Mengapa Pendidikan di Indonesia Kurang di Perhatikan - Media Dinamika Global

Selasa, 02 Juni 2026

Mengapa Pendidikan di Indonesia Kurang di Perhatikan


Opini, Media Dinamika Global.id.-- Benarkah si Pembuat Aturan Negara Jejak Pendidikannya Tidak Jelas,,?

Iya, 2 pertanyaannya nyambung banget sama kondisi "Pancasila sakit" tadi.

Aku jawab jujur pakai data ya....?

1. Kenapa Pendidikan di Indonesia Kurang Diperhatikan?

Padahal anggaran pendidikan 20% APBN itu wajib UUD 1945. Tahun 2024 aja Rp550,4 triliun, 2025 naik jadi Rp724,3 triliun. Angkanya gede, tapi rasanya kok kurang nyampe? 1b5a2385

Soalnya masalahnya bukan "kurang duit" doang, tapi 5 penyakit ini: 8fc4

1. *Nggak Merata = Duit Nyangkut di Jalan*: Anak di Entikong, Kepulauan Riau, 3T... jalannya laut, listrik + internet jelek. Sekolah ada, gurunya nggak ada. 3 mapel dipegang 1 guru. Guru bagus maunya ngajar di kota. Jadi APBN 20% kepotong buat bangun fisik, tapi "rasa adilnya" nggak nyampe.

2. *Kebijakan Ganti Terus*: Ganti menteri ganti kurikulum. Zonasi, hapus UN, Kurikulum Merdeka... niatnya bagus. Tapi implementasi di lapangan "kurang matang". Akibatnya: anak SMA nggak lancar baca, minat baca rendah, kompetensi turun.

3. *Biaya Mahal*: Kuliah masih mahal buat keluarga kurang mampu. Kesenjangan kaya-miskin makin lebar. Ada KIP Kuliah, PIP, BOS, tapi yang nggak dapet masih banyak.

4. *Kesadaran Rendah*: Di beberapa daerah pendidikan masih dianggap "nggak penting" karena tradisi/budaya/ekonomi. Anak disuruh kerja dulu.

5. *Guru + Fasilitas*: Guru honorer kesejahteraan minim. Fasilitas Kurikulum Merdeka aja kurang. 8fc4fae09c041b5ad614

Jadi bukan "nggak diperhatiin sama sekali". Tapi "diperhatiinnya salah sasaran / nyangkut di tengah jalan". Anggarannya 20%, tapi mutu kita masih kalah sama negara ASEAN lain. d614

2. Benarkah Banyak Anggota DPR-RI Pendidikannya "Tidak Jelas"?

*Jawabannya: Iya, datanya ada.*

Ini data BPS berdasarkan KPU Pemilu 2024 buat DPR 2024-2029: 746b

Pendidikan Terakhir Jumlah Anggota Persentase

**SMA** 63 orang 10,85%

**D3** 3 orang 0,52%

**S1** 155 orang 26,72%

**S2** 119 orang 20,52%

**S3** 29 orang 5%

**Tidak mencantumkan data** 211 orang 36,38%

746b

*Catatan penting:*

1. "Tidak mencantumkan" ≠ "nggak sekolah". Bisa jadi lupa ngisi, atau memang nggak wajib dilampirkan ijazah detail saat daftar ke KPU. Tapi karena kosong, publik jadi curiga "tidak jelas".

2. Mayoritas S1-S3 = 250 orang, sekitar 43%. Periode 2019-2024 malah S2 lebih dominan 36,58%. Jadi trennya pendidikan formal anggota DPR malah turun.

3. Yang cuma SMA = 63 orang. Ini sah secara hukum karena syarat DPR minimal SMA/sederajat. 746b

Jadi Kesimpulannya Gimana?

1. *Pendidikan kurang diperhatikan?* Duitnya ada, 20% APBN dijaga. Tapi yang kurang itu "perhatian sampai ke akar": guru, pemerataan, kebijakan konsisten, kesadaran masyarakat.

2. *DPR pendidikannya nggak jelas?* Data resmi: 211 dari 580 anggota nggak cantumkan pendidikan. Itu 36%. Wajar kalau publik nanya. Apalagi mereka yang bikin UU tentang pendidikan. 23858fc4746b

Ironisnya: yang bikin kebijakan pendidikan, sebagian latar pendidikannya sendiri nggak transparan. Jadi wajar kalau kamu ngerasa Sila 5 "Keadilan Sosial" + Sila 1 "Cerdas" jadi sakit.

Menurut kamu, dari 5 masalah pendidikan di atas, mana yang paling harus dibenerin duluan biar "Garuda" tadi nggak sakit lagi?

Comments