Sumbawa, Media Dinamika Global – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumbawa Emas (SUMEA) bersama masyarakat Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas perusahaan tambang emas PT INTAM yang beroperasi di wilayah tersebut. Warga menilai perusahaan belum memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha dan tenaga kerja setempat, untuk terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.
Ketua LSM SUMEA, Yosi Larian, S.Sos, mengatakan bahwa masyarakat selama ini telah berupaya membangun komunikasi dengan pihak perusahaan melalui berbagai cara, mulai dari hearing hingga aksi unjuk rasa. Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut belum mendapatkan tanggapan yang memadai dari pihak perusahaan.
“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan. Jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri. Kalian mengambil hasil bumi kami, kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami,” tegas Yosi.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak menolak investasi yang masuk ke wilayah Kecamatan Lantung. Sebaliknya, masyarakat mendukung setiap investasi yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Namun, keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi hal yang sangat penting agar manfaat ekonomi dari keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.
Selain menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat lokal, Yosi juga mengungkapkan persoalan kompensasi penggunaan jalan akses yang selama ini diklaim sebagai jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga sejak tahun 2017. Menurutnya, saat ini PT INTAM telah membangun jalur akses baru melalui Desa Padesa, Kecamatan Lantung, sehingga jalan yang sebelumnya digunakan perusahaan tidak lagi dimanfaatkan.
Meski demikian, masyarakat berharap persoalan yang berkaitan dengan penggunaan akses jalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Yosi menegaskan bahwa masyarakat Sepukur siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok berbagai kebutuhan perusahaan.
“Kami mendukung investasi, tetapi perusahaan juga harus memperhatikan masyarakat sekitar. Libatkan masyarakat sebagai tenaga kerja dan berikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk menjadi mitra perusahaan. Dengan begitu, manfaat investasi dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dan warga guna mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang muncul. Dengan terjalinnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan secara komprehensif sehingga tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
Redaksi |
