BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Isu terkait standar higienis dan kelayakan dapur makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Wawo Maria 3 ( SPPG Uma Lengge Wawo) dapat terjawabkan dengan hadirnya pemangku kepentingan yakni Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima, Camat Wawo, Kapolsek Wawo, Danramil 1608-06/Wawo, para kepala sekolah, masyarakat, mahasiswa/LSM dan media langsung melakukan verifikasi dan pemeriksaan langsung di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Wawo Maria 3. Selasa (5/5/2026) sekira pukul 15.00 wita.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, salah satu perwakilan Dikes Kabupatrn Bima Ilyas, S. K. M, menuturkan bahwa pemeriksaan telah dilakukan verifikasi secara berkala dan menyeluruh terhadap aspek secara teknis baik higienis dan sanitasi. Dalam hal ini tentunya sesuai dengan tupoksi Tim dikes Kabupaten Bima, penilaian terkait setiap standar yang diperlukan bagi pemilik dapur MBG termasuk oleh salah satunya SPPG Maria 3 Wawo sebagai mitranya H. Kasnun.
Mengenai tata letak, dapat dipastikan bahwa tidak ada kedekatan langsung antara area dapur dengan area gudang. Pemisahan ruang sudah dilakukan dengan jelas dan sesuai standar teknis, serta memiliki sekat yang luar biasa sehingga tidak ada risiko kontaminasi atau gangguan terhadap proses pengolahan makanan. Kebersihan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama.
"Jadi dapat disimpulkan bahwa isu ketidaklayakan dan ketidakhigienisan adalah tidak terbukti secara data dan fakta. Dikes Kabupaten Bima menjamin bahwa tempat ini aman dan sesuai standar. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena makanan yang akan diproduksi nantinya dipastikan aman, sehat, dan bergizi sesuai tujuan program. Yang terpenting bagi SPPG di manapun diwajibkan tetap selalu menyimpan sampel makanan yang dibagikan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.
![]() |
| Foto : Korwil BGN Kab. Bima didampingi H. Kasnun dan Kepala SPPG sedang pemeriksaan dapur MBG |
Ia menegaskan, Kami menilai standar higienis dan sanitasi di lokasi ini sudah memenuhi syarat kesehatan. Bangunan bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta pencahayaan yang cukup.
![]() |
| Foto : Korwil BGN Kab. Bima didampingi Mitra SPPG dan ikatan mahasiswa Wawo (IMW). |
Kepala SPPG Bima Wawo Maria 3, Arya Anang Putra Manggali, ST., bersama mitra SPPG H. Kasnun Ahmad menegaskan dengan adanya polemik ini akan menjadikan acuan dalam membenahi setiap kekurangan, tentunya hal ini sudah menjadi komitmen dalam menjaga kualitas dan kuantitas pelayanan kepada penerima manfaat.
"Kami ucapkan terimakasih banyak kepada mahasiswa juga pada masyarakat tentunya, atas masukan serta kritikannya. Keterbukaan inilah yang sangat kami harapkan demi mensukseskan program makanan bergizi gratis benar-benar dalam bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya masyarakat di Kecamatan Wawo. Harapan kedepannya tidak ada lagi isu-isu seperti ini dimasa mendatang, kami akan memastikan program MBG akan memberikan kualitas pelayanan yang terbaik sesuai standar kesehatan,"tegas.H.Kasnun Ahmad.
Pihak SPPG Bima Wawo Maria 3, tentunya akan menindaklanjuti setiap masukan dan kekurangan yang disampaikan oleh semua pihak peserta evaluasi sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada generasi kedepannya sesuai dengan harapan besar Bapak Presiden RI Prabowo Subianto mencetak anak-anak bangsa menuju Indonesia emas.
Sementara, Korwil BGN Kabupaten Bima, Bagus Nanie Santoso, S. Pd, menyampaikan bahwa pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala. Ia juga mengakui bahwa program ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam melayani sekitar 3.000 penerima manfaat di wilayah Wawo.
“Kendala di lapangan tentu ada, namun ini bagian dari proses perbaikan. Dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan Muspika, kami optimistis kualitas pelayanan akan terus meningkat,” ungkapnya.
Pantauan langsung awak media ini di lokasi bersama tim, maka dari hasil pemeriksaan tersebut memberikan kepastian bahwa fasilitas tersebut dinyatakan LAYAK beroperasi dan telah memenuhi seluruh standar teknis serta kesehatan yang ditetapkan.
Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait isu fungsi bangunan yang disebut-sebut sebagai gudang penyimpanan jagung. Berdasarkan data verifikasi lapangan, isu tersebut tidak terbukti dan telah dibantah oleh pihak berwenang.
Selain itu, tim pemeriksa juga menegaskan bahwa tata letak bangunan sudah sesuai aturan. Secara teknis, tidak terdapat kedekatan langsung antara area dapur dengan area gudang, sehingga standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan operasional tetap terjaga dengan baik.
Dengan hasil ini, SPPG Bima Wawo Maria 3 dipastikan berfungsi sesuai peruntukannya dan aman untuk mendukung program gizi nasional.(MDG05)




