Bongkar Dugaan Praktik Badal Haji Fiktif, BOM Akan Laporkan Kemenhaj NTB Ke Kejati - Media Dinamika Global

Selasa, 16 Juni 2026

Bongkar Dugaan Praktik Badal Haji Fiktif, BOM Akan Laporkan Kemenhaj NTB Ke Kejati

Foto: Kantor Kemenhaj NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Dugaan praktik badal haji fiktif yang mencuat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjadi sorotan publik. Barisan Oposisi Muda (BOM) NTB melontarkan kritik keras terhadap Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk mengusut tuntas dugaan kasus tersebut.

Ketua BOM NTB, Bintang, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak Kemenhaj NTB belum memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum maupun pihak rekanan yang disebut-sebut berada di balik praktik tersebut.

"Sudah beberapa hari sejak kami melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Kemenhaj NTB, namun sampai hari ini belum ada kejelasan. Publik berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana sebenarnya peristiwa ini terjadi," tegas Bintang.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan BOM, terdapat puluhan pemuda yang diduga dilibatkan dalam sebuah kegiatan yang menyerupai praktik penggantian jamaah haji yang telah meninggal dunia. Aktivitas tersebut bahkan didokumentasikan melalui pengambilan gambar dan video oleh dua orang koordinator lapangan yang identitasnya tidak diketahui.

"Kami menemukan adanya dugaan mobilisasi pemuda untuk menjalankan skenario tertentu yang berkaitan dengan badal haji. Setelah kegiatan selesai, mereka hanya diberikan uang transportasi sekitar Rp50 ribu dan langsung dipulangkan. Ini menimbulkan banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh pihak berwenang," ujarnya.

BOM menilai sikap diam Kemenhaj NTB justru memperkuat kecurigaan publik. Sebab, jika memang tidak ada pelanggaran, seharusnya instansi terkait segera memberikan klarifikasi dan membuka hasil pemeriksaan secara transparan.

"Kami melihat ada kesan pembiaran. Jangan sampai lembaga negara kehilangan kepercayaan masyarakat hanya karena enggan bersikap terbuka terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik," kata Bintang.

Lebih jauh, BOM mendesak agar dilakukan investigasi independen terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk menelusuri asal-usul kegiatan, sumber pendanaan, serta pihak yang memerintahkan pengambilan dan video dokumentasi tersebut.

Menurut BOM, praktik yang berkaitan dengan ibadah haji merupakan persoalan yang sangat sensitif karena menyangkut nilai-nilai keagamaan, integritas pelayanan publik, dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

"Kami tidak ingin ada ruang bagi praktik-praktik yang mencederai kesucian ibadah haji. Jika benar terjadi penyimpangan, maka aparat penegak hukum harus turun tangan dan mengusutnya secara tuntas tanpa pandang bulu," tegasnya.

BOM memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penjelasan resmi dan langkah hukum yang jelas dari pihak terkait.

"Dalam waktu dekat BOM akan melaporkan secara resmi Kemenhaj NTB ke Kajati NTB," pungkasnya.

Media Dinamika Global mendatangi kantor Kemenhaj NTB, saat itu hanya satu orang pegawai mengatakan, tidak ada Pimpinan karena lagi menerima jamaah haji yang sedang pulang di Asrama Haji. 

Sementara, Kepala Kemenhaj NTB belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya. Media terus berupaya mengkonfirmasi demi pertimbangan berita, hingga penerbitan diterbitkan.

Redaksi |

Comments