Semoga Disnakertrans Bisa Pulangkan Adnan TKI Asal Bima NTB, Sakit di Malaysia - Media Dinamika Global

Selasa, 16 Juni 2026

Semoga Disnakertrans Bisa Pulangkan Adnan TKI Asal Bima NTB, Sakit di Malaysia


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Perbaikan ekonomi selalu menjadi dambaan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang merantau ke berbagai negara Malaysia. Namun terkadang kenyataan berbeda dengan harapan, hal inilah yang dialami Adnan warga talapiti, Kecamatan Wera kabupaten bima, yang bekerja di Malaysia.

Pria 54 tahun tersebut kini terlunta-lunta di perantauan akibat sakit yang dideritanya. Celakanya, ia tidak bisa mendapatkan perawatan di klinik maupun rumah sakit, karena keterbatasan biaya serta tidak memiliki keluarga di Malaysia.

"Suami saya itu sakitnya struk Ginjal. Di sana itu gajinya telat-telat, bahkan sekarang dia sudah dipecat oleh majikannya, jadi sudah tidak ada penghasilan," kata istri Adnan kepada wartawan, Selasa malam(16/6/2026).

Saat ini Adnan tinggal di rumah majikannya di kawasan Malaysia bersama rekannya sesama pekerja migran. Selama berada di rantau, teman-temannya itulah yang turun tangan membantu dan merawat Adnan.

Padahal teman-temanya itu juga susah, karena gajinya telat-telat," ujarnya.

Dari cerita sang suami, lantaran upah yang diterima tersendat, berdampak pada permukaan kebutuhan makan. Bahkan saat kondisi terpaksa, mereka rela memungut makanan dari tong sampah.

Lailul mengaku selalu gelisah dengan kondisi yang dialami Adnan terlebih yang bersangkutan tidak bisa pulang ke Bima NTB, lantaran tidak kuat membayar denda ke majikan sebesar 4.000 Ringgit. Uang itu untuk mengurus dokumen keimigrasian yang telah mati.

"Dia bilang kalau kambuh badannya sakit sekali. Saya ingin suami saya pulang, saya tidak tahu harus kemana lagi minta bantuan," ujarnya.

Namun setelah beberapa bulan bekerja di Malaysia sejumlah persoalan mulai datang, gaji yang dijanjikan sebesar Rp 5 juta sering tersendat, selain itu jam kerja yang diberlakukan sampai 12 jam atau melebihi perjanjian. Bahkan pada saat awal sakit, Adnan tetap harus bekerja.

Kasus ini pun belum sempat dilaporkan ke aktivis anti perdagangan manusia atau human trafficking. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan sejumlah kejanggalan, beberapa identitas Adnan dan rekannya dipalsukan, seperti nama ibu kandung, ayah dan hingga visa kerjanya.

 pihaknya belum mendapatkan respons positif kepulangan Adnan. kemudian orang Jakarta yang memberangkatkan belum siap untuk memulangkan Adnan, tapi pihak sponsor (broker) yang sulit. Untuk sekarang belum tahu kelanjutannya," imbuhnya.


Pihaknya berharap pemerintah daerah kota bima/ pemerintah daerah kabupaten bima dapat segera membantu memulangkan suaminya dari Malaysia, sehingga bisa diobatkan secara medis dan berkumpul bersama keluarga. Pihaknya keluarga besar Adnan belum konfirmasi Disnaker setempat, hingga berita ini diturunkan.(MDG 2.1)

Comments