Bima NTB, Media Dinamika Global.id.– Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima mengukuhkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bima. Kerjasama strategis ini difokuskan pada bidang linguistik, khususnya upaya perlindungan dan pelestarian Bahasa Daerah Inge Ndai yang dituturkan di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Kerjasama yang berlangsung pada hari Senin ini diwakili oleh Ibu Rahmatia Ardila, M.Pd., dari STIPAR Soromandi Bima. Kolaborasi ini akan menyoroti pendekatan sosiolinguistik, suatu kajian yang meneliti hubungan timbal balik antara bahasa dengan struktur dan fungsi masyarakat penuturnya. Riset ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika penggunaan, tantangan, serta upaya pemertahanan Bahasa Inge Ndai di tengah masyarakat modern.
Tujuan utama dari sinergi akademisi dan pemerintah daerah ini adalah mewujudkan pelestarian dan pemertahanan Bahasa Inge Ndai sebagai bagian integral dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Bima. Keberlangsungan bahasa daerah dinilai krusial dalam menjaga kekayaan budaya dan jati diri daerah.
"Kedepannya, diharapkan lebih banyak lagi riset-riset yang menganalisis bahasa secara spesifik, khususnya bahasa daerah, sehingga dapat dilestarikan hingga masa mendatang," tegas Ibu Rahmatia Ardila, M.Pd. Pernyataan ini menegaskan semangat STIPAR Soromandi Bima untuk terus berkontribusi dalam penelitian kebahasaan dan upaya konkret menjaga warisan linguistik Bima agar tetap hidup dan dipahami oleh generasi penerus.
Membangun kerjasama antara STIPAR Soromandi Bima dengan BRIDA Kab. Bima ini menjadi langkah penting dalam mengangkat isu pelestarian bahasa daerah ke tingkat kebijakan dan riset terstruktur, menegaskan peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menjaga khazanah budaya bangsa.(Sekjend MDG)
