BIMA, Mediadinamikaglobal.id – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka kesakitan akibat penyakit menular, Kepala Desa Ntori, Algi Syarief, S. Sos bersama perangkat desa secara resmi menerima dan mendukung penuh kehadiran mahasiswa STIKES Yahya Bima yang melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di Aula Kantor Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kamis (16/4/2026) pukul 09.30 Wita.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah sosialisasi mengenai penyakit campak, sebuah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada warga mengenai bahaya, gejala awal, hingga langkah-langkah pencegahan efektif agar penyakit ini tidak meluas di lingkungan desa.
Kepala Desa Ntori, Algi Syarief, S. Sos, menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa dan civitas akademika STIKES Yahya Bima. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan kesehatan sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STIKES Yahya Bima. Pengetahuan tentang penyakit campak ini sangat krusial bagi kesehatan, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak kecil. Dengan sosialisasi ini, kami berharap warga lebih waspada dan sadar akan pentingnya imunisasi serta menjaga kebersihan lingkungan," ujar Kades Ntori Algi Syarief, S. Sos dalam sambutannya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa STIKES Yahya Bima memberikan materi mengenai pentingnya deteksi dini. Warga diajarkan untuk mengenali ciri-ciri khas campak seperti demam tinggi dan munculnya ruam merah pada kulit, serta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala tersebut.
Selain penyampaian materi secara lisan, para mahasiswa bersama Pemerintah Desa Ntori dan warga melakukan sesi foto bersama. Partisipasi aktif warga menunjukkan tingginya antusiasme mereka dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di Desa Ntori.
Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran kolektif masyarakat meningkat sehingga angka kesakitan akibat penyakit campak di Desa Ntori dapat ditekan seminimal mungkin. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. (MDG05)
