Harga Jagung di Dompu Tembus Rp. 4.250 per Kg


Dompu-Media Dinamika Global.Para petani jagung di Kabupaten Dompu kini boleh merasa senang dan bahagia. Harga jagung mereka terus mengalami kenaikan yang signifikan. Tembus Rp. 4.250 per kilogram (Kg).

Pada musim panen atau pascapanen tahun 2020, harga jagung hanya berkisar Rp. 2.800 per Kg. Tapi tahun ini (2021), harganya mencapai Rp. 4.250 per Kg. Atau, naik sekitar Rp. 1.450 per Kg.

Harga Rp. 4.250 per Kg itu, lebih Rp. 250 per Kg dari janji politik Bupati/Wakil Bupati Dompu, ”Aby” Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ-Syah). Saat masa kampanye Pilkada beberapa waktu lalu, AKJ-Syah berjanji akan menaikkan harga jagung menjadi minimal Rp. 4.000 per Kg (kering).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si melalui Kabid Perdagangan Chairun Nuzul, SH, menyampaikan hal itu pada Lakeynews.com di kantornya, Selasa (30/3).

Saat itu, Nuzul didampingi Kabid Pengawasan Industri dan Perdagangan Drs. Firmansah dan Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Muhidin, SH.

Untuk memastikan harga di lapangan, pihaknya telah melakukan monitoring di lima gudang penampung dan didapat adanya perbedaan harga per kilogram.

Kabid Perdagangan Disperindag Dompu Chairun Nuzul, SH, didampingi Kabid Pengawasan Industri dan Perdagangan Drs. Firmansah (kanan) dan Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Muhidin, SH. (feri/lakeynews.com)

Berikut data harga per Kg jagung di tiap gudang yang diperoleh dari Dinas Perindang Dompu:

PT. Subur Perkasa, Kwangko; Rp. 4.250 (kering), Rp. 3000 (basah).

PT. Kingkong, Kwangko; Rp. 4.200 (kering), untuk sementara tidak menerima jagung basah.

PT. Sinar Argo Gemilang Indah; Rp. 4.225 (kering), Rp. 2.975 (basah).

PT. Seger, Teka Sire; Rp. 4.200 (kering), tidak menerima pembelian jagung basah.

Harga di tingkat petani Kecamatan Hu’u dan rata-rata dibawa langsung ke gudang; Rp. 3.900 – Rp. 4.000 pe Kg.

“Tim kami sudah masuk ke tiap pabrik dan gudang. Kesimpulannya, harga jagung tergantung kadar airnya,” papar Nuzul.

Dijelaskan, pada Februari lalu, harga jagung hanya Rp. 3.800 (kering). Namun, setelah Bupati Dompu dan pihak Dinas Perindag memonitoring  pada awal Maret, harga sudah menjadi Rp. 4.250.

Menurutnya, puncak panen raya kali ini diperkirakan bulan Mei. Situasi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap fluktuatif harga dan akan tetap stabil. “Komoditi jagung ini paling banyak diminati, baik tujuan eksportir maupun kebutuhan nasional bahan baku olahan makanan serta pakan ternak,” urai Nuzul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Dompu Ilham, SP, mengaku sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kelompok tani. ”Kami sarankan kepada petani untuk melakukan panen saat jagung dengan kadar air 20-25 persen,” jelasnya.

Menurutnya, ciri-ciri tersebut bisa dilihat dari bentuk keseluruhan tampilan jagung yang menguning. “Petani harus mempertimbangkan menjual jagung selesai dijemur. Ini untuk meningkatkan nilai jual jagung,” tandasnya.(Om Her. MDG). 

Load disqus comments

0 komentar