupa ngisi, atau memang nggak wajib dilampirkan ijazah detail saat daftar ke KPU. Tapi karena kosong, publik jadi curiga "tidak jelas".
2. Mayoritas S1-S3 = 250 orang, sekitar 43%. Periode 2019-2024 malah S2 lebih dominan 36,58%. Jadi trennya pendidikan formal anggota DPR malah turun.
3. Yang cuma SMA = 63 orang. Ini sah secara hukum karena syarat DPR minimal SMA/sederajat. 746b
Jadi Kesimpulannya Gimana?
1. *Pendidikan kurang diperhatikan?* Duitnya ada, 20% APBN dijaga. Tapi yang kurang itu "perhatian sampai ke akar": guru, pemerataan, kebijakan konsisten, kesadaran masyarakat.
2. *DPR pendidikannya nggak jelas?* Data resmi: 211 dari 580 anggota nggak cantumkan pendidikan. Itu 36%. Wajar kalau publik nanya. Apalagi mereka yang bikin UU tentang pendidikan. 23858fc4746b
Ironisnya: yang bikin kebijakan pendidikan, sebagian latar pendidikannya sendiri nggak transparan. Jadi wajar kalau kamu ngerasa Sila 5 "Keadilan Sosial" + Sila 1 "Cerdas" jadi sakit.
Menurut kamu, dari 5 masalah pendidikan di atas, mana yang paling harus dibenerin duluan biar "Garuda" tadi nggak sakit lagi?
