![]() |
| Tokoh Masyarakat Sarjan Ishaka. |
Bima. Media Dinamika Global.Id_Rencana Pemdes Desa Risa Kecamatan Woha untuk meniadakan program kegiatan keagamaan Musabakah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Desa untuk tahun 2025. Disesalkan oleh sejumlah tokoh masyarakat Desa setempat.
Program kegiatan keagamaan melalui ajang MTQ yang biasa dilakukan setiap satu tahun sekali, Pemdes Risa merencanakan untuk tahun anggaran 2025 ini direncanakan meniadakan dengan alasan ada program lain yang urhen yang harus dipenuhi sehingga program keagamaan itu terpaksa dihilangkan.
Salah satu tokoh masyarakat, Sarjan Ishaka, Menyampaikan, Menyesalkan rencana Pemdes Risa untuk meniadakan program kegiatan keagamaan itu, Karena memang kegiatan MTQ disamping sebagai ajang perlombaan untuk menyeleksi para Tilawah. Tetapi tujuan yang lebih utama kegiatan itu untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi anak-anak untuk membaca dan memahami Al-Qur'an. Ucap Aba Jan biasa di sapa pada media ini senin tanggal (02/06) di kediamannya.
Oleh karena itu, Aba Jan, Mengharapkan pada Pemdes Risa untuk mempertimbangkan kembali rencana meniadakan kegiatan mtq. Kalaupun alasan Pemdes Risa bahwa keputusan itu berdasarkan instruksi di atas, itu alasan yang membodohi masyarakat karena memang di beberapa desa di kecamatan yang lain sedang melaksanakan kegiatan mtq dan ada dengan Desa yang ada di Kecamatan Woha?. Tanyanya.
Sementara itu, Kades Risa, Mukhrim H.Ismail, Menanggapi hal itu, Menjelaskan, Mengakui bahwa ada rencana Pemdes meniadakan mtq tingkat desa untuk tahun ini, Tetapi itu bukan keputusan Kades Risa saja, Tetapi berdasarkan keputusan hasil rapat koordinasi dengan Camat Woha bersama Kades Se-Kecamatan Woha.
"Dengan pertimbangan adanya Instruksi Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang perlu dibantu melalui pemberian modal awal dan persiapan menyambut program daerah "Selasa Menyapa" yang tentunya membutuh anggaran". Ujar Ompu Risa pada media ini di ruang kerjanya.
Ompu Risa, Menambahkan, Untuk mensiasati sejumlah program baru itu, sejumlah kades melihat hanya program kegiatan mtq yang bisa di pangkas. Kalaupun nantinya masyarakat tetap mendesak harus ada kegiatan mtq, Akan melaksanakannya secara sederhana saja sesuai dengan kemampuan anggaran dana desa dan akan kembali melakukan koordinasi dulu dengan pihak kecamatan. Ujarnya. (Mdg/04)
