Media Dinamika Global

Rabu, 17 April 2024

Pj.Wali Kota Bima Turut serta Dalam Pembahasan Kolaborasi Kota Dunia Di Rakornas Otoritas Ibu Kota Nusantara


Jakarta. Media Dinamika Global.Id.- Pj.Wali Kota Bima, HM. Rum, turut berpartisipasi dalam Rakornas yang diselenggarakan oleh Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) dengan tema "Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Ibu Kota Nusantara untuk Mewujudkan Kota Dunia untuk Semua". Acara ini berlangsung pada Kamis, 14 Maret 2024, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, West Mall Lantai 11, Grand Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 1, Jakarta.

Rakornas tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan informasi mengenai bentuk Pemerintahan di IKN, potensi kerjasama dengan IKN, kekhususan IKN dan kewenangan khusus IKN, perkembangan pembangunan IKN, pelaksanaan investasi di IKN, serta untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah dan kementerian/lembaga di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penjelasan konsep dan perspektif Ibukota Nusantara dari berbagai aspek, meliputi perspektif pemerintahan yang fokus pada inovasi dan kemampuan beradaptasi, perspektif lingkungan untuk mewujudkan kota berkelanjutan dengan mencapai net zero emissions pada tahun 2045 mendatang, perspektif ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam pertumbuhan ekonomi inklusif, serta perspektif teknologi yang mengadopsi konsep Kota Cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan.

Bambang Susantono, Kepala Otorita IKN, menyampaikan bahwa pengenalan Ibu Kota Nusantara ini merupakan loncatan transformasi peradaban di Indonesia. Pembangunan Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pangkalan bagi peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru.

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan transformasi untuk membuat peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru dan dasar baru untuk kemajuan Indonesia serta untuk menyebarluaskan magnet ekonomi baru sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa. Hal ini membuat kolaborasi antar pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjadi vital sesuai dengan tata kelola pemerintah yang baik,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, "Harapannya Rakornas ini juga mampu menyediakan wadah diskusi konstruktif sehingga seluruh peserta dapat memahami secara utuh terkait Konsep Ibu Kota Nusantara dan bagaimana mewujudkan peradaban baru menyongsong Tahun emas Indonesia 2045."

Rakornas tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara dari kementerian/lembaga terkait yaitu; Plh. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Amran; Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara, Danis H. Sumadilaga; Sekretaris Jenderal Menteri ATR/Kepala BPN, Suyus Windayana; Plt. Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti; serta Kurator Ibu Kota Nusantara, Ridwan Kamil.

"Sejalan dengan visi kita mewujudkan kota cerdas yang berorientasi net zero emissions, tugas kami di sini adalah memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan sehingga nantinya memberikan manfaat untuk masyarakat luas," ujar Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, Danis H Sumadilaga dalam sesi diskusi meyampaikan, "Sustainability yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan kemasyarakatan itu betul-betul menjadi acuan dalam proses pembangunan",

Dalam kesempatan tersebut, HM. Rum bergabung dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas agenda utama, yaitu Pengenalan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai "Loncatan Peradaban Indonesia" serta potensi kerjasama antara OIKN dan pemerintah daerah.

Menurut H. Mohammad Rum, dengan dialog dan kolaborasi yang dijalin, diharapkan dapat memajukan pembangunan kota-kota di Indonesia menjadi lebih inklusif dan berdaya saing global.

Beliau menegaskan komitmen untuk mendukung upaya tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima, sehingga dapat sejajar dengan kota lain di Indonesia.

Agenda rakornas ini juga dihadiri oleh 39 Sekretaris Kementerian/Lembaga, 38 Gubernur, serta 594 Bupati/Walikota dari seluruh wilayah di Indonesia.(MDG024)

Beras Murah Habis Terjual Pada Operasi Pasar Murah Di Rasbar Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Salah satu isu yang dihadapi kabupaten/kota di Indonesia mengenai gejolak inflasi dengan naik turunnya harga komoditas seperti minyak dan pangan, sehingga dapat memicu kenaikan harga secara signifikan.

