Sejumlah siswa di SDN inpres doridungga, Kecamatan donggo terpaksa belajar di musholla sekolah dan belajar di gedung perpustakaan kelas sekolahnya selama tuju tahun terakhir.
Donggo NTB, Media Dinamika Global.id. – Sejumlah siswa di SDN inpres doridungga, Kecamatan donggo, terpaksa belajar di musholla sekolah dan belajar di ruang TK kelas selama tuju tahun terakhir.
Alasannya, ruang kelas sekolah mereka mengalami rusak parah dan hampir ambruk.
Kelas yang rusak ini sudah lama tidak bisa digunakan, untuk sementara siswa belajar menggunakan Musholla dan Ruang belajar TK
pantauan media dinamika global, para siswa melakukan pembelajaran secara lesehan di musholla sekolah, bahkan terpaksa papan tulis juga harus dibawa keluar.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa ruang kelas harus berada dalam kondisi aman, nyaman dan layak digunakan.
“Kelas 1 dan 3 dengan gedung perpustakaan sudah lama tidak bisa digunakan karena langit-langitnya hancur dan membahayakan. Kami berharap pemerintah daerah, khususnya bupati, wakil bupati, Disdikpora, segera bertindak,” ujar salah satu Guru SDN inpres doridungga yang tidak ingin namanya disebutkan.
Ruang kelas yang rusak menyebabkan para siswa di SDN inpres doridungga, Kecamatan donggo, belajar di musholla dan ruang perpustakaan sekolah selama tuju tahun terakhir.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten bima menerangkan bahwa rehabilitasi ruang kelas rusak telah dijadwalkan.
Namun (Disdikpora)tak menjawab saat ditanya mengapa sekolah tersebut baru dijadwalkan rehabilitasi tahun ini.
Dia hanya menegaskan, pihaknya akan bergerak sesuai visi, misi pada pertengahan bulan Juli 2025. Mudah mudahan bupati dan wakil Bupati Bima memprihatinkan sekolah ini sebagaimana bima membawa perubahan dan bima bermartabat. saat datang membawa program selasa menyapa di kecamatan donggo nanti (Sekjend MDG)


