Media Dinamika Global.id - PRINGSEWU, Upaya penyelesaian konflik antarwarga secara damai kembali membuahkan hasil di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Bhabinkamtibmas Polsek Pagelaran bersama aparatur Pekon Pujiharjo dan Sukaratu sukses memediasi perselisihan antara dua warga melalui forum rembuk pekon yang digelar di Balai Pekon Pujiharjo, Rabu (4/6/2025).
Forum mediasi tersebut mempertemukan Toni Aprian, warga Pekon Sukaratu, dengan Desana Wahyu, warga Pekon Pujiharjo. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan turut dihadiri Kepala Pekon Pujiharjo, Rasimin, Sekretaris Pekon Sukaratu, Kusnan, serta anggota keluarga dari kedua belah pihak.
Perselisihan bermula dari persoalan sepele namun berbuntut panjang. Toni Aprian merasa kesal karena pesanan air minum isi ulang yang ia minta datang terlambat dan jumlahnya tidak sesuai. Kekecewaan itu berujung pada tindakan kekerasan fisik terhadap Desana Wahyu saat pengantaran air dilakukan ke rumahnya.
Mengetahui adanya ketegangan, Bhabinkamtibmas dan aparatur pekon bergerak cepat. Mereka segera menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak dan menginisiasi mediasi melalui rembuk pekon, sebuah mekanisme musyawarah adat lokal yang mengedepankan penyelesaian masalah secara damai.
Hasilnya, Toni dan Desana sepakat untuk saling memaafkan serta tidak melanjutkan masalah ke jalur hukum. Keduanya juga menyatakan komitmen untuk menjaga hubungan baik dan tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Kapolsek Pagelaran, AKP Sudirman, SH mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh jajarannya bersama aparatur pekon. Ia menegaskan bahwa penyelesaian kekeluargaan merupakan pendekatan yang diutamakan untuk menjaga ketentraman di tengah masyarakat.
“Kami mendorong penyelesaian secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Alhamdulillah, kedua pihak telah sepakat berdamai dan kami harap kejadian serupa tidak terulang,” ujar AKP Sudirman dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, S.I.K., M.Sc.IT.
AKP Sudirman menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai jembatan dialog dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.
“Rembuk pekon merupakan kearifan lokal yang efektif untuk meredam konflik. Dengan melibatkan tokoh masyarakat, aparat pekon, dan keluarga dari pihak yang berselisih, penyelesaian dapat dilakukan secara adil dan menyentuh hati nurani semua pihak,” imbuhnya.
Kepala Pekon Pujiharjo, Rasimin, menyambut baik keberhasilan mediasi tersebut. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di wilayahnya.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga, khususnya bagi warga kami agar lebih sabar dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah,” ungkap Rasimin.
Sementara itu, baik Toni Aprian maupun Desana Wahyu secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas insiden yang terjadi. Keduanya berjanji akan memperbaiki hubungan dan menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dengan selesainya konflik secara damai, masyarakat di Kecamatan Pagelaran diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan penyelesaian konflik secara bermartabat, tanpa harus menempuh jalur hukum yang bisa merusak tatanan sosial.
Yunt