Jika hal ini tidak ditangani melalui kebijakan yang tepat, maka akan berdampak negatif pada tingkat daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya semaksimal mungkin dalam rangka mengendalikan harga bahan pangan, salah satunya harga beras yang terpantau stabil menjelang musim panen raya. Upaya yang terus dilakukan yakni rutin melakukan operasi pasar murah.

Pj. Wali Kota Bima melalui Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Ir. H. Tafsir menyampaikan operasi pasar murah yang dilakukan saat ini terpantau lancar dan ramai dikunjungi warga yang hendak belanja kebutuhan bahan pokok.

"Kami gandeng perum Bulog Bima, dan Perum Bulog menyediakan sebanyak 5 ton beras, gula 300 kilo, minyak goreng 600 liter, namun yang lebih diminati masyarakat beras dan minyak goreng," kata H. Tafsir pada operasi pasar murah, di halaman kantor Lurah Paruga, pada Kamis (14/3/2024).

Tafsir pun menyoroti kelangkaan dan melonjaknya harga gas elpiji ukuran tabung 3 kg, ia menuturkan pasokan dari pertamina sebanyak 63 ribu tabung untuk jatah Kota Bima bulan Januari sampai Februari belum di dropping sehingga terjadi keterlambatan dan berakibat tingginya harga yang dijual ditengah-tengah masyarakat.

"Ternyata dari Pertamina sebanyak 63 ribu tabung yang belum di dropping yang memang itu jatah Kota Bima untuk bulan Januari hingga Februari," ucapnya.

Meski demikian sambungnya, mengenai harga jual ditengah-tengah masyarakat yang menjual diatas harga HET, ada harga yang disepakati antara agen dan distributor dengan harga 18 ribu per tabung.

"Namun berdasarkan hasil penelusuran kami, masih banyak pengecer yang menjual melampaui diatas harga satuan, bahkan mencapai 25 ribu hingga 35 ribu per tabung 3 kg, ini tinggi sekali, secepatnya akan kami tegur dan evaluasi melalui sistem pengawasan". Jelasnya.

Dengan adanya operasi pasar murah ini diharapkan harga bahan pokok dapat terjangkau oleh masyarakat, demikian juga harga gas elpiji dapat segera stabil sesuai HET. Tutupnya.(MDG024)

Kolaborasi Strategis Untuk Mengoptimalkan Produksi Padi Di NTB, Pj.Wali Kota Bima Dukung Perluasan Areal Tanam Dengan Pompanisasi


Mataram. Media Dinamika Global. Id.- 12 Maret 2024 Sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menandai langkah penting dalam upaya perluasan areal tanam padi di Indonesia. Langkah konkrit diambil oleh Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Sumber Daya Lahan Pertanian (BSIP SDLP) berkoordinasi dengan Komandan Resor Militer Nusa Tenggara Barat (Danrem NTB) Agus Bhakti, S.I.P., M.l.P., M.Han, dan Penjabat Wali Kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT, untuk mendukung program tersebut.

Komitmen positif diberikan oleh Danrem NTB dan Pj. Wali Kota Bima menandai awal dari kolaborasi strategis ini. Keduanya menyatakan kesiapan untuk membantu dan mengawal program tersebut agar dapat terlaksana sesuai dengan target yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementan RI.

Tujuan koordinasi yang dijalankan adalah untuk menyatukan visi dan komitmen dalam menjalankan kegiatan pompanisasi di lahan-lahan sawah tadah hujan guna meningkatkan produksi pangan nasional.

Program ini menjadi jawaban terhadap tantangan cuaca yang kerap menghambat produksi padi. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini.

Perluasan Areal Tanam melalui sistem pompanisasi merupakan strategi utama yang akan ditempuh guna menjawab tantangan cuaca dan iklim di daerah Nusa Tenggara Barat.

Dr. Ir. Rahmawati, MM, sebagai Kepala BSIP SDLP dan Penanggung Jawab Provinsi NTB dalam program ini, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan elemen lainnya.

