Meriah dan Penuh Makna: Ribuan Warga Peserta Padati Gedung Seni Budaya Milad ke-108 ‘Aisyiyah kota Bima, Gaungkan Dakwah Ketahanan Pangan - Media Dinamika Global

Jumat, 27 Juni 2025

Meriah dan Penuh Makna: Ribuan Warga Peserta Padati Gedung Seni Budaya Milad ke-108 ‘Aisyiyah kota Bima, Gaungkan Dakwah Ketahanan Pangan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.  – Ribuan peserta memadati ruang Gedung seni dan budaya kota Bima, dalam peringatan Milad ke-108 ‘Aisyiyah yang digelar Sabtu, 28 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung semarak sekaligus khidmat dengan mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional.”

Ketua Panitia Milad NTB, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk konsistensi ‘Aisyiyah dalam mendorong peran strategis perempuan. “Ini adalah momentum penguatan peran perempuan dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkemajuan,” tegasnya.

Kegiatan dibuka dengan jalan sehat yang melibatkan lebih dari 1.700 peserta dari berbagai unsur. Mereka berasal dari organisasi otonom Muhamadiyah bima, PAUD ‘Aisyiyah, panti asuhan, relawan LLHPB, Kokam, serta tenaga kesehatan. melintasi titik-titik strategis kota seperti Alun-Alun kota bima, Pasar Manis, di gedung seni dan budaya kota bima.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Nusantara tenggara Barat, secara langsung melepas peserta. Ia mengapresiasi militansi ‘Aisyiyah dalam memperkuat basis dakwah sosial dan ketahanan keluarga. “Perempuan ‘Aisyiyah telah menjadi tiang kekuatan dakwah Muhammadiyah,” katanya dalam sambutan.

Pemerintah Kota Bima turut memberikan dukungan, mewakili kota bima, menyatakan tema milad sejalan dengan arah pembangunan daerah. Ia menilai bahwa sinergi antara ‘Aisyiyah dan lembaga lokal sangat penting untuk membangun desa yang tangguh. “Ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Acara puncak ditandai dengan pidato milad dari Ketua Aisyah provinsi NTB. Ia menekankan bahwa gerakan ‘Aisyiyah tak hanya bergerak di ranah keagamaan, melainkan juga aktif dalam isu-isu kemanusiaan, lingkungan, dan ketahanan pangan.

“Perempuan ‘Aisyiyah adalah ujung tombak gerakan ketahanan pangan berbasis komunitas. Kita harus membangun desa dengan pendekatan keislaman yang rahmatan lil-‘alamin,” ucap istri walikota bima. Ia juga menegaskan pentingnya konsep Qaryah Thayyibah sebagai strategi membumikan Islam dalam kehidupan masyarakat desa.

Dalam pidatonya, istri walikota bima mengutip teologi Al-Ma’un sebagai fondasi dakwah praktis. Menurutnya, Islam bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus menjadi solusi konkret atas persoalan sosial. “Kita harus menjawab tantangan kemiskinan dan ketimpangan melalui dakwah kemanusiaan,” imbuhnya.

Suasana kian meriah saat sesi pembagian doorprize berlangsung. Ratusan peserta antusias mengikuti undian berhadiah yang dibagikan langsung oleh para tokoh. Hadiah utama berupa berbagai macam jenis jenis hadiah, dan peralatan elektronik menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran Marazo Band yang membawakan lagu-lagu energik menambah semarak suasana.

















Panitia Milad Aisyiyah menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan mitra yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil. Di antaranya: Universitas Muhammadiyah serta UMKM lokal seperti kue khas bima.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Lazismu, Majelis PAUD, Muhammadiyah bima, KSU ‘Aisyiyah, dan para relawan LLHPB, Kokam, IMMawati, dan IPMawati yang turut menyukseskan kegiatan ini.(Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon