Media Dinamika Global

Senin, 20 Juli 2026

Jalan Dusun Ndanondere Kecamatan Soromandi, di Blokir Akibat Polemik Membatalan Ambil Sumber Mata Air Watasan Oi Tenggiri Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kab, Bima


SOROMANDI, Media Dinamika Global.id.-- Akses jalan di Dusun Ndanondere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, diblokir warga akibat polemik pembatalan izin pengambilan air di sumber mata air Watasan (Oi Tenggiri), Desa Doridungga.

Dalam rekaman video yang beredar, penutupan jalan menggunakan tumpukan kayu sempat menyulitkan para pengguna jalan lintas Donggo–Soromandi. Terlihat personel Babinsa TNI berada di lokasi untuk bermediasi dengan warga setempat guna meredam situasi.

Sejumlah sumber menyebutkan, warga Dusun Ndanondere dan Rasa Bou mendesak Pemerintah Desa Bajo dan Desa Doridungga segera memediasi penyelesaian konflik pengelolaan air bersih tersebut. Menurut warga, pemanfaatan sumber daya air seharusnya mengedepankan asas keadilan dan kebutuhan dasar masyarakat.


Hingga saat ini, warga berharap ada solusi konkret dari pemerintah daerah agar konflik air bersih teratasi dan akses lalu lintas kembali normal.(Sekjend MDG)

Lampung Masuk Lima Besar Nasional ADLGA 2026, Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Pemerintah Provinsi Lampung menerima kunjungan Tim Penilai Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dalam rangka visitasi ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026 di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa 21 Juli 2026.

Visitasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian nasional terhadap kepemimpinan digital pemerintah daerah. Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjalani penilaian sebagai salah satu dari lima besar nominator nasional kategori ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026.

Dalam keynote speech-nya, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan dalam tata kelola pemerintahan modern sekaligus instrumen utama untuk mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan berintegritas.

Menurut Marindo, seorang Sekretaris Daerah memiliki peran sebagai orkestrator yang mengharmonisasikan seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu irama menuju pemerintahan digital berbasis Satu Data.

"Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi. Yang terpenting adalah bagaimana data yang benar, akurat, dan terintegrasi mampu menjadi dasar pengambilan keputusan sehingga setiap kebijakan benar-benar berbasis fakta," ujar Marindo.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat implementasi SPBE melalui pengembangan berbagai inovasi digital yang saling terintegrasi, mulai dari penerapan SRIKANDI untuk digitalisasi tata naskah dinas, integrasi sistem perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi pelayanan kesehatan, kepegawaian, ketenagakerjaan, perpustakaan dan kearsipan, perpajakan daerah, hingga sistem pembayaran gaji dan tunjangan ASN secara langsung ke rekening penerima.

Marindo juga memaparkan pengembangan Lampung-In, super aplikasi Pemerintah Provinsi Lampung yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga desa dalam satu ekosistem digital.

Melalui Lampung-In, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik, menyampaikan pengaduan, memperoleh informasi harga pangan, memantau kondisi inflasi, hingga menikmati berbagai layanan pemerintahan secara terpadu.

"Yang kami bangun bukan sekadar aplikasi, tetapi ekosistem digital pemerintahan yang menyatukan seluruh layanan. Masyarakat tidak lagi melihat pelayanan berdasarkan organisasi perangkat daerah, melainkan melihat Pemerintah Provinsi Lampung sebagai satu kesatuan pelayanan publik," jelasnya.

Marindo menegaskan bahwa transformasi digital yang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kepercayaan masyarakat, serta percepatan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat, valid, dan real time.

Usai penyampaian keynote speech, Tim Penilai ASKOMPSI Dr. (C) Andi Yuniantoro S.Si., M. Kom dan Dr. Ir. Nana Storada, SE.,MM. melakukan wawancara mendalam dengan Sekdaprov Lampung yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para kepala perangkat daerah guna menggali kesamaan pemahaman mengenai implementasi transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sesi wawancara di ruang kerja Sekdaprov, tim penilai menyaksikan secara langsung bagaimana Marindo Kurniawan memanfaatkan data dari aplikasi Lampung-In sebagai instrumen dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Di hadapan tim penilai, Marindo menunjukkan pemanfaatan dashboard digital Lampung In untuk memantau berbagai indikator pemerintahan, termasuk layanan pengaduan masyarakat yang menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan lintas sektor.

Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi Lampung, seperti pengembangan pupuk organik cair dan hilirisasi produk pertanian yang membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah serta didukung oleh analisis data yang komprehensif.

"Ekonomi itu tentang data dan rasa. Lampung-In menghadirkan data dan rasa. Itulah marwah dan ruh Lampung-In, yakni menghadirkan pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat melalui keputusan yang berbasis data dan memahami kebutuhan riil masyarakat," ujar Marindo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menjelaskan bahwa ADLGA merupakan ajang yang menilai kapasitas kepemimpinan digital kepala daerah maupun sekretaris daerah dalam mengorkestrasi transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

"Melalui proses self assessment yang telah dilakukan, Alhamdulillah Provinsi Lampung berhasil masuk lima besar nasional. Penilaian hari ini merupakan tahap verifikasi lapangan untuk mengonfirmasi implementasi kepemimpinan digital yang telah dijalankan di Provinsi Lampung," ujar Ganjar.

Ia menjelaskan, rangkaian visitasi meliputi penyampaian keynote speech oleh Sekdaprov Lampung, wawancara eksekutif, diskusi bersama kepala perangkat daerah, hingga peninjauan langsung terhadap layanan publik guna melihat dampak nyata transformasi digital terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai ADLGA, Dr. (C) Andi Yuniantoro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pemerintah provinsi di Indonesia mengikuti ADLGA 2026. Dari seluruh peserta, hanya lima provinsi yang berhasil lolos sebagai nominator nasional dan berhak mengikuti tahapan visitasi lapangan.

Menurutnya, penilaian ADLGA tidak berorientasi pada banyaknya aplikasi maupun tingginya nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), melainkan pada kepemimpinan seorang Sekretaris Daerah dalam membangun budaya digital, memastikan kualitas data, serta menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Kami tidak menilai jumlah aplikasi ataupun SPBE. Yang kami nilai adalah bagaimana seorang pemimpin berpikir secara digital, memastikan data yang akurat, kemudian mengambil keputusan berbasis data. Itulah esensi digital leadership yang kami cari," tegas Andi.

Ia menambahkan, usai visitasi seluruh nominator akan mengikuti tahapan presentasi di hadapan Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari proses penentuan penerima penghargaan tingkat nasional.

Sementara itu, dalam sesi dialog, para kepala perangkat daerah memaparkan implementasi transformasi digital di masing-masing sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pengelolaan keuangan daerah, kepegawaian, perpustakaan dan kearsipan, hingga pelayanan perpajakan daerah.

Tim penilai menegaskan bahwa budaya digital harus tumbuh di seluruh perangkat daerah. Transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir, cara bekerja, cara berkolaborasi, dan cara melayani masyarakat yang seluruhnya didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipercaya.

"Ini sangat menarik, kalau saya bicara tentang digital kepada semua OPD, OPD setempat yang kami kunjungi langsung menunjuk dinas kominfo, namun hanya satu, hanya Lampung yang menjawab di semua OPD, jujur saja jawabannya memang seperti ini," ungkap Andi. 

Menurut Andi, dirinya sangat tertarik saat seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung menjawab bahwa digitalisasi itu di setiap OPD bukan hanya tertuju pada Dinas Kominfo dan ini merupakan keberhasilan Sekdaprov Marindo Kurniawan dalam menyebarluaskan digitalisasi sebagai pola fikir dan budaya kerja di seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Rangkaian visitasi kemudian dilanjutkan dengan observasi terhadap lingkungan kerja Sekretaris Daerah serta peninjauan sejumlah layanan publik untuk memastikan implementasi kepemimpinan digital benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Provinsi Lampung menembus lima besar nasional dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2026 menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan yang modern, terintegrasi, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.(Fs/Red)

Segenap Kwarcab Kabupatennya Lombok Utara Mengucapkan


Lombok, Media Dinamika Global.id.-- Dirgahayu Kabupaten Lombok Utara ke-18. Semoga semangat Lombok Utara Menuju Kemandirian terus menjadi inspirasi dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. Dengan kebersamaan, gotong royong, serta semangat pengabdian, mari kita terus berkarya demi kemajuan Lombok Utara yang semakin tangguh dan membanggakan.