Rahmawati menyoroti peran penting yang dimainkan oleh Pemerintah Daerah dan Korem NTB dalam memperlancar kegiatan pompanisasi lahan sawah tadah hujan di wilayah ini.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BSIP SDLP didampingi oleh para pemimpin unit kerja, antara lain Kepala BSIP Tanah dan Pupuk, Kepala BSIP Pertanian Lahan Rawa, dan Kepala BSIP NTB.

Diharapkan dengan kolaborasi lintas sektor ini, perluasan areal tanam melalui pompanisasi dapat terwujud, memperkuat produksi pangan nasional, dan mengatasi tantangan pangan yang terus berkembang.

Sementara itu, HM. Rum,menjelaskan bahwa Kota Bima dipilih sebagai lokus pengembangan program perluasan areal tanam menggunakan sistem pompanisasi karena beberapa alasan yang penting. Pertama, Bima memiliki potensi lahan yang luas dan kondisi geografis yang mendukung pertanian.

Kedua, infrastruktur irigasi yang sudah ada di Kota Bima dapat dioptimalkan dengan sistem pompanisasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Ketiga, dengan memilih Kota Bima, maka artinya pihak pemerintah pusat melalui Kementan RI menilai kelayakan suatu daerah untuk pengembangan pertanian di wilayah yang memiliki kebutuhan mendesak untuk peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

"Menyikapi peluang strategis seperti program perluasan areal tanam menggunakan sistem pompanisasi, Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk mendorong terealisasinya agenda perluasan areal tanam guna menjawab kebutuhan pangan lokal, regional maupun nasional," jelas H. Mohammad Rum.

Lebih lanjut, HM. Rum menjelaskan bahwa langkah-langkah konkret perluasan areal tanam dengan sistem pompanisasi mencakup identifikasi potensi lahan yang dapat dikembangkan dan diperluas untuk pertanian, perencanaan sistem pompanisasi yang sesuai dengan karakteristik topografi dan kebutuhan air tanaman di setiap lokasi. Pembangunan infrastruktur pompa air dan jaringan irigasi untuk mendistribusikan air secara efisien ke lahan pertanian.

Selanjutnya HM. Rum juga menyatakan bahwa aspek pelatihan petani dalam penggunaan sistem pompanisasi dan manajemen pengelolaan air serta pengawasan dan pemeliharaan rutin infrastruktur pompanisasi untuk memastikan kinerja yang optimal dan kelangsungan produksi pertanian juga merupakan hal penting yang harus dipastikan tersedia di daerah yang akan menjalankan program pompanisasi.(MDG024).

Pemkot Bima Gelar Pasar Ramadhan 1445 Hijriah Di Depan Masjid Raya Al Muwahiddin


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Dalam rangka mendorong pertumbuhan pengembangan UMKM, Pemerintah Kota Bima menggelar acara pasar ramadhan 1445 hijriyah 2024 masehi di depan Masjid Raya Al Muwahiddin Kota Bima, pada Selasa, 12 Maret 2024.

Pada kegiatan pasar ramadhan yang melibatkan sebanyak 150 pelaku UMKM tersebut, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperindag Kota Bima pada Ramadhan 1445 Hijriyah tahun 2024 masehi melaksanakan pasar ramadhan di didepan masjid raya Al muwahiddin Kota Bima. Disamping meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, juga sebagai wahana promosi masjid Raya yang menjadi icon baru di Kota Bima.

Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, H. Tafsir menyatakan tujuan dari pasar ramadhan ini melayani masyarakat untuk mendapatkan produk makanan dan minuman siap saji selama bulan suci ramadhan dan untuk meningkatkan pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjual makanan dan minuman siap saji.

Jumlah pedagang yang turut berpartisipasi dalam pasar Ramadhan tahun ini sebanyak 150 orang. Pasar Ramadhan ini akan berlangsung selama 1 bulan yaitu mulai dari tanggal 12 Maret 2024 sampai selesai, bertempat di depan Masjid Raya Al Muwahiddin Kota Bima.

