Syaikh Abdul Karim Dari Palestina Menjadi Imam Jum'at di Masjid Agung Kabupaten Bima.

Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Setelah diresmikan Jum'at, 01/04/22 lalu, kini Masjid Agung Kabupaten Bima kembali di hadiri oleh para Jemaah Jum'at untuk yang kedua kalinya. (Jum'at, 08/04/22).

Dalam jadwal kali ini Masjid Agung kebanggaan sekaligus merupakan Simbol masyarakat Islam Kabupaten Bima, selain dipenuhi oleh para Jemaah Jum'at, kini kehadiran salah seorang tamu Allah dan Pejuang Islam yaitu syekh Abdul Karim, yang berasal dari Negara Palestina tepatnya di Kota Gaza.

Kedatangan beliau disambut oleh Sekda Kabupaten Bima Drs.H M.Taufik HAK M.Si, dan  sejumlah Jemaah Jum'at, Bupati Bima melalui Sekda menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh Jemaah Jum'at dan Syekh Abdul Karim, karena beliau tidak bisa hadir.

Sekda dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada syekh Abdul Karim, yang sudah menjadi Imam, melakukan bacaan yang fasih yang membuat masyarakat Kabupaten merasa senang dan bangga atas kehadirannya. Masyarakat Kabupaten Bima adalah masyarakat yang religius, "pungkasnya sekda.

Syekh Abdul Karim setelah selesai memimpin Sholat Jum'at beliau menyampaikan beberapa alasannya terkait kedatangannya, mereka berjumlah 10 orang yang tersebar di beberapa Masjid di Kabupaten/Kota Bima,  dengan misinya bagaimana Islam Palestina bisa ditingkatkan dan di kembangkan, maka melalui Sekda, meminta agar bagaimana masyarakat Kabupaten Bima bisa memberikan sumbangsih untuk Rakyat Palestina.

Syaikh Abdul Karim dalam waktu singkatnya melalu penerjemahnya menceritakan ketegangan yang terjadi antara Rakyat Palestina Israel-Palestina, dimana orang Yahudi tersebut misinya adalah menghancurkan orang Islam,  membunuh orang - orang Islam, bahkan anak kecil ibu - ibu sebagai mana yang kita lihat di TV, Media masa, Twitter, Facebook. Pungkasny

Tapi orang-orang Palestina punya ikatan, mereka sangat cinta mati syahid, walaupun kami di Bom tiap hari, namun kesabaran kami tidak pernah runtuh, dan sesuai dalam Al-Qur'an, orang-orang Yahudi tersebut punya rasa takut, dan pengecut, sehingga sama anak kecilpun mereka takut, dan yang bisa sholat di Masjid hanya orang tua yang berumur 70 tahun yang muda tidak boleh, karena mereka takut akan di bunuh oleh orang Islam.

Dan orang Yahudi setiap hari merencanakan bagaimana menghancurkan Masjidil Aqsha, bahkan mereka membuat lubang, atau terowongan sehingga dengan sendirinya Masjid akan hancur, tapi dengan kuasa Allah SWT, Allah masih sayang kepada Masjidil Aqsha, anehnya lagi saya asli orang Gaza tapi tidak pernah sholat di Masjidil Aqsa, akibat adanya penekanan yang terjadi dari orang-orang Yahudi terhadap orang Islam. Pungkas syekh Abdul Karim. (MDG 002).
Load disqus comments

0 komentar