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lombok Utara mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Lombok Utara ke-18. Semoga setiap langkah pembangunan senantiasa membawa keberkahan, melahirkan generasi yang berkarakter, serta memperkuat persatuan untuk mewujudkan Lombok Utara yang mandiri, unggul, dan berkelanjutan. Dirgahayu Lombok Utara, 21 Juli 2008 – 21 Juli 2026.

Dinsos dan LPA Kota Bima Tinjau Ibu Gita Nurmala Yang Hidup Seorang Janda Kurang Mampu di Samping Museum Asi Mbojo


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima menelusuri laporan warga yang beredar di media sosial mengenai seorang ibu dan anak yang tidur di trotoar sebelah utara Museum Asi Mbojo selama dua pekan terakhir (13/7). Penelusuran dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran, keduanya diduga terpaksa tinggal di trotoar setelah setelah tidak mampu membayar iuran sewa bulanan dan menunggak pembayaran selama setahun lebih.

Ibu tersebut diketahui bernama Gita Nurmala yang sehari-hari berjualan nasi bungkus dan kerupuk titipan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara anaknya, Santi Wulandari (12), saat ini duduk di bangku kelas VI SDN 12 Kota Bima.


Gita sebelumnya pernah menerima bantuan berupa gerobak usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima. Ia dan anaknya sempat tinggal di Perumahan NSD, perumahan yang disediakan khusus bagi warga tidak mampu dan tidak memiliki tempat tinggal, dengan biaya sewa Rp150 ribu per bulan.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Edukasi Warga tentang Bahaya Narkoba hingga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 21 Juli 2026 – Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape, Kodim 1608/Bima, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan imbauan terkait keamanan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit melaksanakan Komsos bersama warga binaan pada pukul 08.15 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang masih berstatus pelajar agar tidak terpengaruh pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba yang saat ini menjadi perhatian bersama. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada RT/RW maupun Babinsa apabila menemukan potensi permasalahan di lingkungan.




Sementara itu, pada pukul 08.30 Wita, Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, menggelar Komsos bersama warga Dusun Moti. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam berbagai kegiatan, baik keagamaan, ronda malam, hajatan keluarga, maupun pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan bersama.

Di Desa Sangia, Sertu Syaifullah melaksanakan Komsos pada pukul 09.00 Wita dengan memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau. Warga diminta berhati-hati saat menggunakan kompor maupun tabung gas serta tetap waspada dalam beraktivitas di dalam maupun di luar rumah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman.

Selanjutnya, pada pukul 09.30 Wita, Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Koptu Mahru, mengajak warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia menekankan pentingnya mempererat silaturahmi antarwarga, menghindari tindakan kriminal, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai benteng dalam menghindari perbuatan yang melanggar hukum maupun norma sosial.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial ini, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Profil Umi Lena Adalah Politikus Partai PKB


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Hj. Mahdalena, S.S., M.M, atau yang dikenal dengan Umi Lena adalah politikus asal Bima, NTB, dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia lahir di Dompu, 21 Februari 1980. Pada Pemilu 2024 ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2024–2029 dari Dapil Nusa Tenggara Barat I dengan perolehan 173.144 suara. Ia juga merupakan ipar Bupati Dompu, Abdul Kader Jaelani, sehingga memiliki jejaring politik yang cukup luas di wilayah Bima dan Dompu.

Jika ditanya apakah Umi Lena cocok menjadi Bupati Bima, mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB, atau fokus di DPR RI, jawabannya bergantung pada strategi politik jangka panjangnya. Sebagai anggota DPR RI, ia sudah memiliki kursi yang aman dan akses langsung ke pusat untuk memperjuangkan anggaran serta kebijakan bagi NTB.

 Posisi ini ideal untuk membangun pengaruh selama lima tahun ke depan. Namun, dengan basis massa yang kuat di Bima dan dukungan keluarga di pemerintahan daerah, peluangnya untuk maju sebagai Bupati Bima juga cukup besar. 

Tantangannya adalah ia harus rela melepas kursi DPR jika terpilih. Sementara itu, untuk pencalonan Gubernur NTB, modal suaranya di Dapil NTB I bisa menjadi pijakan awal, tetapi pertarungannya akan jauh lebih berat karena harus bersaing dengan petahana dan tokoh-tokoh lama di Pulau Lombok serta membutuhkan koalisi partai dan dana yang besar.