"Sesuai arahan Pj. Wali Kota Bima, bahwa pasar ramadhan tahun ini difokuskan pada 1 titik saja yaitu di depan masjid raya. Bagi pelaku UMKM yang masih berjualan di lokasi awal di didepan Asi mbojo untuk dapat fokus berjualan di lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Tafsir menambahkan, untuk pasar ramadhan di Serasuba murni inisiatif dari masyarakat sekitar, tetapi memang harus kita satukan di depan masjid raya melalui himbauan, padahal jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah sosialisasikan.

"Terima kasih kepada PT. Pegadaian Cabang Bima yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah yang menyediakan tenda bagi pelaku UMKM di Masjid Raya". Pungkasnya.(MDG024)

Pj.Wali Kota Bima, Bersama Direktur Angkutan Jalan Kemenhub RI Bahas Peningkatan Aksesibilitas Dan Konektivitas Transportasi


Jakarta. Media Dinamika Global.Id.- Jumat, 8 Maret 2024, Pj. Wali Kota Bima, HM. Rum, menghadiri pertemuan konsolidasi yang bertujuan untuk membahas peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi angkutan jalan di Kota Bima. Pertemuan tersebut diadakan di Jakarta Convention Center Senayan, yang dihadiri oleh Direktur Angkutan Jalan/Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Suharto, ATD.,MM.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kadis Perhubungan Kota Bima, HM. Rum dan para peserta membahas berbagai isu penting terkait dengan pengembangan infrastruktur transportasi di Kota Bima. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi menjadi fokus utama pembahasan dalam upaya meningkatkan mobilitas dan pelayanan transportasi bagi masyarakat Kota Bima.

HM. Rum menyampaikan komitmen dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bima dalam upaya memperbaiki sistem transportasi angkutan jalan, demi meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik bagi seluruh warga Kota Bima.

H. Mohammad Rum juga menjelaskan kepada Direktur Angkutan Jalan/ Angkutan Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bima terkait minimnya moda transportasi umum yang melayani kebutuhan masyarakat perkotaan terutama moda transportasi mobil angkutan umum dan mobil angkutan sekolah.

HM. Rum menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima terus berupaya menumbuhkan kembali sistem transportasi massal dengan membangun skema kerjasama dengan pihak swasta agar dapat mengoperasikan armada angkutan perkotaan di Kota Bima.

Akan tetapi komunikasi tersebut sedikit terhambat karena beberapa investor mengeluhkan rendahnya indeks load factor jalan dan minimnya infrastruktur jalur layanan transportasi di Kota Bima saat ini.

Berdasarkan beberapa point permasalahan yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Bima, Direktur Angkutan Jalan/ Angkutan Perkotaan.

Suharto, ATD.,MM menyatakan komitmen untuk membantu Pemerintah Kota Bima dalam rangka menyediakan aksesibilitas dan konektivitas sistem transportasi umum dengan mengupayakan bantuan beberapa unit mobil bus guna menstimulasi tumbuh dan berkembangnya sistem transportasi umum di Kota Bima.

Beliau menyampaikan bahwa bus-bus tersebut hendaknya di kelola secara profesional dengan melibatkan sistem pengelolaan Perusahaan Daerah seperti kota-kota lain di Indonesia.

Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Perhubungan Darat sangat konsen melihat permasalahan sistem transportasi di daerah seperti yang dialami Pemerintah Kota Bima. Dengan strategi intervensi pemerintah pusat seperti ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem transportasi angkutan jalan di Kota Bima, serta membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.(MDG024).

Pemkot Bima Ajak Warga Budaya Gotong Royong Terus Dilestarikan


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Pemkot Bima Ajak Warga Budaya Gotong Royong Terus Dilestarikan. Asisten 1 Setda Kota Bima H. Alwi Yasin, M.AP berpesan agar program gotong royong terus dilaksanakan serta dilestarikan melalui program Gerakan Masyarakat Jumpa Berlian.

Hal itu disampaikannya saat bergotong royong bersama masyarakat di Paruga Nae Convention Hall, Kelurahan Manggemaci, kecamatan Mpunda, Jum'at (8/3/2024). Sementara ditempat terpisah, jajaran perangkat daerah lingkup pemerintah Kota Bima bergotong royong di kelurahan binaan masing-masing.

"Saya berpesan, agar program gotong royong ini tetap dilestarikan," ujar H. Alwi.

