Kades Sambik Elen Muhamad Katur Ajak Warga Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan - Media Dinamika Global

Minggu, 24 Mei 2026

Kades Sambik Elen Muhamad Katur Ajak Warga Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan


Lombok Utara, NTB, Media Dinamika Global — Kepala Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Muhamad Katur menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Desa Bumi Pajo dan sekitarnya.

Dalam momentum Hari Raya Kurban tersebut, Muhamad Katur mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari jadikan Idul Adha tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Muhamad Katur.

Ia menambahkan, semangat pengorbanan yang dicontohkan dalam perayaan Idul Adha diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan rasa gotong royong antarwarga.

Kades Sambik Elen itu juga berharap momentum Idul Adha dapat menciptakan suasana yang penuh kedamaian dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat desa.

“Dengan kebersamaan dan rasa persaudaraan yang kuat, kita bisa menciptakan lingkungan desa yang aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Muhamad Katur menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun desa yang harmonis serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat yang lebih solid dan penuh rasa kemanusiaan.

Redaksi |

Comments