Secara realistis, langkah paling aman bagi Umi Lena saat ini adalah menuntaskan periode pertamanya di DPR RI sambil memperkuat konsolidasi di daerah. Kursi di Senayan dapat digunakan untuk membangun citra dan menebar manfaat di Bima, Dompu, dan wilayah NTB lainnya. Dua tahun menjelang Pilkada, ia bisa mengukur elektabilitasnya. 

Jika basis di Bima sudah sangat kuat, maka maju sebagai Bupati Bima menjadi opsi logis. Jika jangkauannya sudah meluas ke Lombok, maka peluang sebagai Gubernur NTB bisa dipertimbangkan. Dengan demikian, kursi DPR RI yang telah diraih dapat menjadi batu loncatan, bukan untuk ditinggalkan begitu saja.(Sekjend MDG)

Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan, Satbrimob Polda Riau Gelar Upacara Pembukaan Harpuan PHH

Pekanbaru – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai dinamika tugas di lapangan, Satuan Brimob Polda Riau menggelar Upacara Pembukaan Latihan Kemampuan (Harpuan) Penanggulangan Huru-Hara (PHH), Selasa (21/7/2026)


Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Hijau Satbrimob Polda Riau dan dipimpin langsung oleh Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Riau, AKBP Jhon Firdaus, A.Mk., S.H.


Harpuan PHH merupakan salah satu bentuk pembinaan kemampuan personel yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan, dan menguji kesiapsiagaan serta keterampilan dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Melalui latihan ini, personel tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga harus mampu mengedepankan kedisiplinan, pengendalian diri, kekompakan, serta tindakan yang terukur dan sesuai dengan prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas.


Dalam penyampaiannya, Danyon A Pelopor menegaskan bahwa latihan harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki personel harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan agar setiap anggota selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.


“Laksanakan latihan dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Jadikan setiap tahapan latihan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan, kekompakan, serta kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar AKBP Jhon Firdaus.


Lebih lanjut, Danyon A Pelopor mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas. Kemampuan yang diperoleh melalui latihan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Satbrimob Polda Riau dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


Dengan dilaksanakannya Harpuan PHH ini, Satbrimob Polda Riau terus berkomitmen untuk membentuk personel yang tangguh, disiplin, profesional, dan selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Cabor Menembak Kota Bima Menggila, Borong 5 Medali Emas di Porprov NTB 2026


LOMBOK BARAT, Media Dinamika Global — Atlet menembak Kota Bima tampil perkasa pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat 2026. Dalam dua hari pelaksanaan pertandingan, cabang olahraga (cabor) menembak sukses memborong lima medali emas, tiga perak, dan empat perunggu, sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Kota Bima.

Dominasi atlet Perbakin Kota Bima terlihat di Lapangan Tembak Sandik, Lombok Barat, dan Arena Saraswati Mataram. Sejumlah nomor andalan berhasil dikuasai hingga mengantarkan Kota Bima bersaing di papan atas perolehan medali sementara.

Lima medali emas tersebut masing-masing diraih pada nomor 10 meter air pistol putra beregu melalui Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma, Rahmad Hidayat, dan Bripda Muh Ade Kentari. Emas berikutnya disumbangkan tim 50 meter prone putra beregu yang diperkuat I Gede Kaesa Hendri Pranata, Ratu Bagus Reka Kusuma, dan Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma.

Nama I Gede Kaesa Hendri Pranata menjadi salah satu bintang Kota Bima pada ajang ini. Atlet tersebut berhasil menambah tiga emas lainnya melalui nomor 50 meter prone putra perorangan, 50 meter tiga posisi putra beregu bersama Ratu Bagus Reka Kusuma dan Ratu Bagus Saka Raditya Kusuma, serta nomor 50 meter tiga posisi putra perorangan.

Selain emas, atlet menembak Kota Bima juga mengoleksi tiga medali perak dari nomor 10 meter air rifle putra atas nama Bripda Muh Ade Kentari, nomor 10 meter air rifle mixed melalui pasangan Bripda Muh Ade Kentari dan Nurgita Fitria Sari, serta nomor 10 meter air pistol putri beregu yang diperkuat Nurgita Fitria Sari, Ratu Aisyah Januar, dan Zafira Aulya.