Tradisi gotong royong mengandung makna penting dalam budaya Indonesia dan masyarakatnya. Karena, sejak dulu bangsa ini dikenal dengan jiwa kegotongroyongannya.

Program gotong royong dilaksanakan serentak di 5 kecamatan dan 41 kelurahan se Kota Bima. Artinya, setiap Jum'at pagi, pemerintah dan masyarakat Kota Bima bergotong royong.

“Ada banyak manfaat dari gotong royong yang kita lakukan ini, tradisi gotong royong mengajarkan masyarakat untuk memulai, memperbaiki dari lingkungan sendiri,” ujar Alwi.

"Jika lingkungan sudah bersih, maka aka ada kebiasaan dalam menciptakan lingkungan lebih baik," jelas H. Alwi.(MDG024).

Pj.Walikota Bima Bertemu Ketua Baleg DPR RI Bahas Agenda Audiensi Tim Relokasi RSUD Dengan Kemenkes RI


Jakarta. Media Dinamika Global. Id.- Kamis 7 Maret 2024. Pj. Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT didampingi Kepala Dinas kesehatan Kota Bima dan Direktur RSUD Kota Bima, hari ini bertemu dengan Ketua Baleg DPR RI, Dr. Supratman Andi Atgas, SH.,MH untuk membahas agenda audiensi yang akan dilakukan bersama tim relokasi RSUD Kota Bima dengan Kementerian Kesehatan RI.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan juga kesiapan Kota Bima dalam menerima alat kesehatan untuk lokus prioritas seperti Kanker, Jantung, Saraf, Uronefro, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Alat-alat tersebut termasuk CTScan, Mammografi, dan Citotoksik yang diharapkan akan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bima.

Ketua Baleg DPR RI, Dr. Supratman Andi Atgas, SH.,MH menyambut baik kerjasama antara Pemkot Bima dan Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan fasilitas kesehatan di Kota Bima. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Audiensi tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dimana diharapkan akan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Bima.

Sementara itu, HM. Rum menegaskan bahwa rangkaian diskursus dengan Ketua Baleg DPR RI adalah merupakan aspek penting dalam pengembangan fasilitas kesehatan RSUD Kota Bima. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kota Bima memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sejalan dengan target tersebut, Pj. Walikota Bima menjelaskan bahwa dengan fasilitas kesehatan yang diperbarui dan diperluas dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Ini termasuk meningkatkan kapasitas dan ketersediaan alat-alat medis dan perawatan yang lebih canggih.

Mengingat kondisi RSUD Kota Bima saat ini dinilai kurang representatif dalam menunjang pelayanan kesehatan yang berkualitas karena kondisi ruangan yang terbatas dan seringkali mengalami musibah banjir, Pemerintah Kota Bima perlu segera menyikapi hal tersebut melalui upaya relokasi RSUD Kota Bima ke tempat yang lebih representatif. Diharapkan dengan adanya rencana relokasi RSUD Kota Bima nantinya akan memberikan multiplayer effect bagi peningkatan penanganan penyakit Prioritas seperti kanker, jantung, saraf, uronefro, dan KIA. Dengan demikian tentunya akan membantu dalam penanganan penyakit-penyakit tersebut secara lebih efektif dan tepat waktu.

"Hal ini tentunya akan berimbas pada penurunan Angka Kematian dan penyebaran Penyakit berbahaya. Dengan fasilitas kesehatan yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi angka kematian dan penyakit di masyarakat Kota Bima. Pelayanan yang lebih baik dan penanganan yang lebih cepat dapat membantu dalam mencegah dan mengobati penyakit dengan lebih efektif," ujar HM. Rum.

Diakhir keterangannya, HM. Rum menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan juga akan memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan yang lebih baik. Hal ini akan membantu dalam memperkuat sistem kesehatan lokal dan meningkatkan kompetensi profesional tenaga kesehatan.

"Dengan mencapai manfaat-manfaat seperti ini, pengembangan fasilitas kesehatan dan upaya relokasi RSUD Kota Bima diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima," tutup H. Mohammad Rum.(MDG024).