Empat medali perunggu diraih dari nomor 10 meter air pistol putri atas nama Nurgita Fitria Sari, nomor 10 meter air pistol mixed melalui pasangan Nurgita Fitria Sari dan Rahmad Hidayat, nomor 10 meter air rifle putra beregu yang diperkuat Rahmad Hidayat, Bripda Muh Ade Kentari, dan Bripda Moh Firman Fitrianto, serta nomor 10 meter air rifle putri beregu yang diperkuat Nurgita Fitria Sari, Zafira Aulya, dan Ade Wiran Ina Pratiwi.

Manajer Cabor Menembak Kota Bima, Mayor Inf Asep Okinawa, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk menambah perolehan medali pada hari-hari berikutnya. Pasalnya, masih terdapat sejumlah nomor pertandingan yang belum dipertandingkan.

“Alhamdulillah, dua hari ini kami sudah menyumbang lima medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Kami masih optimistis ada tambahan medali emas dari nomor multi range dan 17 meter,” ujarnya usai penyerahan medali, Senin (20/7).

Menurut Asep yang juga menjabat Kasdim 1608/Bima, peluang Kota Bima untuk menambah medali masih terbuka lebar karena dari total 40 nomor yang dipertandingkan, masih ada beberapa nomor yang akan diikuti atlet-atlet Perbakin Kota Bima.

Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, mengapresiasi pencapaian para atlet menembak yang dinilainya menunjukkan peningkatan dibandingkan Porprov sebelumnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pengurus Perbakin Kota Bima.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Perbakin Kota Bima yang telah bekerja keras membina atlet. Hasil ini membuktikan bahwa kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan prestasi,” katanya.

Meski demikian, Alfian mengingatkan para atlet dan pelatih agar tetap fokus menghadapi nomor-nomor pertandingan yang tersisa. Ia berharap raihan sementara tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus menambah medali dan mengharumkan nama Kota Bima di ajang Porprov XII NTB 2026.


SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba Sajikan Menu Gado-Gado Bergizi untuk Penerima Manfaat


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Selasa (21 Juli 2026) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 1 melalui Dapur Adiba kembali menghadirkan sajian makanan bergizi bagi para penerima manfaat. Penyediaan menu sehat ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui makanan yang seimbang dan berkualitas.

Pada Selasa, 21 Juli 2026, SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba menyajikan menu gado-gado sebagai hidangan utama. Menu tersebut terdiri dari lontong, telur, tahu, bumbu kacang, sayuran berupa tauge, wortel, dan kacang panjang, serta dilengkapi dengan kerupuk.

Komposisi menu gado-gado tersebut mengandung berbagai sumber nutrisi penting, seperti karbohidrat dari lontong, protein dari telur dan tahu, serta serat dan vitamin dari aneka sayuran. Perpaduan bahan makanan ini diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang baik bagi para penerima manfaat.

Pihak SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba menyampaikan bahwa penyajian makanan akan terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, serta keseimbangan gizi dalam setiap menu yang diberikan.

"Semoga menu yang disajikan hari ini dapat memberikan asupan gizi yang baik dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat," ungkap pihak SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba.

Melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi, SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.(Team.MDG.03)

Nikmati Sajian Sehat, SPPG Bima Sape Sangia 02 Ambarata Perkuat Komitmen Penuhi Kebutuhan Gizi


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Selasa (21 Juli 2026) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Sangia 02 Ambarata terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui penyediaan makanan sehat, bergizi, dan seimbang bagi para penerima manfaat.

Pada Selasa, 21 Juli 2026, SPPG Bima Sape Sangia 02 Ambarata menghadirkan menu dengan komposisi gizi yang beragam. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, nasi pecel, telur rebus, tahu goreng, sayuran berupa kol, wortel, dan kacang panjang, sambal kacang, kerupuk udang, serta buah salak sebagai pelengkap.

Beragam menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan kandungan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh. Penyajian makanan yang bervariasi diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus mendukung aktivitas para penerima manfaat.

Pengelola SPPG Bima Sape Sangia 02 Ambarata menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi akan terus dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan kualitas bahan makanan, kebersihan pengolahan, serta keseimbangan kandungan gizi dalam setiap menu yang disajikan.

"Semoga menu yang disajikan dapat memberikan asupan gizi yang seimbang, lezat, dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat," ujar pihak SPPG Bima Sape Sangia 02 Ambarata.

Melalui penyajian menu sehat dan berkualitas, SPPG Bima Sape Sangia 02 Ambarata berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.(Team.MDG.03)